
"Yank!"
"Yank udah dong!"
"Jangan marah lagi ya!"
"Kamu jangan nangis lagi ya," ujar Ryuga membalikkan tubuh Alexa ke hadapannya meraup wajah sedih Alexa mengusap air matanya dengan kedua ibu jarinya.
"Coba kamu inget kejadian pas kamu marah maksa aku buat ngelayanin kamu di sini, gimana perasaan kamu waktu itu? perasaan itu yang sekarang aku rasain Yank," ujar Alexa mulai melemah nada suaranya sesenggukan.
"Iya aku inget, maafin aku Yank.., aku tau perasaan kaya gitu.. Aku bener-bener minta maaf.. aku janji, aku nggak akan ngecewain kamu Yank," ujar Ryuga mengusap rambut Alexa dengan lembut.
"Udah ya jangan nangis lagi, nanti cantiknya ilang gimana," ujar Ryuga mengusap-ngusap pipi Alexa.
"Biarin, ujar Alexa manja."
Cup
Ryuga mengecup kening Alexa tersenyum, "Kamu mau maafin aku kan?" tanya Ryuga. Alexa pun mengangguk menjawab pertanyaan Ryuga hatinya mulai sedikit tenang.
"Kalo seandainya aku yang nyakitin kamu atau nggak kalo aku pergi dari kamu, apa kamu mau maafin aku, terus apa kamu tetep cinta sama aku Yank?" tanya Alexa ragu-ragu menatap Ryuga.
"Kamu ngomong apa sih Yank, jangan ngomong yang enggak-enggak gitu karna ucapan itu adalah doa," ujar Ryuga memeluk Alexa kembali setelah mendengar ucapannya.
"Jangan coba-coba kamu pergi ninggalin aku Yank, aku nggak sanggup kalo nggak ada kamu. Aku tuh udah nyaman banget sama kamu, apalagi manjanya kamu, senyumnya kamu, terus kalo inget expresi kamu lagi ngambek, kebayang terus muka gemesin kamu. Jika memang ada something di antara kita terus kamu ninggalin aku, aku akan perjuangin kamu, cari kamu walaupun kamu ngumpet ke lobang semut sekalipun," ujar Ryuga menangkup wajah Alexa.
Alexa terenyuh mendengar ucapan, ada rasa sesak di dalam dadanya yang sulit untuk ia jabarkan, Alexa semakin mengeratkan pelukannya.
"Kamu salah Yank, ada yang lebih pantes kamu perjuangin daripada aku yaitu nama baik keluarga kamu...Maafin aku Yank, kalo seandainya suatu saat nanti aku pergi ninggalin kamu, aku ngelakuin itu demi kebaikan kamu dan keluarga kamu. Setidaknya aku harus tau diri, walaupun aku harus hancur tanpa kamu," batin Alexa dadanya terasa begitu sesak memendam rasa sakitnya, Alexa menelusupkan kepalanya di dada bidang Ryuga mencari kenyamanan dalam dekapan Ryuga.
"Aku kangen kamu, semalem aku nggak bisa tidur, rasanya aneh nggak ada kamu tuh," ujar Alexa manja.
"Bohong, kalo kamu kangen kenapa kamu tadi nggak samperin aku ke ruangan aku?" tanya Ryuga menggedong Alexa seperti bayi koala.
Alexa melingkarkan tangannya di leher Ryuga, "Kan tadi udah ada mantan kamu ke ruangan kamu," ujar Alexa cemberut.
"Kok kamu bisa tahu sih, kalo tadi Sita ke ruangan aku?" tanya Ryuga sambil mengecupi bibir Alexa duduk di sofa memangku Alexa.
"Hello Pak guru, fans kamu tuh di mana-mana ya, jadi gosip kamu tuh gampang masuk ke telinga aku, makanya jangan berani macem-macem sama aku," saut Alexa mencubit pipit Ryuga.
