Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Konflik Hati


__ADS_3

Tok..tok..tok..


Cekrekk..


Ehmmm kenapa tiba-tiba gue jadi gugup gini sih...,"batin Ryuga terdiam di ambang pintu. Ryuga masuk dan langsung menatap setiap sudut ruangan. Alexa terlihat sedang duduk bersandar sambil mendengarkan musik, Alexa yang menyadari kedatangan Ryuga, langsung melihat ke arah Ryuga seketika pandangan mereka bertemu. Entah mengapa tatapan Ryuga langsung tertuju pada bibir Alexa, dia langsung memalingkan pandangannya


Arrgghhh...sial !!!...Kenapa gue mikirin itu sih..," ujar Ryuga salah tingkah, benar saja kini dirinya yang tidak bisa memandang Alexa lebih lama karena mengingatkannya pada suatu hal yang baru saja ia ketahui.


Alexa mengerutkan alisnya menatap aneh Ryuga kini. Ia pun yang menutup seluruh tubuhnya di balik selimut dan meringkuk merebahkan dirinya. Terdengar sayup-sayup suara iringan lagu bisa terdengar jelas di balik selimut Alexa. Ryuga duduk di sofa dan menaruh beberapa perlengkapannya dan kebutuhan Alexa dan juga kebutuhannya.


Papah sama Mamah kamu udah pulang ?.." tanya Ryuga kepada Alexa. Namun Alexa hanya mengangguk di balik selimutnya.


Kamu udah makan ?..Udah minum obat?..."tanya Ryuga dengan nada sedatar mungkin. Namun Alexa terus saja menjawab dengan anggukan di balik selimutnya dan kemudian mengeraskan volume di ponselnya. Ryuga melirik ke arah Alexa dia sedikit kesal mendapat pengabaian dari Alexa yang seolah tidak ingin diganggu oleh pertanyaannya.


Akhirnya Ryuga merebahkan dirinya disofa, dan menyibukkan dirinya dengan membuka ponselnya. Dan terlihat ada nomor asing masuk mengchatnya.


Ga ini aku Sita, maaf menggangu kamaren flashdisk ku kayaknya jatoh di mobil kamu deh (Sita)


Nanti aku biar aku cek, Gimana luka kamu ? (Ryuga)


Udah mendingan Ga, makasih ya (Sita)


Ya (Ryuga)


Ryuga mengakhiri chat, sebenarnya banyak sekali yang ingin ia ketahui tentang Sita, selama kepergiannya ke Inggris, terutama hubungannya dengan Nicco, namun ia urungkan. Terdengar suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Ryuga dan Alexa.


Sayang...Kata Dokter kamu besok sudah boleh pulang..,"ujar Mamah Retno.

__ADS_1


Benar Mah..,"ujar Alexa senang dengan senyum sempurna memperlihatkan lesung pipinya, karena Alexa sudah sangat bosan ia tidak ingin tinggal lebih lama lagi di rumah sakit.


Sayang mama pulang dulu ya..kalau kamu butuh apa-apa panggil Ryuga aja ya..!!! Kalo dia macem macem telpon mamah langsung,.."ujar Mamah Retno sambil mengusap rambut Alexa dengan penuh kasih sayang.


Makasih ya mah , Mamah udah baik banget sama Alex, maafin Alex mah udah ngerepotin Mamah terus.."ujar Alexa dengan senyuman yang entah sudah berapa lama Ryuga tidak melihat senyuman di wajah Alexa, hingga tiba-tiba irama jantungannya berdetak lebih cepat, melihat Alexa tersenyum. Melihat interaksi Alexa dengan mamanya Ryuga sedikit terenyuh terbawa perasaan. Terlihat jelas Alexa sepertinya sangat merindukan kasih sayang dari seorang ibu.


Mamah titip Alexa kamu jangan macem-macem !!!..,"Awas saja kamu bikin menantu Mamah kenapa-napa. Inget Ga kamu harusnya bisa perbaiki sikap kamu, wanita itu bukan di cuekin tapi kasih dia perhatian di ajak bicara pelan pelan.."bisik Mama Retno yang terlihat judes memberikan Ryuga memperingatan.


Iya mah..."jawab Ryuga dengan wajah yang terlihat malas mendengar ceramah dari mamahnya yang begitu overprotektif menurutnya.


Terkadang gue heran siapa sih anak kandung Mamah itu...,"batin Ryuga berdecih lalu tersenyum karena tingkah konyol Mamahnya.


