Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Keegoisan Alexa


__ADS_3

"Mommyyy"


Suara teriakan kedua malaikat kecil terdengar begitu nyaring di telinga Alexa. Shaka dan Sheena melepaskan genggaman tangan Ryuga dan langsung berlari berhamburan menaiki ranjang Alexa. Shaka dan Sheena memeluk Alexa dengan erat dan menangis melepaskan kerinduan mereka.


"Mommy.., Sheena kangen banget sama mommy, mommy kenapa bobonya lama banget sih? "tanya Sheena menatap Alexa dengan mata berkaca-kaca.


"Mommy kapan pulangnya sih? Shaka pengen bobo sama mommy, "ujar Shaka menatap Alexa lirih.


Alexa meneteskan air mata menatap iba kedua buah hatinya, ia pun mencium Shaka dan Sheena secara bergantian, "Mommy juga kangen banget sama kalian, "ujar Alexa mengusap rambut kedua buah hatinya.


Ryuga pun hanya menyimpulkan senyumnya dengan lirih, melihat kedua buah hatinya yang begitu merindukan Alexa. Ryuga pun membalikkan badannya meninggalkan ruangan tersebut.


Cekrek..!


Shaka mengalihkan pandangannya saat mendengar suara pintu, "Uncle mau kemana? uncle di sini aja jangan kemana-mana, "ujar Shaka melihat punggung Ryuga.


Ryuga menggigit bibirnya, membuang nafasnya perlahan, lalu menengok ke arah kedua buah hatinya memasang wajah seceria mungkin di hadapan mereka, "Sebentar ya, uncle mau ketemu sama Pak dokter dulu, "ujar Ryuga tersenyum.


Sheena memasang wajah ceria menatap Ryuga, "Uncle mau minta izin sama pak dokter ya? Mau bawa mommy pulang ? "ujar Sheena menatap Ryuga penuh harap.


Ryuga menganggukkan kepalanya menatap Sheena, sekilas Ryuga menatap Alexa yang sejak tadi pagi mengacuhkannya dan sama sekali tidak mau menatap wajahnya, "Kalian jagain mommy kalian dulu ya, uncle nggak lama kok, "ujar Ryuga menarik gagang pintu, namun saat membukanya, ternyata Sisil dan Ardy muncul secara bersamaan dari balik pintu.


Sisil sedikit terkejut, "Loh kamu mau kemana Ga? "tanya tante Sisil.


"Pagi Om.. Tante,.! Saya mau ke ruang psikiater dulu Tante, "ujar Ryuga.


Sisil mengerutkan kedua alisnya, "Loh emang masih ada pemeriksaan lagi? Alexa bilang katanya dia mau pulang hari ini? "tanya Sisil bingung menatap Alexa dan Ryuga secara bergantian.


"Kamu nggak perlu repot-repot, karena kondisi aku semua menjadi urusanku, "ujar Alexa dengan nada dingin.


Mendengar ucapan Alexa tadi, membuat Sisil dan Ardy saling memandang satu sama lain, dengan wajah heran saat merasakan ada perubahan sikap yang ditunjukkan Alexa yang lebih terkesan dingin terhadap Ryuga setelah ingatannya kembali.


Ryuga menatap Alexa namun tetap menyimpulkan senyumnya, "Ya udah biar aku minta izin pulang sama dokter, "ujar Ryuga.


Ryuga tersenyum menatap Sisil dan Ardy secara bergantian, "Saya permisi dulu Om..Tante, "ujar Ryuga meninggalkan ruangan Alexa. Sedangkan Sisil dan Ardy tidak berani berkomentar apapun, mengingat saat ini ada Shaka dan juga Sheena ada di tengah-tengah mereka. Namun Shaka yang memang memiliki kepekaan yang tinggi, ia langsung bisa merasakan ada yang aneh dengan nada bicara dan sikap Alexa terhadap Ryuga tadi.


Shaka menatap Alexa, "Mommy lagi marah ya sama uncle? "tanya Shaka sedikit murung.

__ADS_1


Sheena pun mencebikkan bibirnya menatap Alexa, " Iya..,ngapain sih mommy marah-marahan sama uncle? Uncle kan baik, jagain mommy terus di sini kalo malam, terus kemarin juga pas Sheena sama Kak Shaka sakit, uncle juga bawa kita ke dokter, jagain kita, temenin kita di rumah omah, bacain kita dongeng, "ujar Sheena membeo.


"Apa kalian sakit, "ujar Alexa sedikit terkejut.