"Biarpun fans aku banyak tapi kan cuman kamu yang ada di hati aku Yank, kamu tuh spesial Yank limited edition," ujar Ryuga menatap Alexa penuh perasaan sambil merapikan anak rambutnya di wajah Alexa.
"Gombal, ujar Alexa manja." menyandarkan kepalanya di dada bidang Ryuga memainkan kancing kemejanya."
__ADS_1
"Ngapain aku gombal, emang gitu kenyataannya, oh iya Yank, besok aku mau kasih SP buat Pak Arif karena dia udah ngehina kamu, aku tadi rasanya pengen banget lemparin dia dari lantai atas," ujar Ryuga emosi.
"Ihhh.., serem banget sih omongan kamu kalo lagi kesel," ujar Alexa bergidik.
"Jelaslah suami mana yang nggak kesel denger istrinya di hina kaya gitu, lagian nggak cuman aku Yank, banyak kok siswa dan guru mengeluhkan sikapnya Pak Arif di sekolah Yank," ujar Ryuga menatap Alexa.
"Apa perlu segala ngasih SP? mending kamu panggil dulu deh Pak Arif, kamu tegur dulu kali Yank, nasehatin gitu, terus kalo emang nggak ada perubahan terserah kamu sih mau di apain," ujar Alexa iseng memainkan kancing kemeja Ryuga.
"Males ah ngomongin Pak Arif terus," ujar Ryuga menggenggam tangan Alexa yang memainkan kancing kemejanya.
"Yank, ujar Ryuga."
"Hmmm, jawab Alexa."
"Sebelum ke rumah sakit aku mau itu dong? tanya Ryuga mengusap pipi Alexa."
"Itu apaan? tanya goda Alexa."
Ryuga meluma* bibir Alexa sekilas, "aku olahraga bareng kamu," bisik Ryuga di telinga Alexa hingga membuat Alexa merinding merasakan hembusan nafas Ryuga yang sengaja menggodanya.
Alexa pun tersenyum membalikkan posisi menatap Ryuga dengan liar mengecup lagi bibir Ryuga.
"Kamu mulai berani ya godain aku," ujar Ryuga tersenyum menggoda Alexa.
"Kamu bikin aku tambah cinta, liat kamu begini," bisik Ryuga saat jari nakalnya menyerang inti tubuh Alexa yang paling sensitif "Eugghhh, desa* Alexa lolos begitu saja.
Hampir sejam lebih Alexa dan Ryuga bergulat di ranjang panasnya. Ryuga di buat kewalahan dengan permainan liar Alexa yang cukup membuatnya hampir menyerah. Alexa benar-benar membuat Ryuga melayang. Tubuh keduanya pun sudah terkulai lemas di atas ranjang nafasnya pun saling bersautan sengal-sengal. Ryuga terus saja memandangi wajah Alexa dengan penuh perasaan mendalam.
"Maafin aku Yank aku udah bikin kamu kecewa,.. aku janji, aku terus berusaha menjadi suami yang terbaik buat kamu," ujar Ryuga menatap Alexa dengan penuh perasaan.
Alexa pun tersenyum nanar mendengar pengakuan dari suaminya tersebut. Untuk saat ini Alexa akan menikmati waktu kebersamaannya dengan Ryuga dan memberikan pelayanan terbaiknya tanpa memikirkan apa yang akan di lakukan Mamah Retno kepadanya nanti.
Cup!!
Ryuga mengecup singkat kening Alexa dan memegang pipi Alexa tersenyum.
"Loh kok badan kamu panas gini sih Yank, tadi gpp, " ujar Ryuga heran saat mengusap wajah Alexa ia merasakan hawa panas begitu terasa di tubuh Alexa.
"Aku gpp kok Yank,.. yuk kita siap-siap ke rumah sakit nemenin Papah," ajak Alexa berusaha bangun namun kepalanya terasa begitu nyeri. "Ssshhhh Ehmm," Alexa meringis memegang kepalanya.
"Udah-udah ya kamu nurut sama aku, mending kamu istirahat aja di sini, nanti biar aku aja yang ke rumah sakit," ujar Ryuga merebahkan kembali tubuh Alexa.
