
Alexa melihat Ryuga sudah menenteng kantong belanjaan, berjalan tersenyum melihat ke arahnya.
"Ini buat kamu, ujar Ryuga memberikan coklat dan es krim tepat di hadapan Alexa."
Alexa melirik-lirik ke arah Ryuga sambil menahan senyum. Melihat es krim dan coklat di hadapannya kini, benar-benar membuat moodnya kembali membaik dan senang.
Kalo mau ketawa ya ketawa aja, nggak usah di tahan-tahan. "Tuh liat idung kamu udah kembang kempis gitu," ujar Ryuga terkekeh.
"Ihh apaan sih nyebelin, saut Alexa yang akhirnya tertawa."
Pertahanan Alexa pun melemah setelah Ryuga membelikan cemilan favoritnya, dan Ryuga pun kembali melajukan mobilnya sambil menggenggam tangan Alexa.
"Nih cobain enak deh, ujar Alexa sambil menyodorkan es krim ke arah Ryuga." Bukannya mengarahkan eskirim tersebut ke arah mulut Ryuga tapi Alexa malah mendorong es krim tersebut hingga menyentuh hidung Ryuga sehingga hidung Ryuga pun kini di penuhi es krim.
"Ckckck, sorry! abisnya mobilnya goyang-goyang sih tadi, jadi kepleset deh, "ujar Alexa tertawa melihat Ryuga saat ini.
Kamu sengaja kan olesin es kirim ini ke hidung aku. "Awas ya nanti, ujar Ryuga sambil membersihkan krim di hidung tersebut."
"Hayo mau ngapain, kamu kan lagi nyetir," goda Alexa sambil menjulurkan lidahnya menahan tawa.
Puas menghabiskan es krim dan coklat pemberian Ryuga. Alexa terlihat menggeliatkan tubuhnya, dan sedikit merasa ngantuk apalagi tadi pak Arif menghukumnya dengan berlari mengitari lapangan di sekolah, sehingga membuat Alexa merasa capek, ia terus menguap di sepanjang perjalanan.
"Kalo kamu ngantuk bobo aja, nanti aku bangunin kalo udah sampe," ujar Ryuga.
"Beneran nih, gpp nih nggak aku temenin ngobrol ?" tanya Alexa. Ryuga pun tersenyum mengangguk menjawab pertanyaan Alexa.
....
Jam menunjukkan pukul 7 malam, setelah Ryuga berkutat sendiri di medan yang sangat terjal karena resort yang ia kunjungi letaknya berada di atas bukit. Ryuga mulai mematikan mesin mobilnya tepat di halaman sebuah resort mewah milik keluarga yang berada di kawasan Lembang Bandung. Udara di malam hari terasa begitu dingin dan membeku.
Alexa terlihat melenguh karena merasakan dingin yang terasa menusuk di lapisan kulitnya.
"Sssttt dingin banget, kita udah sampe kakak? Kita ada dimana kak ?" tanya Alexa sambil bergidik terbangun dari tidurnya.
"Kamu udah bangun ? yuk turun kita udah sampe," ajak Ryuga membelai pipi Alexa dengan lembut.
Alexa dan Ryuga pun turun dari dalam mobilnya. Udara di luar terasa lebih extrem lagi, apalagi di tambah semilir hembusan angin terasa begitu menusuk.
Ya ampun darah aku kayanya langsung beku seketika nih. Kayak sebentar lagi juga aku berubah nih jadi patung es. "Ssssttttt, desis Alexa menggigil kedinginan."
Alexa masih mengenakan seragamnya yang terbilang cukup tipis dan rok yang dikenakannya pun hanya setinggi lutut membuatnya benar-benar tidak sanggup melangkah.
"Ckckck, Ayo masuk buruan nanti di dalam ada penghangat ruangan," ujar Ryuga terkekeh di sebrang pintu mobilnya.
"Gimana jalannya susah dingin," rengek Alexa manja.
Ryuga pun langsung menghampiri Alexa dan menggendongnya ala bridal style berjalan masuk menuju resort.
Kalo gini, aku jadi inget scenenya dimana Edward Cullen gendong Bella Swan di film Twilight. "Kita sebelas dua belas sama mereka," ujar Ryuga menatap Alexa terkekeh.
"Kamu kebanyakan halu, pak Guru," ujar Alexa menahan tawa.
"Kirain aku, kamu lagi bayangin ngangkat karung beras," ujar Alexa misuh-misuh.
"Ckckck, masa kamu aku samain karung beras yang nggak ada bentuknya gitu, ada-ada aja kamu," saut Ryuga terkekeh.
.....
Selamat malam den Ryuga! " Sok mangga hayu Den semuanya udah Mamang siappin, " ujar Mang Dadang seseorang yang sudah puluhan tahun merawat resort milik keluarganya.
"Makasih mang Dadang," ujar Ryuga pun tersenyum menjawab ucapan mang Dadang.