Setelah kepergiannya Mamahnya tidak ada obrolan yang tercipta dalam ruangan. Mereka terlihat sibuk dengan ponsel mereka masing-masing. Hingga langit berubah menjadi gelap Ryuga sudah mulai mengantuk karena ia terlihat sudah berkali-kali menguap. Sedangkan Alexa sendiri masih terlihat asik mendengarkan musik kpop kesukaannya, sambil sesekali ikut melantukan lagu tersebut. Hingga Ryuga terlihat sedikit tersenyum melihat tingkah laku Alexa yang terlihat lucu baginya.


Ini sudah malam lebih baik kamu istirahat..," Tolong bisa kamu matikan musik ponselmu itu.."ujar Ryuga membuka obrolan namun tidak ada jawabnya dari Alexa, Alexa hanya melirik lalu matanya ia fokuskan lagi pada ponselnya. Ryuga langsung menghampiri Alexa kesabaranya kini mulai di uji ia pun merampas ponsel Alexa dan mematikan pemutar musik pada ponsel Alexa, dan menaruhnya di atas nakas. Alexa terlihat tidak begitu suka dengan tindakan Ryuga ia menatap Ryuga mirip seperti anak kecil yang di rebut mainannya, Alexa kini terlihat mencebikan bibirnya.


Kenapa kamu marah...,"ujar Ryuga menatap intens Alexa.


Apa aku berhak marah...Tenang saja kak aku cukup sadar diri..Lebih baik Kakak pulang saja istirahat di rumah,..," Kakak pasti capekkan.."ucap Alexa dengan sinis.


Raut wajah Ryuga terlihat kesal mendengar nada bicara Alexa, seolah kehadirannya sangat mengganggu Alexa. Berbeda dengan Alexa ia merasa rendah diri, peringatan Papahnya benar-benar cukup berpengaruh bagi Alexa. Alexa berjalan menatap pemandangan di depan jendala mencairkan suasana hatinya agar lebih baik. Alexa begitu susah payah menutupi perasaannya dengan mengacuhkan Ryuga, namun tetap saja ia tidak bisa membohongi perasaannya kepada Ryuga.


Rupanya kamu sangat membenciku Alexa...,"Ck..Saya penasaran sebenarnya apa yang terjadi padamu, saat saya nggak ada ?...Katakan dengan jujur Alexa ?..,"tanya Ryuga menatap punggung Alexa dengan hati yang kesal.


Bagaimana mungkin aku bisa berkata jujur sedangkan aku pernah sekali berkata jujur, namun justru Papahku tidak mau menerima kekuranganku yang merupakan darah dagingnya sendiri...Lalu bagaimana dengannya .."batin Alexa ia pun tidak bisa berkata jujur perihal yang sebenarnya ia rasakan, terlebih Papahnya sendiri sudah mengancamnya.


Tidak ada...,"jawab Alexa ambigu. Ryuga mengepalkan tangannya kesabaran benar-benar di uji. Ryuga tahu Alexa menang menutupi sesuatu dari dirinya, namun tetap ia tidak pernah berhasil menembus sisi lain dalam diri Alexa, Alexa begitu pintar menutupi segala sesuatu di dalam dirinya.

__ADS_1


Apa kamu yakin !!..Ckckck,.."Kamu sangat pandai berbohong Alexa...,"Saya cukup terkejut, ternyata kamu tidak sepolos yang saya kira !!Saya tahu Alexa, kamu itu suka merokok !!...Kamu harus tahu Alexa, saya tidak ingin karena pernikahan ini menjadi alasan untuk seseorang sampai merusak dirinya. Namun jika itu caramu untuk melampiaskan kekesalanmu pada pernikahan yang membebanimu lebih baik hentikan kebiasaananmu itu. Karena saya tidak akan pernah mentolerir wanita-wanita yang memiliki kebiasaan buruk seperti itu,..."ujar Ryuga yang mulai menyerang Alexa, dengan kenyataan yang baru ia ketahui.


Sontak mendengar ucapan Ryuga Alexa langsung menatap Ryuga dengan begitu terkejut. Alexa di buat gugup ia sangat mengerti kekesalan Ryuga. Alexa pun tidak ingin menjelaskan karena itu merupakan cara terbaik yang Alexa pilih, yaitu dengan membiarkan Ryuga meyakini bahwa pernikahannyalah yang membuat Alexa merasa terbebani sehingga Alexa bertingkah di luar jalur.


