Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Menjemput Pulang


__ADS_3

Entah pukul berapa Ryuga terlelap, kini jam menunjukkan pukul 06.00 pagi di akhir pekan. Ryuga terlihat menggeliat di sofa ruang tengah, akibat suara deringan telepon rumah yang tepat berada di sampingnya.


Siapa sih pagi-pagi udah nelpon ganggu orang tidur aja, "ujar Ryuga kesal dengan muka bantalnya.


Hallo, "ujar Ryuga dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Hallo Ga, Ih kamu mamah teleponin nggak aktif-aktif dari semalam, emang kamu kemana sih? " ujar Mamah Retno kesal.


Ponsel Ryuga mati mah, terus Ryuga capek banget langsung ketiduran. Ryuga gak sempet nyalahin ponsel, "saut Ryuga yang malas mendengar omelan mamahnya.


Alexa udah pulang belum ? Soalnya semalam dia telepon Mamah minta izin mau nginep katanya, " tanya Mamah Retno.


Seketika Ryuga langsung terkejut mendengar pertanyaan Mamahnya, pikirannya langsung teringat Alexa. Ryuga sangat mengkhawatirkan Alexa karena sejak semalam Alexa tidak ada kabar, sehingga Ryuga menunggunya sampai ketiduran.


Ternyata dia menginap, "gumam Ryuga lolos begitu saja.


Jadi kamu nggak tahu Ga, Alexa itu nginep. Emang Alexa nggak ijin sama kamu, Ga. Oh mamah tau pasti kalian sedang bertengkar ya? Kamu benar-benar ya Ga! ," ujar Mamah Retno kesal mengomeli putranya.


Eh mah tunggu, dulu bukan begitu "sangkal Ryuga bingung mencari alasan.


Apa, kamu nggak usah bohong Ga. Mamah sangat hafal sifat kamu dari kecil! Pokok sekarang kamu susul Alexa, bawa menantu Mama pulang. Nanti mamah kirim alamatnya! " ujar Mama Retno kesal karena sikap putranya tersebut. Lalu menutup ponselnya secara sepihak.


Kemarin hubungan mereka masih baik-baik aja kenapa sekarang mereka bertengkar, "batin Mamah Retno kesal.


Kenapa sih mamah marah-marah terus, "tanya Papah Bimo.


Ini gara-gara putramu itu, dia sangat menyebalkan Pah, " jawab Mamah Retno.


Ayo kita sarapan Oma sudah menunggu kita, "ajak Papah Bimo. Karena saat ini Bimo dan Retno sedang menghadiri acara kumpul bersama keluarga besar Bimo.


***********


Setelah rapi Ryuga kini melajukan mobilnya menuju alamat yang telah dikirimkan oleh mamahnya. Mesin mobilnya ia matikan tepat di depan halaman panti


Mamah yakin nih, nggak kasih alamat yang salah? ngapain Alexa nginep di panti ? "ujar Ryuga bingung, dan mulai memasuki halaman panti.


Terlihat banyak puluhan anak-anak sedang bermain di area Panti dengan tawa yang begitu ceria. Dan nampak pula seorang gadis yang begitu sangat ia kenal terlihat ikut bergabung bermain dengan anak-anak tersebut begitu ceria.


Ryuga menatap wajah Alexa tanpa terlihat ada beban sedikitpun tersirat di wajahnya, karena Alexa terus menghiasi wajahnya dengan tawanya yang begitu ceria. Tanpa ia sadari Ryuga, pun menyunggingkan senyum hangat menatap gadis yang saat ini sedang merajuk karena ulahnya. Perhatian Ryuga kini teralihkan manakala ada seorang gadis kecil yang kini meraih lengannya berusaha mengalihkan pandangan Ryuga.


Om ganteng! "Om mau nggak kalau Siffa udah gede om menikah sama Siffa, "tanya Siffa dengan kepolosannya. Ryuga pun hanya tertawa renyah mendengar ucapan gadis kecil dengan kepolosannya tersebut.


Gimana ya! Kalo Siffa udah gede kayaknya om udah jompo deh, jalan Om juga ntar bungkuk, muka om juga pasti udah keriput, emang Siffa masih mau kalau om udah kaya gitu, " tanya Ryuga sambil berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Siffa. Lagi-lagi Siffa mengangguk polos mendengar jawaban dari Ryuga hingga membuat Ryuga tertawa kembali.


Kamu anak yang lucu Siffa, " ujar juga sambil mengusap-ngusap pucuk kepala Siffa.


Siffa, ayo main sama yang lain, jangan ganggu Omnya "ujar eyang Tari yang saat itu hadir di sela percakapan Ryuga dan Siffa.


Iya eyang, " jawab Siffa patuh.


