Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Belum Usai


__ADS_3

Mobil toyota Alphard yang ditumpangi Ryuga kini sudah menghentikan lajunya tepat di bandara. Daniel membuka pintu dengan sigap. Kini Ryuga dan Daniel menyusul Reyhan yang sudah menunggunya di terminal keberangkatan.


Hari ini tepatnya pukul dua Ryuga akan terbang menuju England untuk menemui kolega penting yaitu Mr.Jhon untuk membahas kerjasama mereka. Padahal rencana awal Ryuga sekalian ingin melakukan perjalanan honeymoonnya dengan Alexa.


Namun kini semua hanya mimpi semata, di saat segala kejutan yang telah Ryuga persiapkan dengan sedetail mungkin untuk Alexa. Justru Alexa memutuskan bercerai darinya tanpa Ryuga ketahui alasan yang jelas.


"Loh.., kenapa muka luh kusut amat Ga, Alexa mana?" tanya Reyhan saat tidak melihat keberadaan Alexa.


"Semua barang-barang Alexa luh buang aja Han, dia nggak bakalan datang," ujar Ryuga dengan nada dingin.


"Maksud luh apa sih?" tanya Reyhan bingung.


Ryuga menatap Reyhan frustasi menghembuskan nafas kasarnya memegang bahu Reyhan mencoba menguatkan dirinya.


"Dia udah ninggalin gue Han," ujar Ryuga dengan nada lemah sambil memberikan bekas perceraiannya kepada Rehan "Setelah pertemuan dengan Mr. Jhon rampung, tolong luh cari tahu apa penyebab Alexa menggugat cerai gue," ujar Ryuga berjalan meninggalkan Reyhan dan Daniel.


Reyhan menatap Daniel mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Daniel hanya mengangkat kedua bahunya sambil menadahkan kedua tangannya tidak tahu.


"Ayo kita chek in bentar lagi pesawat kita take off," ujar Reyhan kepada Daniel.


Luh urus tuh kopernya Alexa," ujar Reyhan.


"Mau di kemanain ini?" tanya Daniel bingung.


"Terserah luh," ujar Reyhan berjalan menyusul Ryuga.


Ryuga, sudah duduk dengan nyaman di kursi pesawat, saat mendengar suara intruksi dari pramugari Ryuga hanya fokus menatap ke arah luar jendela pesawat, pikirannya tidak pernah lepas dari Alexa.


"Kamu tega Yank bikin hati aku hancur kaya gini. Gimana bisa kamu kenal sama Nicco? kenapa gue harus kehilangan lagi, gara-gara orang yang sama untuk kedua kalinya.., Nicco," batin Ryuga mengepalkan tangannya saat menyebut nama Nicco.


Reyhan menepuk bahu Ryuga mencoba menguatkan sepupunya tersebut, Reyhan merasa iba melihat Ryuga yang jelas sekali memperlihatkan raut wajahnya yang tampak terpukul.


Han, kalo gue belum tandatangani berkas itu berarti Alexa masih istri gue kan Han?" tanya Ryuga menatap Reyhan sedih.


"Kalo menurut kacamata hukum sih gitu, tapi secara agama luh udah nalak dia belum?" tanya Reyhan.


Ryuga menggelengkan kepalanya lalu menatap kembali jendela pesawat, "Kayanya ada yang nggak beres Han, setelah semuanya selesai gue harus cari tau sampe ke akar-akarnya, dan luh juga tolong cari tau tentang berkas ini "Han, karna kalo menurut gue Alexa nggak mungkin paham ngurus-ngurus berkas ini sendiri," ujar Ryuga dengan kecurigaannya.


"Luh tenang aja Ga nanti gue sama Daniel akan berusaha buat cari tahu. Tapi luh yakin Ga, luh udah siap ketemu sama Mr. Jhon dengan kondisi luh yang sekarang?" tanya Reyhan khawatir.


"Iya Han gue siap, walaupun sejujurnya hati gue nggak tenang banget ninggalin Alexa, tapi gue harus profesional Han, gue nggak mau ngecewain Papah Han," ujar Ryuga sambil meminat batang hidungnya.


.


.

__ADS_1


****


Di sebuah apartemen Alexa terus saja menumpahkan air matanya, hampir satu jam Alexa menangis pilu meratapi nasib pernikahannya.


"Alexa.., kalo kamu nangis terus kaya gini, ngapain kamu tadi maksa-maksa kakak bawa kamu pergi ninggalin si brengsek Ryuga itu. Kamu itu aneh Alexa," ujar Nicco terlihat gemas melihat sepupunya yang terus saja menangis tanpa henti.


