
Alexa duduk menunggu di ruangan tata usaha sekolah, menghadap Pak Hasan beliau adalah bagian tata usaha di bidang kesiswaan. Alexa sedang mengurus surat kepindahannya yang sedang di bawa Pak Hasan untuk di tandatangani oleh wakil kepsek.
Karena Bu Farida hari ini sedang tugas keluar kota, sehingga surat pindah Alexa di tandatangani Pak Hanif selaku wakil kepala sekolah SMA Garuda Bangsa. Hampir 15 menit menunggu, Pak Hasan memberikan surat pindah kepada Alexa.
"Alexa.., karena Bu Farida sedang ada tugas di luar kota, jadi surat ke pindahan kamu sudah ditandatangani oleh Pak Hanif. Kalau kamu mau menyerahkan surat ini ke sekolah kamu yang baru, kamu harus melampirkan tanda tangan orang tua kamu atau wali disini. Kamu ngerti kan," ujar Pak Hasan menjelaskan.
"Iya Pak, makasih ya pak Hasan," ujar Alexa.
"Saya mengerti sekali dengan posisi kamu, pasti kamu memutuskan pindah sekolah gara-gara kasus Papah kamu kan, kamu yang sabar ya Alexa," ujar Pak Hasan
"Iya Pak Makasih, kalo gitu saya permisi dulu," ujar Alexa tersenyum ramah.
Entah apa yang ada di pikiran Alexa, jangan kan untuk pindah sekolah untuk membiayai hidupnya setelah bercerai pun Alexa tidak memiliki tabungan sepeser pun. Semua yang ia lakukan hanya dengan bermodalkan rasa nekatnya saja.
******
Masih dengan kemeriahan di lapangan, para siswa masih terlihat menikmati pertunjukan pensi yang di isi oleh para siswa-siswi yang menunjukkan uji kebolehan mereka di panggung.
"Gila luh tadi keren banget Pli, pecah banget ," ujar Rena memberikan dua ibu jarinya ke arah Kipli.
"Siapa dulu, ujar Kipli dengan bangga."
"Si Dimas sama Alexa kemana sih, padahal ini acara puncaknya?" tanya Rena cemas.
"Alexa kayanya nggak bakalan dateng Ren, lagian udah jam segini acara juga udah mau kelar, tapi kalo Dimas dia lagi di ruang BK sama si Grace," ujar Kipli.
"Di ruang BK, ngapain?" tanya Rena.
"Mereka berdua lagi ngakuin perbuatan busuknya mereka di depan Bu Eka," ujar Kipli.
"Maksud luh apa sih Kip gue nggak ngerti?" tanya Rena penasaran.
"Luh dari kemaren penasarankan kenapa gue sama Dimas bisa slek?" tanya Kipli menatap Rena serius. Rena menganggukkan kepalanya menatap Kipli terpaku penasaran.
"Asal luh tau Ren, Grace itu sama Dimas mereka itu kerjasama buat ngancurin hubungannya Alexa dan Pak Ryuga," ujar Kipli.
"What Dimas.., luh jangan becanda deh Pli nggak lucu banget omongan luh," ujar Rena tidak percaya.
"Ngapain gue becanda.., gue denger omongan mereka jelas banget waktu mereka ribut di gudang belakang. Dan dari situ gua tahu kebusukan mereka berdua," ujar Kipli.
"Asal luh tau Ren, Dimas tuh sengaja ngedeketin Alexa peluk-peluk Alexa supaya Grace sama Dimas dapet alibi buat ngancurin hubungannya Alexa sama Pak Ryuga. Dan foto-foto Dimas sama Alexa itu kerjaan mereka berdua Grace sengaja kirimin ke nyokapnya Pak Ryuga, biar Alexa itu di benci sama nyokapnya Pak Ryuga dan Grace juga yang nyebarin gosip tentang Papahnya Alexa, sampe Alexa dibully sama seisi sekolah itu gara-gara mulutnya dia yang ember," ujar Kipli menjelaskan sedetail mungkin.
Saat sedang bicara dengan Rena perhatian Kipli teralihkan saat melihat Dimas, "Eh kenapa tuh si Dimas?" ujar Kipli. Kipli pun berlari menghampiri Dimas yang terlihat gaduh sendiri memanggil-manggil Grace di depan pintu masuk sekolah.
