Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Keputusan Pahit


__ADS_3

Kepulan asap kembali Alexa keluarkan dari mulutnya, mata sendunya menatap nanar langit cerah di malam hari. Satu batang sudah habis terhisap, ia kembali memasukkan satu batang rokok lagi di sela bibirnya. Sejauh matanya memandang Alexa hanya mampu tersenyum kecut menatap setiap pasangan muda-mudi yang berlalu lalang berjalan mesra di depannya.


"Gue belom pernah ngerasain jalan-jalan berdua gitu kaya mereka," gumam Alexa tersenyum miris duduk menikmati kesendiriannya di bangku taman.


"Drrrrtt ! Drrrttt!, ponsel Alexa bergetar di saku jeansnya.


"Hallo Yank, kamu udah sampe rumah?" tanya Ryuga.


"Udah Yank,"saut Alexa berbohong.


"Ya udah kamu langsung istirahat ya," ujar Ryuga perhatian.


Alexa mengepulkan lagi asap yang terasa penuh di dalam mulutnya, " Iya Yank, gimana Papah udah siuman Yank ?" tanya Alexa.


"Udah Yank tadi Papah nanyain kamu," saut Ryuga.


"Oh, salamin buat Papah ya supaya semangat terus jangan stress aku juga di sini selalu doain buat kesembuhannya Papah," ujar Alexa perhatian.


"Iya nanti aku sampein, ya udah kamu bobo gih, besokkan kamu sekolah, good night hunny, ujar Ryuga."


"Good night Yank," saut Alexa menimpali."


Alexa menatap sedih saat layar ponselnya yang mulai sunyi, hatinya terasa teriris seharusnya saat ini, ia merasakan kebahagiaan, bukannya penderitaan seperti sekarang. Alexa menghubungi Rena, yang sejak tadi ia abaikan panggilannya.


"Ren, lo udah molor?" tanya Alexa.


"Akhirnya lo nelpon juga Lex, dari tadi gue telponin lo susah banget. Lex video lo sama Dimas udah kesebar di grup-grup sekolah. Kira-kira siapa yang ngirimin itu ya?" tanya Rena penasaran.


Bukan yang menjawab Alexa marah menceritakan apa yang ia rasakan saat ini, "Rena gue harus gimana Ren, Mamah Retno udah liat video itu, dia udah nggak respect banget sama gue Ren," ujar Alexa sesenggukan.


"Apa, ujar Rena terkejut."


"Gue takut Ren..gue takut banget sumpah," ujar Alexa lirih"


"Ya ampun Lex, siapa sih yang ngirim video itu ke Tante Retno? gue penasaran banget gue sumpah, kalo sampe gue tahu orangnya, bakalan gue masukin dia ke kandang macan," ujar Rena terdengar kesal.


"Lo yang sabar ya Lex, trus gimana reaksinya ayang beb lo?" tanya Rena.


Dia sih tadi sempet marah sama gue, tapi sekarang udah nggak, tapi masalahnya sekarang gimana caranya biar bikin Mamah Retno percaya lagi sama gue..,Ren. "Gue bingung harus gimana?" tanya Alexa frustasi.

__ADS_1


"Gue juga bingung Lex kalo udah semrawut kaya gini, tapi sih mending lo cerita aja sama Pak Ryuga, biar dia yang cari tau," ujar Rena memberi saran.


"Tapi Ren, Papahnya Kak Ryuga sekarang lagi di rawat di rumah sakit kena serangan jantung, gue nggak tega Ren nambah beban masalahnya, tiap hari tuh dia pulang malem, apalagi setiap pulang mukanya kaya cape banget gitu. Kalo lo jadi gue, lo tega apa nambahin beban masalahnya?, lagian emang bener kata Mamah Retno gue cuman parasit di keluarganya," ujar Alexa merasa dilema sendiri.


"Ya ampun Lex lo jangan ngomong gitu, lo tuh berharga, lo pantes di perjuangin kok, lo jangan ngerasa rendah diri gitu ?" ujar Rena ikut frustasi.


"Ren... apa jangan-jangan Mamah Retno udah ngasih tau masalah gue sama Papahnya Kak Ryuga, makanya penyakitnya kambuh," ujar Alexa berasumi cemas.


"Bisa jadi Lex.., gila masalah lo complicated banget si,.. please Lex, jangan sampai lu ngedrop ya, gue nggak mau ngelihat Alexa yang dulu lagi," ujar Rena memberi Alexa semangat.


Makasih ya Ren udah mau dengerin cerita gue. "Ya udah gue tutup dulu ya," ujar Alexa menutup panggilannya.