"Iya Alexa mereka merengek terus nanyain kamu kapan pulang. Shaka dan Sheena sangat merindukan kamu sampe mereka demam. Untungnya aja saat itu ada Ryuga, dia begitu sabar menghadapi rengekan Shaka dan Sheena yang terus menanyakan kamu setiap hari, "ujar sisil menimpali.


Namun apa yang diucapkan tante Sisil dan kedua buah hatinya tetap saja tidak merubah pendirian Alexa. Dirinya tetap ingin berpisah dengan Ryuga, walaupun kini di antara mereka sudah ada dua buah cinta mereka Alexa tidak mempermasalahkan hal tersebut, selama Shaka dan Sheena tidak mengetahui siapa Ryuga sebenarnya.


Mungkin bagi orang lain pemikirannya ini sangat egois, terutama bagi Shaka dan Sheena yang memang sangat menginginkan kehadiran seorang Daddy di samping mereka. Namun semua itu ada alasannya, Alexa tidak ingin mengulang hidupnya seperti dahulu yang begitu menderita, karena sejak memiliki Shaka dan Sheena keinginannya hanyalah menjadi ibu yang bahagia untuk kedua buah hatinya.


Bagi Alexa menghindar dan menjauh dari kehidupan Ryuga adalah keputusan yang terbaik. Karena saat pertama kali Alexa membuka matanya setelah hampir 5 hari tidak sadarkan diri, Alexa langsung mengingat semua kejadian 5 tahun yang lalu, bagi Alexa peristiwa tersebut terasa seperti baru terjadi kemarin. Perasaan yang tertinggal saat ini hanyalah sebuah kebencian, amarah dan juga kekecewaan, sedangkan rasa cinta kasih sayangnya ia alihkan hanya untuk kedua buah hatinya.


********


Hari ini Alexa pulang dari rumah sakit lebih awal dari jadwal yang di tentukan oleh dokter.


Shaka dan Sheena terlihat begitu bergembira mendengar mommy mereka bisa pulang hari ini, "Hore! mommy udah boleh pulang! Asikk..! "seru Shena dan Shaka sambil melompat-lompat di ranjang Alexa.


"Sheena senang, akhir Sheena bisa bobo sama mommy lagi, "ujar Sheena menatap, Alexa pun tersenyum menatap kedua buah hatinya bagi dirinya yang lebih penting adalah melihat senyum bahagia di wajah kedua buah hatinya.


"Yuk uncle, ajak Sheena langsung melompat ke dalam gendongan Ryuga, sedangkan Shaka berjalan sambil meraih tangan Alexa.


Alexa tersenyum, "Alexa udah baik-baik aja kok Tante, lagian lama-lama di rumah sakit Alexa kasian sama mereka, "ujar Alexa sekilas menatap buah hati secara bergantian.


Alexa menjulurkan tangannya ke arah buah hatinya, "Yuk Shaka..Sheena, kita pulang sama opah dan omah, "ajak Alexa.


"Mommy Shaka maunya naek mobil sama uncle, "ujar Shaka menatap Alexa penuh harap.


"Iya mommy kita naek mobil uncle aja yuk! "saut Sheena menimpali.


Alexa menghembuskan nafas kasarnya, menatap kedua buah hati, "Shaka..Sheena, unclenya kan mau kerja dulu, biar kita bareng mobil opah ya, "ajak Alexa membujuk kedua buah hatinya.


Sheena memberontak, "Nggak mau pokoknya Sheena mau bareng uncle, uncle tadi udah bilang kok, katanya hari ini uncle libur, dan mau main sama kita, "teriak Sheena yang langsung menangis menenggelamkan wajahnya di pundak Ryuga.


Ryuga mengusap kepala Sheena, lalu menatap ke arah Alexa, "Biar mereka bareng sama aku ya, kasian kan mereka, "ujar Ryuga.


"Iya Alexa, lebih baik kamu ikut sama Ryuga, "ujar Sisil menimpali menatap Alexa.

__ADS_1


Akhirnya Alexa pun mengalah demi kedua buah hatinya. Namun disepanjang perjalanan Alexa hanya sibuk berdiam diri menatap ke sisi jalan, tidak ada niat apapun baginya untuk membangun komunikasi dengan Ryuga sedikit pun sejak ia bangun dari tidur panjangnya kemarin. Shaka dan Sheena menatap ke arah Alexa dan Ryuga secara bergantian dengan raut wajah yang terlihat sedih.


