Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Mencari Kesempatan.


__ADS_3

Ryuga menebus kepadatan lalu lintas, Ryuga tidak tenang karena pikirannya saat ini masih tertuju pada wanita yang ia tinggalkan beberapa saat yang lalu.


"Drttt Drttt!" ponselnya bergetar.


"Hmm, Sita tumben dia nelpon," batin Ryuga menatap layar ponselnya, sambil memasangkan handsfree sisi telinganya.


"Hallo Sit, ada apa kamu telpon aku?" tanya Ryuga matanya fokus menatap ke depan jalan.


"Ga, kamu dimana? aku tadi ke ruangan kamu, terus kamu nggak ada?" tanya Sita.


"Aku ada keperluan mendadak Sit, kamu ada perlu apa telpon aku?" tanya Ryuga.


"Oh aku mau minta tandatangan kamu buat laporan harian aku selama tugas di sini," ujar Sita mencoba mencari berbagai alasan mendekati Ryuga.


"Kamu taro di meja aku aja Sit, nanti aku tandatangani besok," ujar Ryuga memarkirkan Rubiconnya di basement rumah sakit.


"Yah, besok ya? gimana ya Ga, aku butuhnya sekarang," ujar Sita pantang menyerah.


"Tapi aku nggak bisa nemuin kamu sekarang, apa kamu bisa datang ke rumah sakit Medika Vimala? aku tunggu kamu di sini," ujar Ryuga berjalan menuju rumah sakit.


"Oke aku ke situ," ujar Sita, dan langsung mematikan sambungan telponya.


Ryuga berjalan menapaki koridor rumah sakit bersama dengan Reyhan dan juga Daniel yang sudah menunggu di lobby rumah sakit. Reyhan membawa laptop dan beberapa berkas karena ia, Daniel dan Ryuga ingin menyelesaikan proposal tender kerja mereka yang sudah terbengkalai, sambil menunggu operasi Om Bimo.


"Bini lo nggak ikut Ga?" tanya Reyhan.


"Dia lagi sakit Han, saut Ryuga."


"Terus sekarang istri lo sama siapa Ga, kalo lo tinggal?" tanya Daniel,


"Sama asisten rumah, gue suruh dateng buat jagain Alexa," saut Ryuga.


Ryuga Reyhan dan Daniel sudah sampai di ruangan Anggrek khusus pasien VVIP, matanya tertuju pada Papahnya yang terlihat begitu tidak berdaya tubuhnya terhubung dengan berbagai peralatan medis seperti , selang infus dan juga monitor yang berada di sisi ranjang pasien. Ryuga langsung saja menghampiri Papah dan Mamahnya yang sejak tadi menunggunya.


"Papah jangan banyak pikiran ya Pah, supaya operasi Papah lancar," ujar Ryuga menatap Papahnya tidak tega.


"Iya om jangan khawatir masalah perusahaan Om, Ryuga cukup kompeten kok Om, Om biar cepet pulih biar bisa liat hasil usaha Ryuga," ujar Reyhan.


"Makasih Han, kamu banyak bantu Om selama ini," ujar Bimo tersenyum.


"Mana Alexa Ga?" tanya Bimo dengan nada lemah.


"Alexa nggak bisa ke sini Pah, Alexa lagi demam Pah tadi," ujar Ryuga.


"Gimana jadwal operasi Papah, Mah? jadi jam 2 ?" tanya Ryuga kepada Mamahnya.


"Kita tinggal nunggu Dr Robby Ga, dia masih ada kunjungan visit di ruang ICCU," ujar Retno.


"Alexa sakit Ga?" tanya Retno pura-pura khawatir.


"Iya Mah badannya demam tadi, trus sekarang aku suruh Bi Siti buat jagain dia," ujar Ryuga.


Drttt..Drrtt! Ponsel Ryuga berdering kembali, Sita kembali menghubunginya.


"Hallo Ga aku udah sampe nih, kamu dimana?" tanya Sita.

__ADS_1


"Ya udah kamu tunggu aku di depan ruang Anggrek," ujar Ryuga


Tidak berselang lama Ryuga bisa melihat Sita sedang berjalan di koridor ruang Anggrek.


"Siapa yang sakit Ga?" tanya Sita sambil menyerahkan berkas yang ingin di tandatangani.


"Papah aku Sit," jawab Ryuga.


"Apa Papah kamu, sakit apa Papah kamu?" tanya Sita penasaran.