Maaf ya Nak atas kelakuan anak saya tadi! Perkenalkan saya Tari Setiawati pemilik panti ini, "sapa eyang Tari dengan ramah.


Saya Ryuga, " jawab Ryuga memperkenalkan diri.


Oh jadi ini suami Alexa, " batin eyang Tari sambil melihat Ryuga dengan senyum ramah.


Kalau saya boleh tanya, ada perlu apa nak Ryuga datang ke panti ini?, "tanya eyang Tari.

__ADS_1


Saya ingin mencari Alexa eyang, itu gadis yang ada di sana, " ujar juga sambil menunjuk ke arah Alexa yang sedang bermain dengan anak-anak panti.


Kamu cari cucu eyang ternyata, " ujar eyang Tari tersenyum.


Apa cucu jadi Alexa ini adalah cucu pemilik Panti ini, kenapa Alexa tidak pernah cerita. " batin Ryuga sedikit kesal lagi-lagi Alexa menyembunyikan hal sepenting ini darinya.


Oh maaf eyang saya tidak tahu kalo eyang ternyata eyang dari Alexa, istri saya. Maaf eyang, "ujar Ryuga merasa sedikit kikuk.


Tidak apa-apa, ayo mari nak Ryuga, " ajak eyang Tari.


*********


Kakak Alexa, Siffa tadi ketemu Om ganteng, itu dia disana lagi ngobrol sama eyang, "ujar Siffa sambil menunjuk ke arah Ryuga dan eyang.


Hah kak Ryuga, kok dia bisa tau gue di sini, " batin Alexa terlihat raut wajahnya yang terlihat kesal. Alexa pun segera berlari setelah melihat kehadiran Ryuga, lalu menghampiri Ryuga dan juga Eyang Tari.


Ngapain Kakak kesini, "ketus Alexa.


Ayo ikut saya pulang, Mamah tadi telpon suruh jemput kamu, " ujar Ryuga dengan nada serendah mungkin.


Alexa jangan ngomong begitu dong, kamu harus sopan dan patuh sama suami kamu. Ayo cepat ambil tas kamu, "saut eyang Tari menasehati cucunya.


Iya eyang Alexa ambil tas dulu, " jawab Alexa salah tingkah.


Nak Ryuga, kamu harus sabar menghadapi cucu eyang ya ? Sebenarnya Alexa itu anak yang baik hanya saja kehidupan yang Alexa alami cukup keras, sehingga ia berubah menjadi anak yang keras kepala dan juga menjadi pribadi yang sangat tertutup. " ujar eyang Tari.


Apa maksud ucapan eyang, saya tidak mengerti, " tanya Ryuga bingung.


Ayo Kak kita pulang sekarang, "ajak Alexa yang baru saja tiba sesaat setelah mengambil tasnya.


Baiklah eyang, kami permisi dulu eyang, " ujar Ryuga berpamitan.


Loh kok nangis, jangan nangis dong nanti cantiknya ilang, "ujar eyang Tari berusaha menghapus air mata Alexa. Dan Alexa pun menggigit bibirnya berusaha menahan air matanya yang keluar lalu menganggukkan kepalanya menatap eyang Tari.


Berbeda dengan Ryuga saat melihat Alexa menangis hatinya terasa terenyuh seolah ada beban berat dalam diri Alexa yang benar-benar dia tidak ketahui. Ada perasaan bersalah dalam dirinya, apalagi setelah mendengar ucapan Eyang tadi, membuat Ryuga selalu bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Alexa. Sampai detik ini Ryuga masih belum mengetahui bagaimana kehidupan Alexa sebelum menikah dengannya, karena Alexa selalu berhasil memberi Ryuga batasan dan jarak dalam hubungan mereka.


***********


Di dalam perjalanan tidak ada percakapan yang terdengar, dari mereka sampai terdengar suara ponsel Ryuga berdering. Alexa sedikit melirik terlihat nama Sita di layar ponsel Ryuga.


Nanti aku telpon lagi, aku lagi bawa mobil sekarang, "jawab Ryuga dan langsung mematikan sambungannya lalu melirik ke arah Alexa yang terlihat memalingkan wajahnya ke sisi jalan.


Sedangkan Alexa sendiri hanya bisa tersenyum miris sepertinya memang Ryuga berniat akan pergi bersama Sita di akhir pekan ini. Alexa menarik nafasnya dalam-dalam untuk menghilangkan rasa sesak yang begitu menghujam dadanya.


Sepertinya aku harus berjuang melupakan perasaan ini, sakit banget rasanya mencintai orang yang nggak pernah menganggap kita. Apalagi harus terjebak dengan pernikahan yang entah sampai kapan aku bisa sanggup bertahan menjalani ini semua, "batin lirih Alexa berusaha tegar.


