
Di dalam ruangan berukuran cukup luas 20 x 25 meter, suasana terasa sedikit agak canggung setelah kedatangan Rena yang membuat mood Ryuga menjadi kacau. Reyhan pun terlihat pasrah saat Ryuga memberinya tumpukan berkas mengenai laporan pajak, semua itu akibat buntut kekesalannya kepada Reyhan.
"Wah seru banget, Uncle hebat mainnya, "seru Shaka saat bermain game dalam pangkuan Ryuga.
"Kita harus buat benteng lagi Shaka disini, biar zombienya nggak makan kita, "seru Ryuga saat mengajak Shaka bermain game di ponselnya.
Sheena tiba-tiba berjalan menghampiri Ryuga dan Shaka, "Uncle, Sheena juga mau ikutan maen game juga dong," rengek Sheena menarik tangan Ryuga.
Ryuga tersenyum menatap Sheena, "Duduk sini, Sheena juga mau main game apa?" tanya Ryuga mengusap rambut Sheena.
Sheena menganggukkan kepalanya, "Sheena mau maen cooking mama, "ujar Sheena tersenyum langsung menyandarkan diri duduk di samping Ryuga.
"Sheena jangan ganguin dong! Kakak lagi seru nih," protes Shaka .
"Ihhh Kak Shaka jangan curang dong.., Sheena juga kan mau main game sama Uncle, " ujar Sheena terlihat kesal menatap kembarannya tersebut.
Dan di sisi lain Rena dan Alexa di buat tersenyum dengan interaksi antara Ryuga dan kedua anaknya yang terlihat begitu intim.
"Mereka akrab banget ya Lex? "bisik Rena.
Alexa menganggukkan kepalanya melihat sekilas ke arah Ryuga, Shaka dan juga Sheena, "Iya padahal mereka belum lama ketemu, tapi mereka udah seakrab itu," ujar Alexa sedikit tersenyum simpul.
"Seandainya aja luh nggak hilang ingatan Alexa, pasti Pak Ryuga belum tentu bisa ketemu anaknya kaya sekarang, tapi gue berharap kalian bisa kembali bersatu lagi kaya dulu, "batin Rena tersenyum tipis menatap ke arah mantan gurunya tersebut.
Alexa mendekatkan wajahnya ke telinga Rena, "Ren.., ceritain dong kenapa luh bisa jadian sih sama Mas Reyhan? " tanya Alexa dengan nada berbisik.
Rena tersenyum melirik sekilas ke arah Reyhan, "Awalnya sih nggak sengaja kita ketemunya, gue sama Kipli di ajak janjian sama Pak Ryuga, terus Pak Ryuga bawa Mas Reyhan gitu. Terus abis itu kita sering ketemuan, terus jadian deh, "bisik Rena begitu saja tanpa beban.
Alexa terkejut menatap Rena, "Oh jadi luh sama Kipli sebelumnya udah kenal sama Pak Ryuga ternyata? " tanya Alexa penasaran.
Rena membulatkan matanya terkejut, setelah mengingat ucapannya tadi tanpa sadar, "Mampus gue kayanya gue salah ngomong nih, "batin Rena melipat bibirnya.
Perhatian Rena teralihkan saat melihat notif di ponselnya, "Eh Lex..,Kipli bales nih, dia lagi otw ke sini, "bisik Rena berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Lex mending kita ke cari tempat yang santai yuk! mana enak kita ngobrol di jagain dua algojo kaya gini, berasa kaya uka-uka gue dari tadi,," ujar Rena dengan nada berbisik.
Alexa terlihat masih penasaran menatap Rena, "Tapi kemana? "tanya Alexa.
"Tadi gue liat di bawah ada cafetaria, kita ke situ ada yuk! "ajak Rena, dan Alexa pun menganggukkan kepala dan langsung saja berdiri bersama dengan Rena.
Alexa berjalan ke arah Ryuga, sejujurnya ia juga ingin menghindari Ryuga sejak kilasan memory yang muncul secara tiba-tiba tentang Ryuga tadi yang cukup membuatnya sedikit terganggu. Dan untungnya secara bersamaan Rena muncul di saat yang tepat sehingga Alexa bisa menghabiskan waktu bersama dengan Rena, untuk menghindari Ryuga.
Alexa menatap ragu Ryuga, "Mas aku mau ke cafetaria dulu ya sama Rena, "ujar Alexa menatap Ryuga ragu-ragu.
Ryuga mengerutkan kedua alisnya melirik ke arah Rena, sontak saat mendapat lirikan cukup tajam Rena langsung menyembunyikan tubuhnya dibalik tubuh Alexa.
Rena bergidik, "Serem amat sih, udah kaya minta restu nikah gue," bisik Rena di balik punggung Alexa.
