
Tepatnya pukul dua siang Alexa sampai di kediaman dengan langkah gontai. Ia pergi ke dapur berjalan menuju kulkas karena dahaga terasa kering akibat cuaca di siang hari yang begitu terik
"Non baru pulang, sapa bi Siti."
"Iya bi capek banget, aku naek dulu ya bi," ujar Alexa yang langsung melangkah kakinya menuju kamarnya setelah melepas dahaganya.
Namun saat Alexa melangkahkan kaki di anak tangga mamah Retno terlihat keluar dari kamarnya. Mamah Retno memang menunggu waktu yang tepat saat membicarakan masalah Alexa, yaitu saat Ryuga dan suaminya tidak ada di rumah.
"Kamu udah pulang," sapa mamah Retno dengan wajah datar, tidak ada lagi panggilan dengan nada memanja atau perhatian yang biasa di tujukan untuk Alexa.
"iiya mah, jawab Alexa dengan nada kaku."
"Ikut mamah sebentar mamah mau bicara sama kamu," ujar mamah Retno membawa Alexa ke taman belakang dekat kolam renang.
"Ada apa mah?" tanya Alexa gugup saat melihat wajah mamah Retno tanpa expresi.
Tanpa banyak basa-basi, Mamah Retno pun meletakkan ponselnya di meja menunjukkan foto dan juga rekaman yang di kirim Grace kemarin.
"Kamu bisa jelasin ini Alexa," ujar mamah Retno berusaha menahan kekesalannya.
"Mam mamah dapetin ini dari mana mah? iiini nggak seperti yang mamah pikiran kok mah," jawab Alexa terbata-bata.
"Kamu nggak perlu tau Alexa, terus mamah harus berpikir kaya gimana Alexa, apa sikap kamu itu di luar kayak gini aslinya, mamah kecewa sama kamu Alexa," ujar mamah Retno sedikit ketus.
"Ini cuman salah paham aja kok mah Alexa bisa jelasin," saut Alexa matanya mulai berkaca-kaca.
"Mamah nggak nyangka Alexa, sikap kamu bisa bar-bar kaya gitu, bahkan Ryuga yang udah narik tubuh kamu aja, tetep aja kamu masih aja berusaha menyerang teman kamu, kamu seperti orang yang kesetanan Alexa, mamah aja sampe merinding melihat video kamu," ujar mamah Retno.
"Apa ini alasan papah kamu mempercepat perjodohan kamu Alexa, karena papah kamu capek ngehadepin sikap kamu yang kayak gini." ujar mamah Retno.
"Alexa nggak tau mah, tapi Alexa mohon mamah tolong mamah percaya Alexa. Foto dan video tadi nggak seperti yang mamah pikirkan, video itu juga terjadi karena Alexa membela diri. Grace itu selalu ngangguin Alexa di sekolah," ujar Alexa menitikan air matanya.
"Lalu foto pelukan ini, apa kamu bisa jelasin, apa kamu diam-diam menjalin hubungan sama teman kamu di belakang Ryuga,...jawab Alexa," ujar mamah Retno dengan sedikit membentak menekan Alexa.
"Eeenggak mah... dia itu temen Alexa, dia emang suka sama Alexa, tapi Alexa enggak mah," jawab Alexa terbata- bata berusaha jujur.
"Terus ngapain kamu mau dipeluk-peluk gitu, kamu kan tahu, kamu itu udah punya suami. Kamu seharusnya menjaga sikap kamu Alexa jangan seperti gadis-gadis low class, Alexa," ujar mamah Retno dengan ucapannya yang cukup pedas.
Deg !!
Ada denyutan yang terasa nyeri mendengar ucapan mamah Retno tadi, Alexa pun menundukkan kepalanya air matanya lolos begitu saja.
Alexa kamu tau kan Ryuga nanti akan menggantikan posisi papah di perusahaan. Kamu sebagai istri, mamah minta dengan tolong Alexa, kamu bisa kan menjaga martabat suami kamu, mengontrol sedikit tingkah laku kamu. Gimana kalo gara-gara foto dan video tadi terendus media itu bisa fatal Alexa, itu akan jadi boomerang untuk karier Ryuga kedepannya. Makanya mamah memutuskan untuk menunda resepsi kamu karena alasan ini, ujar mamah Retno penuh rasa kecewa.
"Sebaiknya kamu renungin kesalahan kamu, mamah nggak mau kejadian kayak gini keluang lagi. Mamah selama ini udah sayang sama kamu, mamah udah ngasih perhatian mama dengan tulus Alexa, apa kamu tega menghianati kami semua Alexa" ujar mamah Retno lirih lalu meninggalkan Alexa dengan raut wajah penuh rasa kecewa.
