
Tepat pukul 9 malam Ryuga tiba di kediamannya dengan wajah kusutnya. Sejak tadi pagi di kantor Ryuga benar-benar di buat emosi saat berhadapan dengan para karyawannya yang membuat ulah hingga merugikan perusahaan.
Ryuga memasuki kediamannya sambil memijat pelipisnya yang sedikit penat, saat berada di ruang tengah Ryuga melihat papahnya yang terlihat sedang fokus membaca buku, "Loh, Papah belum tidur pah? "tanya Ryuga menjatuhkan bokongnya duduk di sofa.
Bimo melepas kacamatanya menatap Ryuga, "Papah belum ngantuk, Ga! Gimana, papah dengar dari Reyhan katanya ada problem di perusahaan? "tanya Bimo menatap Ryuga penasaran.
Ryuga menghembuskan nafas kasarnya, "Iya pah, pihak HRD pabrik kita di Banten, mereka nggak transparan dalam merekrut karyawan baru, mereka juga menyalahi aturan perusahaan. Dan yang lebih parahnya lagi, salah satu dari mereka juga sudah mengakui menerima suap untuk meloloskan para pelamar yang ingin bekerja di pabrik kita di Banten, "ujar Ryuga sambil mengendurkan dasinya.
Bimo menggelengkan kepalanya, "Ga, jangan sampe kamu kecolongan lagi Ga. Ingat kamu selama 5 tahun ini kamu sudah bekerja keras untuk membangun perusahaan hingga seperti sekarang, jangan sampai apa yang kamu bangun dengan susah payah hancur begitu saja hanya karena kita salah memilih orang untuk bekerja di perusahaan kita, "ujar Bimo memberikan pendapatnya
Ryuga pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan papahnya tadi, "Ryuga mengerti Pah, kalo gitu Ryuga ke kamar dulu, papah lebih baik istirahat, "ujar Ryuga menunjukkan perhatiannya.
"Tunggu dulu Ga, papah dengar tadi dari Shaka dan juga Sheena mereka ingin pergi ke Aussie dan kamu juga sudah menyetujuinya? Apa itu benar Ga? "tanya Bimo.
Ryuga pun menganggukkan kepalanya, "Iya pah, Alexa ingin menengok sepupuhnya yang baru saja melahirkan di sana. Ryuga juga udah minta Reyhan kosong jadwal Ryuga selama 4 hari, tadi juga Ryuga udah selesaiin semua kerjaan Ryuga di kantor, niatnya Ryuga akan berangkat besok siang pah, "ujar Ryuga.
Bimo menyimpulkan senyum menatap putranya, "Kamu nggak perlu khawatir untuk urusan kantor Ga, biar papah yang urus sementara. Kamu lebih baik mengajak istri dan anakmu pergi berlibur, "ujar Bimo
"Tapi pah, kondisi jantung papah kan_"
Bimo tersenyum simpul menata putranya yang memperlihatkan raut wajah cemasnya, "Kamu nggak perlu khawatir Ga, papah sehat-sehat aja kok! Ga selama pernikahan kamu, kamu belum pernah kan mengajak Alexa pergi bulan madu bersama, "ujar Bimo.
Ryuga pun menarik kedua sudut bibirnya menganggukkan kepalanya, "Tapi papah jangan bekerja terlalu berat ya, "ujar Ryuga.
Bimo pun tersenyum menganggukkan kepalanya, "Ya udah kamu lebih baik istirahat, papah juga mau ke kamar dulu, "ujar Bimo.
*********
.
.
Cekrek !
Ryuga membuka pintu kamar dengan perlahan, ia pun menyimpulkan senyumnya. Rasa lelah dan penatnya setelah seharian beraktivitas seketika hilang saat melihat wajah yang istri dan kedua anaknya. Ryuga mengecup kening kedua anaknya dan juga Alexa yang saat itu sedang tertidur dengan lelapnya.
"Hmmmm.."Alexa melengu merasakan tidurnya terusik karena kehadiran seseorang di sampingnya.
Alexa menyibakan rambut yang menutupi wajahnya, "Kamu udah pulang Yank? "tanya Alexa menggeliat.
Ryuga mengusap wajah Alexa dengan lembut, dan langsung saja ia meraup tubuh Alexa ala bridal style.
Alexa terkejut, "Eh.. kamu mau ngapain Yank! "ujar Alexa mengalungkan tangannya di leher Ryuga.
__ADS_1
Cup !
Ryuga mengecup bibir Alexa sekilas, "Ssssttt, jangan berisik nanti mereka bangun, "ujar Ryuga menatap wajah Alexa.