"Mommy sama uncle kenapa sih? Kenapa dari tadi mommy diem aja? tanya Sheena dengan raut wajah sedih.


Ryuga tersenyum mengusap kepala Shaka dan Shena di sampingnya, "Mommy mungkin masih pusing, kalian jangan gangguin mommy dulu ya, "ujar Ryuga tersenyum.


Shaka menatap Ryuga, "Tapi nanti uncle janji ya, uncle nggak boleh pulang dulu, uncle temenin Shaka sama Sheena main, "ujar Shaka. Ryuga pun tersenyum menganggukkan kepalanya menatap Shaka dan Sheena sekilas.


*************


Hampir satu jam berdiam diri di dalam perjalanan kini Alexa menghampiri kedua buah hatinya saat sudah sampai di kediaman Om Ardy.


"Shaka.., Sheena, maaf ya mommy nggak bisa temenin kalian main, kepala mommy masih sakit. Kalian main sama Uncle dulu ya, "ujar Alexa yang berusaha menghindari Ryuga. Shaka dan Sheena menganggukkan kepalanya patuh dan langsung menghampiri Ryuga menarik tangan Ryuga mengajak Ryuga masuk ke dalam.


Ryuga pun menatap lirih Alexa yang berjalan masuk ke dalam kamarnya mengacuhkannya, "Alexa apa sebegitu benci itu kah kamu terhadapku, " batin Ryuga menatap kepergian Alexa.


Shaka dan Sheena menarik tangan Ryuga yang terlihat menatap ke arah Alexa, "Uncle kita main yuk, "ajak Shaka dan Sheena. Ryuga pun mengalihkan pandangannya tersenyum menganggukkan kepalanya menatap kedua buah hatinya.


Di sisi lain,


Sisil yang sejak tadi penasaran dengan perubahan sikap Alexa saat di rumah sakit, ia pun terlihat berjalan menghampiri kamar Alexa. Sisil bisa melihat Alexa sedang menangis menenggelamkan wajahnya di balik selimut.


Sisil duduk di sisi ranjang Alexa, mengusap punggung Alexa dengan lembut, "Alexa tante tau ini berat untuk kamu terima, tapi jangan kamu perlihatkan kebencian kamu terhadap Ryuga di depan Shaka dan Sheena. Kasian kan mereka, mereka sudah cukup paham situasi, "ujar Sisil.


Alexa duduk menatap tante Sisil serius, "Tante, lusa Alexa akan kembali ke Aussie_"


Sisil terkejut mendengar ucapan Alexa barusan, "Apa ke Aussie? Alexa kamu lebih baik pikiran lagi matang-matang keputusan kamu barusan, Alexa! Dan tolong kamu juga pikirkan kebahagiaan Shaka dan Sheena, karena bagaimanapun juga Ryuga itu adalah ayah dari kedua anak-anak kamu. Apa kamu nggak lihat bagaimana dekatnya mereka saat ini? Kamu emang tega mau memisahkan mereka yang sudah sedekat itu dan membuat Shaka dan Sheena bersedih "ujar Sisil mencoba meyakinkan Alexa.


"Tante.., mereka juga lama-lama juga akan terbiasa tante tanpa kehadiran Ryuga, dan menurut Alexa itu nggak masalah selama mereka nggak tahu siapa Ryuga sebenarnya, "ujar Alexa tetap bersikukuh.


"Alexa jangan mengambil keputusan ketika kamu sedang emosi, tante tau kamu baru mengingat semuanya. Tapi Alexa, lima tahun ini banyak hal yang berubah tapi, yang tante lihat Ryuga tidak pernah berubah sedikitpun selama 5 tahun ini, ia terus menanyakan keberadaan kamu kepada om dan juga tante. Alexa semua yang terjadi antara kamu dan juga itu adalah kesalahpahaman_"


Alexa memotong ucapan tante Sisil, "Maaf tante, aku udah nggak mau bahas Ryuga lagi dan nggak mau tau apapun tentang Ryuga. Dan maaf jika keputusan Alexa ini terkesan egois di mata tante, "ujar Alexa yang kembali merebahkan dirinya di ranjangnya terisak. Sisil hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya menatap ke arah Alexa.


"Jika kamu memang ingin kembali, apa alasannya kamu menangis saat ini Alexa, kalo bukan karena kamu masih mencintai Ryuga, "ujar Sisil yang langsung meninggalkan kamar Alexa. Sontak mendengar ucapan tante Sisil tadi, Alexa semakin dibuat terisak dan semakin menenggelamkan wajahnya di balik selimut.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2