Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Kecemasan Ryuga


__ADS_3

Sebelum landing di bandara Heathrow, jet pribadi Ryuga terpaksa harus transit di sementara karena cuaca buruk akibat badai salju di beberapa negara di kawasan Eropa. Ryuga dan Reyhan harus menunggu hampir 6 jam lamanya di Uni Emirat Arab, sampai keadaan cuaca cukup kondusif. Dan tepatnya pukul 2 dini hari waktu England, Ryuga dan Reyhan sudah sampai di hotel di kawasan London yang sudah di persiapan oleh panitia penyelenggara.


Ryuga menjatuhkan dirinya di sofa sambil memijat pangkal hidungnya karena merasa sedikit nanar setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Sedangkan Reyhan sendiri terlihat keluar dari kamar Hotel untuk menelpon Rena, saat ia melihat layar ponselnya sudah sebanyak 200 panggilan Rena yang masuk di notifikasi layar ponselnya.


Ryuga mengambil ponselnya di dalam saku celananya, karena ia berjanji setelah sampai, ia akan ngabari Alexa. Ryuga melihat jam di tangannya, "Di sana udah jam 9 pagi, pasti mereka udah pada bangun, "ujar Ryuga tersenyum kembali bersemangat memikirkan Alexa dan kedua anaknya.


Ryuga mulai mengotak-atik layar ponselnya, mengarahkan layar ponselnya di hadapannya. Ryuga tersenyum saat melihat wajah berbinar Shaka dan Sheena yang terlihat begitu bersemangat ketika menjawab panggilannya.


"Uncleee.., " teriak Sheena dan Shaka dengan wajah riang.


Ryuga tersenyum menatap ke arah dua bocah yang menjadi penyemangat hari-harinya kini, "Hallo, kalian lagi ngapain? Udah pada mandi belum nih? "tanya Ryuga dalam sambungan telponnya.


Shaka tersenyum manis, " Udah Uncle, Shaka sama Sheena lagi nungguin telpon dari Uncle, "jawab Shaka.


Sheena mencebikkan bibirnya menatap Ryuga, "Uncle kok lama banget sih telponnya, "protes Sheena bersedekap dada merajuk.


Ryuga di buat tertawa saat melihat putri kecilnya menatapnya dengan wajah cemberut, "Ini Uncle baru aja sampe, kan kalo di pesawat nggak boleh nelpon kan, "ujar Ryuga dengan nada lembut.


"Mommy ada? tanya Ryuga."


Shaka menggelengkan kepalanya menatap Ryuga, "Mommy pergi ke rumah sakit Uncle sama Oma, " ujar Shaka dengan wajah yang terlihat sedih.


"Apa mommy ke rumah sakit ? Apa Mommy sakit?" tanya Ryuga memasang wajah terkejut dan panik.


Shaka menganggukkan kepalanya menatap Ryuga dengan wajah sedih, "Iya Uncle, kemarin Mommy abis pergi sama Aunty Rena, terus pas pulang kepala Mommy katanya pusing, "ujar Shaka


"Iya Uncle, semalem Mommy juga demam, terus mimpi buruk. Sheena sampe kaget deh, pas Mommy teriak, Sheena juga liat Mommy ketakutan, terus Mommy peluk Sheena sama Kak Shaka kenceng banget Uncle. Makanya Uncle cepetan pulang ya, kasian Mommy Uncle, " ujar Sheena dengan wajah sedih menimpali.


Mendengar ucapan kedua anaknya perasaan Ryuga langsung diliputi kecemasan memikirkan Alexa yang jauh dari jangkauannya saat ini.


Ryuga terdiam memikirkan Alexa, "Alexa kenapa kemarin kamu nggak cerita kalo ingin pergi sama Rena! Apa mungkin Rena menceritakan sesuatu? "batin Ryuga mengerutkan kedua alisnya menatap ke satu titik terus bertanya-tanya sendiri.

__ADS_1


"Uncle.. Uncle, "panggil Shaka yang melihat Ryuga tidak fokus, Ryuga pun terkejut setelah mendengar panggilan Shaka.


