
Saat dalam kesendirian Alexa mencoba keluar menyejukkan hati dan pikirannya berjalan keluar ruangan menuju taman yang tak jauh dari ruangannya. Mata Alexa tertuju melihat orang-orang yang sedang lalu lalang berjalan menuju kantin rumah sakit yang berada tak jauh dari ruangannya. Alexa duduk termenung sendiri sambil meremas ujung bajunya, memikirkan nasibnya ke depan. Dengan semangatnya yang nyaris hilang Alexa sudah cukup banyak kehilangan rasa percaya dirinya. Mungkin seiring berjalannya waktu apakah Alexa bisa berdamai dengan dirinya, karena hampir setiap menit ia harus berperang melawan pikirannya sendiri. Pada akhirnya ia sendirilah yang harus mempelajari adalah bagaimana menjadi kuat menanggung beban hidupnya sendirian, karena menjadi orang yang terbuang itu adalah bukanlah pilihan hidup yang ia inginkan.
Seseorang dari kejauhan terlihat sedang menatap Alexa, dengan perlahan ia mencoba memastikan sosok yang sedang termenung sendiri di duduk bangku taman.
Alexa...,ternyata ini benar kamu...,"ujar Dr Siska yang tidak sengaja melihat Alexa, saat sedang berjalan menuju kantin. Alexa menatap nanar Dokter Siska dengan wajahnya yang terlihat sembab.
Alexa kamu sakit ?,....Kenapa kamu bisa di sini sendirian ?..," ujar Dokter Siska khawatir. Alexa hanya diam menundukkan wajahnya dia hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
Dokter saya bingung harus bagaimana ?...,"ujar Alexa yang langsung terisak pilu. Sehingga Dokter Siska pun langsung memeluk Alexa mengusap punggung Alexa yang saat itu terlihat begitu rapuh. Dokter Siska melihat kondisi Alexa ia tak sengaja melihat luka cakaran di tangan Alexa yang cukup memprihatinkan.
Alexa apakah kamu yang melakukannya...,"tanya Dr Siska sambil memeriksa luka ditangan Alexa. Alexa hanya mengangguk pasrah dia tidak sadar bagaimana tangannya bisa berakhir seperti itu akibat perbuatannya sendiri.
Alexa biar nanti saya visit ke ruangan kamu yaa..!!..,"Saya akan melakukan pemeriksaan kondisi kamu lebih lanjut...,"ujar Dr Siska, namun Alexa terkejut dan langsung menolak dengan menggelengkan kepalanya.
Jangan Dok... jangan sekarang, saya mohon !!! saya tidak mau keluarga suami saya mengetahui kondisi saya sekarang, karena...karena..," ujar Alexa begitu dilema.
Karena apa Alexa....?Mau sampai kapan kamu menunda merahasiakan kondisi kamu seperti ini ?...,"Alexa kondisi kamu cukup memprihatinkan... Saya di sini memberi saran bukan sebagai Dokter tapi sebagai seorang teman yang peduli terhadap kamu...,"ujar Dr Siska.
Saya mohon Dok saya janji setelah pulang saya dari rumah sakit, saya akan menemui Dokter Siska secepatnya...," ujar Alexa memohon. Dokter Siska menghembuskan nafasnya,ia mencoba memahami kondisi Alexa karena memaksa Alexa juga bukan suatu solusi yang baik justru akan mengakibatkan tekanan bagi Alexa.
Di atas guyuran air yang membasahi tubuhnya, Ryuga menatap wajah di balik cermin yang tampak terlihat begitu frustasi. Ia begitu dilema saat kedua orang hadir secara bersamaan di dalam hatinya sungguh berhasil mengacaukan Ryuga saat ini. Kehadiran Alexa nyaris saja membuat Ryuga melupakan sosok Sita yang dulu pernah mengisi hatinya. Ketika ia mulai bisa melupakan Sita dan mulai membuka hatinya sedikit demi sedikit untuk Alexa walaupun tadinya ia berusaha menyangkal perasaannya sendiri, tapi kini Sita muncul secara tidak terduga hingga Ryuga kini si liputi perasaan bingung. Ryuga mengadahkan kepalanya berusaha mendinginkan kepalanya dalam guyuran air.
