
Langkah kaki kedua insan yang dimabuk cinta berjalan beriringan dengan ayunan lengan saling tertaut mesra. Ryuga tidak henti-henti mengembangkan senyum menatap Alexa yang berjalan di sisinya.
Ryuga menggenggam erat tangan Alexa tidak bosan-bosannya ia mencium manja tangan Alexa.
"Ihhh.., Yank malu tuh dari tadi di liatin orang-orang," rengek Alexa.
"Biarin, saut Ryuga tersenyum mengacak-acak rambut Alexa."
"Ihh.., tuh kan jadi berantakan rambut aku," ujar Alexa merapikan rambutnya.
"Abis aku seneng banget ledekin kamu tuh Yank, apalagi liat kamu misuh-misuh cemberut gitu bikin tambah gemes," ujar Ryuga.
Seseorang menatap tajam moment tersebut dari kejauhan, darahnya terasa mendidih kedua tangannya pun ia kepalkan kuat-kuat sampai buku-buku jarinya terlihat memutih.
"Anak sialan.. rupanya kau disini senang-senang setelah berhasil menyikirkanku," ujar Ferdy dengan sorot matanya yang tajam.
Ryuga dan Alexa masuk ke dalam ruangan tempat dimana Papah di rawat.
"Kamu udah datang Ga? Alexa gimana keadaan kamu? Mamah dengar kamu sakit," ujar Retno bersikap sewajah mungkin di depan Ryuga.
Iiia Mah, Alexa ke Papah dulu ya Mah," saut Alexa gugup dan berlalu begitu saja pergi ke ruangan Papah Bimo.
Alexa membuka pintu ruangan dimana Bimo terlihat terbaring lemah tidak berdaya di ranjang kesakitannya, Alexa menatap sedih, wajah pria paruh baya yang kini ada di hadapannya. Alexa meraih tangannya dan duduk disamping Papah Bimo.
"Alexa, sapa Bimo dengan nada suaranya begitu lemah melihat menantunya datang menghampirinya."
"Iya Pah ini Alexa.., gimana keadaan Papah? Alexa minta maaf Pah baru bisa temui Papah sekarang," ujar Alexa dengan isak tangis menggenggam tangan Bimo.
"Alexa kok kamu malah nangis, Papah udah baik-baik sekarang. "Kamu gimana? Papah dengar kamu sakit kata Ryuga?" tanya Bimo.
"Sekarang udah mendingan kok Pah, Papah cepet sembuh ya, dan juga maafin Alexa ya Pah, Alexa sudah banyak menyusahkan Papah," ujar Alexa semakin terisak karena merasa bersalah.
Bimo tersenyum mengusap tangan Alexa, "Kenapa kamu minta maaf Alexa? Pasti kamu memikirkan Papah kamu ya? Alexa kamu jangan terlalu terbebani dengan segala perbuatan Papah kamu, kamu itu nggak salah apa-apa, kamu itu memang anak yang baik, sudah ya kamu jangan menangis lagi nanti cantiknya ilang," ujar Bimo tersenyum simpul menatap haru menantunya.
Alexa tersenyum mendengar ucapan Bimo, "Ucapan Papah mirip banget kaya kak Ryuga deh," ujar Alexa tersenyum simpul menghapus sisa air matanya. Bimo pun ikut tersenyum mendengar ucapan menantunya tersebut.
POV Ryuga dan Mamahnya
"Mah, setelah papah pulih Ryuga akan mengumumkan secara resmi tentang pernikahan Ryuga Mah," ujar Ryuga.
Retno menatap terkejut ke arah putranya, "Ga sebaiknya kamu yang sabar dulu ya Ga, Mamah sebenarnya berniat mau membawa Papah ke Singapore sampai kondisi Papah membaik," ujar Retno.
"Apa ke Singapore Mah," ujar Ryuga menatap sedikit terkejut.
"Iya Ga, sebenarnya kemarin Papah kamu ingin menjalani pengobatan di Singapore, tapi mengingat kondisi Papah sudah mengdrop duluan, jadi Mamah nggak punya pilihan lain selain merawat Papah kamu di sini," ujar Retno.
"Tapi sampai kapan Mah?" tanya Ryuga sedikit cemas.
"Mungkin dua atau tiga bulan Ga sampai kondisi Papah mu benar-benar stabil," ujar Retno.
"Apa dua sampai tiga bulan, kenapa Papah nggak di rawat di sini aja Mah, di sini juga perawatannya baik dan juga operasi nya Papah lancar-lancar aja nggak ada masalah, kenapa harus ke Singapore segala," ujar Ryuga merasa keberatan.
__ADS_1
"Maaf ya Ga, tapi Mamah mohon pengertian kamu dan Alexa, Mamah hanya ingin mengupayakan pengobatan yang terbaik untuk Papah kamu, sebaiknya kamu menunggu sampai kondisi Papah kamu sampai benar-benar pulih" ujar Retno memegang lengan putranya.
