
"Kamu sekolah apa kuliah sayang?" tanya Retno kepada Grace
"Saya masih anak SMA tante, saya sekolah di SMA Garuda Bangsa," ujar Grace antusias memulai rencana liciknya.
"Oh kamu sekolah di sana! Berarti kamu kenal dong sama anak tante, dia ngajar di sana loh," ujar Retno sedikit terkejut menatap Grace antusias.
"Anak tante... siapa ya tante?" tanya Grace pura-pura tidak tau."
"Anak tante namanya pak Ryuga," ujar Retno.
"Oh pak Ryuga, ya ampun ternyata pak Ryuga itu anaknya tante pantes gantengnya meresahkan banget, ternyata mamahnya aja cantik kaya gini. "Tante aku pengen deh di culik jadi mantunya tante," ujar Grace tersenyum memegang tangan Retno.
"Apa dia kenal Alexa ya, apa aku cerita aja kali ya," batin Retno.
"Ihhh...tante kok bengong. Tante nggak sukanya kalo aku mau nyalonin diri jadi mantunya tante," ujar Grace sedikit murung.
"Kamu bisa aja! Gimana ya ? Oh iya apa kamu kenal Alexa?" tanya Retno.
"Siapa Alexa..tante," ujar Grace pura-pura terkejut.
"Iya Alexa, ujar Retno antusias."
"Bukannya kenal lagi tante, dia itu musuh bebuyutan aku di sekolah, aku tuh sebel banget sama dia," ujar Grace dengan wajah kesal.
"Apa musuh bebuyutan kamu, kenapa?" tanya Retno terkejut.
Iya tante, dia tuh anaknya trouble maker banget deh tukang gonta-ganti pacar. Pacar aku aja dia rebut tante, dia juga sering berantem cabut gitu dari sekolah, mentang-mentang dia anak ketua yayasan dia bersikap seenaknya gitu tante. Aku tuh kadang suka fotoin sama videoin dia kalo lagi jahatin aku, terus aku di aduin sama guru, eh malah aku yang di salahin, sekarang aja aku di skorsing gara-gara dia. Alexa tuh di sekolah, di specialin banget deh, Tante. Makanya banyak siswi cewek gitu yang nggak suka sama dia, ujar Grace panjang lebar memfitnah Alexa.
"Masa sih Grace, tante boleh liat foto sama videonya," ujar Retno penasaran.
Oh boleh tante... Ini aku ambil kira-kita dua mingguan yang lalu, ini foto pas Alexa pelukan di gerbang sekolah sama cowok aku, namanya Dimas, Tante. Terus ini video pas aku di tampar sama di cekik Alexa si kantin gara-gara aku negor dia jalan sama pacar aku. Sekarang aja aku di skorsing tante gara-gara dia, dia itu di belain pak Ryuga terus tante padahal papahnya aja suka marahin Alexa benci sama Alexa. Alexa itu takut sama papahnya karena dia ngelawan terus sama papahnya," ujar Grace memutar balikkan fakta.
Pantes selama ini aku ngerasa hubungan Alexa sama papahnya nggak baik, ternyata ia masalahnya," batin mamah Retno sedikit tercengang menutup mulutnya dengan kedua tangan melihat video Alexa dan juga foto-fotonya. Raut wajahnya langsung suram seketika bisa terlihat jelas pancaran kekecewaan pada sosok menantu kesayangannya tersebut.
"Tante kok tante bengong? Tante kenal emang sama Alexa?" tanya Grace merasa puas sepertinya tante Retno percaya dengan ucapannya baru saja apalagi ia melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri foto-foto dan juga video Alexa dari versi Grace.
"Eh.. maaf tante jadi bengong deh," ujar Retno masih tidak percaya.
Namun pada saat ia ingin bertanya lagi teman-teman genk arisannya datang, sehingga obrolan antaranya dengan Grace terhenti akibat sapaan para teman arisannya tersebut.
" Eh maaf ya aku malah jadi curhat, ya udah tante aku permisi dulu," ujar Grace dengan senyum sinis penuh kepuasan dalam hatinya.
Eh tunggu dulu Grace, ini telpon tante kalo ada apa apa tolong kabarin tante ya," ujar Retno memberikan kartu namanya.
"Iya tante nanti aku chat ya," ujar Grace ramah lalu pergi meninggalkan taman belakang.
"Mampus luh Alex, gue yakin setelah ini pasti luh bakalan si depak sama nyokapnya pak Ryuga," batin Grace dengan senyum smirk.
.
.
Di perjalanan Ryuga tidak hentinya tersenyum melirik ke arah Alexa, ia pun menggenggam tangan Alexa sesekali mencium tangan Alexa.
