
Sepeninggalan Reyhan, Ryuga berjalan ke ruangan sahabatnya yaitu Dokter Andry, untuk mencari tau keberadaan Alexa melaluinya.
Tok tok tok!
"Masuk, saut Andry di dalam ruangannya."
"Ryuga," ujar Andry dan Siska secara bersamaan, mereka terkejut saat melihat Ryuga datang menemui mereka. Sebenarnya saat ini Andry dan Siska sedang bersiap-siap untuk pulang setelah menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Ngapain luh ke sini? Luh belom puas siksa ade gue," ujar Siska emosi saat melihat kehadiran Ryuga.
"Beb sabar Beb, kamu tolong ngerti kondisi Ryuga, dia lagi kena musibah sekarang," ujar Andry mencoba menenangkan kekasihnya.
"Apa kamu bilang? aku harus ngertiin dia! terus gimana sama adek aku? "Dia udah bikin Dimas babak belur Beb," ketus Siska menatap kekasih dengan tajam.
"Ga..! luh seharusnya nyalahin nyokap luh Ga bukan mukulin Dimas, Ga. Asal luh tau Ga, ade gue sampe harus dirawat gara-gara tindakan luh yang bar-bar itu, gue tuh sedih liat perubahan sikap ade gue dia itu kaya nggak semangat idup tau nggak" ujar Siska emosi menunjuk-nunjuk Ryuga dengan tatapannya yang berkaca-kaca.
Ryuga terlihat mengabaikan ocehan Siska, karena fokusnya saat ini hanyalah mencari keberadaan Alexa.
"Kamu mending tenang ya duduk dulu di sini," ujar Andry menuntun sang kekasih.
"Aku nggak jompo, aku bisa duduk sendiri," ketus Siska menatap tajam Andry.
"Dry Sis tolongin gue...gue nggak bisa nemuin Alexa dimana-mana? Gue udah cari dia keseluruhan kamar tapi Alexa nggak ada," ujar Ryuga yang sudah terlihat hampir putus asa karena tidak menemukan Alexa.
"Sory Ga, pas kejadian kemaren gue sama Siska lagi of kemaren, gue abis cari WO, terus mampir ke acara pertunangannya Nicco di Hotel," ujar Andry.
"Tolongin bantu gue Dry, gue tau Alexa di bawa kesini, "ujar Ryuga putus asa.
Andry menghembuskan nafas panjang menatap Ryuga, dirinya juga sebenarnya bingung menjelaskan, "Ga..! sebenarnya gue bingung, pas gue mau cek keadaan Alexa tadi pagi, Alexa udah nggak ada Ga. Gue udah cari tau keberadaannya tapi hasil nihil jejaknya hilang gitu aja. Gue juga heran, kenapa Alexa bisa nggak aja jejaknya gitu gue periksa CCTV juga nggak ada, kaya ada peran orang penting yang berusaha hilangin data-data kepergian Alexa Ga," ujar Andry menggaruk keningnya tidak tega melihat Ryuga yang nampak putus asa.
"Apa maksud omongan luh Dry, gimana bisa Alexa hilang tanpa jejak, jelasin ke gue biar gue paham? Kalo sampe terjadi apa-apa gue akan tuntut rumah sakit ini," ujar Ryuga menarik jas putih Andry.
Siska emosi melihat tindakan Ryuga yang sedikit kasar terhadap Andry, "Lepasin Ga, jangan sampe gue panggil security," ancam Siska.
"Luh luh tenang dulu ya Ga," ujar Andry terbata-bata menahan dada Ryuga.
__ADS_1
"Gimana gue bisa tenang Dry, selama Alexa belom gue temuin," ujar Ryuga dengan nada sedikit tinggi.
"Gue paham Ga perasaan luh, tapi sorry! gue cuman bisa ngasih hasil rekam medis Alexa pas di UGD kemaren." Alexa mengalami patah tulang rusuk 3 di bawah sini, dan tengkoraknya juga retak, Alexa mengalami pedarahan di otaknya Ga, jantungnya dia sempat berhenti kemaren, beruntung Dokter bisa nyelametin dia. "Gue juga minta ini diem-diem," ujar Andry memaparkan kondisi Alexa saat itu sambil menjelaskan rekam medisnya.
Ryuga terlihat begitu tidak kuasa mendengarkan pemaparan Andry, betapa parahnya luka yang di alami Alexa, "Ndry pasti Alexa kesakitan banget, dan di saat itu gue malah nggak ada di sampingnya," ujar Ryuga lemas tubuhnya terasa tidak bertulang saat mendengar pemaparan Andry.
