
Jam 4 sore Ryuga sampai di kediamannya, langkahnya ia mempercepatan saat menapaki anak tangga. Raut wajahnya begitu tidak ramah, setelah melihat salah satu video grup chat para guru dan staf sekolah yang memperlihatkan kemesraan antara Alexa dan Dimas, sehingga membuatnya begitu tersulut emosi.
"Mas Ryuga ud_,ucapan Bi Siti langsung saja dipotong oleh Ryuga."
"Alexa udah pulang Bi?" tanya Ryuga dengan nada dingin.
"Non Alexa uuudah pulang Mas. Non Alexa ada di kamarnya," jawab Bi Siti dengan raut wajah kaku dan gugup melihat Ryuga tampak terlihat kesal.
Brakkk !!!
Ryuga membuka pintu dengan kasar, hingga membuat Alexa tersentak kaget yang saat itu sedang bersantai duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Sebenarnya Alexa ingin berniat nelpon suaminya balik, ternyata Ryuga sudah pulang.
"Yank kamu udah pul_, ucapan Alexa langsung terhenti begitu saja saat Ryuga menarik tangannya keluar dari kamarnya."
"Ikut aku," ujar Ryuga dengan nada dingin memperlihatkan raut wajahnya yang terlihat kesal.
"Yank sakit tangan aku, kamu kenapa sih yank?" tanya Alexa sambil meringis saat merasakan nyeri akibat cengkraman tangan Ryuga yang begitu kuat.
Retno yang mendengar putranya sudah, ia pulang langsung saja keluar dari kamar.
"Ga, kok kamu udah pulang?" tanya Mamah Retno yang terlihat keluar dari kamarnya. Ia sempat terkejut saat melihat putranya membawa Alexa dengan sedikit kasar.
Namun Ryuga tidak menjawab pertanyaan Mamahnya dan langsung membawa Alexa keluar dari kediamannya.
.
.
Ryuga melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi menuju apartemennya.
"Yank pelan-pelan nyetirnya, kamu kenapa sih yank?" tanya Alexa merengek takut. Alexa sampai mencengkram shitbell di dadanya dengan erat, saking takutnya karena mobil yang ditumpanginya melaju dengan cepat.
Ryuga tetap fokus menatap jalan di depan tidak sedikitpun niat untuknya menjawab pertanyaan Alexa. Hampir setengah jam perjalanan kini mobil Ryuga telah sampai di basement apartemennya.
Ryuga membuka pintu di sisi Alexa dan ia langsung menarik Alexa dengan kasar memasuki lift menuju apartemennya. Alexa merasakan dejavu, dia bisa mengingat kejadian yang cukup membuatnya trauma karena sikap Ryuga yang pernah berbuat kasar kepadanya saat itu.
Sampai di apartemennya, Alexa langsung saja menarik tangannya dengan kencang, menatap tajam ke arah Ryuga.
"Kamu kenapa sih yank, datang-datang narik tangan aku kasar banget, sakit tau nggak?" tanya Alexa dengan nada ketus, memegang pergelangan tangannya yang terasa nyeri.
Ryuga tidak menjawab, hanya terdengar nafasnya saja yang memburu menahan emosi menatap tajam pelaku utama yang membuatnya marah.
Tanpa kata Ryuga langsung menarik kasar tengkuk Alexa, melum** bibir Alexa dengan rakus. Ryuga terus menelusup ke menjelajahi setiap sisi bibir Alexa. Ryuga semakin menuntut balasan dari Alexa yang sejak tadi terasa pasrah tidak membalas ciumannya. Akhirnya Ryuga menggigit bibir Alexa dengan kasar agar Alexa sedikit membuka mulutnya untuk memperdalam tautannya.
Alexa terlihat kewalahan menghadapi permainan Ryuga, ia terlihat kehabisan nafas saat Ryuga melahap bibirnya dengan rakus. Alexa mencoba berontak namun dirasanya cukup sulit melepaskan diri karena Ryuga mencengkram tengkuk Alexa dengan kuat.
"Hmmmpptt," berontak Alexa memukul dada bidang Ryuga saat ia mulai merasakan pedih pada bibirnya akibat tindakan kasar Ryuga.