"Uncle kenapa ngelamun? "tanya Sheena.


"Maaf Uncle ngelamun, karena Uncle khawatir sama Mommy kalian. "Shaka..Sheena.. Mommy kalian bilang nggak sama kalian, Mommy mau pergi kemana kemarin? "tanya Ryuga penasaran, namun Sheena dan Shaka terlihat menggelengkan kepalanya menatap Ryuga.


Ryuga tersenyum menatap wajah polos kedua anaknya, "Ya udah, kalian jangan kemana-kemana ya, kalo Mommy udah pulang nanti kalian telpon Uncle ya, "ujar Ryuga tersenyum, namun nampak tersirat jelas raut wajah kekhawatiran di wajahnya.


"Iya Uncle, Uncle cepet pulang ya, "ujar Shaka dengan raut wajah sedih.


"Iya sayang, "ujar Ryuga tersenyum lirih menatap wajah kedua anaknya.


Setelah menutup panggilanya Ryuga meremas kasar rambutnya sambil melonggarkan dasinya, entah kenapa perasaannya begitu tidak tenang. Ryuga merasakan ketakutan memikirkan kejadian 5 tahun yang lalu, ia juga kehilangan Alexa ketika dirinya pergi ke England.


Cekrek.. !


Ryuga langsung menatap tajam ke arah Reyhan yang baru saja masuk ke dalam kamar hotel, "Setelah kita bertemu dengan PM Smith dan beberapa anggota G10, kita langsung ke bandara Han, " ujar Ryuga dengan tegas tanpa keraguan sedikit pun.


"Alexa sakit Han, luh tau kan gue pernah kehilangan Alexa ketika kita pergi ke England 5 tahun yang lalu! Gue nggak mau kejadian itu ke ulang lagi Han, "ujar Ryuga.


"Dan mending luh tanya sama Rena, soalnya Shaka tadi bilang  kemarin Alexa pergi sama Rena. Gue takut Rena cerita yang enggak-enggak sama  Alexa. Luh tau kan Han, gue udah menutup semua akses berita tentang kejadian 5 tahun yang lalu, supaya Alexa tidak mengetahui kejadian mengerikannya yang hampir aja merengut nyawanya," ujar Ryuga dengan wajah kesal menatap tajam Reyhan.


"Gue tadi udah telpon Rena dia cerita kok, mereka itu ngungjungin sekolah mereka yang dulu, dan  abis itu Alexa ngajak Rena pergi ke_"ujar Reyhan tidak meneruskan ucapannya menatap Ryuga ragu-ragu


Ryuga bangkit dari sofanya menghampiri Reyhan, "Mereka pergi kemana Han? "tanya Ryuga semakin di buat penasaran menatap Reyhan.


"Mereka berdua mengunjungi apartemen luh Ga, "ujar Reyhan.


"Apa Alexa pergi ke apartement gue, "ujar Ryuga terkejut dan semakin di buat risau menatap ke sembrang arah.


Ryuga menatap Reyhan kembali dengan raut wajah cemasnya, "Han sekarang Alexa lagi ke rumah sakit sama Tante Sisil, gue yakin pasti  Alexa  inget sesuatu makannya dia datang ke apartement gue. Han kemaren dia juga nunjukin respon pas lagi sama gue, Alexa inget sesuatu Han, "ujar Ryuga.

__ADS_1


Reyhan menatap jam di tangannya, "Ya udah, besok kita langsung balik, kita nggak usah mengikuti jamuan makan malam. Mending kita istirahat dulu aja! Gue akan suruh Yudha sama Alex buat ngawasin Alexa dan juga mantau kondisinya Alexa, Gimana? "ujar Reyhan mencoba menenangkan Ryuga.


Ryuga sedikit lebih tenang, "Ya udah luh pantau terus Alexa, gue nggak mau kehilangan Alexa untuk kedua kalinya lagi Han, "ujar Ryuga .


************


.


.