"Mah, maafin Alexa, ucap Alexa lirih." Namun mamah Retno mengacuhkan Alexa pergi berlalu begitu saja. Alexa pun berlari menuju kamarnya dengan isak tangis.
.
.
Alexa menangis pilu memeluk dirinya duduk disofa kamarnya memikirkan darimana mamah Retno bisa mendapatkan foto tersebut. Disela isak tangis Alexa, ia mendengar ponselnya dering, Alexa berusaha menetralkan dirinya sebelum menjawab panggilan dari Ryuga.
"Hallo yank," ujar Alexa"
__ADS_1
"Yank...maaf aku pulangnya agak telat ya," ujar Ryuga dalam sambung teleponnya.
"Iya yank gpp," saut Alexa menghapus sisa air matanya.
"Kok lemes gitu, pasti kamu kangen ya," ujar Ryuga menggoda.
"Ihhh ge'er," saut Alexa mencebikkan bibirnya.
"Kamu udah makan belom?" tanya Ryuga perhatian.
"Belum yank lagi ngerjain PR tanggung, saut Alexa berbohong."
"Makan dulu nanti sakit," ujar Ryuga memberi peringatan.
"Iya yank tanggung dikit lagi selesai," saut Alexa.
"Ya udah aku tutup ya, miss you hunny," ujar Ryuga dengan nada manis.
Miss you too my boo," saut Alexa. Iya menutup panggilan telepon dari Ryuga dan kembali menitikkan air matanya.
.
.
********
Sejak pulang sekolah Alexa tidak keluar dari kamarnya, langit pun mulai gelap. Alexa sebenarnya sudah merasa bosan berada di dalam kamarnya, karena biasanya saat malam, ia suka sekali menghabiskan waktu bercengkrama dengan mamah Retno, namun kini keadaan mulai berbeda, ia tidak punya pilihan selain mengurung dirinya dikamar.
Mah kok Alexa tumben belum turun?" tanya Bimo saat di meja makan.
"Mah... papah perhatiin sikap mamah sedikit berbeda sama Alexa. Kenapa sih Mah?" tanya Bimo penasaran menatap wajah istrinya.
Pah sebenarnya mamah itu khawatir, mamah dengar Ferdy terlibat kasus korupsi di Yayasan. Makanya mamah menunda acara resepsinya, karena mamah takut masalahnya tersebut akan menjadi boomerang untuk Ryuga nantinya pah, ujar mamah Retno terlihat sekali raut wajah kegelisahan terlihat di wajahnya.
"Loh mamah udah tau, Ryuga cerita sama mamah emang?" tanya Bimo penasaran, pasalnya ia belum menceritakan tentang Ferdy kepada istrinya
"Papah juga tau, kenapa papah nggak cerita sama mamah?" tanya Retno mencebikkan bibirnya.
"Iya Papah tahu dari Ryuga," ujar Bimo.
"Kenapa Papah nggak bilang mama kenapa sih, kalian itu main rahasia-rahasiaan gitu sama mamah.. nyebelin deh," ujar Retno merajuk.
Enggak kok, papah nggak ngerasa ngerahasiain ke mamah emang papah lupa aja mau cerita sama mamah. "Lagian mamah tau dari siapa?" tanya Bimo penasaran.
"Alesan..! pokoknya ada, papah nggak perlu tau," ujar Retno acuh.
"Udahlah mah, biar Ryuga yang urus semuanya, kita nggak perlu ikut campur. Karena yang namanya rumah tangga pasti ada aja masalahnya nggak mungkin kan mulus-mulus aja. Lagian juga kenapa sikap mamah tuh berbeda sama Alexa, kasihan kan Alexa mah. Dia pasti nggak tahu apa-apa tentang masalah Papahnya," ujar Bimo dengan bijaksana.
"Papah nggak tahu aja sih kelakuan menantu papah kayak gimana. Maaf pah, mamah nggak bisa ngasih tau papah, tentang foto dan video Alexa, karena mamah takut penyakit papah kumat kalo papah ngeliat kelakuan menantu papah," batin mamah Retno mengingat kejadian saat ia dan suaminya bersitegang dengan Ryuga waktu itu. Tiba-tiba hatinya sedikit cemas menatap suaminya.
Bu non Alexa lagi belajar," katanya lagi banyak PR," ujar bi Siti datang menghampiri majikannya tersebut.