Dalam balutan piyama Ryuga berjalan menuju ranjangnya ia mencoba mengecek rekaman CCTV, mengikuti saran dari Papahnya tadi. Tangannya terlihat lihai mengoperasikan mouse membuka file-file yang merekam setiap aktivitas di sudut ruangan. Tidak semua ruangan di apartemennya terpasang hide camare, hanya ruang tertentu saja yang menurutnya penting seperti di ruangan di lantai bawah. Ryuga menscrool file-file dimana saat pertama kalinya Alexa tinggal di apartemennya. Senyum simpulnya mulai mengembang saat melihat tingkah random Alexa yang terlihat cukup menghibur perasaannya yang sedang kalut. Alexa terlihat sedikit berbeda jika tidak ada Ryuga di apartement ia seolah terlihat natural mengekspresikan perasaannya. Ryuga bisa melihat jelas tingkah konyol Alexa saat sedang menari, dan bernyanyi yang terekaman jelas di dalam CCTV yang Alexa sendiri tidak sadari. Ryuga kemarin membuka rekaman hide kamera yang menyorot pintu utama di apartementnya
Hmmm.....sepertinya kamera yang satu ini sedikit bermasalah...,"ujar Ryuga saat memeriksa kamera utama yang menyorot langsung ke arah pintu apartementnya. Padahal rekaman kamera utama itu merupakan posisi yang menyorot langsung peristiwa dimana saat Ferdy datang menemui Alexa secara tanpa sepengetahuannya. Ryuga sangat frustasi ia tidak dapat menemukan apapun yang menyebabkan Alexa masuk rumah sakit. Tapi ia cukup yakin tidak ada maling yang memasuki apartementnya seperti ucapan Mamahnya kemarin. Ryuga kembali membuka-buka file demi file rekaman CCTV kini kamera yang terpasang di sudut dapur tak luput ia terlusuri.
Ini gelap sekali...,"Sedang apa dia tengah malam duduk sendiri di dapur, di lihat dari waktu dan tanggalnya sepertinya ini kejadian saat aku bertengkar dengannya malam itu, tapi setelah itu aku tidak ingat apapun..,"ujar Ryuga yang terus melihat aktivitas Alexa sedang duduk dalam suasana yang terlihat gelap. Ryuga sangat penarasan tiba tiba saja matanya membulat dengan sempurna saat beberapa menit menunggu.
Apa...? Ternyata selama ini Alexa benar-benar merokok seperti dugaanku...,"ujar Ryuga dengan raut wajah berubah menjadi dingin, sorot matanya begitu tajam menatap layar laptop yang ada di depannya. Ryuga langsung fokus menggerakkan mouse pada tangannya ia mencoba menzoom rekaman untuk memperjelas kegiatan Alexa. Walau dalam keadaan gelap tapi CCTV tersebut sudah di lengkapi dengan infra red, dan kamera HD yang bisa menampilkan kegiatan dengan jelas walaupun dalam keadaan gelap. Ryuga terus mengamati aktivitas Alexa hingga terlihat suasana menjadi terang Ryuga menatap fokus hingga saat satu kejadian yang membuatnya membeku Ryuga meremas kasar rambutnya, kini ia menyadari tindakan apa membuat Alexa terus menghindarinya saat itu. Dan bodohnya lagi ia justru ia menuduh Dimaslah yang melakukan atas segala tindakannya pada Alexa.
__ADS_1
Arrrggghhh..!!! Bagaimana aku menjelaskannya, aku merasa seperti orang bodoh....,"teriak Ryuga merasa semakin frustasi.
*************
Alexa kembali merebahkan dirinya kembali di ranjang setelah bertemu dengan Dokter Siska, ia mengambil ponsel di dalam laci nakas. Berbagai chat dan panggilan Rena dan Kifli terus muncul yang menanyakan keberadaannya saat belajar bersama kemarin. Sejak beberapa hari ponsel banyak sekali panggilan-panggilan nomor asing yang terus menerornya jadi Alexa sering sekali menonaktifkan ponselnya, karena ia merasa terganggu. Alexa membuka musik player di dalam ponselnya mendengarkan lagu favoritnya memecah keheningan dalam sepinya di dalam ruangan yang cukup membuatnya sedikit bosan dan pengap.
Help me, it's like the walls are caving in
Sometimes I feel like giving up
No medicine is strong enough
Someone help me
I'm crawling in my skin
Sometimes I feel like giving up
Lagu In My Blood milik Shawn Mendes sangat cocok mewakili dengan apa yang ia rasakan. Alexa meletakan ponselnya di samping wajahnya dan menenggelamkan seluruh tubuhnya di balik selimut, memejamkan mata karena air matanya tidak hentinya mengalir. Sayup-sayup memaksakan mata agar tertidur namun usahanya teralihkan saat mendengar suara ketukan pintu Alexa langsung saja menyeka buru-buru sisa air matanya.
Sayang...Gimana kamu udah enakan belum ?..Mamah dengar kata Ryuga tadi Papah sama Mamah kamu datang ? Kemana sekarang mereka ?..,"tanya Mamah Retno sambil meletakkan barang-barangnya di sofa. Mamah Retno menghampiri Alexa mencoba mengecek kondisi Alexa.