"Tolong mang ambil barang-barang saya di mobil, nanti taro aja di situ," ujar Ryuga ramah.
"Baik den," saut mang Dadang."
"Ihhh, turunin aku, malu tau di liatin si mamang," rengek Alexa.
__ADS_1
"Gimana seneng nggak, " ujar Ryuga menurunkan Alexa saat sampai di dalam villa. Alexa pun tersenyum mengangguk menjawab pertanyaan Ryuga. Alexa terlihat menatap sekeliling, sambil menganga melihat betapa luasnya villa milik Ryuga.
Tutup mulutnya, nanti ada nyamuk masuk nyerang bibir kamu. "Inget cuman aku yang boleh nyerang bibir kamu," ujar Ryuga sambil menyentuh dagu Alexa, sehingga membuat Alexa pun otomatis menutup mulutnya.
"Dih, sangat nyamuk aja posesif, gimana sama manusia," saut Alexa menatap Ryuga heran.
"Kamu udah tau sendirikan kan gimana posesifnya aku waktu itu," ujar Ryuga pura-pura acuh.
Alexa di buat bergidik, saat mengingat perbuatan Ryuga saat itu, yang cukup membuatnya trauma dan ketakutan.
Apalagi Ryuga membawanya ke tempat yang suasana sangat mendukung, untuk melakukan kegiatan bercocok tanam. Alexa pun langsung di buat cemas, otaknya mulai travelling kemana-mana saat menatap punggung Ryuga.
"Yuk ke atas, kita dulu taro barang-barang, ajak Ryuga menggandeng tangan Alexa menuju kamarnya."
"Iya aku juga mau mandi, ujar Alexa mulai gugup."
"Mau di temenin nggak, goda Ryuga menghentikan langkahnya sejenak."
"Nggak, saut Alexa menatap tajam Ryuga." Tiba-tiba ia merasan gugup memperhatikan tatapan Ryuga yang terlihat nakal.
"Ngapain kakak liatin aku begitu," ujar Alexa waspada lalu menyilangkan tangannya di dada. Ryuga pun tertawa melihat tingkah polos istrinya sambil menggelengkan kepalanya. Ryuga sangat senang sekali menggoda Alexa.
Enggak cuman mau ingetin aja, takutnya kamu nggak berani mandi sendirian. "Takut nanti ada yang nemenin di kamar mandi selain aku," goda Ryuga menakut-nakuti.
"Ih kakak apa-apaan sih, jangan nakut-nakutin gitu napa," ujar Alexa meraba tengkuknya sambil melihat sekeliling villa yang terlihat cukup luas dan hening. Apalagi banyak lukisan dan ornamen-ornamen klasik yang terpajang di sekitar villa. Membuat buluk kuduknya tiba-tiba berdiri.
Melihat Alexa ketakutan Ryuga pun langsung mengeluarkan mode jailnya menatap Alexa sambil mengangkat kedua tangannya mencoba menakut-nakuti Alexa.
"Alexa, aku nak budak nak makan," ujar Ryuga menirukan suara nenek Kabayan pada serial kartun anak kembar.
"Ihh...kakak apa-apaan sih, nggak lucu tau nggak," ketus Alexa kesal sambil menghentakan kaki dan tangannya di tangga.
"Ckckck...Kamu itu ternyata penakut ya, Alexa," ujar Ryuga terkekeh. Ia begitu puas menggoda Alexa yang sudah terlihat ketakutan. Ryuga pun langsung menggendong kembali di tubuh Alexa ala bridal style berjalan menapaki tangga menuju kamar tidur mereka.
"Ngapain kamu ngusel-ngusel gitu di ketek aku?" tanya Ryuga.
"Kamu kalo gini terus bikin aku tambah gemes, tau nggak, "ujar Ryuga mengulum senyumnya.
*******
Sesampainya di kamar Alexa langsung mengambil tasnya berjalan menuju kamar mandi. Alexa tidak berani menutup pintu kamar mandi gara-gara tingkah usil Ryuga tadi.
Awas ya, kakak jangan ngitip-ngintip. "Tapi tetep di situ jangan kemana-mana, Awas aja kalo pergi," ujar Alexa mengancam.
Iya, aku duduk di sofa nggak keliatan kan? Udah kamu cepetan mandi. "Apa kamu mau aku mandiin?" ujar Ryuga menggoda.
"Nggak ! Makasih," saut Alexa sedikit menyentak. Alexa pun masuk ke dalam kamar mandi, Ryuga langsung terkekeh melihat reaksi Alexa barusan.
"Alexa..Alexa, seru banget godain kamu tuh," batin Ryuga tersenyum. Tiba-tiba perhatian Ryuga teralihkan saat mendengar ponselnya berdering.
"Hallo Mah ada apa? tanya Ryuga."
"Kamu udah sampai belum?" tanya mamah Retno antusias.
"Udah mah baru aja, saut Ryuga."
