
Untung saja Shaka dan Sheena tidak melihat kejadian tadi. Alexa langsung saja mengusap pipinya sambil menahan tawa melirik Ryuga sekilas, sedangkan Ryuga sendiri sibuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal menatap kedua buah hatinya dengan senyum aneh.
Shaka dan Sheena terkejut meliat sikap aneh yang di tunjukkan daddy dan mommy mereka yang memperlihatkan wajah gugup mereka, "Mommy sama daddy kenapa sih? "tanya Shaka menatap daddy dan mommy nya heran secara bergantian.
Alexa mencoba bersikap sewajarnya, "Oh tadi ada kecoa, kecoanya gede banget! Udah gitu rese lagi, gangguin mommy terus, "ujar Alexa memicingkan matanya melirik Ryuga sekilas.
"Apa.. kamu samain aku sama kaya kecoa, awas ya kamu "ujar Ryuga kembali menggelitiki Alexa.
"Ckckc..Shaka.. Sheena tolongin mommy! " panggil Alexa. "Iya..ampun..ampun, "ujar Alexa meronta-ronta kegelian.
Melihat mommy meminta tolong kepada mereka, Shaka dan Sheena pun langsung berlari ke arah mommy dan daddy mereka dan ikut bercanda ria bersama-sama.
Tok..tok..tok !
Suara ketukan pintu membuyarkan keseruan Ryuga dan juga keluarga kecilnya yang saat itu sedang asik bercanda gurau.
"Mas Ryuga, ada tamu Mas, "panggil bi Siti mengetuk pintu kamar Ryuga.
Cekrek!
Ryuga membuka pintunya menatap bi Siti, "Tamu? Siapa bi? "tanya Ryuga.
"Itu Mas, mba Fanny sama Mas Daniel, "ujar bi Siti.
"Oh..,Ya udah suruh mereka tunggu gitu "ujar Ryuga.
"Ada siapa Yank? "tanya Alexa tiba-tiba menghampiri dan menempel di punggung Ryuga.
Ryuga melangkahkan kaki masuk ke kamarnya kembali sambil merangkul pundak Alexa mencium rambut Alexa, "Itu ada Fanny sama Daniel_"
"Daddy ayo main lagi, "rengek Sheena menarik tangan Ryuga yang sejak tadi terus saja menepel pada Ryuga.
Ryuga tersenyum manis mensejajarkan dirinya menatap putrinya yang sejak tadi tidak mau jauh darinya, "Sebentar ya sayang, daddy temuin teman daddy dulu, oke., "ujar Ryuga menatap Sheena.
__ADS_1
Shaka langsung mengalihkan perhatian Sheena, "Ayo Sheen main sama kakak dulu yuk! Kita susun lego minecraftnya lagi! "ajak Shaka. Sheena pun akhirnya melangkahkan kakinya menghampiri Shaka yang terlihat asyik menyusun Lego miliknya.
********
Ryuga dan Alexa turun menapaki anak tangga sambil sedikit berbincang ringan. Sedangkan Fanny dan juga Daniel yang sejak tadi menatap ke arah bosnya dan juga istrinya mereka dibuat tersenyum. Fanny dan juga Daniel bisa melihat jelas aura kebahagiaan yang terpancar jelas di raut wajah pimpinan mereka.
Fanny menyikut lengan Daniel yang berdiri di sampingnya, "Pak, saya nggak nyangka deh, kalo selama ini pak Ryuga itu ternyata udah punya istri sama anak. Pantes aja pak Ryuga nutup dirinya banget kalo ada cewek yang deketin dia, "bisik Fanny tersenyum menatap ke arah boss dan juga istrinya. Daniel hanya menarik sudut bibirnya memanggapi ucapan Fanny barusan, karena dia memang sudah mengetahui hal tersebut sudah sejak lama.
"Ternyata sikap pak Ryuga kalo sama istrinya selembut dan seperhatian itu ya Pak! Yang saya liat si, kayanya pak Ryuga bucin banget keliatannya! Bikin mupeng aja sih, "bisik Fanny.
"Kalo baper makanya cari pacar, "saut Daniel mengulum senyumnya.
"Bapak jahat ihh, "saut Fanny melirik sinis Daniel sambil mencebikkan bibirnya.
Ryuga dan Alexa menghampiri Fanny dan juga Daniel yang menunggunya di ruang tengah. Alexa langsung menampilkan wajah ramah dan senyum menatap Fanny dan juga Daniel.
"Maaf pak kesorean nganternya tadi macet soalnya, "ujar Fanny sedikit gugup
Ryuga tidak merespon ucapan Fanny barusan, karena ia hanya memfokuskan matanya menatap ke arah barang-barang yang Fanny bawa tadi, di sofa, "Ini semua sesuai apa yang saya minta kemarin kan, Fan? "tanya Ryuga sambil mengecek costum dan juga aksesoris dari berbagai brand ternama yang sudah Fanny persiapkan untuk acara besok.
Ryuga menatap ke arah Fanny dengan wajah datar, "Good job, ya udah kalian berdua boleh pulang, "ujar Ryuga dengan wajah datar.
Daniel terkejut menatap Ryuga tidak percaya, "Gitu doang.., gila ya tuh orang! Seenggaknya ditawarin gua minum dulu kek gitu, ini main usir aja, "ujar Daniel menatap punggung sahabatnya, yang melangkahkan kakinya kembali manapaki anak tangga. Ryuga hanya mengangkat ke atas tangannya mendadahi Daniel, namun tanpa membalikkan tubuhnya dan menoleh sedikit pun ke arah Daniel dan juga Fanny.