Sejujurnya Ryuga sedikit cemas meninggalkan Alexa dengan mantan muridnya yang cukup meresahkan karena tingkah dan kelakuannya yang kadang tidak bisa mengontrol ucapannya. Namun karena Reyhan sudah memberitahukan Rena tentang kondisi Alexa, ia pun mencoba berpikir positif kepada Rena, ia juga tidak ingin di cap sebagai pasangan yang posesif yang melarang Alexa berkumpul dengan teman-temannya.
Ryuga nenghembuskan nafasnya perlahan, "Ya udah ,ujar Ryuga tersenyum simpul menatap Alexa."
Alexa menatap ke arah putranya, dan juga putrinya yang terlihat serius bermain game, "Shaka sama Sheena mau ikut Mommy nggak, "panggil Alexa.
Shaka menatap sekilas Alexa, ia terlihat menggelengkan kepalanya dan fokus bermain game kembali di ponselnya bersama Ryuga, sedangkan Sheena ia langsung berlari penuh semangat menghampiri Alexa dan meraih tangan Alexa, "Mommy sama Aunty mau kemana?" tanya Sheena penasaran.
Rena langsung meraih Sheena dan menggendongnya dengan gemas, "Kita mau jajan ke bawah sayang..,Yuk Let's go," ujar Rena berjalan penuh semangat.
__ADS_1
Rena sekilas melirik ke arah Reyhan yang terlihat serius, "Yank aku tinggal dulu ya sebentar," ujar Rena menatap Reyhan yang terlihat fokus menatap tabletnya.
"Kamu mau kemana Yank? "tanya Reyhan sekilas melirik ke arah Ryuga.
"Ke bawah bentar, "saut Rena.
************
Di cafetaria suasana tidak begitu ramai karena jam istirahat sudah lewat sejak dua jam yang lalu.
Alexa menatap Rena masih penasaran dengan ucapan tentang Ryuga, "Rena luh belum jawab pertanyaan gue tadi, luh sama Kipli emang sebelumnya udah kenal sama Pak Ryuga? " tanya Alexa kedua kalinya.
Rena menggerakkan kedua matanya karena ia sudah terjebak dengan ucapannya sendiri, "Pak Ryuga itu...dia dulu guru kita Lex, iya dia guru kita, " ujar Rena tersenyum kaku menatap Alexa.
"Apa guru, " gumam Alexa langsung terlihat menggerakkan kedua matanya bingung setelah mendengar ucapan Rena.
Tiba-tiba Rena melihat keberadaan Kipli tak jauh dari tempatnya duduk, "Kipli.. "teriak Rena yang cukup memekik melambaikan tangannya ke arah Kipli yang terlihat baru saja datang.
Kipli terlihat termangu menatap orang yang duduk di samping Rena yang terlihat tersenyum ke arahnya, "Ini beneran luh Alexa?" tanya Kipli yang terlihat cukup syok sedangkan Alexa menatapnya tersenyum sambil menganggukan kepala.
Kipli mencubit lengan Alexa karena masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat, "Ya ampun Lex, ini beneran orang ternyata? ''tanya Kipli yang masih tidak percaya.
"Ihh, Uncle ini kok cubit-cubit Mommy sih? "tanya Sheena mencebikkan bibirnya.
Alexa tertawa renyah mengusap kepala Sheena dan menatap Kipli, "Ya ialah luh pikir gue jurig apa, ia gue ini Alexa "saut Alexa menepuk lengan Kipli.
"Luh beneran kaya kucing Lex, nyawa luh banyak juga! gue pikir luh kemaren udah_''ujar Kipli tidak meneruskan kata-katanya.
"Luh nyumpahin gue Pli, "ketus Alexa.
"Mommy, Uncle ini siapa? ''tanya Sheena menatap ke arah Kipli.
"Laen lah kalo brojol di luar negri mah, beda kaya kita yang tiap hari sarapannya nasi uduk, "ceplos Rena menimpali.
Alexa tertawa mendengar ucapan Kipli dan Rena, "Sheena ini namanya Uncle Kipli, dia temen Mommy sekolah dulu sama kaya Aunty Rena, "ujar Alexa.
Sheena tertawa, ''Kok nama Unclenya lucu banget si Mommy, "ujar Sheena.
Kipli memegangi dadanya mendengar ucapan Sheena, "Ya ampun alus sih, tapi kok nyelekit ya, " saut Kipli.
"Hallo Sheena yang cantik dan imut kaya semut bako, "ujar Kipli berdadah ria menatap Sheena.
"Ihhhh kok semut sih Uncle..semut bako kaya apa sih Mommy?" tanya Sheena menatap Alexa penasaran.
"Bentuknya kaya Olaf sayang, " ujar Alexa menatap Sheena.
"Ihh kok Sheena di samain Olaf sih! kan Sheena miripnya sama Princess Elsa Mommy," protes Sheena.
"Iya Sheena mirip Princes Elsa, Uncle Kipli yang mirip Olaf " ujar Rena.
