
Tengah malam Ryuga merasakan pergerakan dari tangan Alexa hingga ia terjaga, Alexa terlihat gelisah dalam tidurnya. Sejak Alexa tertidur Ryuga tidak mau sedikit pun melepaskan genggamannya.
Alexa, bangun Alexa, "ujar Ryuga berusaha membangunkan Alexa, ia menyadari Alexa sepertinya terusik dalam mimpi buruknya.
Kak jangan, "teriak Alexa langsung terperanjat duduk nafasnya terdengar tidak beraturan.
Ia mendengar suara Ryuga seketika langsung tersadar melihat ke arah Ryuga,
Jangan kak, " ujar Alexa ketakutan menarik selimut menutupi tubuhnya.
Alexa, kamu tenang, saya nggak akan berbuat macam-macam lagi, kamu tenang Alexa " ujar Ryuga masih berusaha menenangkan Alexa namun sia-sia Alexa justru semakin kalap ketakutan saat melihat Ryuga terus mendekat.
Ja jangan kak, "ujar Alexa terbata-bata, Alexa terlihat menghentakkan kakinya menyeret tubuhnya menjauhi Ryuga hingga berada di pojokan ranjangnya. Alexa menarik selimut berusaha menyembunyikan kepalanya.
Alexa maafin saya, saya janji nggak akan berbuat kayak gitu lagi sama kamu, maafin saya Alexa, saya memang bodoh Alexa, "ujar Ryuga dengan nada selembut dan sedikit menjauh dari Alexa.
Kini Ryuga mulai mendengar isak tangis Alexa dengan begitu pilu di balik selimutnya.
Pergi, " bentak Alexa ia pun melempari benda apapun yang berada di nakas, berharap Ryuga pergi.
Alexa langsung kembali bersembunyi di balik selimut, hingga akhirnya Ryuga pun menuruti keinginan Alexa dan berjalan keluar dari kamarnya. Alexa langsung saja berlari menuju toilet, sialnya Alexa tidak membawa persediaan obatnya karena Ryuga membawanya ke apartemen.
Alexa tidak berdaya, ia terus membasuh wajahnya dengan air berharap kondisi bisa lebih baik, namun tetap sia-sia. Tidak meminum obatnya sungguh membuat Alexa tersiksa sendiri, ia hanya bisa terisak di sudut kamar duduk memeluk tubuhnya sendiri meremas lengannya ketakutan.
************
Semalam Dimas sampai di kediamannya tengah malam. Dan sampai pagi ini ia terus mencoba menghubungi Alexa yang sejak semalam tidak mengangkat panggilan darinya.
Alexa, pleaseee jangan bikin aku secemas ini, "ujar Dimas di dalam kamarnya.
Bi Lasmi tolong panggilin Dimas suruh dia turun, udah jam berapa ini "panggil Wenny saat menunggu Dimas tidak juga muncul di meja makan.
Sejak semalam papah nggak liat Dimas, memang semalam anak itu pulang jam berapa? " tanya Rudy kepada istrinya.
Mamah juga nggak tau pah, "tanya Wenny kepada suaminya.
Jam berapa pesawat papah take off? " tanya Siska
Yah kurang lebih 3 jam lagi, "jawab Bagas sambil melihat jam di tangannya.
Ya udah yuk pah kita berangkat sekarang, mamah takut telat, "ajak Wenny.
Mah jangan lupa oleh-olehnya ya, "ujar Siska tersenyum renyah memperlihatkan barisan giginya yang rapih.
Kamu kira mamah sama papah mau jalan-jalan, kami tuh mau ngecek proyek papah di Aussie, " ujar Wenny.
Bener ya kalo mamah pulang bawa belanjaan banyak, Siska protes pokoknya, "ujar Siska dengan nada mengancam.
" Bu ! den Dimas bilang katanya belum lapar, "panggil bi Lasmi.
Ya udah bi gpp, biar saya nanti ke kamarnya. " ujar Wenny.
Papah tunggu di mobil ya mah, "ujar Rudy.
Wenny pun masuk ke dalam kamar putra kesayangannya, ia melihat Dimas sedang sibuk menelpon membelakanginya.
Dim, mamah sama papah berangkat ya, kamu jangan bandel, belajar yang rajin, " ujar Wenny.
Eh mamah ia mah hati-hati, " ujar Dimas kembalikan tubuhnya menatap mamahnya.
__ADS_1
Dim muka kamu kenapa kok lebam gini, " ujar Wenny yang langsung meraup wajah putranya.
Awww sakit Mah, "ringis Dimas saat mamahnya mengentuh pipinya yang lebam.
Biasalah mah anak cowok wajar kalau sesekali kayak gini biar kelihatan keren, " ujar Dimas santai. Sontak ini langsung memukul lengan putranya akibat ucapannya tersebut.
Kamu ini bukannya mikirin ujian malah sibuk berantem nggak jelas, awas aja kamu ulangin lagi, mamah akan adukan kamu sama papah, "ujar Wenny mengancam.
