Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Pelukan Hangat


__ADS_3

Di sebuah Hotel di pusat Jakarta, terlihat seorang laki-laki berjalan memasuki kamar Hotel dengan keadaan mabuk berat sambil merangkul seorang wanita cantik yang sejak tadi menemaninya di sebuah klub malam.


Baby... akhir aku bisa menaklukkan mu...."ujar Bima yang sudah terlihat begitu bergai*** sambil bersandar di bahu dari mengusap wajah Fiona dengan jari tangannya.


Fiona tersenyum sambil merebahkan Bima di ranjang dan memberikan Bima minum yang sengaja ia sudah tambahkan sedikit obat tidur dengan dosis rendah, karena memang ia mempertimbangkan kondisi Bima yang masih dalam pengaruh alkohol bisa membahayakan jika di konsumsi secara bersamaan. Bima terlihat begitu agresif menarik tubuh Fiona sangat sedang meletakan air mineral di nakas.


Tunggu dulu Bim....Sebentar aku ke toilet sebentar yah...,"ujar Fiona dengar senyum liciknya.


Setelah kembali dari toilet benar saja Fiona sudah menemukan Bima sudah tertidur begitu nyenyak, di atas ranjang. Sudut bibir Fiona pun terangkat saat melihat Bima yang begitu mudah ia bodohi.


Dasar bodoh, kamu pikir segampang itu aku memberikan tubuhku kepada predator sepertimu...,"ujar Fiona dengan senyum liciknya. setelah mendapatkan keinginannya Fiona langsung meninggalkan Bima sendiri yang sudah tertidur di kamar hotel.


****************


Dalam pekatnya malam bau khas obat-obatan di bisa tercium jelas di ruang rawat rumah sakit, jam kini menunjukkan pukul satu malam.


Jangannnn...,"teriak Alexa terbangun dari mimpi buruknya , Alexa duduk sambil menutup telinga dengan kedua tangannya dengan wajah yang terlihat ketakutan.


Ryuga pun sama ia ikut terkejut dan langsung berdiri menghampiri Alexa yang terlihat ketakutan sambil duduk memeluk tubuhnya sendiri. Ryuga memastikan kondisi Alexa, terlihat jelas Alexa secara tidak sadar mencakar lengannya sendiri, tubuhnya bergetar dan nafasnya yang tersengal-sengal.



Alexa..sadar Alexa... tenangkan dirimu !!!..,"ujar panik Ryuga sambil memegang pergelangan tangan Alexa agar tidak melukai lengannya, ia menatap wajah Alexa yang kosong nampak ketakutan berusaha menenangkan Alexa.


Saya ada disini Alexa sadarlah..."ujar Ryuga masih berusaha menyadarkan. Tanpa aba-aba Ryuga pun langsung menarik Alexa ke dalam pelukannya agar Alexa merasa lebih tenang. Ia pun memencet tombol Nurse call di samping ranjang Alexa. Ryuga dapat merasakan suhu tubuh Alexa yang cukup tinggi, jantungnya pun ikut berdetak tidak beraturan saat memeluk Alexa. Begitu pun Alexa saat menghirup aroma wangi tubuh seseorang yang begitu ia kenal, Alexa semakin mengeratkan pelukan ia lebih tenang setelah merasakan kenyamanan dalam pelukan Ryuga.


Dokter dan suster jaga pun datang dan Alexa berlangsung mendapatkan tindakan medis, dan suster pun memberi obat serta menyuntikkan obat penenang pada selang infus agar Alexa bisa beristirahat kembali.


Bagaimana keadaannya Dok..."tanya Ryuga dengan raut wajah yang terlihat cemas.


Tidak perlu khawatir Pak, sepertinya pasien mengalami mimpi buruk karena demam tinggi. Ini sering terjadi pada pasien yang sedang mengalami demam tinggi, karena respon imun akan meningkat saat dalam kondisi sakit. Imun akan bekerja lebih pada malam hari, sehingga bisa menyebabkan gangguan pada tidur. Salah satu gangguan yang muncul saat tidur adalah mengigau atau mimpi buruk... Kalo gitu saya permisi dulu..,"ujar Dokter Alvin dengan pemaparannya.


Baik.. terima kasih Dok...," ujar Ryuga tersenyum ramah.

__ADS_1


Sayup-sayup mata Alexa mulai meredup kembali karena pengaruh obat penenang yang di suntikan oleh suster. Ryuga begitu terenyuh menatap wajah Alexa yang begitu tidak berdaya, tanpa sadar tangannya ia gerakan mengusap rambut Alexa. Tiba tiba bulir air mata Alexa terjatuh begitu saja dan lelapnya, Ryuga meneka air mata Alexa dengan ujung jarinya.


