
Ryuga melepaskan tautanya dan menatap Alexa lekat-lekat, di usap saja wajah Alexa olehnya, yang terlihat malu-malu menatap ke arahnya, "Aku cinta sama kamu Alexa, kamu jangan pernah ragu sama perasaan aku. Alexa walau kamu nggak inget sama aku sama sekali, tapi selama 5 tahun ini perasaan aku nggak pernah berubah sama kamu, "ujar Ryuga.
Alexa menatap Ryuga terkejut, "Apa lima tahun? Berarti Mas kenal sama suami aku kan? Mas, gimana Mas bisa cinta sama aku, kalo aku udah punya suami ? Mas, apa dulu kita punya hubungan special Mas? Apa aku nyakitin suami aku Mas? Tolong Mas, jelasin Mas? Mas pasti tau kecelakaan yang menimpa aku 5 tahun lalu kan ? Mas.., tolong jawab Mas! "tanya Alexa tidak sabaran dengan nada bicaranya yang terdengar begitu menuntut.
Greb..!
Ryuga kembali memeluk Alexa, berharap pelukannya bisa menenangkan Alexa, "Bukan kamu yang menyakiti aku Alexa, tapi aku dan Mamahku yang sudah menyakiti kamu. Alexa maafin semua kesalahan aku. Jika aku bisa memilih aku berharap ingatan di masa lalu kamu itu tidak pernah kembali Alexa. Aku takut kehilangan kamu untuk kedua kalinya Alexa, aku nggak sanggup, " batin Ryuga semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas please, apa kamu mengenal suami aku? Kenapa semua orang yang aku tanya, mereka semua bungkam, Mas? Mereka tidak pernah mau menceritakan semuanya sama aku Mas? Apa yang sebenarnya terjadi sama aku saat itu? "tanya Alexa untuk kedua kalinya.
Cukup lama Ryuga memeluk Alexa, ia pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Alexa yang terus saja menuntut jawaban darinya, "Dia adalah pria terbodoh yang pernah ada di dunia ini Alexa. Dia hanyalah seorang pecundang yang gagal menjagamu, "ujar Ryuga mengusap pipi Alexa.
"Apa.., Sssh...arghh! "ringis Alexa memegangi kepala yang tiba-tiba terasa berdenyut.
Ryuga langsung merubah raut wajahnya seketika melihat Alexa meringis, "Alexa.., Kamu kenapa Alexa? ''tanya Ryuga panik.
"Nggak tau Mas, tiba-tiba aja kepalaku sakit, "ujar Alexa memegangi kepalanya.
"Ya udah, Alexa kamu lebih jangan memaksakan mengingat kejadian itu lagi Alexa, "ujar Ryuga menatap Alexa dengan lekat. Alexa pun di buat terdiam setelah merasakan nyeri di kepalanya, karena sejak ucapan Mbak Ning tadi, ia terus saja memaksa diri unuk mengingat siapa sebenarnya Ryuga.
"Ya udah, gimana kalo besok kita check up ke dokter, "ujak Ryuga memberikan perhatiannya.
"Nggak usah Mas! ssshh.., aku gpp kok, "tolak Alexa.
"Kamu yakin?" tanya Ryuga, Alexa pun menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Ryuga.
"Ya udah, kalo gitu aku pulang dulu ya, kamu langsung bobo ya, jangan mikir yang macem-macem, "ujar Ryuga mengecup kening Alexa.
Alexa mengangguk tersenyum bahagia menatap Ryuga yang begitu perhatian kepadanya "Hati-hati ya Mas, "ujar Alexa.
*********
Dalam perjalanan Ryuga melajukan mobilnya dengan perasaan bahagia, senyum ia biarkan terus mengembang di wajah. Ia memasang earphone di telinganya, "Hallo Han, tolong besok luh pagi-pagi dateng, beresin meja kerja gue terutama foto pernikahan gue sama Alexa, "ujar Ryuga.
Reyhan mengerutka alisnya, "Tumben, biasanya tuh foto pindah posisinya dikit aja luh marah, "ujar Ryuga.
"Nggak usah komen luh, Han.., besok gue mau bawa Alexa sama anak-anak ke kantor, pokoknya pas gue masuk semuanya harus udah beres, "ujar Ryuga yang langsung memutuskan panggilannya.
"Serius luh,..Hallo Ga! "ujar Reyhan lalu menatap layar ponselnya.
