Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Masalah Demi Masalah


__ADS_3

Alexa sudah hadir tepat waktu pada saat mapelnya Pak Arif, tapi tetap saja semuanya itu tidak membuat Alexa lolos dari kemarahan Pak Arif. Pak Arif terus mencari-cari kesalahan Alexa saat belajar di kelas.


"Jangan mentang-mentang Papah kamu sudah kaya, kamu bersikap seenaknya Alexa. Masa saya tanya pertanyaan yang segitu mudahnya saja kamu nggak bisa jawab Alexa, kamu itu bodoh apa nggak niat sekolah?" ketus Pak Arif menyindir Alexa.


"Dua-duanya kali Pak, ckckckc," saut teman sekelas Alexa.


"Ckckck! Huuuuu, seisi kelas pun ikut menyoraki Alexa."


"Jika sudah membenci, hal sepele pun pasti akan di permasalahkan Pak, Bapak membenci saya karena Papah saya, jadi sudah sewajarnya saya jadikan pelampiasan Bapak atas kesalahan Papah saya, tapi untuk seorang guru sikap Bapak itu nggak layak untuk di jadikan suri tauladan, Bapak harus banyak belajar lagi tentang sikap diskriminasi," ujar Alexa menatap tajam ke arah Pak Arif.


Brakkk.


Pak Arif menggebrak mejanya dengan kencang, ucapan Alexa mampu membuat Pak Arif meradang hingga naik pitam. Suasana kelas yang tadinya sedikit ricuh menjadi hening seketika, mendengar suara gebrakan meja yang di lakukan oleh Pak Arif.


"Kau berani mengurui saya, saya akan mengurangi niali kamu saat pembagian raport nanti," ujar Pak Arif emosi saat mendapat sindiran pedas dari Alexa.


"Rupanya ini kelasnya, ternyata istri seorang Ryuga itu nggak lebih dari seorang pecundang labil, "ck, batin Sita di balik pintu ruang kelas Alexa.


Ryuga, Bu Farida dengan kelima para kakak mahasiswa Pelita Jaya, mereka bisa mendengar suara Pak Arif yang sedang di berikan peringatan keras kepada Alexa. Mereka pun menunggu sebentar saat ingin memasuki kelas Alexa, sampai keadaan kelas menjadi tenang. Tangan Ryuga mengepal dengan keras mendengarkan wanita yang itu cintai mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan, ia bener-bener sudah tidak sanggup lagi menahan kekesalan


Tok tok tok


"Permisi Pak Arif ada apa ini Pak?" tanya Ryuga berusaha senetral mungkin menahan kekesalannya, matanya sekilas menatap Alexa tidak tega.


Namun tiba-tiba saja "Aduh, ujar Sita langsung mengapit tangan Ryuga, ia sengaja memulai rencana liciknya di depan Alexa. Ryuga dengan sigap menahan tubuh Sita yang oleng dengan kedua tangannya.


"Kamu gpp? tanya Ryuga menatap Sita."


"Gpp Ga makasih ya, menatap Ryuga tersenyum manis."


Mata Rena dan Kipli membulat sempurna melihat moment di depan kelas tidak percaya.


Dih, sengaja banget tuh, dasar tukang modus," bisik Rena melirik Alexa yang terlihat murung dengan wajahnya yang tertunduk.


Alexa menahan rasa sakitnya, melihat kejadian memuakkan di depannya. "Lex, lo yang sabar ya, bisik Rena memegang tangan Alexa."


"Ada apa ini Pak Arif?" tanya Bu Farida menanyakan pertanyaan yang sama dengan Pak Ryuga.


"Eh maaf Pak..Bu, saya sedang menegur Alexa karena ia sejak tadi tidak serius saat belajar," ujar Pak Arif tersenyum.


"Pak Arif.., tolong jangan terlalu keras Pak dalam menegur sisiwa, saya mendengar tadi seperti teguran Bapak sangat mengintimidasi," ujar Ryuga tegas menatap tajam Pak Arif.


"Mamaaf Pak Ryuga saya akan cuman memperingati Alexa supaya ia tidak mengulangi kesalahannya lagi," ujar Pak Arif terbata-bata.