Kini Ryuga dan Alexa pun sudah berada di kamar mereka yang letaknya bersebelahan dengan kamar kedua buah hatinya. Alexa sibuk menyiapkan air hangat untuk Ryuga mandi.
Saat Alexa mengatur suhu air di dalam bathtub ia tidak sadar bahwa Ryuga ternyata sudah berdiri tepat di belakangnya. Di raup saja tubuh Alexa, dan Ryuga menghempaskan tubuh Alexa ke dalam bathhub.
Byurrrrrr!
"Arggh..,Yank aku kan udah mandi, kamu iseng banget sih, ck "protes Alexa menatap Ryuga berdecak kesal.
Ryuga hanya tertawa dengan renyah menatap wajah cemberut Alexa, "Ckckck, Gpp kali Yank kamu mandi lagi temenin aku di sini, "ujar Ryuga. Dan tanpa beban sedikit pun Ryuga langsung menanggalkan handuk yang melingkar di pinggangnya.
Alexa menutup wajahnya malu, "Kyaaa.."teriak Alexa saat melihat belalai milik Ryuga terpampang nyata tepat di wajahnya.
Alexa langsung memalingkan wajahnya menyibaka-nyibakan air ke tubuh Ryuga berulang kali, "Kamu beneran nggak waras Yank! Kamu kaya nggak punya beban, nunjukin itu kamu ke aku, isshhh.. "ujar Alexa menutup kedua matanya sambil menyibakan air ke tubuh Ryuga.
"Kenapa emang? Sah-sah aja aku nunjukin ini ke istri aku sendiri, "ujar Ryuga tanpa beban sedikit, lalu ia pun memasukan tubuhnya ke dalam air.
Alexa langsung saja berdiri saat Ryuga masuk ke dalam air, namun Ryuga menarik tangannya hingga tubuh Alexa masuk ke dalam air kembali.
Di rengkuh saja tubuh Alexa dari belakang oleh Ryuga, "Yank, kita belum coba main di sini, cobain yuk, Yank "goda Ryuga lalu mencium tengkuk Alexa, kedua tangannya di letakan saja pada dua bukit kembar milik Alexa.
Alexa menahan kedua tangan Ryuga, "Ya ampun Yank, yang waktu itu aja masih kerasa nggak nyaman, kamu udah mau silahturahmi lagi? Tega banget sih kamu! "rengek Alexa memohon.
Alexa menatap ke bawah menggigit bibirnya, ia juga merasa tidak tega, "Ck, ya udah deh kamu duduk di sini, "ujar Alexa yang langsung turun dari bathtub.
Alexa pun bersimpuh sambil menggenggam kebanggaan milik Ryuga, Alexa sekilas menatap wajah Ryuga yang terlihat sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi. Ryuga meremas rambut Alexa dengan lembut dan menikmati sentuhan lidah Alexa.
"Shhh..Akkhh.., " erang Ryuga saat merasakan pelepasan. Tangannya ia mencengkramkan saja wastafel kuat-kuat merasakan sensasi yang menggeleyar dan menggelitik di bawah perutnya.
***********
.
.
Ryuga merebahkan dirinya di ranjang, begitu pula dengan Alexa ia pun merebahkan kepala dan menjadikan tangan Ryuga sebagai bantalan.
Ryuga mengusap rambut Alexa dengan lembut, "Besok sore kita akan terbang ke Aussie_"
"Apa..? kok kamu baru kasih tau aku sekarang sih, "ujar Alexa sedikit bangkit menatap Ryuga.
__ADS_1
Ryuga kembali merebahkan tubuh Alexa dalam pelukannya, "Maaf ya aku tadi sibuk banget ngelarin semua kerjaan aku, sampe nggak sempet ngabarin kamu, "ujar Ryuga mengusap rambut Alexa dalam pelukannya.
Alexa menyimpulkan senyumnya memikirkan kedua buah hatinya, "Sheena sama Shaka pasti bakalan seneng banget kalo mereka tahu, mereka besok akan ke Aussie, " ujar Alexa tersenyum simpul.
"Oh iya, gimana tadi kamu jadi kunjungin sekolah montessori untuk Sheena dan Shaka? "tanya Ryuga.
Alexa menganggukkan kepalanya, " Udah Yank, aku liat Shaka dan Sheena juga suka banget, udah gitu Miss nya ramah-ramah banget lagi. Dan yang paling aku suka itu adalah cara pembelajarannya mereka itu nggak bikin borring, jadi anak-anak tuh nggak belajar dengan cara yang monoton gitu. Anak-anak tuh di dorong untuk fokus pada aktivitas yang menarik minat mereka. Oh iya aku juga tadi langsung daftarin Shaka dan Sheena, gpp kan aku nggak tanya pendapat kamu dulu, "ujar Alexa antusias.