"Ck, udah yuk kita pulang pak, saya pengen buru-buru selonjoran nih pak, "ujar Fanny.
*********
Alexa menghadang langkah Ryuga yang ingin ke kamar, "Ihhh tunggu dulu napa sih! Pokoknya kamu jelasin dulu, omongan kamu yang tadi tuh masih ambigu banget buat aku cerna? Maksudnya aku besok ikut, dampingin kamu press conference gitu? "tanya Alexa menatap Ryuga serius.
Ryuga hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya menatap Alexa, lalu melangkahkan kakinya kembali memuju ke kamar mereka. Alexa berjalan mundur menahan tubuh Ryuga yang sengaja menabraknya pergerakannya.
"Yank kenapa kamu nggak bilang-bilang sih? Pokoknya aku nggak mau ikut! aku malu Yank, aku kan nggak biasa tampil di depan publik kaya gitu, apalagi ini di liput banyak media kayak gitu. Pokoknya nggak mau, "ujar Alexa sedikit kesal dan khawatir mencebikkan bibir.
__ADS_1
Greb!
Ryuga menarik tubuh Alexa dan memeluknya mengusap rambut Alexa, "Kamu harus biasain dong Yank dari sekarang, karena mau nggak mau pekerjaan aku yang sekarang menuntut aku harus tampil di depan publik. Kamu nggak usah khawatir kan ada aku di samping kamu_"
Alexa memotong ucapan Ryuga, "Ya tapi kan ini beda Yank, ini tuh lebih serem daripada sidang skripsi tau nggak! Yank.., gimana kalo para wartawan nanti nanya yang enggak-enggak tentang aku, apalagi kamu tau sendiri tentang kasus papah aku, Aku..aku _"
Ssssttt., "Ryuga menempelkan telunjuknya di bibir Alexa, saat melihat wajah Alexa yang terlihat cemas dan kebingungan lanjutkan ucapannya.
Ryuga meraup wajah Alexa dengan kedua tangannya menatap Alexa dengan lekat, "Kamu nggak usah takut yank.., mereka nggak akan nanyain kamu macem-macem kok. Kamu cukup diam dan duduk manis di samping aku, temenin aku. Kamu nggak perlu ngomong apa-apa biar aku yang jelasin semuanya sama para wartawan nanti..,oke, "ujar Ryuga menatap Alexa mencoba meyakinkan Alexa yang terlihat masih memasang raut wajah cemasnya.
Cup !
Ryuga mengecup sekilas bibir Alexa, dan meraup wajah Alexa dengan kedua tangannya, "Apa kamu tau Yank alasan aku ingin memperkenalkan kamu dan juga kedua buah hati kita di depan semua awak media? "tanya Ryuga sambil menyelipkan anak rambut Alexa di kupingnya.
Alexa hanya menggigit bibirnya menggelengkan kepalanya menatap Ryuga dengan tatapannya yang terlihat cemas.
Ryuga tersenyum simpul mengusap pipi Alexa, "Selama 5 tahun ini aku capek Yank, sama para media dan juga paparazi yang nggak bertanggung jawab dan terus aja jadiin aku target manipulasi berita mereka. Buat aku itu ganggu banget Yank, mereka itu sangat mengusik kehidupan pribadi aku. Bukankah kamu udah pernah baca tentang semua skandal-skandal aku dengan beberapa artis maupun model. Kadang beberapa dari mereka juga ada yang terobsesi pengen milikin aku, sedangkan kamu tau sendiri kalo hati dan cinta aku itu kan cuman punya kamu, "ujar Ryuga mencubit hidung Alexa dengan gemas.
Alexa berdecak mencebikkan bibirnya, "Apaan sih udah serius-serius ujungnya malah ngegombal, bukannya kamu harusnya malahan seneng ya di deketin mereka, kan mereka itu cantik-cantik, seksi-seksi, aku mah nggak ada apa-apanya kali, "ujar Alexa memasang wajah malas.
Ryuga tersenyum renyah hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya, Ryuga mengusap-usap kepala Alexa hingga rambut Alexa pun terlihat acak-acakan, "Emang sih mereka itu cantik-cantik, tapi nggak meresahkan kaya kamu, apalagi kalo lagi manyun-manyun kaya gini, "ujar Ryuga meraup wajah Alexa mencium wajah Alexa berulang-ulang kali dengan gemas.
"Awwww.. sakit Yank, "ringis Ryuga saat merasakan rasa pedas di dadanya akibat cubitan Alexa, hingga Ryuga pun menghentikan aksinya.
"Rasain emang muka aku squishy apa, "ujar Alexa.
Ryuga masih mengusap-usapi dadanya, "Siapa suruh bikin orang gemes terus, "ujar Ryuga langsung tersenyum mencubit pipi Alexa perlahan.
Seketika Alexa kembali di buat cemas memikirkan hari esok, Alexa menghentakkan kakinya berulang-ulang kali menatap Ryuga sambil merengek, "Yankkk.. gimana besok? pikirin perasaan aku ke gitu. Ck,..Kamu sendiri aja ya.., pleasee, "rengek Alexa memohon dengan puppy eyesnya.
Ryuga memasang wajah acuh, "Lagi males mikir, maunya di pikirin, "ujar Ryuga melengos saja masuk ke kamarnya. Sedangkan Alexa menarik-narik baju Ryuga dari arah belakang terus merengek sambil memohon.
Dari kejauhan Bimo hanya menggelengkan kepalanya menatap interaksi Ryuga dan juga menantunya yang terus saja membuat senyumnya merekah sejak tadi.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...