Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Hipotermia


__ADS_3

Hari sabtu sore di kafe Monalisa Rena dan Kifli terlihat sedang duduk menunggu Alexa, karena mereka sudah janjian untuk belajar bersama. Sambil menunggu Alexa datang, mereka pun membuka materi pembelajarannya yang akan mereka diskusikan dan pelajari bersama.


Hadeuhh nggak nyangka ujian udah di depan mata, perasaan baru kemaren kita masuk..,"ujar Kifli membuka halaman demi halaman buku.


Iya benar nggak kerasa yak!!!, Mana bokap gue juga kekeh banget nyuruh gue masuk polwan, padahal gue pengen banget kuliah ngambil bahasa asing, biar gue bisa jadi tour guide sekalian travelling tapi menghasilkan pundi-pundi cuan...,"ujar Rena sambil mengotak-atik ponselnya.


Otak luh kaya tuan crab lama-lama duit mulu...Luh mending telpon si Alex dah.... !!!..,"ujar Kifli .


,"Ckckckc "..Aduh Kifli gue tuh orang realistis..," Zaman sekarang hidup itu keras !!!...,"Biar kata orang bilang uang bukanlah segalanya, tapi segalanya itu butuh uang..Nih sebagai perbandingan kalo seandainya hidup ini nggak keras nggak bakalan luh segitu frustasinya liat tuh rumus, gue rasa sepuluh menit lagi juga naik level luh jadi gila...,"ujar Rena tertawa renyah, lalu membuka ponselnya berusaha menghubungi Alexa.


Anjirrr kena mental gua !!!... Lagian ini buku paket matematika, bisa nggak sih isinya tuh cerita shincan, kalo nggak cerita semut bako vs cebong anyut gitu, jangan rumus mulu, empet banget gua...Ajarin gua napa Ren..,"ujar Kifli yang begitu frustasi.


Boleh aja sih. tapi wani piro...,"goda Rena sambil mengangkat kedua alisnya.


Najis banget gua lama-lama ama kelakuan luh ?...Gimana...Masih belum di angkat ?,"ujar Kifli sambil menoyor Rena.


Ckckckck.."Belom...,"saut Rena sambil membuka ruang chat ponselnya.


Hahh...Tuh anak satu kebiasaan dah..udah jam segini belom juga nongol...Asli udah kaya mantan yang nggak ada kabar,...," mana ilang mulu kaya tuyul, nggak sekali dua kali kalo sekarang dia nggak dateng,..Gua bakalan kasih dia bonus kupon daging qurban besok..,"celetuk Kifli asal ceplos


"ckckckck bukan daging kurban tapi minyak gratis !!!...Tapi jujur deh, akhir-akhir ini si Alex sering banget absen, terkadang gue penasaran deh makin kesini mukanya murung terus, lebih berani gitu kaya kemaren pas ribut sama si Lampir, padahal dulu dia pasif-pasif aja....Gue tuh ngeliat Alexa itu kaya ada suatu hal yang dia sembunyiin gitu dari kita, bukannya kepo atau gimana gitu...Jujur gue khawatir dan peduli banget sama dia...," ujar Rena.


Ia Ren keliatan sih...!!!,..",tapi luh tau sendiri, tuh bocah bakatnya mendem doang...,"beda kaya luh yang hiperaktif plus hiperbacot.. ,"ujar Kifli sambil tertawa meledek Rena.


Oh jadi gitu !!... Oke gua si, mulai sekarang jangan pernah luh minta gue buat ngajarin loh matematika yak!!.., dan mulai besok juga nggak usah luh nyontek-nyontekan lagi sama gue....,"ujar Rena merajuk.


Jiah dia ngambek..,"Pinter banget dah ngancemnya langsung ke titik saraf ketidakberdayaan gua !!!..Jangan ngambek dong Ren, ntar produksi upil luh meningkat luh.,"celetuk Kifli berusaha merayu Rena. Kifli dan Rena terlihat terus saja melontarkan kalimat-kalimat ejekan hingga mereka lupa dengan apa tujuannya mereka, yang sebenarnya adalah ingin belajar bersama.


**************


Ryuga terlihat menepikan kendaraannya di rest area karena ia sedikit merasa lelah dan ngantuk, mereka pun masuk ke dalam coffebar, memesan dua cup kopi di rest area tersebut.


Kamu ngantuk ya Ga?.." Gimana biar aku aja nanti yang nyetir...,"ujar Sita menawarkan diri.

__ADS_1


Nggak usah kaki kamu kan lagi luka...," ujar Ryuga dengan senyum hangat.