"Papah aku harus di operasi, kemarin malam Papah kena serangan jantung dan harus menjalani prosedur pemasangan ring," ujar Ryuga sambil membubuhi tangan tangannya di berkas Sita. Sita terlihat celinguk-celinguk memperhatikan sekeliling, ia sedikit khawatir dengan keberadaan Mamahnya Ryuga.


"Jangan sampe gue ketemu nenek sihir itu di sini," batin Sita.


"Kamu kenapa Sit?" tanya Ryuga heran melihat gerak -gerik Sita yang terlihat cemas.


"Eh gpp Ga, jawab Sita sedikit kaget."


"Ga.., sebenarnya aku pengen liat Papah kamu, tapi Mamah kamu kayanya nggak bakalan suka deh Ga, aku turut prihatin Ga, semoga Papah kamu cepet sembuh ya, dan maaf aku lagi-lagi ganggu, tapi aku juga bener-bener butuh tanda tangan kamu," ujar Sita.


"Iya Sit makasih ya, kamu udah peduli tentang Papah aku," ujar Ryuga menyerahkan berkas yang sudah ia bubuhi tanda tangannya.


"Ya udah aku pamit ya Ga, makasih," ujar Sita.


Retno terlihat keluar dari ruangan suaminya, matanya langsung tertuju pada wanita yang cukup ia kenal sedang berbicara serius dengan putranya.


"Kamu bukannya Sita kan?" tanya Retno terkejut menghampiri.


"Hadeuh ngapain sih pake segala ketemu ini nenek sihir," batin Sita menggerutu.


"Tunggu dulu Sita," ujar Retno menahan kepergian Sita.


"Mah udah Mah, biarin Sita pergi, Mamah jangan ngusik kehidupan Sita lagi," ujar Ryuga menahan pergerakan Mamahnya.


"Enggak kok Ga, Mamah nggak mau mengusik Sita lagi, Mamah cuma mau minta maaf atas perbuatan Mamah yang dulu," ujar Retno menatap Sita. Retno menghampiri Sita, menatapnya dengan perasaan bersalah.


Sita membulatkan mata mendengar pengakuan dari Mamahnya Ryuga,


"Ini yakin nih si nenek sihir, beneran minta maaf sama gue," batin Sita ragu-ragu sedikit takut. Sita masih mencerna kata-kata Tante Retno tidak percaya begitu pun dengan Ryuga.


"Tante maaf jika kehadiran saya di sini mengganggu Tante, saya nggak bermaksud_,," ujar Sita gugup namun ucapan terpotong begitu saja.


"Ikut Tante sebentar yuk," ujar Retno memegang lengan Sita membawanya pergi dari ruangan Anggrek, Sita sedikit ragu-ragu dan menengok ke arah Ryuga saat Retno menariknya menjauh dari Ryuga.


"Mah tunggu dulu Mah," ujar Ryuga sedikit khawatir Ryuga saat Mamahnya membawa Sita, takut jika Mamahnya akan kembali membeli peringatan kepada Sita.


"Ga, kamu nggak percaya sama Mamah, Ga? Mamah bener-bener murni mau minta maaf sama Sita. Mamah cuman mau mengajak Sita bicara dengan nyaman, nggak ada maksud lain," ujar Retno mencoba meyakinkan Ryuga.


"Ga, sini sebentar," panggil Reyhan keluar dari ruangan Bimo sambil memegang berkas di tangannya. Akhirnya Ryuga tidak punya pilihan dia pun berjalan menghampiri Reyhan dan sesekali menengok ke arah Mamahnya dan juga Sita.


"Ga, itu bukannya mantan lo si Sita? Ngapain dia ke sini jangan bilang lu masih berhubungan sama dia, kalo iya.., parah juga lo, Ga," ujar Reyhan melihat Sita dari kejauhan.


"Jangan asal nuduh lo, dia tuh ke sini cuma mau minta tanda tangan gue doang," ujar Ryuga.


"Kok bisa? tanya Reyhan mengerutkan dahinya."

__ADS_1


"Dia lagi kunjungan kampus di tempat gue,.. puas lo," ujar Ryuga


"Lo nggak takut Alexa cemburu? wah parah juga lu Ga?" tanya Reyhan menggelengkan kepalanya.


"Ngapain cemburu orang gue nggak ngapa-ngapain, Lagian Alexa juga udah tahu, dan asal lo ingat di hati gue cuman ada Alexa doang seorang," ujar Ryuga dengan sorot matanya yang tegas menyiratkan tidak ada kebohongan dari tatapannya tersebut.


.


.