Alexa terisak pasrah saat mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya. Kini tidak ada pemberontakan dari Alexa karena sekuat apapun ia mencoba melepaskan diri dari Ryuga, tenaganya masih kalah jauh dibanding dengan Ryuga yang sedang di kuasai emosi.
__ADS_1
Ryuga melepaskan tautannya saat mendengar isak tangis istrinya. Ryuga mengambil ponselnya dan memperlihatkan video yang menjadi pemicu perbuatan kasarnya terhadap Alexa saat ini.
"Sekarang kamu ngerti, kenapa sikap aku begini, kamu nggak menepatin janji kamu Alexa," ujar Ryuga membuang wajahnya merasa frustasi.
"Yank, aku bisa jelasin ini di luar kontrol aku yank, aku juga nggak nyangka Dimas bisa ngelakuin ini," ujar Alexa membela diri sambil menangis.
"Alexa apa kamu sebodoh itu.., semua orang di sekolah pasti mikirnya kamu itu pasti memiliki hubungan khusus sama cecunguk itu, Apa emang itu maunya kamu, hah? makanya kamu setuju aja kalo resepsi kita di undur," bentak Ryuga menekan Alexa.
"Kok kamu ngomongnya gitu sih," ujar Alexa merengek memukul dada bidang Ryuga terisak.
"Kamu mah nuduh-nuduh aku terus, aku nggak setuju karena, itu juga demi kamu Yank, aku cuma nggak mau...nggak mau," ujar Alexa langsung membungkan mulutnya.
"Nggak mau apa, nggak mau publish pernikahan kita kan, biar cecunguk itu bebas ngelakuin apa aja sama kamu," ujar Ryuga dengan nada tinggi.
"Enggak Yank, nggak gitu," ujar Alexa sesenggukan.
"Trus kenapa, jawab Alexa ?" bentak Ryuga, hingga membuat Alexa tersentak, tubuhnya pun terlihat bergetar takut, saat merasakan Ryuga benar-benar sangat emosi.
Ryuga meraup wajahnya dengan kasar menatap Alexa sendu, "Aku kecewa sama kamu," ujar Ryuga melemah.
"Yank bukan maksud aku gitu,"
" Yank maafin aku,"
"Yank,
"Yankkkk !!!"
Ryuga tetap masih tidak merespon ia terus memalingkan wajahnya tidak menatap Alexa, yang sejak tadi sudah merengek meminta maaf kepadanya. Tidak mendapatkan respon dari suami, Alexa pun pasrah menundukkan kepalanya dan semakin terisak sesenggukan mengusap-ngusap kedua matanya. Lama-lama Ryuga tidak tega membiarkan istrinya menangis sampai segitunya sedihnya, sepertinya Alexa memang benar-benar merasa bersalah dan menyesal terhadapnya.
Tanpa aba-aba Ryuga langsung menarik lengan Alexa, mendekap tubuh Alexa memeluknya dengan erat. Setelah mendapat respon dari Ryuga, Alexa pun melingkarkan kedua tangannya di pinggang Ryuga dan menangis sejadi-jadinya dalam pelukkan Ryuga.
"Tau nggak sih Yank...,hati aku tuh sakit banget Yank, saat ngelihat istri aku dipeluk cowok laen kayak gitu. Aku nggak rela, karena akulah yang berhak atas tubuh kamu bukan cecunguk itu," ujar Ryuga semakin mengeratkan pelukannya dan mengusap rambut Alexa seolah tidak ingin kehilangan Alexa.
"Tapi aku juga nggak tahu kalau kejadiannya bakal kayak gitu, kamu bisa lihat sendiri kan videonya muka aku kayak gimana kagetnya," ujar Alexa sesenggukan.
Mereka pun cukup lama berlarut dalam kesedihan dan juga emosi mereka dengan saling berpelukan, mencoba menenangkan perasaan mereka masing-masing.
"Maaf ka aku nggak bisa jujur sama Kakak, aku ngelakuin ini semua karena aku malukan, aku nggak mau jadi parasit karena kehidupan keluarga aku yang berantakan. Apalagi mamah Retno kayaknya dia benci banget sama aku, aku semakin minder Kak, aku nggak masalah walaupun nggak ada resepsi besar-besaran sekali pun, aku juga nggak masalah nggak mendapat pengakuan dari siapapun asal aku terus sama Kakak," batin Alexa sesenggukan.