"Luh ama bocah pengertian dikit napa sih Pli!, gimana luh mau punya cewek coba, "celetuk Rena.
"Olaf apaan sih?" tanya Kipli planga-plongo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ckckck Uncle mirip Olaf, " ujar Sheena tertawa menunjuk Kipli.
**********
__ADS_1
Alexa, Rena dan Kipli pun terlihat begitu seru mengobrol asik menceritakan tentang pekerjaan mereka.
"Gue senang banget Lex, luh bisa selamet dan bae-bae aja, soalnya yang Rena ceritain luh itu hilang ingatan, tapi kenapa luh bisa inget sama gue sih, gue jadi ngerasa terhormat "ujar Kipli.
"Gue juga nggak tau Pli, kadang kalo gue paksain buat inget-inget kejadian 5 taun lalu sama siapa suami gue, kepala gue langsung berasa berat. Dan selama gue di sini kayanya ada respon beberapa kali kepala gue sakit, karna gue maksain buat inget siapa itu Pak Ryuga? "tanya Alexa merasa bingung.
"Luh jangan terlalu maksain Lex, ntar otak luh malah konslet berabe, mending natural aja pelan-pelan, ''ujar Kipli menimpali.
"Jujur gue penasaran apa yang terjadi sama gue, terutama sama keluarga gue dan Mas Ryuga. Dan selama gue disini gue pengen ngunjungin banyak tempat. Mungkin aja pelan-pelan gue bisa inget, "ujar Alexa menatap Rena dan Kipli secara bergantian.
"Gue besok libur gimana kalo besok gue temenin luh pergi," ujar Rena tersenyum.
Wajah Alexa seketika berbinar, "Serius luh," ujar Alexa tersenyum simpul.
"Iya gue besok jemput luh dah, eh iya lupa, tapi selama di sini luh tinggal dimana? ''tanya Rena penasaran
"Gue tinggal sama Om Ardy sama Tante Sisil_"
"What! luh se rumah sama si mak lampir Grace," ujar Rena cukup memekik.
"Aunty kenapa teriak-teriak sih.., Sheena sampe kaget," ujar Sheena menatap Rena terkejut.
"Tau luh anak orang kebias aja, "ujar Kipli menoyor kepala Rena.
"Ehhh...maaf sayang bawaan orok susah emang, "ujar Rena tersenyum kaku menatap ke sekeliling yang terlihat terkejut menatap ke arahnya.
"Enggak se rumah sih tepatnya_" Oh iya gue sampe lupa Grace itu dia married tau sama Dimas, temen kita luh kenal kan sama Dimas?" tanya Alexa antusias.
Rena semakin di buat melongo menatap ke arah Alexa, " Serius lu, lu nggak ngeprank gue kan? speechless gue dengernya, " ujar Rena dengan nada termangu menatap Alexa.
"Cih, emang cocok mereka berdua, " ujar Kipli dengan nada sinis.
Alexa menganggukkan kepalanya menatap Rena yang termangu, "Kalian emang kenal sama Grace?" tanya Alexa menatap Rena penasaran.
"Emang luh nggak inget sama dia? "tanya Rena penasaran, Alexa menggelengkan kepala menatap Rena.
"Gue tau di sepupuh gue, itu juga Kak Nicco yang kenalin pertama kali pas di Aussie, "saut Alexa mengerutkan kedua alisnya.
"Kalian emang kenal Grace? "tanya Alexa
Ehmm, "Ryuga tiba-tiba datang dari arah belakang bersama Reyhan dan juga Shaka.
Reyhan yang sudah paham langsung saja mengajak Rena "Yank.., udah yuk, kita balik," ujar Reyhan berdiri menatap Rena.
"Ya ampun Yank, cepet banget sih kita kan belum puas ngobrolnya, pengertian dikit napa sih," ujar Rena menatap ke arah Ryuga dan juga Reyhan.
"Alexa, Shaka minta pulang, yuk kita pulang, "ajak Ryuga.
"Ya elah Bapak bentar lagi napa, Bapak juga setiap saya sama Mas Reyhan ngedate juga kadang suka aja ganguin kita, dan nyulik Mas Reyhan gitu aja, "ujar Rena melirik sinis mantan gurunya.
Ryuga menatap ke arah Reyhan, "Reyhan besok saya tunggu surat pengunduran diri kamu karena pacar kamu yang rese ini, "ujar Ryuga.
"Eh iya..iya..iya jangan Pak, ya ampun serem amat sih ngancemnya," ujar Rena yang langsung berdiri mengapit tangan Reyhan.
"Dah Sheena.. Dah Shaka.. Dah Alexa, see you next time, "ujar Rena berdadah ria.
Dan Kipli pun beranjak dari kursinya, "Lex gue cabut dulu yak? Pak saya pulang dulu ya," pamit Kipli tersenyum menyalimi mantan gurunya tersebut. Ryuga pun tersenyum simpul menatap Kipli menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...