Oh ya udah kalo udah sampe. "Mana Alexa mamah mau ngomong sama mantu mamah? " tanya Mama Retno
"Lagi mandi mah, jawab Ryuga."
"Oh ya udah deh kamu lanjut, yang semangat ya bikinin mamah cucu," ujar mamah Retno menggoda putranya.
Ryuga pun langsung memutuskan panggilannya begitu saja setelah mendengar ucapan mamahnya yang menagih cucu kepadanya.
Di dalam kamar mandi Alexa terlihat frustasi saat membuka isi tasnya.
"Arrrggghhh, Mamah " Alexa menggeram saat melihat baju haram di tangannya.
__ADS_1
"Alexa kamu baik-baik aja kan?" tanya Ryuga saat mendengar geraman Alexa. Namun ia tidak berani melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Eh, iiya kak aku baik-baik aja kok," saut Alexa tergagap-gagap.
Alexa menatap lekat-lekat baju yang ada di tangannya saat ini. Ia terlihat pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya malam ini.
Mungkin malam ini memang sudah saatnya. Aku nggak boleh egois. Biar bagaimanapun sudah menjadi kewajiban istri untuk melayani suami termasuk memberikan hak tersebut, batin Alexa menatap baju tipis berwarna hitam di tangannya, Alexa membuang nafasnya perlahan-lahan.
Alexa terlihat mengendap-endap, di balik pintu sambil melihat aktivitas Ryuga yang ternyata sedang sibuk dengan ponselnya duduk di sofa.
"Aduhh... gimana cara gue keluar dari sini, gue aja liat diri gue sendiri aja jijik make baju laknat ini," batin Alexa mondar-mandir sambil menggigit jemarinya.
Tiba-tiba saja muncul ide briliant dalam otak Alexa. "Kak tolong ambil aku air minum dong aku haus," ujar Alexa di dalam kamar mandi.
"Ia sebentar, gpp aku tinggal sendiri?" tanya Ryuga.
"Ia gpp, tukas Alexa."
Saat Ryuga meninggalkan kamar, Alexa langsung buru-buru berlari menuju tempat tidurnya dan menarik selimut sampai menutupi lehernya.
Ryuga pun kembali sambil meletakkan air mineral di nakas. Ia memperhatikan Alexa yang berbaring di tempat tidur, membungkus tubuhnya bagai kepompong memperlihatkan sikapnya yang sedikit aneh.
"Kamu kenapa? tanya Ryuga penasaran menatap Alexa."
"Ah enggak cuman dingin aja kok abis mandi," saut Alexa terbata-bata.
"Ya udah aku mandi dulu ya," ujar Ryuga yang langsung berjalan ke kamar mandi.
Ponsel Alexa berdering, terlihat nomor asing menghubunginya. Alexa menatap ponselnya ia ragu-ragu menjawab nomor asing tersebut. Alexa pun akhirnya memutuskan menjawab panggilan tersebut.
"Hallo...ini siapa ya? tanya Alexa ragu-ragu."
"Hallo sepupuku yang paling bawel," suara sapaan seseorang terdengar di ponsel Alexa.
"Kak Nicco, kaget Alexa tersenyum ceria."
"Sombong ya yang udah nikah, nggak minta restu dari kakak," ujar Nicco terdengar sedikit merajuk.
Maaf kak, bukannya Alexa nggak mau kasih tau. Tapi kakak tau sendiri kan papah aku gimana. "Ngomong-ngomong kakak tau darimana nomor aku?" tanya Alexa penasaran.
"Ada deh, ujar Nicco."
"Gimana Sa, kamu bahagia nggak sama pernikahan kamu, karena kakak denger kamu itu di jodohin?" tanya Nicco penasaran.
"Iya kak, Alexa bahagia malah bahagia banget," ujar Alexa antusias.
"Oh iya nanti kakak mau pulang ke Indonesia, kamu sebentar lagi ulang tahun. Mau kakak beliin apa?" tanya Nicco.
"Nggak kak, denger kakak pulang aja, Alexa udah seneng kok, Kan kakak itu lebih spesial dari pada kado," saut Alexa.
"Dasar tukang modus, "Ckckckc, ujar Nicco terkekeh.
"Gimana papah kamu, dia udah insaf belom, Sa?" tanya Nicco.
"Yah gitulah kak mengsedih kalo di ceritain," saut Alexa lirih.
"Oh iya, Kakak pulang ke Indonesia apa ada urusan bisnis kak?" tanya Alexa sambil memainkan selimutnya.
"Oh bukan.. perusahaan mau anniversary, Sa. Papah mau bikin perayaan gitu ngundang kolega papah, makanya kakak pulang," ujar Nicco.
"Oh gitu, kakak kalo pulang kabarin Alexa ya," ujar Alexa.
Pasti dong apa sih yang enggak buat sepupu kakak yang unyu ini. Kalo gitu udah dulu ya kakak mau ada jamuan nih," ujar Nicco.
"Bye kak Nicco," saut Alexa menimpali.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...