"Yank kamu jangan gitu, Alexa ini sedih karena ia baru bercerai dari suaminya kamu pengertian dikit napa sih Yank," ujar Kak Hanum pacar Nicco.


"Daripada kamu nangis mending kita tiup lilin dulu, yuk kita rayain ulang tahun kamu. Ngapain kamu nangisin Ryuga si bodoh itu, emang dari dulu dia itu bodoh makanya hidupnya selalu berantakan," ujar Nicco terus terang.


"Nicco kamu yang bener aja sih, orang lagi sedih suruh niup lilin. Udah mendingan kamu yang tiup lilin aja sendiri sana," ujar Hanum menatap Nicco heran.


"Kok aku sih yang di suruh tiup lilin, kan ultah aku masih lama Yank!, Ah.., kamu nggak seru Alexa," ujar Nicco menyandarkan dirinya di sofa.


Alexa mulai berhenti terisak dan menatap Kak Nicco, " Kak Nicco kenapa bisa kenal sama Kak Ryuga dan Sita?" tanya Alexa menghapus sisa air mata di wajahnya.


"Jelaslah Kak Nicco kenal, Sebenarnya dia dulu sahabat Kak Nicco." Ryuga itu adalah teman dari zaman Kakak SMA, tapi setelah kuliah kami berdua kenal sama Sita. Dan sejak di situlah kesalahpahamam kami di mulai," ujar Nicco ambigu bersedekap dada.


"Tapi yang jelas Sita itu licik banget Sa orangnya, Ryuga beneran bodoh kalo sampe dia ninggalin kamu dengan Sita, Kakak aja nyesel pernah pacaran sama Sita," ujar Nicco bergidik sendiri.


"Kak Nicco ngerebut Sita ya, dari Kak Ryuga?" tanya Alexa to the point.


"Bukan ngerebut lebih tepatnya, kakak menyebutnya itu keberuntungan, atau selangkah lebih maju dari Ryuga," ujar Nicco mengelak.


"Bohong Alexa, kamu ngeles aja Yank, kamu nggak pernah cerita kayak gitu sama aku," ujar Hanum menepuk lengan Nicco.


"Lagian ngapain sih kamu pengen tau, kan kamu udah mutusin pisah sama si brengsek Ryuga itu, udahlah Alexa mending kita tiup lilin yuk! sekalian ngerayain perceraian kamu," ujar Nicco menyaring ucapannya.


Alexa menata tajam ka Nicco yang sejak tadi terus berbicara semaunya, "Kak Nicco jahat, Kak Nicco nyebelin," ujar Alexa sesenggukan sambil mengucek ngucek matanya.


Awwwww, sakit Yank, "ringis Nicco saat Hanum mencubit pinggang Nicco dengan kuat.


"Rasain tuh.., mulut kamu bener-bener nggak ada akhlak Yank kamu teganya ngomong gitu sama Alexa, kamu jangan dengerin dia Alexa," ujar Hanum.


Nicco menatap tajam Hanum sambil mengusap-ngusap lengannya, "sakit Yank," rengek Nicco manja.


Nicco menatap Alexa serius, "Alexa tapi kamu harus tau satu hal ini, kenapa Kakak bisa memutuskan untuk berpisah dari Sita. Sebenarnya Sita bermain di belakang Kakak, Sita itu menjalin hubungan terlarang sama Papah kamu Alexa dan Kak Nicco mengetauhi hal tersebut, makanya Kak Nicco memutuskan untuk berpisah dengan Sita," ujar Nicco dengan raut wajah penuh keseriusan.


"Apa Papah,.. maksud Kak Nicco Sita selingkuh sama Papah aku, Kak?" tanya Alexa terperangah kaget menatap Kak Nicco. Nicco pun menganggukkan kepalanya menatap Alexa serius.


"Kak jelasin kenapa Papah bisa kenal Sita?" tanya Alexa menggoyangkan tangan Nicco penasaran.


"Arrgghh.., udahlah Alexa kamu nggak perlu tau, yang jelas kamu tau faktanya aja kelakuannya si Sita itu kaya gimana. Lagian kamu itu masih SMA, belum cukup umur ini tuh area zona 21+, kamu ngertikan," ujar Nicco dengan ucapannya yang terdengar menyebalkan di telinga Alexa.


"Ihhhh.., Kak Nicco kasih tau," rengek Alexa menggoyangkan tangan Nicco tidak sabaran.

__ADS_1


"Alexa dengerin Kak Hanum, apa kamu masih mencintai Ryuga?" tanya Hanum menatap Alexa lekat-lekat berusaha mengalihkan perhatian Alexa.