Puas bercerita dengan Rena, Alexa beranjak dari tempatnya duduk saat ini. Alexa ingin pulang, setelah mengingat perintah Ryuga tadi yang menyuruhnya menemani Mamah Retno.


.


.


Sesampainya di kediaman Ryuga, Alexa menyipitkan matanya celingak celinguk menatap ruang tengah. Ruangan yang gelap menandakan seluruh penghuni rumah sudah tertidur. Apalagi jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam. Alexa masuk ke kamarnya, menjatuhkan dirinya di tempat tidur menatap langit-langit kamarnya. Alexa mengusap wajahnya frustasi, merasakan suasana kamarnya yang tampak hening tanpa adanya Ryuga.


"Baru juga sampe gue udah kangen lo Yank, padahal saat ini gue butuh banget lo pengen banget meluk lo Yank, tapi gue nggak boleh egois ada Papah yang lebih butuhin Kakak saat ini, guman Alexa meringkuk menutup wajah dengan selimut."


Alexa gundah, ia beranjak dari tempat tidurnya mengambil rokoknya kembali di dalam tasnya. Semilir angin malam di balkon kamarnya terasa begitu menggelitik satu tangannya di usapkankan saja pada tengkuknya yang terasa dingin. Alexa menghayati setiap hisapan demi hisapan rokok, meresapi perasaannya yang hancur.


Alexa menegok ke arah pintu, ia melupakan rokok yang masih menyelip di sela-sela jarinya.


Retno membulatkan matanya saat melihat Alexa benda di sela-sela jari tangan Alexa, mereka sama terkejutnya. Buru-buru Alexa membuang batang nikotin ke sembarang arah, walaupun sudah sangat terlambat baginya karena Mamah Retno sudah menangkap basah dirinya yang kedapatan sedang mengepulkan asap rokok.


"Mamah," Alexa terbata-taba.


Raut wajah Retno pun berubah lebih kesal berjalan menghampiri Alexa.


Plakkkk..!!


Alexa terperangah menatap Mamah Retno memegang pipinya yang terasa kebas tidak percaya.


Oh ternyata ini kepribadian asli kamu Alexa, kamu ternyata lebih binal dari yang Mamah kira Alexa. "Selain berselingkuh kamu juga suka merokok, apa kamu tau Alexa? Ryuga sangat membenci wanita perokok, jangan-jangan sebelum menikah dengan Ryuga sudah tidak suci lagi Alexa ," ujar Retno menuduh.


Alexa menggelengkan kepalanya tercekat "Enggak mah... Mamah bisa tanya sama Kak Ryuga, Alexa juga nggak selingkuh Mah..., sumpah. Mamah tau darimana video itu Mah? Alexa berani sumpah, kejadian itu tuh di luar keinginan Alexa Mah. Kalo Mamah nggak percaya, Mamah bisa tanya sama Rena biar dia ngejelasin sejelas-jelasnya Mah, biar masalahnya clear," ujar Alexa terisak pilu.

__ADS_1


"Kamu pikir Mamah bakalan langsung percaya gitu. Alexa apa kamu tau, Ryuga sudah banyak berkorban untuk kamu Alexa. Ryuga sudah melunasi semua hutang-hutang Papah kamu yang jumlahnya itu sangat fantastis dan Ryuga juga sudah membeli kembali rumah kamu yang sudah di sita Bank, tapi apa balesan kamu, hah ? kelakuan kamu justru semakin menjadi-jadi. Mamah udah tau semua tentang tindakan korupsi yang di lakukan Papah kamu di Yayasan. Dulu memang kami banyak berhutang budi sama Papah kamu Alexa, tapi kami tidak secuil pun berbuat curang apalagi menusuk Papah kamu dari belakang berbeda dengan apa yang di lakukan Papah kamu, terhadap Ryuga," ujar Mamah Retno blak-blakan membuka apa yang selama ini ia tahan.


"Apa Mah..., maafin Alexa Mah..Alexa nggak tau apa-apa soal itu Mah, Kak Ryuga juga nggak pernah cerita sama aku Mah," ujar Alexa menangis tersedu-sedu.


Mama sekarang mulai menyesali keputusan Mamah menjodohkan kamu dengan Ryuga karena menurut Mamah, menjodohkan kamu dengan Ryuga itu adalah bencana buat keluarga Wijaya. "Tolong kamu camkan baik-baik Alexa, sebelum buah yang lain ikut menjadi busuk, Mamah harus segera membuang buah yang busuk tersebut sebelum merusak buah yang lain," ujar Mamah Retno penuh penekanan, kata-katanya terdengar begitu menyakitkan untuk Alexa. Tubuhnya terasa lemas bagai tak bertulang, Alexa duduk bersimpuh memegang kaki Mamah Retno.


