
Alexa berdiri di depan sebuah rumah minimalis bercat krem, rumah yang terlihat tidak begitu mewah dan juga tidak terlalu kecil, namun terlihat nyaman untuk dihuni.
Tok tok tok..
"Ya sebentar, saut seseorang di balik pintu."
Cekrek !!
Alexa seketika terkejut menatap seseorang di depannya.
"Mbok Darmi," Alexa berseru, ia langsung saja berhamburan memeluk mbok Darmi.
"Non Alexa, ya ampun non si mbok kangen sama non Alexa," ujar mbok Darmi Alexa.
"Apa kabarnya non ? Kenapa non Alexa bisa kesini ?" tanya mbok Darmi antusias memegang lengan Alexa.
"Baik Mbok, Mbok sendiri gimana?" tanya balik Alexa tersenyum riang.
"Siapa mbok, terdengar suara tante Karin dari dalam."
"Alexa tante, jawab Alexa."
"Si mbok baik non, saut mbok Darmi."
Eh Alexa kamu udah dateng, tante seneng loh kamu maen kesini. "Ayo masuk sini, ajak Karin memeluk Alexa."
Mbok Darmi yang melihat keakraban antara Alexa dan Karin pun dibuat melongo menatap Alexa dan Karin secara bergantian.
"Ayo mbok, kok malah bengong, ajak Alexa."
"Ehhh.. iya iya, saut mbok Darmi tergagap-gagap."
Karin mengajak Alexa masuk ke dalam rumahnya menuju ruang tengah. Alexa berjalan masuk sambil menatap setiap sisi rumah tante Karin.
"Ada apa Alexa kamu tiba-tiba nelpon tante? tanya Karin."
Maaf tante Alexa mau nanya tentang papah. "Apa tante tau sekarang papah tinggal dimana ?" tanya Alexa.
"Papah kamu tinggal di apartemen, Alexa," jawab Karin.
"Apartemen, papah punya apartemen, batin Alexa terdiam sejenak."
Maaf tante kalo pertanyaan Alexa agak sensitif dan nggak sopan. " Apa alasan Tante bercerai dengan papah? tanya Alexa penasaran."
"Silahkan di minum susu anget kesukaan non Alexa," ujar mbok Darmi menyela.
"Makasih mbok, saut Alexa tersenyum menatap mbok Darmi."
"Ya udah si mbok kebelakang dulu, mau tak masakain apa ayo sekalian non?" tanya mbok Darmi pada Alexa.
"Nggak usah repot-repot mbok, Alexa cuman sebentar kok," ujar Alexa.
"Makan dulu sebelum pulang, ujar Karin."
"Iya deh, kalo gitu Alexa mau ayam kecap aja deh mbok, ujar Alexa."
"Sip non, chef Darmi siap meluncur, ujar mbok Darmi."
"Mbok Darmi ada-ada aja sih," ujar Karin tertawa bersama dengan Alexa.
Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka yang tertunda.
__ADS_1
Alexa tante memutuskan bercerai karena tante sudah merasa nggak cocok lagi sama papah kamu. Kamu pasti tahu kan bagaimana dengan sifat papah kamu yang egois dan keras kepala. Dan juga karena papah kamu, ujar Karin menahan ucapan yang menatap Alexa ragu-ragu.
"Dan juga apa Tante ?" tanya Alexa penasaran
"Dan juga karena papah kamu itu selingkuh," ujar Karin menatap Alexa dengan mata berkaca-kaca.
"Apa Papah selingkuh Tante," ujar Alexa terperangah tidak percaya. Karin pun mengangguk menimpali ucapan Alexa.
Tante pernah memergoki papah kamu berjalan bersama selingkuhannya sampai ke hotel. Dan tante juga sering melihat chat mesra papah kamu. Ia juga sering mentransfer uang dalam jumlah yang banyak pada selingkuhannya. Alexa hubungan mereka terjalin cukup lama Alexa, sampai tante benar-benar tanpa nggak kuat lagi dan memutuskan untuk berpisah sama papa kamu, ujar Karin menangis sedih di hadapan Alexa. Alexa pun langsung memeluk Tante Karin dengan perasaan iba dan bersalah.
Ternyata bukan aku sama mamah doang yang papah sakiti tapi Tante juga. "Maafin Alexa ya tante, ujar Alexa yang saat itu ikut menangis."
"Tante Alexa boleh tanya nggak di mana apartemen papah ?" tanya Alexa.
Untuk apa Alexa, lebih baik kamu jangan bertemu dengan papah kamu. Tante takut papah kamu akan menyakiti kamu lagi, jawab Karin sambil memegang lengan Alexa.