Mimpi apa yang membuatnya sampai sesedih ini..,"batin Ryuga sambil menatap lekat Alexa.


***********


Pancaran sirna matahari menembus di balik kaca, sayup sayup Alexa mulai membuka mata Alexa memegang kepalanya masih terasa begitu pusing. Dan pandangannya teralihkan pada sosok pria yang cukup dirindukan terlihat begitu tenang sambil bersedekap dada tertidur di sofa. Sekilas Alexa menyimpulkan senyum hangat pada sosok yang begitu ia rindukan. Alexa beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju jendela ia dapat merasa pancaran sinar matahari yang terasa begitu hangat. Suara ketukan pintu terdengar, hingga membuat Ryuga menggeliat kan tubuhnya dan manik matanya pun perlahan terbuka.


Selamat pagi Nona Alexa ini sarapannya, Selamat menikmati,..."ujar seorang pramusaji sambil mendorong lori yang berisikan makanan untuk para pasien. Alexa tidak menoleh sedikit pun ataupun sekedar mengucapkan rasa terimakasihnya, ia hanya terus menatap ke arah kaca dengan tatapan yang begitu sendu. Hingga Ryuga yang berinisiatif menjawab dengan ramah sapaan pramusaji tersebu. Ryuga meletakan sarapan di nakas, lalu menatap ke arah Alexa heran, karena perubahan sikap Alexa yang dingin dan acuh.


Ayo di makan dulu, sebelum Dokter visit memeriksa kondisi kamu...,"ujar Ryuga menatap ke arah Alexa yang membelakanginya. Alexa tetap diam, tidak bergerak sedikit pun. Akhirnya Ryuga berjalan menyambangi Alexa, ia mencoba sabar menurunkan gengsinya karena melihat kondisi Alexa yang cukup membuatnya iba.


Sampai kapan kamu berdiri di sini...Setidaknya kamu harus makan walaupun sedikit...,"ujar Ryuga dan langsung menggenggam pergelangan tangan Alexa membujuk agar Alexa mau makan.


Lebih baik Kakak pulang aja..,"Kakak pasti capek kan...Ya.. nanti aku makan sendiri...,"ujar Alexa yang kini berani menatap Ryuga dengan tatapnya yang begitu dingin.


Apa keberadaanku disini membuatmu terganggu...,"ujar Ryuga mulai terbawa perasaan ucapannya terdengar sedikit emosi. Alexa membuang wajahnya dan berjalan menuju ranjangnya kembali mengacuhkan Ryuga, tidak ada niat pun baginya untuk menjawab pertanyaan Ryuga. Ia langsung merebahkan diri memposisikan dirinya dengan membelakangi Ryuga.


Tok....Tok...Tokk....


Ya masuk.." ujar Ryuga berusaha menetralkan diri menguasai emosinya ia menghempaskan nafasnya dengan yang kasar.


Terlihat Mamah Karin dan Papah Ferdy datang menjenguk Alexa, sungguh di luar dugaan Papahnya datang menjenguknya, biasanya dulu saat Alexa masuk rumah sakit hanya Mbok Darmilah dan yang setia menemaninya di rumah sakit.


Papah Mamah baru sampai?....,"Kalo gitu saya pamit pulang sebentar Pah Mah...,"Saya mau mandi dan membelikan beberapa perlengkapan untuk Alexa..Titip Alexa sebentar nanti saya balik lagi....," ujar Ryuga yang langsung pamit.


Oh ia...,"terima kasih Ga kamu udah menjaga dan menemani Alexa..,"ujar Mamah Karin dengan senyum ramah.


Ryuga berjalan dengan wajah sedikit kusut karena kurang tidur, ia merasa lelah karena setelah pulang dari Dinas ia langsung menemani Alexa di rumah sakit. Susunan acara rapat kemarin cukup menyita waktu tidurnya karena berlangsung sampai tengah malam belum lagi acara tersebut di isi dengan beberapa tambahan materi dan sambutan dari kepala Dinas Pendidikan dan kepala seksi lainnya di bidang pendidikan. Walau wajahnya tampak sedikit kusut kurang tidur, namun tidak mengurangi sedikitpun kadar ketampanannya, hingga para suster yang berlalu lalang pun menatapnya dengan senyum senyum salah tingkah sambil berbisik memuji ketampannya pria yang memiliki paras yang nyaris sempurna tersebut, namun Ryuga hanya acuh karena hal tersebut sudah biasa baginya, tiba-tiba atensi Ryuga kembali teralihkan manakala ponselnya kembali berdering.


Hallo Ga!!!..Gimana keadaan Alexa ??..ujar Mamah Retno dalam panggilan.