"Mah jangan ngomong begitu Mah, Alexa cinta sama kak Ryuga, Alexa juga sayang sama Mamah dan Papah. Alexa udah nggak punya siapa-siapa lagi Mah, Mamah jangan ngomong gitu, Alexa takut Mamah," ujar Alexa tubuh terasa bergetar mendengar ucapan mertuanya tersebut.


"Cukup Alexa...., Mamah nggak mau denger lagi omongan kamu lagi. Setelah kondisi Papah membaik lebih baik kamu bersiap-siap dengan segala konsekuensinya atas segala perbuatan kamu," ujar Retno menatap tajam Alexa.


"Apa ini yang Mamah lakukan juga terhadap Sita ? Mamah misahin Sita sama Kak Ryuga kan dulu, lalu sekarang giliran aku yang Mamah perlakuan sama seperti Sita," ujar Alexa menatap lirih ke arah Retno.


"Iya benar, apa kamu udah puas, ujar Retno tidak menampik." Mamah Retno cukup tercekat mendengar ucapan Alexa tentang Sita. Walaupun sosok Mamah Retno itu penyayang tapi ia memiliki satu kelemahan yaitu sikapnya yang egois yang menilai suatu masalah hanya dari perspektifnya saja. Itulah terkadang yang membuat Ryuga sangat lelah menghadapi sikap mamahnya.


"Kalo gitu Alexa bakalan ngomong sama Kak Ryuga, tentang Mamah yang mau misahin aku sama Kak Ryuga," ujar Alexa mengancam.


Silahkan Alexa jika kamu berniat menghancurkan Ryuga lebih parah lagi. Apa kamu tau, saat kami menyuruhnya meneruskan studinya di England untuk melupakan Sita. Ryuga saat itu menuruti semua permintaan Mamah dan Papah. Ryuga tidak pernah selakipun membantah ucapan kedua orangtuanya, termasuk menikahi kamu saat itu. Alexa apa kamu cukup paham, jika kamu pintar kamu pasti bisa menyimpulkan, bahwa Ryuga akan berpihak dengan siapa, kamu jangan terlalu naif..Alexa," ujar Retno tersenyum puas sekali lagi ia bisa melihat raut wajah Alexa semakin down mendengar ucapannya.


.


.


Alexa.., kamu bisa lihat ini Alexa, hampir seluruh berita online berisi tentang berita Direktur Utama Wijaya Grup yang terkena serangan jantung. Kamu bisa lihat, bagaimana mengerikannya dunia maya dalam menyebarkan berita. Lalu bagaimana suatu saat berita seorang istri penerus Wijaya Group terlibat kasus perselingkuhan ataupun keluarganya terlibat korupsi bukan hanya Ryuga yang hancur..Alexa, tapi juga berita itu secara tidak langsung bisa menghancurkan perusahaan yang susah payah Papah bangun," ujar Retno penuh penekanan matanya memperlihatkan ponselnya yang berisikan berita tentang suaminya.


Alexa menata ponsel Mama Retno tubuhnya bergetar hebat sedangkan Retno yang melihat Alexa begitu down ia langsung saja meninggalkan kamar Alexa dengan hati puas.


Di kamarnya Retno menghubungi seseorang "Hallo pak Felix maaf malam-malam begini menganggu," ujar Retno menelpon pengacara pribadinya.


"Iya Bu Retno, ada apa, saut Pak Felix."


"Pak tolong urus, surat perceraian Ryuga secara diam-diam, jangan sampai Ryuga tau, besok berkasnya saya akan kirim setelah suami saya selesai operasi" ujar Retno


"Baik bu," ujar Felix patuh."


Retno pun membuang nafasnya perlahan setelah memutuskan panggilannya "Aku harus secepatnya bertindak," ujar Retno menggenggam ponselnya erat-erat.


.


.

__ADS_1


Sudah pukul 3 dini hari obatnya yang Alexa minum pun dirasakan tidak memiliki manfaat untuknya saat ini, matanya masih saja tetap terjaga. Alexa duduk sambil bersandarkan diri headboard meremas rambutnya frustasi, tubuhnya gemetar saat ucapkan Mamah Retno terus saja bersautan di dalam otaknya, membuat Alexa takut.


"Mah Alexa takut sendirian, aku nggak mau berpisah.., Mah, tapi Alexa juga nggak boleh egois. Apa yang diucapkan Mamah Retno memang benar, Alexa cuman parasit di keluarga ini. Pantes aja Papah ngebenci Alexa, karena dimana pun Alexa berada, Alexa memang nggak ada gunanya Mah. Alexa cuman jadi beban untuk orang lain," batin Alexa.


__ADS_2