Kenapa kamu diam !!!..,"Sepertinya kamu cukup terkejut mendengarnya.."ujar Ryuga berdecih saat ia mengetahui kebiasaan buruk Alexa. Alexa kembali mengalihkan pandangannya menatap pekatnya malam.


Ckckckck,"..,itu karena Kakak terlalu egois karena menilai segala sesuatunya dari persepsi Kakak saja...,"ujar Alexa tertawa seolah mengejek.


Kenapa kamu tertawa, apa ucapan ku terdengar lucu olehmu...Jika saya berbicara tolong perhatikan Alexa !!!, bukankan kamu sudah tau saya sangat benci jika di abaikan...,"bentak Ryuga mulai terbawa emosi, hingga membuat Alexa langsung berbalik menatapnya.


Aku mungkin pernah berpikir pernikahan ini sebagai beban, tapi aku tidak pernah menganggap pernikahan ini tidak nyata berbeda dengan seseorang...,"Hanya saja terkadang ada banyak sekali kelemahan yang sulit di terima orang lain...."Jangan terlalu memaksa memasuki kehidupan orang lain Kak, jika tidak bisa menjanjikan apa-apa,.." karena tidak semua orang bisa menerima kekurangan orang lain,...Hmmmmm jujur sebenarnya aku sangat muak dengan dunia ini, ketika hampir semua orang terlalu banyak menuntut kesempurnaan, sampai sampai jika ada satu kekurangan atau kesalahan saja yang terlihat maka nasibnya lebih menyedihkan dari seekor anjing yang dibuang di pinggir jalan menunggu Tuannya yang tak kunjung datang, lalu mati secara perlahan-lahan..,"ujar Alexa dengan ucapannya yang cukup pedas.


Alexa sangat pintar membuat Ryuga merasa tertohok dan penasaran dengan kata -kata yang keluar dari mulutnya. Dan kata-kata kali ini berhasil membuat hati Ryuga porak-poranda. Ryuga cukup peka dengan maksud perkataan Alexa yang sengaja terus membangkitkan perasaan bersalahnya.


Cukup Alexa saya muak berdebat denganmu,...,"Saya tahu kamu sangat membenciku, dengan apa yang sudah saya perbuat malam itu. Saya akuin saya sudah berbuat salah sama kamu, saat peristiwa malam dimana saya mabuk, tapi saya benar-benar tidak sadar melakukan hal tersebut...Saya minta maaf....,"ujar Ryuga memberanikan diri untuk berterus terang. Lagi-lagi ia menghindar seperti pengecut karena Ryuga masih belum yakin walau Alexa sudah cukup mengacaukan hati dan pikirannya. Ryuga terus saja meyakini mungkin saja perasaannya hanya sebatas rasa penasaran yang berlebihan terhadap Alexa.


Ck..,"Apa yang bisa diharapkan dari gadis menyedihkan sepertiku,..Apa yang kamu harapkan Alexa... kamu itu seharusnya sadar diri..kamu saja tidak berarti apa-apa untuknya....."batin Alexa bergetar berusaha menahan tangisnya. Ternyata benar apa yang dipikirkan Alexa ternyata Ryuga menganggap itu hanyalah sebuah kesalahan. Alexa hanya diam tidak meneruskan percakapan yang memang tidak pernah ada titik temu antara dirinya dengan Ryuga. Karena ia sudah yakin dengan perasaan Ryuga terhadapnya, sehingga tidak ada lagi yang harus ia harapkan.


Lebih baik kamu istirahat ini sudah malam...," ujar yang langsung duduk bersandar di sofa sambil memijat-mijat pelipisnya.


Alexa hanya diam berjalan menatap pekatnya malam yang gelap di jendela, persis seperti suasana hatinya yang kini terasa gelap pekat. Jika ia sedang sendiri, mungkin sudah berapa banyak air matanya yang tumpah, hatinya terasa sakit dengan kenyataan yang barusan ia dengar. Alexa termenung cukup lama, saat hatinya mulai sedikit menerima kenyataan, Alexa kembali menatap pada sosok pria yang sudah terlelap dalam tidurnya. Alexa tersenyum getir menatap Ryuga, bulir-bulir air matanya terjatuh begitu saja.


Orang seberuntung Kakak mana mungkin mengerti rasanya menjadi orang yang tidak pernah di harapkan keberadaannya...Tidak semua orang seberuntung Kakak.. ,"batin Alexa dengan senyum miris sambil menatap wajah Ryuga yang tampak tertidur dengan wajah yang terlihat tenang. Ia pun kembali merebahkan dirinya berusaha memejamkan mata.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2