Alexa mengangguk pasrah menjawab pertanyaan Kak Hanum.


"Terus apa kamu rela memberikan Ryuga, untuk wanita licik seperti Sita?" tanya Hanum.


Alexa menggelengkan kepalanya bingung, "Alexa nggak terima Kak, tapi Alexa juga nggak punya pilihan lain, perceraian Alexa semua atas kemauan Mamahnya Kak Ryuga, dia yang sudah mengatur semuanya, terus Alexa bisa apa kak? Papah Alexa juga terlibat masalah dan bikin Kak Ryuga menanggung akibat atas kesalahan yang sebabkan oleh Papah, Alexa juga nggak mau bikin Kak Ryuga kesusahan gara-gara Papah, jadi Alexa harus tau diri, maka Alexa menyetujui perceraian ini Kak, itu semua demi kebaikan Kak Ryuga," ujar Alexa menjelaskan.


Kak Hanum terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal frustasi mendengar penuturan Alexa, Ia bingung jika orang tua Ryuga sudah bertindak sejauh itu, sepertinya akan sulit bagi Alexa walaupun keduanya masih saling mencintai namun akan sulit bagi Alexa jika mempertahankan pernikahannya jika orang tua sudah ikut campur dalam urusan rumah tangga Alexa dan Ryuga.


"Alexa Alexa.., kamu ini bodoh apa polos sih," ujar Nicco menggelengkan kepalanya .


"Terus sekarang Papah kamu yang sialan itu, gimana kabarnya Sa?" tanya Nicco dengan nada emosi.


"Setahu Alexa si, Papah tinggal di apartemennya. Papah terlibat korupsi di Yayasan, Kak dan sekarang Papah udah dinonaktifkan untuk tidak bekerja dan menjabat lagi sebagai ketua Yayasan dan juga sebagai kepala sekolah lagi di SMA Garuda Bangsa. Kemarin Alexa sempat ketemu Papah, tapi Papah masih aja tetap berusaha nyelakin Alexa, Kak," ujar Alexa meneteskan air matanya lagi.


"Bisa ya Papah kamu lepas tanggung jawabnya gitu, kenapa dia nggak mati aja sekalian sih. Kamu ngggak usah mikirin Papah kamu yang begajulan itu Sa, biar kamu sekarang jadi tanggung jawab Kakak sampe kamu kuliah nanti, mending kamu tinggal di apartemen kakak di sini, apa kamu mau ikut Kakak ke Aussie tinggal di sana," ujar Nicco perhatian.


Alexa menggelengkan kepalanya, "Nggak Kak Alexa di sini aja," ujar Alexa menolak.


"Yakin.., di Aussie banyak cowok ganteng tau Sa, bahkan lebih ganteng dari si brengsek Ryuga," ujar Nicco kembali menggoda Alexa.


"Ck kamu ini," ujar Hanum berdecak melirik sinis mendengar ucapan Nicco.


"Apa sih Yank, kan aku cuman mengusulkan, kalo Alexa nggak mau juga gpp," ujar Nicco menatap Hanum takut-takut.


Alexa tersenyum lucu menatap sepupunya tersebut, "Makasih ya kak, walaupun dari dulu Kakak nyebelin tapi kakak selalu baik dan perhatian sama Alexa," ujar Alexa menatap Nicco lirih.


Nicco memeluk Alexa, "Kamu jangan sedih lagi ya, walaupun seluruh keluarga kamu udah ninggalin kamu, tapi kamu masih tetap punya kakak yang lucu dan gemesin ini yang selalu baik dan perhatian sama kamu," ujar Nicco mengusap punggung Alexa perhatian.


"Aku mau ke tempat Tante Karin dulu Kak," ujar Alexa.


"Ya udah Kak Hanum sama Kak Nicco anter ya," ujar Hanum.


"Nggak usah Kak biar Alexa naek ojol aja," tolak Alexa.


"Gpp Alexa, Kakak juga sekalian mau fitting baju buat acara pertunangan Kakak," ujar Kak Hanum


"Alexa pokoknya harus dateng ya Alexa, di acara ulang tahun perusahaan dan juga di moment spesial Kakak nanti ya," ujar Kak Nicco tersenyum menatap Alexa.


"Ia Kak Alexa bakalan dateng," ujar Alexa tersenyum.


"Nah gitu dong senyum jangan mewek terus," ujar Nicco mencubir pipi Alexa gemas.


"Ihhh Kak Nicco sakit," rengek Alexa mengusap pipinya menatap tajam Nicco yang sedang menjulurkan lidahnya ke arahnya.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2