"Mamah keluar ya dulu sebentar," ujar Retno berjalan menarik handle pintu.
Ryuga menghembuskan nafas kasarnya, setelah mendengar ucapan Retno, berarti ia harus menundanya rencana kembali, sampai Papahnya kembali dari Singapore.
Retno keluar dari ruangan suaminya dengan wajah yang terlihat menahan kekesalan.
"Alexa pasti kamu sengaja mendesak Ryuga, agar posisi kamu aman. Aku harus bertindak cepat, aku harus menelpon Felix menyuruhnya mempercepat mengurus berkas perceraian Ryuga," batin Retno. Retno mengambil ponselnya dan mulai mengotak-atik ponselnya.
Namun tiba-tiba, "Retno, panggil seseorang dengan suara yang terdengar tegas."
"Ferdy, saut Retno terkejut,"
Hampir tiga bulan lamanya sejak pernikahan Alexa dan Ryuga dia tidak pernah bertemu dengan Ferdy. Ferdy pun menghampiri Retno yang terlihat begitu terkejut menatapnya.
"Ret.., aku ingin bicara denganmu sebentar, tapi jangan di sini," ujar Ferdy menatap intens Retno. Retno pun menuruti ajakan Ferdy karena ia juga ingin bicara banyak dengan Ferdy mengenai Alexa.
"Maaf Ret, aku terkejut mendengar berita Bimo masuk rumah sakit, gimana keadaan Bimo, Ret?" tanya Ferdy menatap sahabatnya.
"Baik, untuk apa kamu kesini Fer?" tanya Retno dengan nada bicara sedikit ketus.
Ferdy cukup terkejut dengan ucapan Retno yang terdengar ketus kepadanya, "Ret aku minta maaf atas segala perbuatanku, aku tau pasti kamu dan Bimo sangat kecewa dengan segala perbuatanku. Ret tolong bantu aku Ret, sekarang aku benar-benar sedang kesulitan Ret," ujar Ferdy dengan tidak tau malunya.
"Apa..? setelah Ryuga melunasi semua hutang-hutangmu dan menusuknya dari belakang. Dengan tidak tau malunya kamu masih meminta bantuan dariku. Coba kamu lihat Fer keadaan suamiku dia nyaris kehilangan nyawanya memikirkan ulahmu dari putrimu yang tidak bermoral itu. Seperti aku tidak perlu basa-basi lagi, secepatnya aku akan mengurus perceraian Alexa dan Ryuga," ujar Retno dengan nada penuh penekanan.
"Apa maksud kamu dengan perceraian?" tanya Ferdy terkejut menatap Retno.
"Dimas, ujar Ferdy cukup terperangah melihat foto-foto mesra Alexa."
"Ahh, rupanya kamu mengenalnya atau jangan-jangan kamu sudah tau bahwa Alexa diam-diam menjalin hubungan di belakang Ryuga," ujar Retno berasumsi.
"Dia itu teman Alexa di sekolah, aku pernah menegurnya sekali agar dia menjauhi Alexa, dia memang menyukai Alexa, tapi aku benar-benar tidak tau Ret jika Alexa akan bertindak sejauh ini," ujar Ferdy mengepalkan tangannya menahan kekesalan akibat ulah Alexa yang membuat malu dirinya.
Retno cukup terperangah mendengar jawaban Ferdy yang ternyata mengetahui kelakuan putrinya, "Itu karena kamu melepas tanggung jawabmu sebagai orang tua Fer, kamu gagal mendidik putrimu hingga sikapnya menjadi liar seperti itu, kamu terlalu sibuk dengan nafsu duniamu. Apa belum cukup bagimu menyiksa Ryuga dengan beban hidup yang kamu limpahkan kepada putraku, ingat Fer putraku sudah membayar hutang hutangmu dan juga membeli kembali rumahmu yang di sita bank_, ucapan Ratna pun terpotong begitu saja.
"Apa rumah, apa maksud kamu Ret?" tanya Ferdy terkejut.
"Kamu tidak perlu basa-basi Fer, bukankah sekarang seharusnya kamu itu senang, selain Ryuga melunasi semua hutang-hutangmu ia juga sudah membeli kembali rumahmu, aku sudah membaca sertifikat rumahmu dan Ryuga sudah mencantumkan Alexa sebagai pemiliknya," ujar Retno begitu emosi.
Ret, aku benar-benar tidak tau jika Ryuga membeli rumah itu," ujar Ferdy.
"Kamu tidak perlu berpura-pura lagi Fer, jika kamu punya rasa malu sedikit saja seharusnya kamu berpikir ulang untuk menunjukkan wajahmu di sini." Dan jangan pernah berharap aku dan Bimo akan membantumu lagi dan juga perlu kamu ingat, setelah Alexa dan Ryuga bercerai silahkan kamu bawa pergi putrimu didiklah ia dengan benar. "Dan rumah dan juga hutang-hutangmu anggap saja sebagai bantuan terakhir dari aku dan Bimo sebagai balas jasaku yang dulu," ujar Retno dengan nada ketus.