"Ya udah bi, Bibi anterin aja makanan ke kamar Alexa," ujar mamah Retno yang masih memiliki rasa peduli.
"Baik bu," saut bi Siti."
__ADS_1
.
.
Tok..tok..tok !!
Non ini bibi bawain makanan," ujar bi Siti. Alexa langsung pura-pura sibuk menulis, sambil menjuntaikan rambutnya supaya bi Siti tidak melihat wajahnya yang terlihat sembab.
"Makasih ya bi," ujar Alexa tanpa menengok ke arah bi Siti.
"PR nya banyak ya non?" tanya bi Siti.
"Iya bi," saut Alexa.
"Ya udah kalo gitu bi permisi dulu di makan ya non," ujar bi Siti perhatian.
Peringatan keras dari mamah Retno, cukup membuatnya sadar diri, apalagi mengingat kehidupan keluarga yang sangat berantakan sangat berbanding terbalik dengan keluarga Ryuga yang nampak begitu harmonis.
Perceraian kedua orang tuanya, kasus korupsi papahnya belum lagi papah yang terjerat hutang yang cukup besar, semua itu menjadi beban tersendiri untuk Alexa. Ia merasa khawatir masalah dalam keluarga pasti akan menjadi batu sandungan untuk Ryuga sehingga membuat Alexa semakin tidak percaya diri.
"Kenapa nasib gue gini amat sih, apa sedikit pun gue nggak boleh merasakan kebahagiaan. Kak Ryuga aku nggak mau kehilangan kakak," batin Alexa lirih menjatuhkan wajahnya di meja belajar.
Dulu saat Alexa sedang banyak menghadapi banyak masalah biasanya ia sering menghisap rokok. Namun dengan seiring berjalannya waktu, ia mulai merubah kebiasaan buruknya karena Ryuga.
Ryuga cukup memberikan banyak perubahan bagi Alexa. Alexa juga hampir tidak pernah terbangun lagi saat tengah malam, tersiksa akibat gangguan kecemasannya, seperti saat tinggal bersama papahnya dulu.
Tin..tin..!!
Suara klakson mobil Ryuga pun terdengar, meminta saptam untuk membukakan gerbang.
"Aduh mata gue sembab lagi, besok pagi pagi bakalan bengkak pasti, gimana nanti kalo kak Ryuga tanya," ujar Alexa sesaat menatap wajahnya di cermin.
Alexa tidak ingin Ryuga tau alasannya menangis yaitu karena mamahnya. Alexa tidak ingin memberitahu Ryuga tentang kejadian tadi karena ia tidak ingin membuat hubungan Ryuga dengan mamahnya menjadi renggang hanya karena dirinya. Alexa langsung buru-buru mengambil ponselnya, menutup tubuhnya di balik selimut.
Ryuga sampai di kediamannya tepat pukul 10.00 malam. Tubuhnya terasa capek dan penat setelah berkutat membuat rancangan proposalnya proyek kerjasama, dibantu oleh Reyhan dan juga Daniel selaku manager percanaan di perusahaan.
Saat membuka pintu kamarnya Ryuga mendengar suara isak tangis Alexa di balik selimut yang menutupi sekujur tubuhnya.
"Alexa kamu kenapa nangis sayang?" tanya Ryuga yang langsung menghampiri Alexa lalu menyingkap selimut yang menutupi tubuh, namun ia melihat Alexa sedang fokus menatap layar ponselnya.
"Aku lagi nonton drama Korea yank sedih banget ceritanya ," ujar Alexa masih terisak.
"Ya ampun aku kira kamu kenapa," ujar Ryuga meraup wajah Alexa.
"Sedih banget ini cewek keliatan muka aslinya, terus di bully gitu, pokoknya kasian banget," ujar Alexa berspoiler ria saat menonton drama True Beauty yang suka berkali-kali ia tonton.
"Udahan nontonnya, itu mata kan sampe bengkak gitu, lagian kamu bukannya belajar malah nonton drama korea. Udah malem nanti besok kamu kesiangan lagi," ujar Ryuga memperingati Alexa lalu merebahkan Alexa mengambil ponselnya menaruhnya di nakas.
"Ehmmm... temenin nggak bisa tidur kalo nggak dipeluk," rengek Alexa menarik kemeja Ryuga.
"Aku mandi dulu yah, badan aku lengket banget nih," ujar Ryuga tersenyum mengusap kepala Alexa.
"Cepetan gpl," ujar Alexa mencebikkan bibirnya.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...