"Di matiin lagi, baru gue mau nanya, "ujar Reyhan.
"Jangan bilang itu telpon dari si biang rusuh? ''tanya Rena mencebikkan bibirnya, Reyhan pun meletakkan ponselnya dan menatap Rena menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Ngapain lagi sih dia Yank, ganggu aja! Dia tuh lebih meresahkan dari pelakor tau nggak, dia tuh selalu aja manggil kamu nggak peduli waktu, kamu lagi ngapain kadang-kadang kita lagi jalan juga dia nyuruh kamu datang. Kayak kemaren pas kita lagi nonton, kamu ninggalin aku gitu aja, "ujar Rena mendengus kesal.
Reyhan tersenyum menatap kekasihnya yang terlihat merajuk, "Udah ah jangan ngambek terus, ntar aku makin cinta kan repot, "ujar Reyhan mencubit pipi Rena gemas.
"Prettttt, dasar tukang modus, "ujar Rena menahan senyum sambil mengaduk minumannya.
Reyhan meraih tangan Rena "Yank aku mau ngomong sesuatu, kamu jangan kaget ya, "ujar Reyhan menatap Rena serius.
Rena menatap wajah Reyhan serius, "Kenapa sih, kok muka kamu jadi tegang gitu, jangan bilang kamu mau ngelamar aku sekarang, "ujar Rena menarik sedotan di mulutnya menatap Reyhan
"Bukan Yank.., sebenarnya aku sama Ryuga udah menemukan keberadaan Alexa_"
"What ?..uhuk.uhuk, " teriak Rena memekik sampai tersedak minuman sendiri.
Reyhan langsung saja berdiri menepuk punggung Rena sambil menatap ke arah sekeliling ruangan cafe dengan senyum kaku. Pasalnya teriakan Rena tadi cukup kencang sehingga hampir semua pengunjung cafe kini menatap ke arah mereka.
"Kamu gpp Yank? Kamu bisa nggak sih teriaknya B aja gitu, tuh orang-orang pada liatin kita," bisik Reyhan masih mengusap punggung Rena.
"Aku nggak mau tau, tolong kamu jelasin semua sama aku sekarang juga, " ujar Rena.
Dan Reyhan pun menceritakan panjang lebar pertemuan Ryuga dengan Alexa dan juga segalanya kondisi Alexa kepada Rena sesuai dengan penuturan Nicco dan juga Om Ardy beberapa hari yang lalu. Rena sampai di buat menangis dan terisak menatap ke arah Reyhan, setelah mendengarkan apa yang sudah sahabatnya alami setelah kejadian lima tahun yang lalu.
"Yank, please temui aku sama Alexa, aku kangen banget sama dia Yank pengen peluk dia. Dan aku pengen liat dua keponakan aku, "ujar Rena menatap Reyhan dengan air mata.
Rena pun mengangguk patuh menatap Reyhan, ia menelusupkan kepalanya di dada bidang Reyhan mencari kenyamanan pada diri kekasihnya tersebut, " Kamu janji ya, "ujar Rena megusap sisa air matanya dalam pelukan Reyhan.
********
Wijaya Group
Sebuah mobil Alphard terlihat menghentikan lajunya di depan lobby perusahaan.
"Wah kantor Uncle besar banget ya Sheen," ujar Shaka menatap kagum sebuah gedung tinggi di hadapannya kini.
"Ayo Uncle kita masuk," ujar Sheena langsung melingkarkan tangannya di leher Ryuga.
Ryuga tersenyum menatap Sheena dan Shaka, "Kalian suka?" tanya Ryuga. Shaka dan Sheena pun mengangguk dengan wajah berbinar manatap Ryuga.
"Yuk Alexa, kita masuk, " ujar Ryuga menatap Alexa sambil menjulukan tangannya.
"Tapi Mas aku malu, gimana kalo karyawan kamu liatin aku dan ngomongin aku yang enggak-enggak, "ujar Alexa ragu-ragu.
"Alexa, jika mereka berani menghina atau merendahkan kamu, aku bisa pecat mereka. Kamu tidak perlu malu Alexa, kamu itu spesial buat aku," ujar Ryuga mencoba meyakinkan Alexa.
__ADS_1
Alexa pun melangkahkan kakinya keluar dari mobil, ia menundukkan wajahnya sambil menggigit bibirnya merasa gugup.