"Setelah hartamu berlimpah rupanya kamu menjadi sombong Ret. Apa kamu tidak ingat Ret, masa dimana Bimo dulu begitu sulitmu dan terpuruk, ingat Ret jika aku tidak membantunya saat itu tidak mungkin Bimo bisa sesukses sekarang," ujar Ferdy menunjukkan wajah Retno mengintimidasi.
"Aku tidak akan pernah melupakan itu Fer, tapi dulu setidaknya aku dan Bimo tidak serendah kamu yang melakukan segala cara untuk kepentingan pribadimu sendiri," ujar Retno penuh penekanan.
"Lebih baik kamu pergi sekarang, sebelum aku memanggil satpam untuk mengusirmu," ujar Retno mengusir Ferdy.
"Aku tidak aku pernah melupakan penghinaanmu terhadap aku," ujar Ferdy lalu meninggalkan Retno dengan raut wajah kekesalannya.
__ADS_1
"Dasar tidak tau malu," gumam Retno menatap Ferdy dari kejauhan.
"Ck, Alexa rupanya kamu sangat cerdik kamu pasti meminta pertolongan Ryuga, untuk menyikirkan Papah, liat saja Alexa Papah akan memberi kamu pelajaran, kamu benar-benar anak yang tidak berguna," batin Ferdy menahan emosinya berjalan di koridor.
********
Di dalam ruangan Papahnya Ryuga dan Alexa, masih setiap menemani Papah. Alexa terlihat begitu telaten menyuapi Papah, Ryuga terus saja menyunggingkan senyumnya menatap istrinya yang begitu perhatian kepada sang Papah.
"Ini Pah minumnya, tunggu 15 menit duluya Pah abis itu baru minum obat," ujar Alexa perhatian.
Bimo hanya tersenyum simpul menyauti ucapan menantunya yang begitu perhatian.
Drrrttt..Drrrrttt!
Ponsel Ryuga bergetar di dalam sakunya.
"Hallo Han ada apa? tanya Ryuga menjawab panggilan Reyhan."
"Lo bisa ke kantor nggak sekarang, Mr Jhon mau ngezoom nih, sekalian ada beberapa berkas yang harus luh tandatangani," ujar Reyhan.
"Ya udah tunggu, gue kesitu sekarang," ujar Ryuga langsung beranjak dari sofa memutuskan panggilan Reyhan.
Ryuga menghampiri Papahnya, "Pah Ryuga tinggal dulu ya Pah, ada urusan di kantor sebentar," ujar Ryuga mengsap bahu Papahnya. Bimo hanya tersenyum mengganggukan kepalanya menyauti ucapan Ryuga.
"Yank aku tinggal dulu ya, aku mau ke kantor dulu sebentar," ujar Ryuga mengusap kepala Alexa.
Dengan senyum terpaksa Alexa mengangguk menatap Ryuga, hatinya sebenarnya sedikit cemas dengan kepergian Ryuga, apalagi mengingat hanya tinggal Mamah Retno saat ini bersamanya.
"Mending aku temenin Papah aja deh disini, sampe Kak Ryuga ngejemput aku, pasti Mamah nggak bakal ngomelin aku di sini," batin Alexa berusaha menghilang kecemasannya.
Saat Ryuga ingin menarik handle pintu, ia dikejutkan dengan kedatangan Mamahnya dan ketiga sahabatnya yaitu Andri Siska dan Sita.
"Ga kamu mau kemana Ga? ini temen-temen kamu datang katanya mau besuk Papah," ujar Retno menatap Ryuga tersenyum.
"Ga, gue baru tau dari Sita, ternyata bokap luh di rawat di sini, kalo gue tau udah dari kemaren-kemaren gue udah ke sini," ujar Dr Andry bersalaman khas persahabatan mereka.
"Iya Ga, kenapa luh nggak ngabarin kita, parah juga luh," ujar Siska menimpali.
"Sory, kemaren gue nggak kepikiran, soalnya dari kemaren gue sibuk banget," ujar Ryuga.
"Ayo kita masuk, ujar Retno sambil memegang lengan Sita."
"Tapi sorry ya, gue nggak bisa nemenin kalian, soalnya ada urusan penting di kantor, ada istri gua kok di dalem," ujar Ryuga.
"Wah calon CEO Wijaya group udah mulai sibuk sekarang. "Selow Ga, gue cuman mau liat keadaan bokap luh doang sebentar, sekalian mau kenalan sama ayang beb luh, "Ckckc, ujar Andry terkekeh memainkan alisnya."
"Awas luh jangan macem-macem, inget tuh yang di samping. "Ya udah gue cabut dulu, ujar Ryuga."
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1