Mereka pun duduk di coffebar tersebut sambil mengobrol ringan namun masih terlihat penuh kecanggungan. Sejak tadi pagi Ryuga lupa menghidupkan ponselnya, ia pun mencoba menghidupkan ponselnya dan sesaat raut wajahnya pun berubah ia cukup terkejut saat melihat pesan chat dari mamahnya.


Kenapa Ga ?,..Are you okay ?...," tanya Sita yang penasaran saat melihat wajah Ryuga terkejut.


Cepat pulang Ga Alexa masuk rumah sakit dia nggak sadarka diri.


Sepertinya apartement kamu kemasukan maling dan menyerang Alexa, mereka mengacak-acak kamar Alexa


Kamu dimana sih kok Mamah telpon nggak aktif Ga..


Ga cepetan pulang


Ryuga cepat hubungi Mamah


Itulah selentingan chat dari Mamah Retno, yang baru saja masuk di ponsel Ryuga.


Apa maling bagaimana bisa...,"batin Ryuga terkejut.


Ohh Iya sedikit...!!,"Mamah nyuruh aku pulang secepatnya karena ada sedikit masalah...,"ujar Ryuga gugup berusaha menutupi. Mendengar Ryuga menyebut Mamanya raut wajah Sita berubah dingin seketika, ia sedikit teringat momen kejadian 4 tahun yang lalu yang tidak pernah ia lupakan. Setelah mengambil pesanan coffenya Ryuga langsung menyalanya mesin kendaraannya, ia sudah melupakan tubuhnya yang lelah dan rasa kantuknya begitu saja. Ia langsung melajukan kembali Ronger Cover miliknya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Ga pelan-pelan Ga...,"ujar Sita sedikit panik.


Maaf...Ta aku lupa.."ujar Ryuga yang melupakan bahwa saat ini ada Sita bersamanya. Sita melihat wajah Ryuga yang tampak jelas sekali ada guratan kegelisahan, sehingga membuatnya sedikit penasaran masalah apa yang membuat Ryuga bisa segelisah itu.


Pertemuannya dengan Sita berhasil membuat Ryuga melupakan bayangan Alexa yang mulai sedikit mengalihkan perasaannya terhadap Sita. Apalagi setelah pertengkaran dua hari yang lalu, raut wajah terluka Alexa terus terbayang selalu pikirannya. Ryuga merasa bersalah namun ia juga bingung kesalahan apa yang telah ia lakukan hingga membuat Alexa tampak menyedihkan saat malam itu. dalam perjalanan tidak ada obrolan yang terdengar baik antara Sita dan Ryuga mereka fokus dalam pikiran mereka masing-masing.


Setelah perjalanan yang hampir menepuh kurang lebih dua jam Ryuga sampai di kota Jakarta.


Aku turun di situ aja Ga,..dari situ kosan aku nggak jauh kok.., ntar aku minta jemput Riri ajah sahabat aku...,"ujar Sita setelah sampai di Jakarta.


Maaf ya Sit...,"tolongin kalo ada masalah sama luka kamu. Kamu hubungi aku..," Karena kamu seperti itu juga kan gara-gara aku !!! ...," ujar Ryuga sambil memberikan kartu namanya.

__ADS_1


********


Dengan langkah cepat Ryuga berjalan di lorong rumah sakit Rumah sakit. Ia langsung berjalan menuju ruang VVIP anyelir ll, tepatnya dimana Alexa dirawat. Ryuga membuka pintu, matanya langsung tertuju pada satu sosok yang terlihat begitu lelap sedang berbaring di ranjang pasien dengan kondisi wajahnya yang sangat pucat begitu tidak berdaya, dua jarum infus yang tertancap di tangan kirinya, membuat Ryuga begitu ngilu melihat tangan Alexa


Mah...Pah...," sapa Ryuga yang baru saja tiba di dalam ruangan tempat dimana Alexa berbaring.


Ya ampun Ryuga..!!..,"Kamu ngapain aja sih Ga, dari tadi siang Mamah hubungi kamu nggak aktif-aktif....,ujar Mamah Retno sambil memukul lengan putranya


Maaf Mah Ryuga tadi masih seminar jadi ponsel aku non aktifkan..Gimana keadaan Alexa?..Apa kata Dokter...,"ujar Ryuga.


Dia masih lemah Ga..Dan kata Dokter Alexa terkena Hipotermia dan ada sedikit syok, sebaiknya nanti kamu cek CCTV apartement kamu, jika ada kejanggalan kamu langsung lapor polisi..,"ujar Papah Bimo.