"Aku bahagia banget hari ini, sayang," ujar Ryuga tersenyum.
Apaan tadi kamu bilang...sayang. "Coba kamu ulangi lagi" ujar Alexa hati merasa berbunga-bunga.
"Nggak mau kalo nggak ada upetinya." ujar Ryuga sok acuh.
"Kasian banget deh aku punya suami kok perhitungan banget, terus apa upetinya," ujar Alexa mencebikkan bibirnya.
"Cium aku dulu, ujar Ryuga menggoda."
__ADS_1
"Nggak ah, ini lagi jalan raya bahaya," tolak Alexa.
"Ya udah nanti kalo di rumah laen lagi permintaannya, maunya minta kelon," ujar Ryuga menahan senyum.
"Apah... ihhh dasar pak Guru mesum," saut Alexa mencebikkan bibik.
"Ckckck, Kamu tuh aneh deh, seneng banget ngambek manyun-manyun gitu, tapi bikin nyaman," ujar Ryuga.
"Gpp deh bikin nyaman daripada kamu bikin aku sakit terus," ketus Alexa.
"Maksudnya bikin sakit gimana?" saut Ryuga melirik Alexa heran.
Iya... kamu bikin aku sakit....sakit pinggang kalo pagi, contohnya kaya tadi pagi," saut Alexa merengut.
"Ckckck,... biar pun bikin sakit pinggang tapi bikin nagih kan, sayang," saut Ryuga mengusap kepala Alexa.
"Ihh...apaan sih," saut Alexa malu malu menahan senyum.
"Kamu panggil aku sayang dong mulai sekarang atau enggak hunny ke, bunny bebski, atau mungkin baby," ujar Ryuga.
"Dih...apaan lagi baby, kakak tuh udah tua nggak pantes di panggil baby pantesnya di bilang om kaya dulu pertama kali kita ketemu, ckckckc..," saut Alexa menahan tawa.
Apa.. tua! awas ya kamu nanti, kamu tuh bener-bener nggak ada romantis romantisnya , Alexa. "Tapi aku kalo inget pas kejadian itu, aku tuh sebenarnya udah tertarik lihat kamu gara-gara lesung pipi kamu ini," ujar Ryuga mencubit pipi Alexa secara perlahan.
"Masa," ujar Alexa tidak percaya."
"Serius.. sayang ngapain aku bohong," saut Ryuga mencium tangan Alexa.
"Tapi gara-gara aku liat rokok kamu jatuh waktu itu, aku jadi langsung ilfil," saut Ryuga.
"Kalo ilfil ngapain kamu terima di jodohin sama aku," ujar Alexa merengut.
"Ada satu alasan yang special dari kamu yang bikin aku nerima perjodohan kita waktu itu," saut Ryuga.
"Ada syaratnya...bilang sayang atau nggak yank, hunny juga boleh, ayo cepet nanti aku kasih tau," ujar Ryuga memaksa.
"Ihhh...dasar tukang maksa ya! Iya sayang...puas! Ayo cepetan apa kasih tau," rengek Alexa.
"Nah gitu dong... jadi istri aku itu harus nurut," ujar Ryuga tersenyum mengusap pipi Alexa.
"Tapikan aku nggak biasa bilang gitu, aneh aja gitu kedengerannya," rengek Alexa menatap Ryuga sepert anak kecil.
"Gpp di biasain nanti juga lama-lamanya terbiasa," saut Ryuga.
"Apa alesannya?" tanya Alexa penuh penekanan.
"Alesannya karena kamu bikin aku penasaran, kamu tuh nggak yang lebay sama genit gitu sama aku, kaya cewek yang biasa deketin aku yang agresif gitu, kamu tuh cuek, ya beda aja gitu," saut Ryuga.
"Ngapain aku kaya gitu kurang kerjaan banget," saut Alexa.
"Yank..kamu mau nggak kita tinggal di apartemen lagi? Selain biar kita mandiri, kita jugakan butuh privasi kan yank," ujar Ryuga.
"Tapi aku kan seneng tinggal sama mamah sama papah, mereka itu perhatian sama aku, terus kalo kakak nanti udah kerjakan di perusahaan papah, pasti aku bakalan kesepian nggak ada temen ngobrol," ujar Alexa dengan nada manja.
"Tenang aja kalo siang kamu bisa main kok di tempat mamah, terus malemnya pulang kerja kamu aku jemput, gimana," ujar Ryuga meyakinkan Alexa.
