
Ryuga melepaskan cengkraman tangannya di kerah Alexa, menjatuhkan tangannya dengan lemas seolah tidak ada tenaga, mendengar ucapan Alexa baru saja. Ryuga berjalan mundur menatap Alexa tidak percaya
"Kenapa Yank, apa karena bajingan itu kamu meminta cerai dari aku," ujar Ryuga dengan nada lemah meneteskan air matanya pertama kalinya di depan Alexa.
Alexa menarik nafasnya dalam-dalam berusaha menguatkan dirinya agar tidak lemah di hadapan Ryuga.
Alexa menatap Ryuga lekat-lekat, "Aku ngelakuin ini semua demi kebaikan kamu," ujar Alexa ambigu.
"Kebaikan aku kamu bilang, ini yang kamu bilang demi kebaikan aku, hati aku hancur Yank, sakit tau nggak denger ucapan kamu barusan.Tolong Yank,.. kasih aku alesan yang logis Yank, apa alesan kamu meminta bercerai dari aku," bentak Ryuga mencengkram lengan Alexa menggoyangkan tubuh Alexa.
"Cukup.., hentikan aku capek," ujar Alexa melepaskan tangan Ryuga yang memegang lengannya.
"Please Yank, jangan tinggalin aku Yank, aku mohon! aku nggak bisa hidup tanpa kamu Yank," ujar Ryuga memeluk Alexa dengan begitu posesif terisak pilu. Tidak ada balasan pelukan dari Alexa Alexa menggigit di bibirnya kuat-kuat menahan tangisnya Alexa memberontak berusaha melepaskan pelukan Ryuga.
"Enggak Yank please kamu peluk aku.., kamu nggak boleh pergi dari aku, gimana sama Papah sama Mamah aku? Gimana caranya aku jelasin semuanya sama mereka. Kamu liat Papah aku dia sekarang nggak berdaya, apa kamu tega ninggalin aku saat aku bener-bener butuh kamu Yank," ujar Ryuga terisak tidak mau melepaskan pelukannya.
Alexa semakin di buat susah, sejujurnya hatinya pun sudah tidak kuat ia begitu tidak tega melihat Ryuga saat ini, begitu besar rasa cintanya terhadap Ryuga.
Namun ia harus tetap pada pendiriannya semua sudah sangat terlambat, dan waktu sudah tidak bisa kembali seperti semula, hatinya sudah terlalu sakit menerima penghinaan dari Retno, sudah cukup baginya ini adalah batas kesanggupannya, walau ia sangat mencintai Ryuga namun bertahan saat semua keadaan tidak berpihak kepadanya juga bukan pilihan terbaik. Sehingga ia harus mencari jalan keluar sendiri untuk permasalahannya dengan meninggalkan Ryuga.
"Aku nggak cinta lagi sama kamu," ujar Alexa.
Deg!
Ryuga melepaskan pelukannya menatap Alexa berusaha mencari-cari kesungguhan di mata Alexa. "Kamu bohong kan ? Coba kamu bilang sekali lagi kalo kamu nggak cinta sama aku ," ujar Ryuga.
Alexa kemudian menatap lagi mata juga dengan tegas. "Aku nggak cinta sama kamu. Aku benci sama kamu, aku juga benci Mamah kamu, aku benci Wijaya Grup. "Kamu, Mamah kamu kalian berdua sama aja munafik! apa kamu puas? jadi aku mohon lepasin aku," bentak Alexa menatap Ryuga sungguh-sungguh.
Alexa membuka tasnya mengambil berkas perceraian yang sudah ia tandatangani, "Ini aku udah tandatangan surat perceraian kita," ujar Alexa menyerah berkas perceraian kepada Ryuga.
Alexa pun membuka cincin pernikahannya dan melemparkannya di depan Ryuga tanpa memikirkan perasaan Ryuga sedikitpun.
Brukkkk!
Bak di sambar petir, Ryuga menjatuhkan dirinya berlutut di hadapan Alexa. Hatinya bagai di hujam ribuan pisau, matanya terasa panas, dadanya terasa sesak Ryuga mengepalkan kedua tangannya sekencang mungkin menahan rasa sakit yang bergemuruh di dalam dadanya.
Alexa keluar dari ruang Ryuga, ia sudah tidak sanggup menahan perasaannya yang hancur.
Melihat pintu ruang Pak Ryuga terbuka Kipli dan Rena segera menghampiri Alexa yang terlihat begitu kacau tampilannya.
"Ren.. Kip, tolongin Dimas di dalem dia luka-luka," ujar Alexa terlihat kacau.