"Luh yang sabar Ga, semoga Alexa bisa secepatnya luh temuin," ujar Andry menepuk bahu Ryuga.
"Alexa maafin aku Yank, seandainya aku nggak pergi waktu itu, seandainya aku ngejar kamu waktu itu, nggak mungkin kamu akan mengalami kejadian semengerikan ini," ujar Ryuga meraup wajahnya frustasi.
"Ndry gue harus cari Alexa kemana lagi?" tanya Ryuga sambil memijat pelipisnya frustasi.
"Kenapa baru sekarang luh cari keberadaannya, kamaren kemana ada luh?" Lagian emang pantes Alexa tuh ninggalin luh. "Sikap nyokap luh keterlaluan banget sama Alexa, ujar Siska penuh emosi."
"Apa maksud omongan luh, Sis? Kenapa sama nyokap gua?" tanya Ryuga.
"Asal luh tau Ga, pas kita-kita jengukin bokap luh kamaren, pas luh pergi, sikap nyokap luh tuh parah banget Ga." Masa bisa-bisanya nyokap luh diem aja pas Andry ngira kalo Alexa itu sepupu luh. Padahal jelas-jelas gue tau Alexa itu istri luh. "Nyokap luh nggak menganggap keberadaan Alexa sama sekali Ga, gue sampe nggak tega liatnya," ujar Siska menatap tajam Ryuga.
Ryuga tidak berkomentar apapun ia hanya bisa mengepalkan kedua tangan sekencang mungkin menahan emosinya setelah mendengar ucapan Siska. Tapi jauh di dalam hatinya, rasa bencinya terhadap sikap Mamahnya rasa semakin sulit di tutupi, apalagi memaafkan perbuatan Mamahnya tersebut.
"Apa maksud luh Sis? Gimana luh bisa kenal Alexa?" tanya Ryuga penasaran menatap Siska.
Siska menghembuskan nafasnya dengan kasar sejujurnya ia masih sangat kesal dengan Ryuga setelah apa yang sudah ia perbuatan terhadap adiknya. Namun ia harus profesional jika menyangkut masalah pasiennya.
"Alexa itu pasien gue Ga hampir tiap bulan dia rutin terapi_,
"Apa... terapi? maksud luh Sis" tanya Ryuga terperangah menatap Siska."
Siska mengangguk, "Alexa itu mengidap gangguan kecemasan Ga, dia punya trauma semua itu karna sikap Papahnya," ujar Siska menatap Ryuga.
Ryuga terlihat mengerutkan kedua alis terkejut menatap Siska.
"Ini rekam medis Alexa pas terakhir kali dia terapi di sini, "ujar Siska memberikan rekam medis Alexa.
"Gue kasih tau luh, karena luh itu suaminya, jadi luh berhak tau kondisi Alexa, Ga," ujar Siska.
__ADS_1
Ryuga membaca setiap lembar rekam medis Alexa dengan teliti "Apa itu Feeling Worthless gue nggak paham Sis?" tanya Ryuga menatap Siska, saat membaca kata-kata medis yang terdengar awam baginya.
"Feeling Worthless itu adalah kondisi ketika seseorang merasa tidak berharga. Perasaan seperti ini cenderung membuat orang merasa putus asa, karena merasa diri mereka nggak berguna, dan yakin bahwa dirinya tidak bernilai apa-apa. Yang selama ini Alexa sering ceritain setiap konsul sama gue sih, dia itu suka mimpi buruk, insomnia, atau panik akut sampe mual, dan semua itu bisa terjadi karena dia berusaha melawan rasa ketakutan, dan kecemasannya. Bahkan kondisi terburuknya Alexa pernah ngelakuin self harm Ga dengan cakarin tangannya sendiri, ," ujar Siska memaparkan kondisi.
Ryuga semakin di buat tidak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar fakta tentang traumatik yang di derita Alexa yang tidak pernah ia ketahui, apalagi mengingat tindakan kasarnya saat awal pernikahannya dan merenggut kesucian Alexa dengan paksa, yang membuat rasa sesalnya semakin menjadi-jadi.