Alexa terdiam sejenak memikirkan ucapan Ryuga, ia juga tidak bisa menolak keinginan suami, karena bagaimana pun juga Alexa harus patuh dan menuruti keinginan suaminya. Setelah menikah apa yang menyangkut tentang Alexa semuanya merupakan tanggung jawab Ryuga.
"Nanti bilangnya gimana? tanya Alexa."
"Biar aku aja yang ngomong sama mama dan papa nanti," saut Ryuga.
.
__ADS_1
.
Perjalanan dari Bandung ke Jakarta hampir sambil menempuh jarak selama 4 jam. Mobil Ryuga pun sudah terparkir rapih di kediamannya, Alexa menggeliatkan tubuhnya sebelum keluar dari dalam mobil.
"Kenapa kamu pegel ya?" tanya Ryuga.
"Iya kak, saut Alexa dan langsung di hadiahi sorot tajam dari Ryuga."
"Hayo udah lupa ya," ujar Ryuga menatap Alexa menyelidik
"Eh iya..yank maksudnya," saut Alexa kaku.
Cup!!
Ryuga langsung dihujani Alexa dengan banyak kecupan di wajahnya.
"Awas, kalau lupa lagi kamu bakalan aku cium di tempat detik itu juga," ujar Ryuga menggoda.
Ihh...jangan ngadi-ngadi deh kalo di tempat rame gimana ada temen-teman aku misalnya di sekolah," ujar Alexa bergidik menatap Ryuga.
"Enggak lah yank... khusus kalo kita lagi berdua kalo nggak di rumah aja," saut Ryuga mencubit hidung Alexa gemas.
Ryuga pun berjalan masuk ke dalam kediamannya sambil menggandeng tangan Alexa.
"Kamu pegel ya?" tanya Ryuga.
"Hooh yank, saut Alexa."
"Trus kita nggak bisa itu dong?" tanya Ryuga tersenyum nakal.
"Ihhh...apaan sih kak, eh yank maksudnya." Emang kakak nggak cape apa, nyetir segitu jauhnya, emang masih kuat itu pinggangnya, aku aja berasa mau patah, saut Alexa menatap heran Ryuga.
"Justru itu olahraga yang bisa ngilangin rasa pegal, kram sama kesemutan, Sayang ," ujar Ryuga dengan alibinya menggoda Alexa.
"Ah itu bisa-bisanya kakak aja, Dasar mesum," ujar Alexa sambil mencubit pinggang Ryuga.
"Yey nggak kena, cari gelambir ya," ujar Ryuga berlari menggoda Alexa.
Suara canda tawa Alexa dan juga Ryuga sayup-sayup terdengar oleh telinga papah Bimo dan juga mama Retno yang sedang duduk di ruang tengah.
"Eh kalian udah pulang," sapa mamah Retno tersenyum menatap Ryuga.
"Mamah Papah ini oleh-oleh buat kalian," ujar Alexa tersenyum ceria.
"Makasih ya Alexa," saut Mamah Retno dengan senyum agak terpaksa.
Bi tolong bikinin Ryuga dan Alexa minum," ujar mamah Retno. Ia pun langsung meletakkan oleh-oleh dari Alexa begitu saja tanpa melihat isi di dalam bungkusan tersebut. Alexa langsung menatap aneh mamah Retno, karena sikapnya sedikit berbeda tidak seperti biasanya.
"Ya udah mah Ryuga sama Alexa ke kamar dulu nanti tolong bi Siti suruh anterin minumannya ke kamar aku ya," ujar Ryuga berlalu sambil menggandeng tangan Alexa.
"Sepertinya perjodohan mereka berhasil ya mah. Papah bisa lihat Ryuga memperlakukan Alexa dengan baik, sepertinya ia sudah jatuh cinta pada Alexa," ujar papah Bimo menatap Ryuga dan Alexa berjalan menapaki anak tangan.
Di saat Ryuga mulai membuka hatinya untuk kamu, tapi kenapa kamu justru menghianati ketulusan Ryuga,.. Alexa. Mamah kecewa sama kamu, mamah merasa khawatir sama Ryuga," batin mamah Retno menatap Ryuga dan juga Alexa.
"Mah kok malah bengong sih, biasanya mamah sangat excited menyambut mantu kesayangan mamah?" tanya papah Bimo heran menatap istrinya yang terlihat melamun.
"Oh enggak pah, kepala mamah pusing banget nih. Kita istirahat yuk pah, mamah capek banget hari ini," ajak mamah Retno.
"Oh pantes dari tadi papah lihat, mamah kok kelihatannya kayaknya murung," ujar papah Bimo. Mereka meninggalkan ruang tengah menuju kamar mereka masing-masing.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1