Alexa dan Tante Sisil sudah berapa di dalam ruangan Dokter Damian. Kurang lebih hampir 30 menit Alexa berkonsultasi bersama Dokter Damian, yang merupakan dokter spesialis syaraf yang sudah berpengalaman menangani pasien dengan masalah syaraf. Sisil menceritakan rekam medis Alexa kepada Dokter Damian, mengenai cedera pada lubus temporal yang pernah Alexa alami 5 tahun yang lalu yang mengharuskan Alexa menjalani terapi penyembuhan selama setahun di Jerman.


Dokter Damian pun langsung memberikan pelayanan yang komprehensif terhadap Alexa dan Alexa juga sudah menjalani beberapa prosedur kesehatan seperti melakukan ct scan untuk mengetahui penyebab sakit di kepalanya selama 3 hari terakhir. Sisil yang begitu perhatian terhadap keponakannya tersebut, merasa khawatir terhadap nyeri di kepala Alexa, apalagi setelah mendengar cerita dari Rena kemarin.


"Dok selama 5 tahun ini, saya tidak pernah merasakan respon yang begitu signifikan seperti sekarang ini, tapi setelah saya bertemu dengan beberapa orang yang saya sama sekali tidak saya ingat dan saya juga menunjungi beberapa tempat di masalalu saya, tiba-tiba saja kepala saya tersa sakit sertai dengan saya mengingat sesuatu dok, "ujar Alexa


Dokter Damian terlihat mengangguk-anguk mendengarkan penjelasan Alexa, lalu menatap Alexa untuk memberikan penjelas tentang kondisi medisnya, "Begini Nona Alexa..Bu Sisil, sepertinya dengan berinteraksi secara langsung dengan beberapa orang dan juga mengunjungi beberapa tempat di masa lalu kamu, itu mungkin yang menjadi pemicu dan rangsangan terhadap hide memori kamu secara tidak langsung. Dan tentunya bila sudah mengalami fase ini, mungkin saja bisa menjadi suatu terobosan ingatan kamu akan bisa pulih, "ujar Dokter Damian dengan sedetail mungkin.


Alexa terlihat meremas jemarinya setelah mendengar penjelasan dari Dokter Damian, "Begitu ya Dok terus apa yang harus saya lakukan, Dok?" tanya Alexa penasaran.


"Kamu bisa menjalani beberapa terapi untuk merangsang ingatan kamu secara perlahan, dan untuk hari ini saya akan memberikan beberapa resep obat pereda nyeri untuk meminimalisir rasa nyeri akibat respon pada hide memori kamu. Tapi untuk pasien yang memiliki riwayat cidera otak tahap parah seperti kamu, saya harap kamu jangan terlalu memaksakan diri, untuk mencegah terjadinya cidera sekunder yang bisa mengabikat kerusakan pada jaringan otak "ujar Dokter Damian.


Selesai melakukan konsultasi panjang lebar dengan Dokter Damian dan menjalani beberapa tes, Alexa dan Tante Sisil kini berjalan di koridor rumah sakit.


Alexa menatap Tante Sisil, "Tante, sebenernya ada tempat yang ingin Alexa kunjungin Tante, semalem itu Alexa mimpi buruk dan dalam mimpi itu Alexa berada di suatu tempat, Alexa mengalami kejadian yang begitu mengerikan Tante.  Alexa liat Tante Karin terluka seperti ada seseorang yang mencelakai Tante Karin, tapi Alexa nggak tau siapa orangnya Tante, "ujar Alexa mencerikan mimpi buruknya yang ia alami semalam.


Mendengar ucapan Alexa Sisil langsung menatap cemas Alexa, "Alexa, 5 tahun sudah berlalu begitu cepat, banyak hal yang berubah selama kamu tinggal di Aussie. Dan Tante saranin, sebaiknya kamu harus banyak istirahat dulu Alexa, kamu ingat kan dengan apa yang dokter Damian bilang tadi. Tante harap kamu fokus dulu terhadap kondisi kesehatan kamu dulu Alexa, Dokter Damian sudah memberikan saran supaya kamu mengikuti terapi untuk memulihkan ingatan kamu, "ujar Tante Sisil.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


.


__ADS_2