"Tapi Yank," ujar Alexa menatap Ryuga manja.
__ADS_1
"Kamu di sini aja ya nanti aku telepon Bi Siti, biar Bi Siti nemenin kamu di sini terus nanti juga aku bilang sama Mamah sama Papah kalo kamu lagi sakit nggak bisa nemenin Papah," ujar Ryuga mengusap rambut Alexa.
"Hmmmm tapi mau ikut," rengek Alexa manja."
"Ya udah aku siap-siap dulu ya, kamu yakin emang mau ikut, nanti agak lama lo Yank operasinya," ujar Ryuga mencoba meyakinkan Alexa kembali Alexa pun menggangguk menatap Ryuga dengan puppy eyesnya.
.
.
Ryuga sudah selesai bersiap-siap, dan matanya kini tertuju pada Alexa yang ternyata sudah tertidur pulas karena menunggunya. Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang dan sebentar lagi Papahnya akan melakukan operasi. Ryuga akhirnya memutuskan menelpon Bi Siti, menyuruhnya datang menjaga Alexa, ia tidak tega membangunkan Alexa, apalagi melihat wajah Alexa yang terlihat sedikit pucat.
"Mah.. Alexa takut Mah jangan pisahin Alexa," Alexa merancu dalam tidurnya.
Ryuga mengerutkan kedua alisnya saat mendengar rancuan Alexa yang terdengar begitu lirih dan menyayat perasaannya.
"Kamu pasti mimpi buruk ya" ujar Ryuga mengusap rambutnya. Ryuga sebenarnya sangat tidak tega meninggalkan Alexa yang sedang sakit, namun ia tidak punya pilihan karena saat ini Papahnya juga akan dioperasi, Mamahnya sejak tadi pun sudah menghubunginya menyuruhnya datang ke rumah sakit. Ryuga menunggu Bi Siti terlebih dahlu sebelum pergi meninggalkan apartemennya.
Hampir setengah jam juga menunggu Bi Siti, suara bell interkom apartemen tiba-tiba berbunyi, Ryuga langsung saja membuka pintu apartemennya.
"Maaf Mas tadi di jalan macet," ujar Bi Siti.
"Ia Bi gpp," ujar Ryuga membawa belanjaan Bi Siti yang terlihat cukup berat.
"Bi Siti, tolong jagain Alexa ya, saya mau ke rumah sakit. Tolong Bi Siti terus kabari saya, tentang kondisi Alexa," ujar Ryuga
"Siap Mas Ryuga ini Bibi udah bawain persediaan obat buat Non Alexa dan juga bahan-bahan makanan," ujar Bi Siti.
"Makasih ya Bi, saya tinggal dulu ya, titip Alexa," ujar Ryuga meninggalkan apartemennya.
Sepeninggalan Ryuga Bi Siti buru-buru ke dapur menyiapkan handuk dan juga air untuk mengompres kening Alexa. Bi Siti meletakan wadah yang berisikan air dingin di nakas, Bi Siti mendengar rintihan Alexa yang merancu dalam tidurnya.
"Mah..Mamah maafin Alexa Mah," rancu Alexa tidak sadar.
Bi Siti meraba kening Alexa merasakan tubuh Alexa terasa panas dan menggigil. Bi Siti bener-bener merasa iba melihat Alexa terbaring lemah tidak berdaya saat ini.
"Non jadi sakit begini, pasti karena ancaman Ibu yang semalem ya Non. Non pasti kepikiran makanya sampe sakit begini," ujar Bi Siti menempelkan kompreasan di kening Alexa.
"Maaf ya Non semalem Bibi nggak bisa nolongin Non, Bibi takut kalo Ibu udah marah Non," ujar Bi Siti menatap Alexa tidak tega.
"Non yang sabar ya Non, Bibi selalu berdoa agar pernikahan non Alexa dan Mas Ryuga tetap langgeng," ujar Bi Siti lirih.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...