"Lex luh baik-baik aja kan? Kenapa bisa kaya gini Lex?" tanya Rena menatap Alexa memastikan kondisi Alexa.
"Sorry Ren gue pergi dulu," ujar Alexa menghapus air matanya.
"Alexa luh mau kemana?" teriak Rena, namun Alexa tidak menggubris pertanyaan Rena dan pergi meninggalkan Rena dan Kipli.
Kipli dan Rena pun masuk ke dalam ruangan Ryuga, mereka begitu terkejut melihat tampilan ruangan Pak Ryuga yang sangat berantakan dan kacau, begitu pun dengan Pak Ryuga yang terlihat duduk lemas menyandarkan dirinya di sofanya sambil memegang berkas perceraiannya.
"Ya ampun Dimas," ujar Rena saat melihat Dimas nampak babak belur tidak sadarkan diri tergeletak di samping Pak Ryuga.
__ADS_1
"Mereka cerai Pli," bisik Rena saat tidak sengaja melihat berkas perceraian di tangan Ryuga.
"Pak Ryuga.., Bapak baik-baik aja kan?" tanya Kipli peduli.
"Cepat kamu bawa temanmu pergi dari sini," ujar Pak Ryuga dengan nada suara lemah menuruh Kipli membawa Dimas pergi.
.
.
******
Saat ingin melangkah pergi Alexa melihat Sita yang terlihat tergesa-gesa berjalan di koridor ruang guru, sepertinya Alexa tau Sita ingin pergi ke ruangan Ryuga. Sita tersenyum sinis saat tidak sengaja melihat Alexa di depannya.
"Alexa.., Gimana kejutan ulang tahun dari Ryuga, sepertinya gue nggak perlu basa-basi lagi. Selamat ulang tahun ya Alexa," ujar Sita tersenyum sinis menatap Alexa yang terlihat kacau.
"Dari sekian banyak pertemuan kita, apa ini adalah sikap asli luh?" tanya Alexa sinis menghapus air matanya.
"Ckckck..,Alexa Alexa kasian baget sih luh udah di hujat di sekolah, di fitnah sana- sani, terus nggak di anggep pula sama Tante Retno tapi gue seneng banget akhirnya luh pergi juga dari kehidupannya Ryuga," ujar Sita tertawa sinis menatap Alexa
"Dasar munafik, kalian emang cocok bersama, sama-sama munafik," ujar Alexa menatap sinis Sita lalu pergi meninggalkan Sita.
Sita tertawa puas melihat Alexa yang begitu terpuruk, "Sepertinya rencana Tante Retno benar-benar sukses." Akhirnya gue bisa merebut Ryuga, tanpa susah payah ngotorin tangan gue nuat nyingkirin Alexa. "Sekarang rencana gue udah selangkah lebih maju buat jadi bagian dari keluarga Wijaya," batin Sita tersenyum puas.
Sita masuk ke ruangan Ryuga, ia bisa melihat Kipli dan Rena terlihat sedang membantu Dimas di dalam.
Sita buru-buru menghampiri Ryuga yang tampak kacau, "Ya ampun Ga, kamu kenapa? Kenapa bisa kaya gini?" tanya Sita saat masuk ke dalam ruangan Ryuga melihat kondisi Ryuga.
"Alexa ninggalin aku Sit," ujar Ryuga menatap Sita dengan isak tangis duduk menyadarkan dirinya di sofa sambil menutupi wajahnya dengan satu tangannya frustasi.
"Dasar munafik ," ujar Rena kepada Sita saat ia melihat Sita berusaha mendekati Pak Ryuga. Sita hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Rena.
Kipli tidak ingin melihat kehancuran hubungan sahabatnya, ia mencoba meyakinkan Pak Ryuga "Pak.., Bapak mau nyerah gitu aja Pak kejar Alexa Pak," ujar Kipli berusaha menyadar Pak Ryuga yang terlihat kacau dengan wajah frustasi.
"Iya Pak asal Bapak tau Alexa pergi karena sikap Tante Retno dia yang bikin Alexa pergi, Dan semua kesalahpaham antara Bapak dan Alexa semua karena ulah Dimas dan Grace mereka kerjasama buat ngehancur hubungan Bapak sama Alexa," ujar Rena dengan nada tinggi berusaha menyadarkan Pak Ryuga.
Ryuga terlihat menatap Rena setelah mendengar ucapannya, "Apa maksud kamu?" tanya Ryuga menatap tajam Rena.
"Kamu cepetan bawa temen kamu kasian tuh temen kamu," ujar Sita berusaha mengusir kedua sahabat Alexa, agar tidak terus mempengaruhi Ryuga.