Hampir sejam perjalanan kini Ryuga memasuki halaman rumahnya. Ia bisa melihat Alexa berjalan di depannya dengan terburu-buru seolah sedang berusaha menghindarinya.


Alexa kam..," ucapan Ryuga terpotong saat Alexa mengabaikannya dan teriak memanggil bi Siti.


Bi.., Bi Siti ! Mamah sama Papah belom pulang? " tanya Alexa sambil mengambil air di dalam kulkas.


Belum Non, mungkin nanti sore kayaknya, "saut bi Siti.


Bibi masak apa sini Alexa bantuin, "ujar Alexa yang langsung nimbrung saat bi Siti sedang memotong sayuran.


Udah Non istirahat aja, Non kan baru pulang, nanti capek, " tolak bi Siti.

__ADS_1


Gpp kali bi Alexa nggak capek kok, "ujar Alexa.


.


Brakk...


.


Suara gebrakan pintu yang cukup kencang terdengar saat Ryuga memasuki kamarnya hingga membuat Alexa dan bi Siti cukup tersentak kaget.


Di dalam kamar Ryuga merasa bingung bagaimana menghadapi wanita kalau sedang dalam mode marah. Ryuga semalaman sudah mencari cara bahkan ia sampai searching di Google tips menghadapi wanita jika sedang ngambek. Ryuga menarik laci Ryuga mengambil ponsel keluaran terbaru yang sudah ia beli untuk Alexa. Dalam lamunannya tiba-tiba saja ponsel Ryuga berdering. Lagi-lagi Sita menghubungi Ryuga, karena Ryuga lupa tidak menelpon balik dirinya


Hallo Sit, "jawab Ryuga.


Sory aku nelpon pagi-pagi gini, aku ganggu kamu nggak " ujar Sita dalam panggilannya.


Oh nggak kok, maaf ya aku lupa nggak hubungin kamu balik, "saut Ryuga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Oh gpp, kamu pasti sibuk ya, oh ya aku cuman mau bilang nanti jam 5 Ga, di kafe Monalisa, " ujar Sita.


Oke, kamu langsung ke sana apa mau bareng aku, "ajak Ryuga.


Oh, kamu emang nggak ajak istri kamu, " tanya Sita ragu-ragu.


Oh enggak dia ada acara sendiri sama temen-temennya. "saut Ryuga.


Gpp nih aku bareng kamu?, " tanya Sita.


Nggak, ya udah nanti sore aku hubungi lagi ya, "ujar Ryuga.


Oke, sip, "saut Sita dan ia pun langsung menutup sambungan teleponnya.


*********


Non semalam saya lihat Mas Ryuga mondar-mandir terus nungguin non Alexa pulang. Kayaknya mas Ryuga cemas banget deh, kelihatan dari mukanya non. Emang non Alexa lagi berantem ya sama mas Ryuga ya? " tanya bi Siti.


Ih bi Siti kepo, mau tau aja, apa mau tau banget nih hayo ? "saut Alexa tersenyum menggoda bi Siti.


Non sebenarnya non Alexa denger ya pas Nyonyah sama Tuan berantem sama Mas Ryuga waktu itu, " tanya bi Siti. Alexa terkejut dan langsung menatap ke arah bi Siti.


Iya Non, Pak Pardi cerita katanya liat non nangis waktu itu, kayaknya nyonya udah ngasih tahu masalah ini sama mas Ryuga deh Non, "tambah bi Siti.


Masa sih bi, " saut Alexa.


Lagian mas Ryuga udah tahu punya istri cantik baik, ramah, sopan lagi kok malah mikirin wanita lain, "ujar bi Siti sedikit kesal. Alexa hanya tersenyum getir menimpali ucapan bi Siti tadi, tiba-tiba obrolannya dibuyarkan dengan suara ponselnya terlihat Rena menghubunginya.


Woy jadi nggak luh, " ujar Rena dalam sambungan.


Ya ampun gue lupa, Sory Ren! jam berapa ini, "saut Alexa


Wah parah luh! Cepetan gpl sejam lagi filmnya mulai, " saut Rena.


Oke, gue siap-siap dulu, " ujar Alexa dan langsung berlari menuju kamarnya.


Bi, Alexa tinggal ya, maaf nggak di terusin, "teriak Alexa sambil berlari. Bu Siti hanya geleng-geleng melihat tingkah Alexa seperti anak kecil terlihat sangat lucu sekali.


Alexa tidak memperdulikan Ryuga yang terkejut dengan kedatangannya secara tiba-tiba Alexa langsung membuka lemari mengambil baju lalu ia masuk ke dalam kamar mandi karena ia tidak ingin terlambat menonton Premiere film yang ia tunggu-tunggu.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2