"Jadi semuanya ulah mereka," ujar Rena terperangah mematung di tempatnya berdiri, ia sampai di buat tidak sadar ketika Kipli sudah pergi dari hadapannya.
Grace berlari ketakutan keluar gerbang sekolah saat Dimas terus berusaha mengejarnya. Grace berhasil keluar dari ruang BK setelah berpura-pura pingsan saat Dimas memaksanya membawanya ke ruangan Pak Ryuga untuk mengakui perbuatannya terhadap Alexa.
"Grace jalan lari luh, pengecut luh emang," teriak Dimas yang kehilangan Grace, setelah ia berhasil menyelinap keluar saat Pak Saptam ingin menutup kembali gerbang sekolah.
"Kenapa Dim?" tanya Kipli.
"Grace kabur pas mau gue tarik buat ngehadep pak Ryuga," ujar Dimas ngos-ngosan.
Di sisi lain Grace terlihat panik ia menelpon Tante Retno untuk meminta pertolongannya.
__ADS_1
"Aduhh Tante angkat doang, aduh gue harus gimana ini, mana Bu Eka udah tau lagi, pasti besok dia ngasih SP ke gue," ujar Grace panik menggigit jarinya di dalam taksi.
"Kalo gue harus di keluarin dari sekolah, gue harus ngasih luh pelajaran Lex, luh harus bener-bener gue bikin malu sampe luh nggak berani nunjukin muka luh lagi di sekolah," ujar Grace.
Grace pun kembali mengirim foto-foto mesra Alexa bersama Dimas saat di rumah sakit, di grup sekolah ia mengetik caption fitnah agar beritanya semakin valid.
"Mampus luh Lex, gue nggak mau jatoh sendirian," ujar Grace tersenyum smirk.
.
.
********
Dalam hitungan menit Alexa kembali menjadi trending topik karena foto-fotonya di unggah ke grup sekolah, seluruh guru dan sisiwa terdengar membicarakan Alexa, karena yang mereka ketahui Alexa itu istri dari Pak Ryuga ketua yayasan SMA Garuda Bangsa.
Alexa berjalan menuju ruang Ryuga, langkahnya terlihat tidak ada keraguan sedikit pun, niatnya memang bulat ingin menyerahkan surat perceraiannya kepada Ryuga. Alexa berjalan beberapa siswa menatap dengan tatapan sinis membicarakannya.
"Gaes mau liat nggak aibnya di Garuda Bangsa lewat, Pak Ryuga sial banget sih hidupnya dapet istri nggak tau diri modelan gini," ujar seorang siswa menatap Alexa tidak suka.
Alexa yang mendapat tindakan kurang menyenangkan tersebut terlihat acuh tidak memperdulikan ucapan para siswa yang terus menghujatnya
"Alexa, teriak Dimas memanggilnya."
Alexa menengok ke arah Dimas yang memanggilnya.
"Ini nih pasangan viral yang menjijikkan dasar nggak tau malu yuk gaes cabut ,ck" ujar siswa yang lewat di sebelah Alexa dan Dimas.
"Kamu mau kemana Sa?" tanya Dimas memegang tangan Alexa saat melihat Alexa berada di deket ruangan Ryuga.
"Lepasin aku Dim, aku mau ketemu Pak Ryuga," ujar Alexa menatap Dimas penuh keyakinan.
"Gpp Dim, semuanya emang udah selesai, lepasin aku Dim," ujar Alexa pasrah.
"Apa maksud kamu Sa?" tanya Dimas.
"Lepasin aku Dim," ujar Alexa menarik tangannya.
"Alexa tunggu Sa," ujar Dimas memegang tangan Alexa berusaha menahannya kembali.
Di dalam ruangannya Ryuga terlihat membuang semua persiapan untuk mengadakan kejutan untuk Alexa, wajahnya terlihat merah padam saat membuka chat di grup sekolah melihat kembali foto istrinya dengan Dimas yang seperti terlihat sedang berciuman. Ryuga menghubungi Alexa namun Alexa tidak kunjung menjawab panggilan darinya
Praakkk!
"Bajingan, umpat Ryuga mengepalkan keduanya tangannya.