Tante bukan aku yang mau menemui papah, tapi seseorang sedang mencari keberadaan papah. Papah terlibat korupsi tante di Yayasan, dan Papah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena sudah beberapa hari papah tidak ada kabar, makanya Alexa kesini mau tau dimana papah. Alexa juga nggak ngerti, apa papah bersembunyi atau sengaja menghindar. Tante... Alexa juga pernah dikejar oleh 3 orang debt kolektor. ''Dan mereka bilang katanya papah terlilit hutang ratusan juta di bank," ujar Alexa.
Karin yang mendengar ucapan Alexa pun terlihat terperangah tidak percaya dengan perbuatan mantan suaminya tersebut.
Apa kamu benar-benar sudah buta Alexa. Untuk apa ia mentransfer uang dalam jumlah yang besar pada selingkuhannya, sedangkan ia sendiri malah menelantarkan kamu, ujar Karin dengan nada memaki.
Alexa juga nggak ngerti lagi gimana jalan pikiran papah. Alexa benci papah tante, Alexa malu dengan segala perbuatan papah, tapi Alexa juga nggak bisa menghilangkan kenyataan, karena bagaimana pun juga aku ini adalah anaknya, Tante. "Alexa nggak diem aja ngeliat perbuatan papah yang udah bikin Alexa malu," ujar Alexa lirih merasa serba salah.
Tante ngerti perasaan seperti itu Alexa, pasti kamu sangat terbebani, tante bisa paham. "Kamu yang sabar ya Alexa," ujar Karin menggenggam tangan kedua tangan Alexa.
"Non makan dulu yuk, itu ayam kecapnya udah mateng," ajak mbok Darmi.
"Ayo Alexa, ajak Karin menarik tangan Alexa menuju meja makan."
"Alexa kangen masakan si mbok, ujar Alexa berjalan mengekori mbok Darmi dan tante Karin menuju ruang makan."
"Makanya sering-sering main ke sini, ya mbok," ujar Karin sambil menarik bangku yang ingin Alexa duduki.
"Ayo di makan mumpung masih anget," ujar Karin.
"Oh iya, gimana hubungan kamu sama Ryuga sekarang?" tanya Karin.
"Baik kok tante," saut Alexa menampilkan senyum simpul bahagia.
"Ayo...non udah jatuh cinta ya? tanya mbok Darmi menggoda." Dan Alexa pun menjawab dengan tersenyum simpul sambil menganggukkan kepalanya.
Tuh kan si mbok dulu pernah bilang. Inget nggak, pas non Alexa jadi manten waktu itu. Awalnya benci lama-lama jadi cinta toh, "Ckckck, ujar mbok Darmi terkekeh."
"Syukur deh kalo gitu tante ikut seneng dengarnya," ujar Karin tersenyum.
Alexa tersenyum simpul bahagia perasaannya terasa tenang saat menatap tante Karin dan mbok Darmi secara bergantian,
Makasih Tante, tante udah baik banget sama aku, maafin aku Tante. Kenapa gua dulu bodoh banget memilih menutup diri gua sendiri. Gua baru nyadar pikiran gua dulu sesempit itu, batin Alexa sambil menatap tante Karin dan mbok Darmi secara bergantian.
.....
Alexa duduk di halte SMA12, sambil mendengarkan musik menunggu Ryuga menjemputnya. Di tempatnya duduk banyak sekali siswa-siswi dari SMA 12 berdatangan , keluar dari arah sekolah mereka. Mereka terlihat duduk di halte. Ada sekitar 4 orang sisiwi dengan gaya tengil duduk di sebelah Alexa mereka terlihat menatap Alexa sinis dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Eh genks liat deh, anak sekolah mana tuh bisa nyasar di sini, sok cantik banget," ujar seorang siswi sinis. Padahal memang kenyataannya Alexa lebih cantik daripada para siswa-siswi tersebut.
"Iya tau tuh, ngapain tuh cewek mangkal di deket sekolah kita, jangan-jangan dia mau ngincer cowok di sekolah kita lagi," saut siswi lainya menatap sinis Alexa.
Mereka melirik ke arah Alexa sambil terus mengunjingi Alexa, sehingga Alexa sengaja menambah volume pada ponselnya, agar tidak mendengarkan ocehan para siswi-siswi yang cukup membuat kuping panas.
"Sabar Alexa sabar, lo lagi ada di kandang orang," batin Alexa menghembuskan nafasnya perlahan. Namun kini perhatian Alexa teralihkan saat sebuah mobil Ranger Cover berhenti tepat di depannya.
__ADS_1
"Anjirr... mobilnya keren aja. "ujar siswi yang tadi menyindir Alexa.
"Jangan-jangan mau jemput gue lagi, saut siswi lain." Alexa yang mendengarkan ocehan para siswa lenjeh tersebut pun hanya bisa menahan tawanya.
