Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Kotak Hadiah Milik Shaka


__ADS_3

Sebelum berangkat, Shaka dan Sheena terlihat menyibukkan diri bermain bersama Bimo di taman belakang.


"Opah nanti kalo Shaka ke Aussie, opah bakalan sendirian dong? "tanya Shaka duduk di samping Bimo.


"Iya opah, mending opah ikut sama kita aja liat dede bayinya aunty Hanum, "ujar Sheena menimpali.


Bimo hanya tersenyum mendengar celotehan cucunya tersebut, "Opah di sini aja deh nunggu kalian pulang. Opah juga nggak sendirian kok, kan nanti ada uncle Reyhan yang nemenin opah, "ujar Bimo menatap kedua cucunya secara bergantiaan.


"Iya deh, tapi nanti opah jangan lupa minum obatnya ya, opah, "ujar Shaka perhatian. Bimo pun menyimpulkan senyum hangatnya sambil mengusap kepala Shaka, yang begitu perhatian kepadanya.


''Iya opah, kita juga perginya nggak bakal lama kok, kan sekarang Sheena sama kak Shaka udah punya sekolah baru, "ujar Sheena membeo.


"Oh ya, gimana sekolahnya kalian suka tempatnya? "tanya Bimo.


"Suka opah, tempatnya asik deh banyak mainannya. Terus teman-temannya juga baik-baik semua, Sheena juga langsung punya teman baru, namanya Aurel, "ujar Sheena membeo.


Bimo mengusap rambut kedua cucunya, "Kalian belajar yang pintar ya, supaya bisa seperti daddy kalian, "ujar Bimo tersenyum.


"Iya opah, Shaka mau kaya daddy, "ujar Shaka antusias. Bimo pun tersenyum menanggapi ucapan Saka yang terlihat begitu bersemangat.


.


.


Di tempat lain di kediaman Bimo,  Ryuga terlihat sibuk berkemas membantu Alexa merapikan baju-baju dan juga keperluan mereka ke dalam koper. Sedangkan Alexa sendiri terlihat sibuk membuka koper miliknya, yang mbak Ning antarkan kemarin dari kediaman Ardy. 


Alexa membuka tas milik Sheena dan Shaka. Namun saat ia membuka tas tersebut, Alexa menemukan kotak hadiah milik Shaka yang di letakan di bagian paling bawah, Alexa pun mengambilnya.


Alexa penasaran dengan isi yang ada di dalam kotak tersebut, "Ini bukankah pemberian kak Hanum buat Shaka waktu itu, pas di bandara, "ujar Alexa menatap kotak.


Ryuga menatap ke arah istrinya saat mendengar Alexa berbicara, "Kenapa Yank? ''tanya Ryuga menghentikan aktivitasnya semenjak.


"Ohh, enggak aku penasaran aja sama isi kotak ini tuh apa, "ujar Alexa menatap Ryuga.


"Emang itu punya siapa? "tanya Ryuga.


"Punya Shaka Yank, "saut Alexa.


Ryuga tersenyum tipis menatap Alexa, "Jangan di buka Yank, mereka juga punya privasi, "ujar Ryuga.


"Hmm..tapi aku penasaran, "rengek Alexa menatap Ryuga dengan wajah keponya, "Ngintip sedikit boleh ya? Sedikit doang! "ujar Alexa.


Ryuga pun hanya menampilkan senyum renyahnya sambil menggelengkan kepalanya mendengar rengekan istrinya tersebut.

__ADS_1


Alexa kali ini benar-benar membukanya, seketika Alexa membungkam mulutnya saat menatap isi di dalam kotak tersebut.


Ryuga yang melihat expresi terkejut Alexa, langsung saja menghampiri Alexa, "Kenapa Yank? "tanya Ryuga yang langsung mengalihkan kedua matanya menatap isi kotak hadiah milik Shaka di tangan Alexa.


Ryuga pun sama terkejutnya saat ia melihat isi di dalam kotak tersebut. Tangan Ryuga sedikit bergetar saat ia mengambil foto-foto dan juga kumpulan gambar profilnya yang Shaka kumpulkan dari sebuah majalah dalam kotak tersebut.