Ryuga menganggukkan kepalanya mendengarkan Alexa, "It's oke yang penting Shaka dan Sheena, suka aku sih nggak masalah, "ujar Ryuga tersenyum membelai rambut Alexa.
Alexa membangkitkan tubuhnya sedikit menatap juga penasaran "Yank aku mau nanya deh sama kamu? "Hmm.., kamu ngomong ya sama Shaka, kalo kamu itu daddynya waktu itu? "tanya Alexa penasaran.
Ryuga melarutkan kedua alisnya menatap Alexa, "Nggak Yank,..justru aku yang mau nanya sama kamu, kok Shaka bisa tahu kalo aku itu Daddynya, "ujar Ryuga balik bertanya menatap Alexa.
Alexa menghembuskan nafasnya perlahan merasa heran, "Terus kira-kira Shaka tahu dari siapa ya Yank? "Aku penasaran banget deh sumpah! Soalnya setiap aku tanya Shaka, dia selalu ngejawab..,"rahasia dong mommy , "ujar Alexa merasa bingung sekaligus penasaran.
"Aku juga nggak tau Yank! mungkin bisa jadi Nicco atau mungkin juga istrinya, "ujar Ryuga berasumsi.
Alexa pun menganggukan kepalanya, "Bisa jadi sih, nanti biar aku tanya aja deh sama Kak Hanum, "ujar Alexa.
Ryuga kembali mengusap rambut Alexa dengan lembut tidak melanjutkan percakapan yang membuatnya bingung barusan, "Cih.. tapi Yank kalo dipikir-pikir, Shaka itu mirip kamu banget Yank sikapnya. Dia itu pintar banget menjaga rahasia dan selalu memendam masalahnya sendiri, "ujar Ryuga bercedih tersenyum.
Alexa pun hanya menyimpulkan senyum mendengar ucapan Ryuga, "Tuhan itu adil banget ya, aku melahirkan anak yang mukanya itu mirip banget sama kamu, tapi sifatnya mereka itu hampir semuanya ada dalam diri aku, ckck..lucu ya! "ujar Alexa tersenyum lucu.
Ryuga pun ikut tersenyum mendengar ucapan Alexa, "Aku jadi inget, pertama kali aku melihat kamu dan kedua buah kita di taman bermain waktu itu, aku benar-benar nggak bisa ngungkapin kebahagiaan aku dengan kata-kata lagi. Saat itu aku benar-benar pengen peluk kamu berterima kasih banget sama kamu, karena kamu bertahan untuk tetap hidup demi ngelahirin kedua buah hati kita, "ujar Ryuga mengeratkan pelukannya.
"Aku juga nggak nyangka aku bisa selamat dari kejadian waktu itu. Waktu itu benar-benar ngerasa sakit banget sampe rasanya nggak sanggup, aku juga sempat mikir pasti aku nggak bakalan selamat_"
Cup!
Ryuga mengecup bibir Alexa sekilas menghentikan ucapan Alexa membahas kejadian memilukan tersebut, "Kamu nggak usah bahas kejadian itu lagi Yank, "ujar Ryuga mengusap-usap pipi Alexa dengan jarinya. Alexa pun tersenyum menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ryuga barusan.
"Ngomong-ngomong kamu tadi jago banget si Yank, kok bisa sih kamu bikin aku ngelayang gitu, kamu tuh hhmmmpttt_"
Alexa beranjak dari tempat tidur dan duduk di perut Ryuga membungkam mulut Ryuga, "Ihh udah si, nggak usah di bahas juga, "ujar Alexa mencebikkan bibirnya merasa malu.
Ryuga langsung membalikkan keadaan dan mengukung tubuh Alexa di bawah kendalinya, Ryuga terus menatap wajah Alexa yang sudah nampak seperti kepiting rebus, sedangkan Alexa sendiri terus saja memalingkan wajahnya dari pandangan Ryuga. Alexa terlihat kesulitan melepaskan kungkungan Ryuga karena Ryuga mengunci tubuhnya.
"Yank udah ah, aku mau tidur! Aku ngantuk! "rengek Alexa memohon.
Ryuga melepaskan kungkunganya dan merebahkan diri di samping Alexa, "Cie-cie ada yang malu nih, "ujar Ryuga menggelitik pinggang Alexa.
Alexa menahan tangan Ryuga yang terus saja menggelitiknya, "Ihhh.. kamu kenapa iseng banget sih Yank, jangan kelitikin terus, geli tau! "rengek Alexa.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...