Mamah Retno membawa Sita mengobrol di taman yang berada depan di ruang anggrek, tidak jauh dari ruangan suaminya. Retno memegang kedua tangan Sita yang dusuk di sampingnya.


"Sita, tante mohon maaf ya atas sikap Tante waktu itu. Mungkin cara Tante dulu memisahkan kalian bikin kamu sakit hati atau kurang berkenan di hati kamu. Tante benar- benar minta maaf," ujar Retno menatap Sita penuh ketulusan.


"Iya Tante Sita udah maafin kok, bahkan sebelum Tante minta maaf juga Sita udah maafin," ujar Sita namun hatinya tetap saja tidak ikhlas menerima permintaan maaf Retno begitu saja.


Tante sebenarnya berbuat seperti itu, karena tante tidak ingin Ryuga terkena masalah, Sita Tante dan Om hanya memiliki Ryuga satu-satunya anak Tante, tentu Papahnya sangat berharap lebih padanya, meneruskan perusahaan kelak sehingga kami mengirimnya ke luar negeri supaya Ryuga fokus terhadap masa depannya terlebih dahulu saat itu. Kamu bisa memakluminya kan?" tanya Retno menatap Sita nanar.


"Iya Tante Sita mengerti, Sita juga minta maaf atas kejadian saat itu. Sita juga ikut merasa bersalah karena Sita juga udah bikin Ryuga kena masalah terus gara-gara Sita," ujar Sita menatap Tante Retno


"Berarti kita sama-sama salah doang, ckckc," ujar Retno terkekeh mencoba memecahkan ketegangan.


"Ngomong-ngomong ada perlu apa kamu mencari Ryuga?" tanya Mama Retno penasaran.


"Maaf Tante kalau kehadiran saya mengganggu bikin keluarga Tante nggak nyaman, tapi saya ke sini cuman butuh tanda tangannya Ryuga, karena saya ada kunjungan kampus di SMA Garuda Bangsa, Tante," ujar Sita ragu-ragu.


"Oh kamu lagi magang? kamu kuliah lagi memang?" tanya Retno penasaran.


"Iya Tante aku ngelanjutin S2 aku di kampus yang dulu," ujar Sita tersenyum.


"Sepertinya Sita sangat cocok mendampingi Ryuga ia terlihat pintar berpendidikan, berbeda sekali dengan tingkah laku Alexa," batin Retno memandangi Sita merasa kagum.


"Tante Sita doakan supaya Om Bimo cepet sembuh ya Tante, dan operasinya bisa berjalan dengan lancar," ujar Sita, mencoba memberi kesan baik di depan Tante Retno.


"Makasih ya Sita, ujar Retno tersenyum hangat."


Di tengah obrolan serius mereka, tiba-tiba saja Ryuga datang menghampiri Mamahnya dan juga Sita yang sedang serius mengobrol,


"Mah Dr. Robby sudah datang, dan Papah juga udah mau di bawa ke ruang operasi," ujar Ryuga.


"Kalo gitu aku permisi dulu ya, Tante..Ga," ujar Sita berpamitan


"Eh jangan, kamu temenin tante dulu ya? Sita tante takut," ujar Retno mencoba menahan keberadaan Sita.


"Bukannya kamu lagi buru-buru Sit?" tanya Ryuga.


"Gpp kok Ga, besok pagi aja aku mampir ke kampus dulu sebelum ke sekolah," ujar Sita mencoba mencari berbagai macam alasan agar rencananya berjalan dengan sesuai keinginannya. Apalagi setelah Tante Retno memberikan sinyal perdamaian, Sita semakin dibuat girang, karena ia merasa mendapat kesempatan untuk lebih dekat dengan Ryuga. Sita memang sangat licik namun ia punya berbagai cara untuk mendapatkan hati Ryuga dengan cara yang berbeda karena ia sangat tahu sifat Ryuga yang sangat membenci wanita yang agresif.


Di ruang operasi Ryuga terlihat menemani Papahnya melihat layar monitor saat sedang melakukan prosedur pemasangan ring. Walau terlihat menyeramkan melihat secara langsung di layar monitor tapi Ryuga berusaha kuat demi Papahnya.


"Tante yang tenang ya," ujar Sita menggenggam tangan Tante Retno yang terlihat cemas.


Daniel Dan Reyhan yang melihat ke arah Sita dan juga Tante Retno terlihat sedikit risih dengan keberadaan Sita, karena menurutnya yang lebih pantas mendampingi tante Retno adalah Alexa.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2