Kondisinya lebih baik Mah...,"Ryuga pulang dulu sebentar Mah..?, Mamah tenang aja, sekarang ruangan Alexa ada Papah dan Mamah Karin yang sedang menunggu Alexa...,"ujar Ryuga sambil berjalan.

__ADS_1


Oh iya..,"nanti Mamah kesitu "..Ya udah kamu istirahat aja biar Mamah nanti yang temenin Alexa..,"ujar Mamah Retno yang langsung mengakhiri panggilan


Ryuga memasukan ponselnya ke dalam saku celananya, namun panggilan seseorang kini mengalihkan perhatiannya.


Ryuga...,"ujar seseorang memanggil Ryuga saat sedang berjalan di konidor rumah sakit.


Hai...Siska apa kabar..?...,"ujar Ryuga menyapa sahabat semasa kuliahnya dulu.


Baik...?..ngapain kamu disini pagi-pagi ?..,"tanya Dr Siska


Gue abis besuk..tumben sendiri biasanya nggak pernah jauh dari Andry...,"ujar Ryuga berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


Oh...dia belum dateng palingan juga ntar siang...," Ya udah gue permisi dulu Ga..,,"pamit Siska tersenyum ramah


Oke salam buat Andry ya...,"ujar Ryuga yang langsung melanjutkan langkahnya menuju basement rumah sakit.


Ryuga sudah mengetahui hubungan Siska dan Andry menang sudah terjalin sejak semasa kuliah dulu. Begitu pun dengan hubungannya dan Sita, namun karena suatu hal hubungan mereka harus kandas, sehingga Ryuga memutuskan untuk pergi dan meneruskan kuliahnya di Inggris.


Saat menyadari Papahnya yang datang Alexa langsung memejamkan matanya sebelum Papah dan Mamah Karin melihatnya. Ya Alexa berpura pura tidur karena ia sengaja menghindari kedua orang yang kini begitu ia benci, Alexa sangat membenci Papahnya bahkan jika namanya di coret dari kartu keluarganya ia pun sudah tidak peduli. Sudah sekitar satu jam lamanya Ferdy dan istrinya menunggu Alexa, namun Alexa tidak kunjung membuka matanya, hingga membuat Ferdy kehilangan kesabaran.


Sudahlah pah, mungkin Alexa memang sedang istirahat, kita tunggu sebentar lagi ya Pah sampai Ryuga kembali.."ucap Mamah Karin berusaha menenangkan suaminya yang begitu kesal melihat Alexa.


Papah yakin dia hanya pura pura tidur...untuk menghindarku.." ujar Papah Ferdi yang langsung berdiri dan berjalan menghampiri Alexa di sisi ranjangnya.


Alexa bangun kamu.. Papah yakin kamu hanya pura pura tidurkan... Bagaimana kamu bisa berbaring di sini ?... Apa kamu menceritakan kondisi kamu yang sebenarnya Alexa bangun !!!...."bentak Papah Ferdy dengan penuh emosi dan penekanan.


Namun pada saat Ferdy ingin melanjutkan ucapannya tiba-tiba Dokter Farrel datang dengan kedua suster untuk memeriksa kondisi Alexa. Dokter Farrel dan kedua suster tersebut tersebut bisa mendengar suara Ferdy yang begitu terdengar jelas dari luar saat berjalan menuju pintu ruangan Alexa.


Maaf ya Tuan....mohon untuk tidak membuat keributan karena akan mengganggu istirahat pasien ...karena pasien butuh istirahat yang cukup agar kondisinya cepat pulih.."ujar Dr Alvin dengan seramah mungkin.


Ferdy tidak menjawab, ia hanya bercecih, sambil mengepalkan tangannya, menatap Alexa dengan begitu tajam. Akhirnya Ferdy dan istrinya pun terpaksa meninggalkan ruangan Alexa. Walau Karin menahannya untuk tetap tinggal menunggu Ryuga datang, namun Ferdy tetap tidak memperdulikan ucapan istrinya tersebut.


Setelah kepergian Dokter Farrel dan juga Papah dan Mamahnya, Alexa berjalan menuju toilet, ia berusaha mengeluarkan isi di dalam perutnya. Saat bertemu dengan Papahnya entah kenapa ucapan Papahnya terus menggaung-gaung di telinganya sejak semalam. Dan kini kedatangannya secara tiba-tiba membuat Alexa seperti fobia sendiri walau hanya mendengar Papahnya bicara, perutnya langsung terasa mual. Papahnya benar-benar tidak merasa iba sedikit pun walau sudah melihat kondisi Alexa yang terbaring tidak berdaya seperti tadi.

__ADS_1


...***************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2