Mendapat ancaman dari mamahnya Dimas langsung memeluk mamanya dengan posesif menggoda mamahnya sambil mencubit pipinya.
Kamu itu udah gede, masih ajah kaya anak TK, ya udah mamah berangkat terus kompres muka kamu pake air hangat, " ujar Wenny memberi perhatian terhadap putra kesayangannya.
Siska tolong kamu urusin ade kamu sana, kayanya dia habis berantem tuh, pipinya lebam tadi mamah liat. Ya udah mamah berangkat dulu ya, mamah titip Dimas kalo dia nakal lagi telpon aja mamah, "ujar Wenny sambil menuruni anak tangga.
Mendengar ucapan mamanya Siska langsung bergegas menelusuri anak tangga menuju kamar Dimas.
.
Brak
.
Apa itu perbuatan Ryuga, Dim ? " tanya Siska khawatir. Dimas hanya tersenyum menanggapi pertanyaan kakaknya.
Kan kakak udah bilang kamu jangan nekat Dim, lupain Alexa, Dim. Dia itu istri orang. " ujar Siska menasehati adiknya dengan nada tinggi.
Kalau gue bisa lupain Alexa, dari dulu gue udah lupain dia Kak. Bayangin kak gue nunggu dia udah 2 tahun lebih, dan 2 tahun itu bukan waktu yang singkat kak. Tapi apa papahnya yang nggak berguna itu malah jodohin dia sama pria brengsek kayak pak Ryuga. Dimas nggak bisa terima kak ! ''ujar Dimas emosi.
Tapi Dim, dia itu bukan pacaran lagi yang bisa kamu rebut, tapi mereka tuh udah menikah. Kalau kamu tetap nekat Kakak bakalan aduin kamu sama papah dan mamah. " ujar Siska mengancam adiknya.
Kak jangan pleaseee!, Dimas mohon kasih Dimas waktu. Dimas pasti bakal rebut Alexa dari Ryuga. "ujar Dimas memohon
Kakak kalo ketemu pak Ryuga nggak usah ceritain apa-apa ya, Dimas mohon! " ujar Dimas terus mencoba meyakini kakaknya.
***********
Matahari sudah semakin meninggi jam sudah menunjukkan pukul 09:00 pagi, sedangkan Alexa terlihat masih belum membuka pintu kamarnya hingga membuat Ryuga begitu khawatir. Ryuga terus mengutuk dirinya sendiri akibat perbuatannya Alexa sampai mengalami mimpi buruk. Ia terus saja menatap pintu kamar Alexa dari ruang tengah di apartemennya, berharap empunya membukakan pintu kamar.
Tiba-tiba perhatiannya di buyarkan saat ponselnya berdering, terlihat mamah Retno menelponnya,
Hallo Ga, ujar mamah Retno dalam panggilan.
Iya mah, "saut Ryuga lemah.
Ga, kamu kalo mau nginap bilang dong ! Sekarang kalian dimana ? " tanya mamah Retno.
Ryuga di apartemen mah sama Alexa, "jawab Ryuga tidak semangat.
Alexa kok mamah telponin kok nggak di angkat-angkat sih? " tanyaah Retno.
Ponselnya lowbat kayanya, "saut Ryuga berbohong.
Kamu kok lemes gitu jawabnya, atau jangan-jangan mamah nganggu aktivitas pagi kalian ya " Hmmm ? "goda mamah Retno mengulun senyum.
Mamah kepo banget, " saut Ryuga.
Ckckc," ya udah kalo gitu ya Ga, jangan terlalu semangat kasian Alexanya. "ujar mamah Retno terkekeh. Dan memutuskan panggilannya.
Ryuga melihat kamar Alexa, kini hatinya mulai diliputi perasaan cemas. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil kunci cadangan membuka kamar Alexa.
__ADS_1
Alexa, " ujar Ryuga terkejut setelah membuka pintu kamar. Ryuga pun melihat Alexa duduk memeluk dirinya di sudut ruangan masih terisak menenggelamkan wajahnya dilutut. Ryuga langsung menghampiri Alexa khawatir, terlihat luka cakaran di lengannya. Ryuga memegang kedua tangan Alexa agar tidak melukai dirinya, Alexa menatap wajah Ryuga dengan tatapan kebenciannya.
Pergi, "bentak Alexa menarik kedua tangannya bergetar.
Alexa maafin saya, kamu boleh pukul saya, tampar saya. Tapi saya mohon jangan kamu melukai diri kamu gini, " bujuk Ryuga selemah mungkin.
Aku benci kakak, aku nggak mau liat muka kakak, "ujar Alexa menangis. Tanpa aba-aba Ryuga langsung memeluk Alexa dalam dekapannya.
Maafin saya Alexa, saya menyesal, " ujar Ryuga penuh penyesalan sambil mengusap rambut Alexa dalam pelukannya.