"Jadi selama ini Shaka itu udah tau kamu siapa kamu sebenarnya, Yank! Bahkan Shaka juga udah tahu sebelum aku mengajaknya ke Jakarta, "ujar Alexa meneteskan air matanya sambil menatap fokus satu foto pernikahannya.


Ryuga langsung saja memeluk Alexa mengusap lengan Alexa, "Jadi pertemuan pertama kita di taman waktu itu, Shaka udah tau kalo aku ini daddynya, "ujar Ryuga tersenyum lirih menatap foto di tangannya.


"Kamu tahu Yank.., Shaka waktu itu langsung minta di peluk aku, Yank! "ujar Ryuga menatap ke atas mencoba menahan air matanya, "Pantas aja dia nggak mau lepas dan jauh dari aku setelah pertemuan pertama kita, ternyata_"ujar Ryuga tidak sanggup meneruskan kata-katanya lagi.


Alexa menganggukkan kepalanya lalu menelusupkan wajahnya ke dada bidang Ryuga mencari kenyamanan dalam pelukan Ryuga, "Pasti kak Hanum yang udah kasih tau Shaka sebelumnya, Yank! Soalnya kotak ini tuh, pemberian dari kak Hanum sewaktu di bandara sebelum aku take of, "ujar Alexa menghapus sisa air matanya.


Ryuga tersenyum lirih, "Shaka benar-benar mirip kamu Yank, dia sangat pandai menyimpan rahasianya, "ujar Ryuga.


Kini Alexa pun merapikan kembali kotak hadiah milik Shaka dan meletakannya di tempat semula.


Cekrek !


"Mommy...Daddy, "ujar Shaka yang saat itu masuk ke dalam kamar orang tuanya. Alexa dan Ryuga sedikit terkejut melihat ke arah Shaka yang berdiri di pintu, untung saja Alexa sudah merapihkan kotak hadiah milik Shaka, sebelum Shaka masuk.


Shaka berjalan menghampiri kedua orang tuanya, "Mommy nanti mainan lego Shaka di bawa ya! "ujar Shaka. Alexa pun tersenyum menganggukkan kepala menatap Shaka lirih. Sedangkan Ryuga, ia langsung saja mengangkat tubuh putranya, dan memeluknya dengan erat. Hatinya merasa terenyuh, mengingat moment yang selama ini Shaka rasakan setiap bertemu dengannya.


Ryuga benar-benar tidak mengira bahwa anak seusia Shaka, sangat pandai menutupi perasaannya dan menyimpan apa yang selama ia sudah Shaka ketahui tentang dirinya. Ryuga pun sama sekali tidak mengira bahwa Shaka sudah mengenali siapa dirinya karena Shaka benar-benar pandai mengatur emosinya saat berhadapan Ryuga.


Ryuga tersenyum menatap putranya dengan lirih, "Gpp sayang daddy cuman pengen peluk Shaka aja, "ujar Ryuga mengusap pipi Shaka.


"Mommy Daddy kapan berangkatnya, "ujar Sheena yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya.


Alexa pun tersenyum meraih tubuh Sheena dan menggendongnya, " Sheena pasti udah nggak sabar ya? Yuk, kita turun, pamit dulu sama opah, "ujar Alexa berjalan keluar kamarnya.


Dan saat ini, Ryuga dan keluarga kecilnya sudah memasuki mobilnya.


"Kalian hati-hati ya, inget pesan opah, "ujar Bimo menatap kedua cucunya.


"Siap opah, "saut Shaka dan Sheena secara bersamaan.


"Pah Alexa sama Ryuga jalan dulu pah, papah jaga kesehatan papah, jangan sampai telat minum obatnya, ''ujar Alexa menunjukkan perhatiannya.


"Dah opah, "teriak Shaka dan Sheena melambaikan tangan mereka.


***************

__ADS_1


.


.


Kurang lebih hampir 7 jam mengudara, kini jet pribadi Ryuga sudah memasuki landasan pacu di bandara Internasional Kingsford Smith Sydney. Dan tepatnya pukul 10 malam Ryuga dan Alexa sudah sampai di hotel yang berada di pusat kota Sydney.


Ryuga dan Alexa memasuki presidential suite room yang sudah di reservasi Reyhan sebelum keberangkatan mereka. Selain luas ruangan tersebut juga memiliki dua kamar tidur, living room, dapur, kolam renang dan juga fasilitas lengkap dengan pemandangan kota Sydney yang begitu indah terutama pemandangan pada saat malam hari terlihat begitu gemerlap.