"Rena tolongin gue," panggil Kipli saat kesulitan membawa Dimas.
"Eh iya..iya ," ujar Rena pun menghampiri Kipli dan berusaha membawa Dimas yang tidak sadarkan diri ke UKS.
"Nggak.., aku nggak mau Alexa pergi aku harus kejar dia sebelum terlambat," ujar Ryuga beranjak melepaskan pelukan Sita.
"Tapi Alexa udah pergi Ga," ujar Sita berusaha menahan Ryuga.
"Aku harus kejar dia Sit, aku cinta sama dia aku nggak bisa hidup tanpa dia, ini semua pasti salah paham," ujar Ryuga meninggalkan ruangannya.
"Arggh brengsek," umpat Sita, dia pun mengikuti langkah Ryuga mengejar dari belakang.
__ADS_1
********
Seseorang pria tampan usianya diperkirakan sekitar 25 tahun. Terlihat rapi dengan setelan jas formal bernuansa hitam menunggu di depan gerbang sekolah
"Ini rupanya sekolahnya Alexa dan Grace keren juga, "ujar pria tersebut dengan senyum simpul.
Kedua alisnya dibuat mengkerut saat ia melihat seseorang yang ia kenal terlihat berlari menghampirinya.
Kak Nicco," ujar Alexa terkejut menatap sepupunya tiba-tiba datang sambil membawa buket bunga dan paperbag pink.
"Surprise," ujar Nicco berdiri tepat di hadapan Alexa.
"Kak Nicco," ujar Alexa sekali lagi dan langsung memeluk Kak Nicco menangis pilu.
"Eh kok malah mewek sih segitu kangennya apa kamu Lex, sama Kakak," ujar Nicco.
Alexa," panggil Ryuga dengan lantang saat melihat Alexa dipeluk seseorang dari kejauhan.
Nicco terlihat menengok mencari arah suara yang memanggil sepupunya tersebut.
"Ryuga"
"Nicco"
Semua femomena langka dimana pertemuan sahabat bisa dibilang rival semasa SMA, Ryuga dan Nicco kembali di pertemukan setelah hampir enam tahun lama mereka tidak bertemu. Keduanya saling bersitatap menyebutkan nama sahabat sekaligus rival mereka secara bersamaan dari kejauhan
Sita terlihat muncul di belakang Ryuga, ia terlihat syok saat melihat seseorang yang paling ia hindari kini tiba-tiba ada di hadapannya.
"Hay Sit apa kabar?, gue kira luh udah nikah sama Om gue, ternyata luh balik lagi sama Ryuga Sit, "ckckckc Luh itu emang luar biasa Sit," ujar Nicco tertawa lucu.
"Ga, tolongin aku Ga, Nicco pasti datang mau ngusik aku lagi Ga," ujar Sita terbata-taba ketakutan. Iya takut melihat Niccoo yang akan membongkar rahasianya kepada Ryuga.
"Kak Nicco ayo kita pergi kak, Pleaseee," ujar Alexa memohon.
"Alexa jangan tinggalin aku Alexa," ujar Ryuga mengepalkan tangannya saat melihat Nicco memeluk istrinya.
"Nicco cepat lepasin Alexa, dia itu istri gue," ujar Ryuga.
Nicco terlihat terperangah mendengar ucapan Ryuga ternyata orang yang menikahi sepupunya adalah Ryuga sahabat sekaligus rivalnya sendiri.
"Benar itu Alexa dia itu suami kamu?" tanya Nicco menatap Alexa.
"Dia udah bukan lagi suami aku, aku udah bercerai sama dia, dan sekarang aku mohon kak ayo pergi dari sini," ujar Alexa mendesak Nicco menarik tangan Nicco.
"Iya iya iya ayo kita pergi," ujar Nicco.
Ryuga terlihat emosi dia menghampiri Nicco mencoba merampas Alexa dari tangannya, namun usahanya ditahan oleh Sita. Sita merasa ketar-ketir kalo rahasianya dibongkar oleh Nicco ia mulai panik akhirnya iya menjatuhkan diri dengan berpura-pura pingsan.
"Sita bangun Sita," ujar Ryuga yang sikap menangkap Sita yang tiba-tiba pingsan. Ryuga dibuat dilema satu sisi Sita pingsan dan satu sisinya lagi ia tidak ingin kehilangan Alexa.
Tanpa menunggu lama, Nicco tersenyum smirk menatap Ryuga dan Sita, ia sudah langsung paham dengan arah permasalahannya sepupunya Alexa dengan Ryuga setelah melihat Sita. Nicco pun membawa Alexa masuk ke dalam mobilnya dan membawa Alexa pergi.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...