Ryuga terlihat keluar dari mobil dengan tampilannya yang terlihat keren dan maskulin. Ia mengenakan jeans navy di padukan dengan t-shirt putih plus sneaker dengan warna senada dengan baju yang ia kenakan. Tidak lupa ia mengenakan aksesoris lainnya dan juga topi agar tampilannya terlihat lebih maksimal dan stylish.
"Genks... Itu manusia apa bukan sih," ujar siswi yang berada di halte tersebut. Seluruh siswi-siswi dibuat terperangah sampai menganga menatap Ryuga tidak berkedip sedikitpun.
Ryuga tersenyum simpul menatap Alexa lalu membentangkan kedua tangannya ke arah Alexa. Tanpa aba-aba Alexa pun langsung tersenyum berlari berhambur ke pelukan Ryuga.
"Anjirr... itu cowoknya ternyata, gila gantengnya meresahkan banget kaya oppa oppa korea gitu," ujar siswi melongo menatap Alexa iri.
Para siswi tengil tersebut pun terus melihat interaksi antara Ryuga dan Alexa dengan wajah mupeng. Alexa langsung melihat ke arah para siswi tersebut dan menatap mereka dari ujung kaki sampai ujung rambut menampilkan senyum smirk.
"Ih lama banget sih," rengek Alexa mendangahkan wajahnya melihat Ryuga memukul dada bidang Ryuga perlahan.
Ryuga pun tersenyum melingkarkan tangannya di pinggang Alexa
"Maaf ya tadi macet soalnya!" ujar Ryuga tersenyum mencubit hidung Alexa dengan gemas.
"Alesan klise itu mah, saut Alexa."
Ikut aku yuk!, besokkan libur tanggal merah. Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat yang special, ajak Ryuga tersenyum.
"Sekarang... tapi kemana ? tanya Alexa penasaran."
"Iya sekarang, rahasia dong kalo di kasih tau nggak special lagi dong!" jawab Ryuga.
"Emang mau kemana sih?, kenapa pake rahasia-rahasian segala," ujar Alexa mencebikan bibirnya.
Nanti juga kamu tau, mamah udah beresin baju tadi. "Yuk kita berangkat !" ajak Ryuga merangkul pinggang Alexa berjalan menuju mobil.
Alexa sendiri masih bingung karena penasaran ke mana Ryuga akan membawanya pergi.
Dalam perjalanan Alexa terus saja merengek sambil memasang wajah cemberut. Moodnya sudah rusak akibat ucapan siswi di halte tadi yang terus membuatnya kesal ditambah dengan Ryuga tidak memberitahukan kemana ia akan membawanya pergi sekarang.
"Kamu udah makan?" tanya Ryuga sambil mengusap kepala Alexa.
"Kamu udah makan," saut Alexa mencebikkan bibirnya mengikuti pertanyaan Ryuga barusan.
Udah dong jangan ngambek terus, aku kan ngajakin kamu buat happy-happy. "Nanti aku cium nih kalo cemberut terus, ujar," Ryuga sambil mencubit pipi Alexa perlahan.
"Ih.. nggak usah ngadi-ngadi, kakak itu lagi bawa mobil sekarang," saut Alexa sedikit kesal.
Lagian aku tuh sebel, udah jemputnya lama. Terus tadi, ngapain kakak pake segala tebar tebar pesona di depan cewek-cewek centil tadi. "Dasar ganjen ! ketus Alexa merajuk membuang wajahnya melihat sisi jalan." Alexa merasa kesal mengingat ucapan siswi-siswi tadi yang mengatainya. Jadi Ryuga yang kini menjadi bahan pelampiasan untuk mencurahkan kekesalannya saat ini.
"Oh... ternyata gara-gara itu dari tadi cemberutin aku !" ujar Ryuga menggoda Alexa tertawa.
"Nggak usah ketawa deh, nggak lucu tau nggak," ketus Alexa merengut.
Ryuga pun memberhentikan mobilnya, tepat depan minimarket. Ryuga menatap Alexa yang mengacuhkannya, lalu tersenyum.
Cup...
Ryuga memberi kecupan sekilas pipi Alexa, sebelum keluar dari mobilnya, dan tersenyum menatap Alexa gemas yang sejak tadi ngambek sambil misuh-misuh sendiri.
"Udah dong ngambeknya tunggu ya aku mau ke minimarket dulu," ujar Ryuga.
Udah dong ngambeknya. "ujar Alexa mengikuti ucapan Ryuga sambil mencebikan bibirnya.
Ryuga hanya tersenyum melihat reaksi Alexa tadi sambil menggelengkan kepalanya. Ryuga harus extra sabar menghadapi Alexa, karena emosi pada anak usianya masih sangat labil. Contoh seperti sekarang Alexa terus saja merajuk untuk masalah hal-hal yang padahal sangat sepele.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...