Ryuga membanting ponselnya emosi hingga bentukan tidak terlihat lagi rupanya. Ryuga mendengar suara-suara gaduh di luar ruangannya ia membuka pintu ruangannya karena ingin mencari keberadaan Alexa.
Brakkkk!
Ryuga membuka pintu ruangan dengan kasarnya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, mata Ryuga membulat sempurna melihat pemandangan yang memuakkan di depannya.
"Alexa, panggil Ryuga dengan wajahnya terlihat tidak ramah saat melihat Dimas menarik tangan Alexa di depan mata kepalanya.
Ryuga langsung saja menghampiri Dimas dengan emosi "Ikut saya, brengsek!" ujar Ryuga menarik kerah baju Dimas dengan kasarnya membawa masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
"Lepasin dia, aku mau bicara sama kamu," ujar Alexa mencekal tangan Ryuga,
"Lepasin aku, aku mau kasih pelajaran cecunguk ini," ujar Ryuga emosi menghempaskan tangan Alexa. Untung saja suasana di depan ruangan Ryuga cukup sepi.
"Sa kamu pergi aja Sa," ujar Dimas lirih.
"Brengsek.., umpat Ryuga."
Bugh!
Bugh!
Argghh, teriak Alexa saat melihat Ryuga memukul Dimas tanpa ampun.
"Saya udah peringatin kamu berkali-kali tapi kamu kamu tetep nggak agak kapoknya, "Dasar brengsek ! " ujar Ryuga kembali memukul Dimas.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Alexa melihat sudut bibir Dimas terlihat mengeluarkan darah akibat pukulan dari Ryuga. Ia bener-bener tidak di berikan celah untuk bicara, karena setiap kali Dimas membuka mulutnya Ryuga langsung memukul nya tanpa ampun.
"Hentikan...Cukup," teriak Alexa menarik Dimas dari cengkraman Ryuga yang emosi.
Alexa memastikan kondisi Dimas, "Biar Sa aku emang pantes mendapatkan ini," ujar Dimas pasrah
Ryuga kembali menarik kerah baju Dimas murka saat melihat Alexa berusaha melindungi Dimas.
"Udah cukup lepasin Dimas, aku mau ngomong penting sama kamu" ujar Alexa.
"Dim, mending kamu keluar dulu, aku mau selesain masalah aku," ujar Alexa memohon memegang kedua lengan Dimas. Dimas menangis menggelengkan kepalanya menatap Alexa lirih.
"Nggak Sa aku takut dia, ngapa-ngapain kamu," ujar menatap Alexa tidak tega.
"Brengsek.., kamu nggak usah ngelindungin dia Yank?" bentak Ryuga penuh penekanan.
Ryuga kembali menarik Dimas dan mencengkram baju nya, Ryuga kembali melayangkan pukulannya ke wajah Dimas.
Tidak ada perlawanan dari Dimas sedikitpun, Dimas sudah mulai terkapar di lantai akibat kemurkaan Ryuga yang terus saja memukulnya.
"Dim sadar Dim," ujar Alexa memastikan kondisi Dimas.
"Keterlaluan kamu, ujar Alexa menatap Ryuga dengan sorot mata penuh kebencian."
"Kenapa kamu mau belain dia, hah? seharusnya kamu mikirin perasaan aku Yank! sini biar aku kasih dia pelajaran lagi, " ujar Ryuga menarik Dimas kembali yang sudah tidak berdaya.
Ryuga kembali melayangkan tangannya, "Hentikan.., Aku mau kita cerai," ujar Alexa dengan lantang tanpa keraguan sedikit pun menatap Ryuga.
Ryuga langsung menghentikan gerakan tangannya yang sudah siap mendarat di wajah Dimas. Ryuga menatap Alexa tidak percaya dengan apa yang diucapkan Alexa dan berjalan menghampiri Alexa. Ryuga mencengkram kerah baju Alexa dengan tangannya yang terlihat bergetar menatap tajam Alexa.
"Kamu bilang apa barusan, coba ulangi," ujar Ryuga dengan nada suara yang terdengar bergetar.
Alexa bisa merasakan nafas Ryuga yang memburu di depan wajahnya "Aku mau kita bercerai," ujar Alexa menatap mata Ryuga dengan tegas tanpa keraguan sedikit pun.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...