__ADS_1


Alexa berdiri dari tempatnya duduk dengan raut wajahnya yang sulit di artikan oleh Ryuga, sejak tadi matanya tidak pernah lepas menatapnya. Alexa pergi tanpa permisi meninggalkan kelas saat Ryuga dan Bu Farida dan para kakak mahasiswa masuk ke kelasnya. Ia pun tidak sama sekali menatap suaminya tersebut melewatinya begitu saja pergi menuju tempat favoritnya yaitu di atap gedung sekolah.


"Ren itu bukannya mantannya si killer, yang di cafe waktu itu. Kok doi bisa ada di sini?" tanya Kipli terkejut.


"Gue denger sih mereka lagi ada tugas kampus gitu di sini," bisik Rena.


"Dari sekian banyak sekolah SMA di Jakarta, kenapa harus di sini? gue kan jadi curiga Ren," bisik Kipli.


"Tau tuh, udah masalah si Alexa bejibun eh segala datang si ulet keket," bisik Rena.


"Kaga beres dah, pas dia masuk kesini juga ada bau-bau sangit gitu Ren," bisik Kipli


"Bau sangit maksud lo?" tanya Rena mengerutkan dahi.


"Ia bau sangit, bau-baunya khas cewek kurang di garuk," bisik Kipli.


"Jelaslah, lo liatkan tadi kayanya si ulet keket sengaja banget tuh tadi mempetin Pak Ryuga, dasar gatel !" bisik Rena.


"Mohon perhatian semuanya anak-anakku semuanya, saat ini kakak-kakak dari Universitas Pelita Jaya sedang melakukan kunjungan ke SMA kita. Mereka ada di kelas ini, bertujuan untuk melihat secara langsung proses kegiatan belajar mengajar. Tidak untuk kelas ini saja, tapi juga di semua kelas, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12. Jadi selama seminggu kakak-kakak ini akan menantau aktivitas dan melakukan wawancara, mungkin salah satu dari kalian akan di wawancarai ditanya-tanya tentang kegiatan di sekolah atau pelajaran dan yang lainnya. Jadi pesan Ibu tolong kalian bantu dan mohon bekerjasama kakak-kakak ini dengan baik saat sedang melakukan tugasnya di saat, kalian paham," ujar Bu Farida memberi interupsi.


"Paham bu, saut seluruh siswa di kelas."


"Permisi maaf saya tinggal dulu bu, saya ada keperluan sebentar, sekali lagi maaf ya bu," bisik Ryuga kepada Bu Farida, sejak tadi ia tidak tenang memikirkan Alexa.


Ryuga mencari-cari keberadaan Alexa setelah meninggalkan kelasnya, ia mengambil ponselnya berusaha menelpon Alexa namun panggilannya pun diabaikan oleh Alexa. Ryuga akhirnya mencari lagi menatap sekeliling tempat, hingga langkahnya berhenti pada sebuah pintu menuju atap sekolah yang sedikit terbuka.


"Ternyata dia sengaja mengabaikan panggilan dariku," batin Ryuga mendegus kesal.


"Alexa, panggil Ryuga dengan nada tinggi."


Alexa menengok ke arah seseorang yang memanggilnya, Alexa menatap Ryuga sedih namun ia tetap tersenyum dengan hangat. Ryuga menghampiri Alexa dan langsung saja memegang tangan Alexa, menatap tajam rokok yang berada sela-sela jari tengah dan telunjuknya, Ryuga mengambilnya lalu membuangnya dengan kasar.


"Alexa sejak kapan kamu mengulang kebiasaan buruk kamu lagi," ujar Ryuga marah menatap tajam Alexa.


Alexa tersenyum hangat menatap ke arah suaminya yang terlihat marah, lalu memeluk tubuh Ryuga tanpa memperdulikan kemarahan Ryuga.


"Maafin aku Yank, kali ini tolong maafin aku. Aku kangen sama kamu Yank," ujar Alexa dengan nada lemah berusaha bersikap biasa seolah tidak terjadi apa-apa.


"Lepasin aku dulu Alexa, aku belom selesai bicara, kamu belom jawab pertanyaan aku," ujar Ryuga memegang bahu Alexa melepaskan pelukan Alexa.