Tanpa aba- aba, Mamah Retno langsung menarik tangan putranya keluar dari ruang rawat, karena sejak tadi siang ia ingin sekali menceramahi putranya tersebut. Mamah Retno sengaja membawa putranya keluar agar tidak mengganggu Alexa yang sedang istirahat.


Mamah mau ngomong sama kamu...,"Kamu itu keterlaluan Ga !!!..,"Mamah kecewa sama kamu..,"Pantes aja Alexa nangis kemaren pas jalan sama Mamah di Mall, kamu nggak seharusnya menceritakan tentang masalalu kamu dengan Sita kepada Alexa, ingat Ga dia itu istri kamu !!...Pokoknya mulai sekarang Mamah udah putuskan, setelah pulang dari rumah sakit kamu dan Alexa harus tinggal sama Mamah lagi, Mamah nggak mau Alexa kenapa-kenapa, apalagi saat kamu nggak ada,...,"ujar Mamah Retno dengan nada yang cukup tinggi. Papah Bimo datang setelah mendengar suara istrinya yang cukup keras ketika menasehati putranya ia mencoba menenangkan istrinya.


Ga..Papah bener-bener kecewa sama kamu..!!! Papah selama ini nggak pernah ngajarin kamu nggak bertanggung jawab gini Ga..." ucap Papa Bimo dengan raut wajah yang terlihat begitu kecewa.


Mendengar ucapan dari Papahnya tersebut Ryuga merasa terpukul karena Ini pertama kalinya Papahnya mengatakan hal tersebut selama hidupnya.


Mah Pah...Ryuga minta maaf..Tapi jujur Ryuga nggak pernah cerita apa-apa tentang Sita..,'Ryuga juga nggak tau gimana Alexa bisa tau tentang Sita !!...aku tau Mamah sama Papah kecewa sama aku Mah,..,"tapi Ryuga dan Alexa juga butuh waktu buat beradaptasi Mah..,"ujar Ryuga dengan nada selemah mungkin.


Mamah Retno mulai melunak, membuang nafasnya dengan kasar, ia mencoba memberi pengertian kepada putranya.


Ga kamu tau nggak kenapa Mamah itu jodohin kamu sama Alexa ?....,"ujar Mamah Retno dengan nada bicaranya yang mulai melemah. Ryuga menjawab dengan menggeleng sambil menatap intens Mamahnya.


Mamah sama Papah banyak hutang budi sama Om Ferdy dulu, saat itu Om Ferdy masih menjabat sebagai Direktur Utama di perusahaan milik mendiang Papahnya yaitu Tuan Subrata. Om Ferdy banyak sekali membantu Papah, pada saat Papah kamu sedang mengalami krisis saat mulai merintis kariernya. Di tambah lagi Tante Sarah dia itu sahabat Mamah dari SMA, sebelum dia meninggal ia berpesan meminta Mamah dan Papah untuk menjodohkan kamu dengan Alexa,..Mamah dan Papah juga berharap perjodohan kamu bisa membuat kamu melupakan Sita,....,"ujar Mamah Retno dengan nada lemah berharap Ryuga mengerti.


Tidak ada satupun sautan keluar dari mulut Ryuga, saat mendengar ucapan Mamahnya, Ryuga memang anak yang tidak pernah membantah orang tua. Ryuga mencoba mengerti posisi kedua orang tuanya. Ryuga pun kembali setelah Mamah dan Papahnya pamit pulang dan memintanya menjaga Alexa. Ryuga berdiri memeriksa suhu pada tubuh Alexa yang terlihat masih memejamkan mata. Ryuga mengernyitkan dahi saat melihat lengan bagian atas Alexa, seperti ada goresan bekas cakar.


Apa benar yang di bilang Mamah tadi,.. apartemenku kemasukan maling tapi sepertinya itu mustahil, lebih baik besok memeriksa CCTV agar lebih jelas...."batin Ryuga sambil melihat luka cakaran di lengan Alexa.


Ryuga lalu duduk kembali, bersandar di sofa sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing, ia merasa sangat lelah. Alexa pun masih terlihat memejamkan mata, karena memang hari sudah terlihat begitu gelap. Sejenak Ryuga menatap langit-langit di dalam ruangan, memikirkan pertemuan singkatnya dengan Sita yang cukup berkesan baginya hingga ia sedikit flashback mengenang masa-masa indahnya saat bersama Sita. Sayup-sayup mata Ryuga mulai redup mewakili tubuhnya yang lelah karena memang waktu yang harusnya ia gunakan untuk istirahat namun ia habiskan untuk menjaga Alexa di rumah sakit.

__ADS_1


...**************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2