"Nanti biar aku ngomong sama Mamah sama Papah, aku akan tetap mempercepat resepsi kita nanti," ujar Ryuga mengusap rambut Alexa.
"Tapi Yank_,," ujar Alexa melepas pelukannya menatap Ryuga.
"Udah nggak ada tapi-tapian," saut Ryuga menggerakkan jari telunjuknya.
Alexa kembali memeluk Ryuga dengan erat tiba-tiba perasaannya menjadi cemas sepertinya Ryuga memang benar-benar tidak main-main dengan ucapannya tadi.
"Awww, ringis Alexa saat merasakan tangannya sedikit nyeri."
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Ryuga melepaskan pelukannya menatap Alexa yang melihat kondisi tangannya.
"Tuh kan tangan aku biru," ujar Alexa melihat pergelangan tangannya yang terlihat sedikit memar karena ulah suaminya.
"Maaf ya Yank aku nggak nyangka bisa sampe kaya gini sakit banget ya," ujar Ryuga merasa bersalah.
"Sakit lah, kamu tuh narik aku udah kayak sapi mau dijagal tau nggak," ujar Alexa mencebikkan bibirnya
"Ya udah maaf, yuk di kompres pake aer anget dulu yuk" ujar Ryuga.
"Nggak mau jalan maunya di gendong," ujar Alexa dengan nada manja.
"Kan yang sakit tangan kamu Yank, bukan kaki kamu," ujar Ryuga tersenyum lucu melihat tingkah istrinya.
"Ya udah kalo nggak mau, mending usah di obatin sekali," rengek Alexa memukul lengan Ryuga.
"Iya..iya.. ayo sini aku gendong, kenapa makin lama kamu manja banget sih," ujar Ryuga yang langsung mengangkat tubuh istrinya menggendongnya seperti bayi koala berjalan menuju dapur.
"Nggak suka emang," ujar Alexa mencebibikan bibinya.
"Suka kok malahan suka banget, seneng manjain kamu tuh," ujar Ryuga mencubit gemas hidung Alexa.
"Turun dulu sebentar ya, aku mau siapin aernya buat ngompres tangan kamu," ujar Ryuga.
"Nggak mau," ujar Alexa manja malah semakin menepel dengan posesif. Ryuga hanya bisa tersenyum gemas, merasakan tingkah manja istrinya.
.
.
Ryuga begitu telaten mengompres tangan Alexa yang memar akibat ulahnya.
"Kamu kenapa sih Yank kalo udah cemburu nyeremin banget?" tanya Alexa saat menatap Ryuga yang sedang mengompres pergelangan tangannya.
"Hmm..., karna aku nggak mau kehilangan kamu," ujar Ryuga singkat menatap fokus tangan Alexa.
"Masa gitu doang sih jawabannya nggak memuaskan," ujar Alexa menatap Ryuga."
"Emang kamu maunya gimana sih Yank?" tanya Ryuga menatap Alexa.
"Hmmm..siapa tahu aja kamu punya sindrom posesif akut gitu yang nyeremin, atau nggak kamu punya pengalaman buruk ditinggalin atau mungkin ditinggal nikah sama mantan kakak," ujar Alexa asal bicara.
"Mungkin bisa jadi, jawab Ryuga ambigu."
" Ih serius...bisa jadi apa? jadi gila gitu maksudnya ?" tanya Alexa merengek.
"Ngapain sih kita ngomongin yang udah-udah. Mending kita fokus ngomongin masa depan kita Yank, kaya kamu mau punya anak berapa? Terus setelah lulus kamu mau kuliah di mana?" ujar Ryuga mengalihkan topik pembicaraan.
Mungkin benar apa yang di katakan Alexa memang atau trauma mengingat kisah masalalunya yang membuat Ryuga sangat posesif dan pencemburu seperti sekarang. Saat perasaannya begitu besar terhadap Sita namun Sita malah memilih Nicco dan meninggalkannya.Ryuga tidak ingin merasakan perasaan itu lagi yang cukup membuatnya hancur.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...