Mamah, "ujar Alexa lirih, merasakan tubuhnya terasa panas dingin, kepalanya terasa pusing karena semalaman ia tersiksa dengan kondisinya.
Sepertinya kamu demam Alexa, " ujar Ryuga menyeka keringat di dahi Alexa. Ryuga langsung mengangkat tubuh Alexa yang lemah dan meletakkannya di ranjang. Ryuga segera ke pantry menyiapkan handuk dan air dingin untuk mengompres Alexa. Bel pun berbunyi Ryuga langsung mengambil pesanan onfoodnya yang tadi ia pesan untuk Alexa dan meletakkannya di nakas.
Alexa terus saja memanggil mamahnya sekujur tubuhnya terasa sakit dan menggigil. Ryuga menatap nanar Alexa akibat kebodohan ia membuat Alexa terbaring tidak berdaya seperti sekarang.
Maaf saya Alexa, saya ngelakuin ini karena saya nggak rela kamu semakin dekat dengan Dimas. Sampai kamu harus berbohong, pergi dengannya, bukan dengan Rena. Apa kamu tau? "melihat kalian berdua semalam saya sangat marah, kecewa, dan saya merasa dikhianati, apa begitu pentingnya Dimas di hati kamu. " batin Ryuga menggenggam tangan Alexa dan menciumnya tangannya dengan penuh perasaan. Ryuga menatap lekat wajah Alexa yang terlihat begitu pucat dalam lelapnya.
Mulai sekarang saya nggak ngelepasin kamu dengan mudah, nggak ada yang bisa merebut kamu dariku, walaupun kamu membenciku, tapi saya nggak akan ngelepasin kamu, " batin Ryuga menatap Alexa yang begitu lelap. "batin Ryuga yang mengusap rambut Alexa dengan penuh kasih sayang. Tidak terasa ia pun merebahan kepalanya di sisi ranjang Alexa sayup-sayup memejamkan matanya yang terasa kantuk.
**********
Jam menunjukkan pukul 3 sore, Alexa terlihat menggerakkan tubuhnya, dan samar-samar melihat seseorang yang tertidur duduk di sampingnya. Ia dapat merasakan sesuatu yang menempel di dahinya. Alexa masih sedikit merasakan pusing di kepalanya, pergerakan Alexa membuat Ryuga sedikit terusik.
Kamu udah bangun, "ujar Ryuga meregangkan otot-ototnya yang terasa pegal. Ryuga menempelkan tangannya di dahi Alexa, namun Alexa segera mengibaskan tangan Ryuga yang menyentuhnya.
Demam kamu sudah turun, ayo makan dulu, abis itu minum obat, " ujar Ryuga lalu menyodorkan sendok yang berisikan bubur.
Aku mau pulang, "ujar Alexa ketus menolak sambil menarik selimut berusaha menutup tubuhnya.
Ya udah, kita pulang tapi makan dulu sedikit aja, "ujar Ryuga selembut mungkin. Namun Alexa menghempaskan mangkuk yang berisikan bubur di tangan Ryuga.
.
Praaaaang...
.
Ryuga membuang nafasnya, dan menatap Alexa dengan tatapan lembut lalu memberikan senyuman hangat mencoba memaklumi kekesalan Alexa padanya.
Kamu berhak marah sama saya, "saya terima. Ya udah saya buatin susu aja. Kamu tunggu ya! " ujar Ryuga sambil membawa serpihan-serpihan pecahan mangkuk tadi. Ryuga kembali ke kamar Alexa, lalu meletakan segelas susu di nakas.
Minum ini setidaknya perut kamu jangan sampai kosong. Saya siap-siap dulu kalo kamu mau pulang, "ujar Ryuga meletak susu di nakas tersenyum menatap Alexa.
Alexa kembali terisak saat pintu kamarnya tertutup.
Apa kakak pikir sikap baik kakak bisa bikin aku maafin kakak. Kakak kira aku ini mainan yang seenaknya bisa kakak mainin , "Dasar brengsek nggak punya hati!, "teriak Alexa di dalam kamarnya.
Dan Ryuga yang berada di balik pintu kamar Alexa pun hanya bisa menunduk lesu mendengarkan makian Alexa terhadapnya.
Maaf, " ujar Ryuga menangis untuk pertama kalian air matanya penyesalannya terjatuh karena rasa sesalnya.
Alexa beranjak dari tempat tidurnya, saat berjalan menuju kamar mandi ia merasakan nyeri di sekitar area intinya. Alexa membasuh tubuh polosnya di bawah guyuran shower menyirami kepalanya yang terasa mau pecah akibat tumpukan masalah yang berada di dalam otaknya kini.
Kenapa kalak ngelakuin ini, kalo kakak sama sekali nggak nganggep aku, kakak jahat, " batin Alexa air mata mengalir bercampur dengan guyuran air jangan membasuh wajahnya.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1