"Gue emang pernah beberapa kali pernah liat Alexa seperti pemaparan luh Sis. Dia suka kebangun tengah malam mual-mual gitu, sampe gemeteran, tapi gue kira itu cuman mimpi buruk aja, dan gue pernah liat lengannya dia kaya ada luka cakar gitu, tapi dia nggak pernah menceritakan kondisinya itu sama gue," ujar Ryuga tersirat jelas raut wajah penyesalan yang teramat dalam.
"Ya itulah Feeling Worthless, Alexa itu merasa rendah diri Ga, makanya Alexa itu lebih seneng memendam masalahnya sendiri daripada harus cerita sama orang lain, dan tambah lagi Papahnya ngedoktrin dia dan melarang dia memberitahu luh sama keluarga luh tentang penyakit mentalnya. Papahnya juga nggak mau nerima kondisinya Ga kalo seandainya dia bercerai sama luh Ga," ujar Siska terdengar kesal.
"Ferdy bener-bener keparat.., apa yang menyebabkan kondisi Alexa bisa separah itu Sis? Luh pasti tau kan tolong cerita sedetail mungkin Sis" tanya Ryuga tidak sabaran.
"Awal mula kenapa mental Alexa bisa separah ini, itu berawal sejak kepergian Mamahnya Ga, sikap Papahnya berubah, karena mendiang Mamahnya melahirkan anak perempuan bukan laki-laki sehingga Papahnya kehilangan hak waris atas perusahaan yang dulu pernah ia kelola. Alexa sering mendapatkan perlakuan tidak adil, dari Papahnya, ia selalu mendapat tindakan playing victim, di anggap tidak berguna bahkan tindakan kekerasan sehingga terbentuklah jiwa Alexa yang cacat. Padahal gue sangat berharap dengan pernikahan kalian Alexa secara perlahan bisa sembuh Ga, tapi kenyataannya malah kayanya gini endingnya. Kalo seandainya Alexa selamat dari musibah ini kemungkin besar dia akan mengalami trauma yang lebih parah lagi Ga, kemungkinan terburuknya Alexa bisa depresi berat atau skizofrenia Ga," ujar Siska menapar sedetail mungkin.
Apa skizofrenia," ujar Ryuga terperajat tidak percaya menatap Siska. Siska menganggukkan kepala menyauti ucapan Ryuga.
Ryuga meremas rekam medis Alexa yang ada di tangannya "Alexa maafin aku Yank, aku emang bene-bener bodoh sampe nggak peka sama kondisi kamu, padahal jelas-jelas kamu nunjukin gejala itu semua sama aku," ujar Ryuga meremas rambutnya frustasi.
"Luh yang sabar Ga! Sekarang luh udah tau semuanya, nggak ada kata terlambat Ga, luh sekarang yang harus berjuang semoga luh bisa menemukan Alexa secepatnya," ujar Andry mencoba menguatkan sahabat menepuk bahu Ryuga.
"Inget Ga gue ngejelasin ini karena gue peduli sama Alexa sebagai pasien gue, tapi gue nggak membenarkan tindakan luh terhadap Dimas, kalo bukan karena persahabatan dan musibah yang menimpa Alexa, udah gue laporin luh kepolisian tau nggak," ujar Siska tersulut emosi.
Ryuga menatap tajam Siska, sejak tadi ia sudah cukup sabar, karena mengingat Dimas adik Siska yaitu sahabatnya sendiri, "Gue ngelakuin itu karena adik luh pantes dapetin itu, karena dia udah kurang ajar menyentuh Alexa! gue udah peringatin dia berkali-kali Sis dan terpaksa gue kasih dia pelajaran, karena dia mengabaikan peringatan dari gue" ujar Ryuga tegas dalam bersikap.
"Luh dia kasih hati minta jantung ya," ujar Siska mencoba menyerang Ryuga.
"Sabar Yank, kamu tenang, Ga kenapa omongan luh malah memprovokasi Siska sih Ga," ujar Andry mencoba menarik Siska saat ingin menyerang Ryuga.
Siska pun yang terlihat kesal ia keluar dari ruangan kekasih dengan wajah yang terlihat emosi menatap tajam Ryuga.
"Beb tunggu dulu Beb," ujar Andry mengejar sang kekasih yang kesal terhadap ucapan Ryuga.
Ryuga berjalan meninggalkan koridor rumah sakit dengan tangan kosong, wajahnya tampak sedikit pucat, jiwanya terasa hilang separuh karena kehilangan Alexa apalagi mendengar fakta tentang apa yang Alexa derita, ribuan kata maaf pun terus saja terucap di setiap langka gontai Ryuga terasa begitu putus asa.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...