"Kenapa kamu nggak panggil aku Yank sih, sekarang gantian aku bakalan ngehukum kamu," ujar Alexa memulai aksinya ingin mencium bibir Ryuga. Namun Ryuga menahan pergerakan karena ia sangat membenci bau rokok di tubuh Alexa.


"Ihhh...kok kamu menghindar sih Yank," rengek Alexa sengaja tidak memperdulikan kemarahan Ryuga.

__ADS_1


"Alexa kamu dengerin aku nggak sih, aku sekarang bener-bener marah sama kamu, kamu jangan bertingkah aneh, aku tau kamu itu menghindar kan?" bentak Ryuga memegang bahu Alexa berusaha menyadarkan Alexa.


Alexa merubah expresinya menatap tajam Ryuga, melepaskan kedua tangan Ryuga yang memegang di bahunya. Alexa berjalan membelakangi Ryuga menatap pemandangan dari atap gedung.


"Aneh,.. "Ck emang bener Yank aku ini aneh, hidup aku juga banyak kekurangan contohnya kayak sekarang yang kamu liat, kadang aku ngerasa kamu itu terlalu baik dan sempurna buat orang yang punya banyak kekurangan kayak aku. Terus kenapa kamu nggak pergi aja ninggalin aku Yank," ujar Alexa tersenyum menatap nanar Ryuga.


"Kamu nggak usah ngaco, sebenarnya kamu ini kenapa sih? kenapa tiba-tiba kamu berubah jadi hindarin aku gini? kamu juga mulai mengulangi kebiasaan buruk kamu. Sekarang aku tanya, apa selain merokok kamu suka mengonsumsi obat terlarang...jawab Alexa?" bentak Ryuga murka mendengar ucapan Alexa.


Ck, baru sekali ketemu mantan kamu aja, kamu udah langsung ke hasut omongannya, terus kamu juga udah nggak manggil aku...Yank lagi. "Sekarang aku tanya, yang aneh itu aku apa kamu?" ujar Alexa tertawa sinis menatap Ryuga, Alexa berjalan melewati Ryuga meninggalkan Ryuga yang terlihat tertohok dengan ucapannya barusan.


Ryuga yang tersadar dengan lamunannya karena ucapan Alexa, ia segera berlari menyusul Alexa yang meninggalkannya di atap gedung sekolah.


"Argghhh, Alexa pasti tau aku ketemu Sita, pas di cafe waktu itu," ujar Ryuga frustasi mengacak-acak rambutnya menatap Alexa yang sudah berada di kelasnya.


*******


Kring...Kringg..


Bel istirahat pun berbunyi, Sita berjalan menuju ruangan Ryuga menampilkan senyum cerianya.


Tok tok tok!


Mendengar suara ketukan pintu, Ryuga merasa tenang.


"Masuk, ujar Ryuga"


Ryuga mengerutkan kedua alisnya saat Sita muncul di balik pintu bukan Alexa.


"Sorry Ga, aku ganggu ya?" tanya Sita saat melihat expresi Ryuga sedikit berbeda.


"Oh nggak ada apa Sit, ada yang ingin kamu tanyain lagi?" tanya Ryuga menatap intens Sita


"Enggak sih aku mau ngajakin kamu ke kantin, tapi kalo kamu sibuk lanjutin aja deh," ujar Sita tersenyum manis."


"Sorry Sit, aku lagi banyak kerjaan nih," ujar Ryuga menolak.


"Oh, aku lagi nggak ngapa-ngapain nih, ada yang perlu aku bantuin nggak?" tanya Sita berusaha mencari celah agar bisa lebih dekat dengan Ryuga.


"Nggak perlu Sit, makasih ya," saut Ryuga tersenyum.


Ryuga sedikit khawatir karena Alexa sudah mengetahui bahwa Sita adalah mantan pacarnya. Ryuga berusaha menjaga jarak dengan Sita, agar Alexa tidak salah paham terhadap hubungannya dengan Sita saat ini. Sedangkan Sita saat tidak mendapat respon yang ia inginkan, Sita akhirnya keluar dari ruangan juga dengan wajah yang terlihat kesal.


"Sialan, lo liat aja Ga, gue nggak akan nyerah buat ngerebut lo kembali," batin Sita mendengus kesal mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2