Alexa menjatuhkan diri di sofa, "Ah.., akhirnya bisa rebahan juga, "ujar Alexa setelah meletakkan Sheena di ranjang. Alexa melihat setiap inci sudut ruangan, ia sungguh di buat takjub dengan suasana dan fasilitas mewah kamar hotel yang saat ini ia tempati.


Ryuga menghampiri Alexa, setelah meletakkan Shaka di ranjang, "Gimana kamu suka tempatnya? "tanya Ryuga menjatuhkan dirinya di sofa.


Alexa tersenyum menganggukkan kepalanya menatap Ryuga, "Suka.., aku beneran nggak nyangka kamu bisa ada di titik ini dan sesukses seperti sekarang. Padahal 5 tahun yang lalu kamu tuh masih jadi pak guru kesayangan aku yang galak dan super nyebelin, "ujar Alexa tertawa mencubit pipi Ryuga.


Ryuga menggenggam pergelangan tangan Alexa yang mencubit pipinya lalu menciumnya, "Kamu tau Yank, aku bekerja 5 tahun udah kaya robot nggak peduli siang dan malam, itu semua demi mengalihkan rasa rindu aku ke kamu dan mengalihkan pikiran aku karena rasa bersalah aku sama kamu. Sampai akhirnya aku bisa berada di titik ini itu semua karna kamu, "ujar Ryuga melingkarkan tangannya di pinggang Alexa.


Mendengar itu semua Alexa langsung merebahkan kepala bersandar di dada bidang Ryuga, Alexa memainkan kancing kemeja Ryuga, "Sekarang kamu jangan kerja kaya gitu lagi, kan sekarang udah ada aku sama anak-anak, "ujar Alexa bermanja-manja duduk di pangkuan Ryuga.


Ryuga mengusap rambut Alexa dengan penuh perasaan, "Aku udah suruh Reyhan menyusun ulang jadwal kerja aku dan sekarang setiap jam 2 siang, pasti aku udah ada di rumah, aku ingin lebih banyak menghabiskan waktu aku untuk keluarga kecil kita, "ujar Ryuga mengusap pipi Alexa.


"Beneran? "tanya Alexa menatap Ryuga dengan.puppy eyes nya. Dan Ryuga pun tersenyum gemas menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Alexa.


Alexa beranjak dari pangkuan Ryuga dan berjalan menuju balkon melihat pemandangan malam di kota Sydney, "Wah pemandangannya keren banget Yank, "ujar Alexa memandang kagum suasana indah kota Sydney.


Ryuga pun menghampiri Alexa dan memeluk Alexa dari belakang, "Miss you Alexa, "bisik Ryuga menciumi leher jenjang Alexa.


Ting!


Suara bel pun berbunyi terlihat seorang pelayan hotel mengantarkan pesanan Ryuga. Setelah memberikan tips kepada pelayanan tersebut, Ryuga pun langsung merentangkan kedua tangannya sambil menatap ke arah Alexa.


Wajah bahagia Alexa bisa terpancar begitu jelas, Alexa pun tanpa ragu berlari memeluk Ryuga dengan erat saat melihat setangkai bunga Lili putih di tangan Ryuga.


Cup!


Alexa mengecup bibir Ryuga sekilas, "Hmmm, kamu so sweet banget sih Yank, kapan kamu pesan ini semua, "ujar Alexa memeluk Ryuga sambil menghirup aroma bunga lili di tangannya.


Cup!


Ryuga pun juga mengecup bibir Alexa sekilas, "Waktu kamu sibuk mikirin aku, "goda Ryuga dengan senyum nakal menggoda Alexa.


"Kamu mau cobain wine, nggak! "ujar Ryuga merangkul pinggang Alexa. Alexa pun tersenyum mengangguk kepalanya menatap Ryuga.


Suasana malam hari itu begitu romantis di habis oleh kedua insan yang sedang di mabuk cinta. Suara-suara desaha* dan juga erangan yang begitu penuh gairah saling bersautan menghiasi malam panjang mereka yang begitu penuh cinta dan kasih sayang.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2