Seluruh karyawan kini menatap ke arah Boss mereka dengan wajah terperangah. Karena pasalnya mereka mengenal Boss mereka itu, orang yang terkenal dingin dan tertutup untuk urusan asmara. Mereka heran tiba-tiba saja Pak Ryuga datang membawa seorang wanita cantik dan juga dua orang anak ke kantornya. Bisik-bisik para karyawan pun tidak bisa di hindari, setelah mereka menyapa Boss mereka, kini para karyawan terlihat berkerumun di dekat resepsionis.
"Eh tadi itu siapa yang di bawa Pak Boss kita, "ujar Fadhil memulai obroran karena rasa penasarannya.
"Jangan bilang itu istri tersembunyinya Pak Ryuga, cantik banget ya, "ujar Fanny.
"Istri...,masa sih! nggak mungkin kali orang sehebat Pak Ryuga kok nggak ngumumin pernikahannya, pastilah Pak Ryuga bakalan ngerayain pesta besar-besaran, dan ngundang kolega-kolega bisnisnya, "ujar Silvi.
"Bisa jadi sih, tapi yang namanya hidup di dunia bisnis itu kejam, sekejam kisah cintanya Fajar, siapa tau emang Pak Ryuga sengaja nyembunyiin status pernikahannya, karena dia takut keamanan keluarganya terusik, kaya di film-film" ujar Fadhil
"Ah kebanyak ngedrama luh! Eh tapi luh pada, tadi liat nggak anak yang Pak Ryuga gedong, mukanya mirip banget kan sama Pak Ryuga, " ujar Silvi menunjuk ke arah boss mereka yang sedang berjalan ke arah lift.
"Iya mirip, Hmmm.., yah auto patah hati berjamaah ini mah, " ujar Fanny dengan wajah murung menjatuhkan wajahnya di meja resepsionis.
"Ngapain kalian ngumpul di sini bukannya kerja, "ujar Reyhan menyela.
"Eh ada Pak Reyhan, Bapak tadi tau nggak, siapa yang tadi sama Pak Ryuga? '' tanya Fanny penasaran
"Oh itu..,dia itu istrinya Pak Ryuga, sudah lebih baik kalian bubar! Ayo keja jangan kebanyakan ngobrol, mau saya aduin Boss, "ujar Reyhan memperingati para bawahannya.
"Jiah elah Bapak galak amat sih kaya ema-ema cctv, ntar kalo saya cintakan repot, "ujar Silvi. Dan para karyawan yang tadi berkumpul membicarakan Ryuga pun kini terlihat membubarkan diri karena peringatan Reyhan.
********
Alexa dan kedua anaknya memasuki ruang kerja Ryuga. Sheena dan Shaka langsung berlari masuk, mereka terlihat antusias menatap ruang kerja Ryuga yang terlihat begitu luas dan di lengkapi kamar di dalamnya.
"Wah tempat kerja Uncle keren ya Sheen, ''seru Shaka antusias sambil melihat miniatur di ruang kerja Ryuga.
"Iya Kak, kaya di tempat Uncle Nicco, tapi masih luas punya Uncle Ryuga," ujar Sheena yang terlihat memainkan miniatur pendulum Newton di meja Ryuga.
"Kalo Daddy kita masih ada, pasti Daddy kita juga sehebat Uncle Nicco sama Uncle Ryuga, iya kan Kak, "ujar Sheena menatap Shaka. Ryuga dan Alexa bisa mendengar jelas celotehan kedua anaknya tersebut, seketika mereka pun saling menatap dengan raut wajah yang tersirat jelas kesedihan di antara keduanya.
Shaka yang melihat wajah Mommynya murung, langsung saja menghampiri adiknya tersebut, "Sheena.., kamu jangan bikin Mommy sedih, "bisik Shaka memperingati Sheena.
Sheena mencebikan bibirnya, "Iya Kak maaf Sheena lupa, ''saut Sheena dengan tatapan bersalah sekilas melirik ke arah Alexa.
Shaka dan Sheena mengetahui kecelakan yang menimpa Mommy mereka yang membuat Mommy mereka hilang ingatan dan tidak bisa mengingat siapa Daddy mereka, karena Nicco yang menceritakan hal tersebut kepada mereka. Dan di usia mereka yang terbilang masih sangat dini, mereka sudah di paksa paham untuk tidak terus menanyakan siapa itu Daddy mereka kepada Alexa, karena pertanyaan tersebut selalu berhasil membuat Mommy mereka bersedih.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1