Alexa udah lebih enakan kok Mah...Mamah sama Papah Alexa udah pulang tadi..,"ujar Alexa tersenyum.
Sayang..Kok mata kamu merah gitu...,pasti kamu abis nangis ya? Kamu kenapa coba cerita ayo sama Mamah ?..," ujar Mama Retno duduk disamping Alexa
Gpp mah Alexa cuma tiba-tiba aja kepikiran Mamah Sarah mungkin Alexa lagi kangen aja kali, jadi melow bawaannya....," ujar Alexa berbohong sambil menampilkan senyum hangat.
Ehmmmm...sini Mamah peluk.. cepet sembuh ya sayang setelah pulang dari rumah sakit kamu akan tinggal sama Mamah...kamu nggak keberatan kan.," ujar Mama Retno sambil memeluk Alexa dan mengusap rambut Alexa. Ada perasaan senang di dalam hati Alexa mendengar bahwa ia akan tinggal bersama lagi dengan Mamah Retno. Mungkin kasih sayang Mamah Retno bisa sedikit mengobati rasa rindunya kepada Mamahnya.
__ADS_1
Makasih ya Mah... Alexa justru seneng banget tinggal sama Mah....," ujar Alexa merasakan tenang dalam pelukan Mamah Retno.
********
Sore hari Ryuga terlihat tidak tenang apapun yang ia kerjakan selalu saja berantakan. Ryuga selalu teringat rekaman CCTV yang berhasil membuatnya gagal fokus seperti orang bodoh. Bagaimana ia harus bersikap di depan Alexa nanti, setelah mengetahui segala perbuatannya sendiri. Ryuga pun mengambil jaket dan kunci mobilnya meninggalkan apartement, sepanjang perjalanan Ryuga terus membuang nafasnya dengan kasar memikirkan bagaimana bersikap di depan Alexa, apa ia harus berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa. Sesaat setelah sampai di rumah sakit Ryuga berjalan menelusuri lorong di rumah sakit.
Loh Mamah mau kemana..,"tanya Ryuga yang secara tidak sengaja bertemu Mamahnya.
Mamah mau ke ruangan Dokter Alvin, Mamah pengen tanya-tanya kondisi Alexa, apa besok dia sudah bisa pulang..,"Oh iya kamu cepat sana temenin Alexa..,"ujar Mamah Retno. Ryuga pun kembali berjalan dan langkahnya terhenti manakala seseorang menyapanya.
Hai bro..!!!..," Wah ternyata bener luh Ga..Kirain gua salah liat...Hallo Tante apa kabar?, Tante makin cantik aja !!!...," ujar dokter Andry dan langsung menyapa dengan ramah.
Eh kamu Andry ya ?...Ya ampun Tante sampe nggak ngenalin kamu!!..,"Kamu kerja di sini rupanya...," ujar Mama Retno.
Iya dong Tante.. Gimana aku makin ganteng yak ?...,'Ngomong-ngomong Tante sama Ryuga kok bisa di sini...," Tanya Dokter Andry penasaran.
Oh ini istrinya Ryuga sedang dirawat di sini...,"celetuk Mama Retno keceplosan. Sontak membuat Ryuga langsung menatap Mamahnya dengan tajam. Nasi sudah menjadi bubur Dokter Andry kini langsung menatap juga dengan penuh tanda tanya.
Istri!!!..," Ryuga loh udah punya istri.."ujar Dokter Andry tidak percaya menatap ke arah Ryuga seolah meminta penjelasan. Mama Retno sontak langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya menyadari ucapannya yang lolos begitu saja. Ryuga langsung menatap Mamahnya dengan tatapan horor. Namun Mama Retno hanya tersenyum kaku dan langsung meninggalkan Ryuga setelah menatapnya seolah meminta pertanggungjawaban atas ucapannya tadi.
Ya udah tante duluan ya !!...,"ujar Mamah Retno berusaha menghindar dari Ryuga.
Iya tante...,"jawab Dr Andry dengan senyum ramah.
Wah kaga nyangka gue...,"Luh udah nikah ternyata, kok nggak ngabari ngabarin sih.."ujar Dokter Andry begitu penasaran.
Ah kepo loh..udah sana gih mending luh cabut... Siska tadi gue liat lagi mojok noh di sana.."jawab Ryuga berusaha menghindari dari Dr Andry.
Hah..serius luh...Lo tetep utang penjelasan Ga...Ya udah gue cabut dulu, jagain istri loh jadi suami yang baik bro.."ujar Dokter Andry kepada Ryuga sambil menepuk bahu Ryuga dan cekikikan berusaha menahan gelak tawa.
__ADS_1
Berisik loh.. dasar bucin akut....cepet sana pergi.."bisik Ryuga sambil melemparkan raut wajah kesal kepada sahabatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...