
Sehari setelah kedatangan Alexa, suasana kediaman keluarga Ardy terlihat begitu ramai. Kehadiran Shaka dan Sheena seolah menjadi penghidupan suasana di keluarga Ardy saat ini.
Di sisi lain setelah mendengar kabar mengenai kepulangan Alexa, pagi-pagi Grace datang menuju kediaman orang tuanya di antar oleh Dimas.
Dimas menghentikan laju mobilnya tepat di gerbang kediaman orang tua Grace, "Loh kamu nggak mampir dulu Yank? Say hello dulu gitu sama Alexa?" tanya Grace kepada Dimas saat turun dari mobil.
"Nanti aja sore Yank, sekarang aku ada meeting penting_"
"Drttt drtttt..!
Ponsel Dimas terlihat berdering kembali, "Tuh kan Benny telpon lagi, pasti klien aku udah datang nungguin aku, "ujar Dimas menatap ponselnya.
Dimas menatap Grace kembali, " Aku jalan ya," ujar Dimas.
Cup! Dimas mencium bibir Grace sekilas.
Grace tersenyum malu mendapat perlakuan romantis dari Dimas, "Ya udah nanti aku telpon, hati-hati ya Yank nyetirnya," ujar Grace menatap Dimas tersenyum.
Dimas menarik kedua sudut bibirnya dan mengangguk, mengusap rambut Grace, " Ya udah aku jalan dulu ya, salam buat Mami sama Papi," ujar Dimas. Dimas langsung saja menginjak pegal gasnya keluar dari halaman kediaman orang tua Grace.
Sedangkan Grace yang menatap kepergian suaminya pun terlihat sedikit terdiam dalam lamunannya, "Apa kamu belum melupakan Alexa, Yank," ujar Grace bertanya-tanya sedikit khawatir.
Grace langsung melangkahkan kakinya masuk setelah melihat mobil suaminya sudah menghilang dari pandangannya.
Dimas menatap lurus ke arah jalan yang terlihat ramai, volume kendaraan semakin bertambah padat, saat memasuki jalan protokol ibukota.
"Alexa.., aku dan Grace banyak berhutang maaf sama kamu Sa, "batin Dimas. Sejujurnya ia cukup penasaran dengan kabar Alexa saat ini, setelah 5 tahun ia tidak pernah bertemu dengan Alexa bahkan pada saat pernikahannya dengan Grace pun, Alexa tidak pernah muncul karena Kak Nicco sangat merahasiakan keberadaan Alexa. Apalagi Dimas mengetahui kabar mengenai Alexa yang menderita cidera otak setelah insiden 5 tahun yang lalu.
Singkat cerita setelah kejadian 5 tahun yang lalu tersebut. Kedua orang tua Dimas mengirim Dimas ke England untuk melanjutkan studinya di sana. Sesampainya di sana, Dimas tidak menyangka ternyata kedua orang tua Grace pun mengirim Grace untuk melanjutkan studinya di tempat yang sama, sehingga hampir setiap hari Dimas bertemu dengan Grace di sana. Hubungan Grace dan Dimas semakin bertambah intim, mereka mulai mengenal pribadi satu sama lain. Dimas dan Grace masuk di universitas yang sama di England sampai akhir Dimas memutuskan menjalin hubungan serius dengan Grace. Setelah selesai mengakhiri studynya di England Dimas dengan penuh keyakinan memutuskan untuk menikah dengan Grace.
.
.
*******
Cekrek!
Grace membuka pintu, dan masuk, "Sheena..Shaka," teriak Grace saat melihat dua keponakan yang sedang bermain di ruang tengah.
"Aunty Grace," teriak Sheena yang berlari berhambur memeluk Grace.
Grace menguwel-uwel pipi Sheena yang begitu membuatnya merasa gemas, "Ehmm.., Makin embul aja sih pipi kamu Sheen, ini pipi apa bakpao," ujar Grace mengendong Sheena, ia terus saja menciumi pipi temben Sheena.
"Sheena kangen deh sama Aunty," ujar Sheena menatap Grace.
Grace mengangkat paperbag ke arah Sheena, "Ini Aunty bawain Sheena princes Elsa kesukaan Sheena," ujar Grace sambil memberikan hadiah kepada Sheena.
"Hore.., asik! Mommy..Kak Shaka.. Opa..Oma.. Sheena dapet hadiah dari Aunty," ujar Sheena terlihat antusias sambil memamerkan hadiahnya.
__ADS_1
Alexa terlihat tersenyum mengusap kepala Sheena menatap Sheena yang terlihat gembira karena memdapat mainan kesukaannya, "Bilang apa sama Aunty," ujar Alexa.
"Makasih Aunty," ujar Sheena menengok ke arah Grace, dan Grace pun tersenyum mengacungkan jari jempolnya menatap Sheena.
"Shaka sini dong, kamu nggak kangen sama Aunty" ujar Grace melambaikan tangannya.
Namun saat Grace ingin menguwel-uwel pipi Shaka, Shaka langsung memblok pergerakan Grace, "Stop Aunty, Shaka ini bukan squishy," ujar Shaka mengangkat lima jari tangan ke arah Grace.
Perlakuan Grace cukup membuat Shaka risih apalagi Grace sering menggoda Shaka dan sering menjailinya. Alexa Sisil dan juga Ardy dibuat lucu dengan interaksi antara Grace dan juga Shaka.
"Ehm..,ya udah kalo nggak mau Aunty cium! Aunty nggak kasih hadiah, "ujar Grace sambil mengangkat paperbag ke arah Shaka. Shaka sedikit melirik ke arah paperbag yang Grace pegang.
Grace melirik Shaka, "Wah padahal Aunty sama Om Dimas udah beli lego Star Wars keluaran terbaru, "ujar Grace menggoda Shaka, sambil menahan senyum melirik ke arah Shaka. Grace sangat tau mainan favorit Shaka.
Mendengar mainan favoritnya Shaka langsung menatap Grace, Shaka sangat ingin mainan tersebut, ia berjalan menghampiri Alexa, "Mommy, "rengek Shaka sambil menunjukkan mainan di tangan Grace.
Sisil menggelengkan kepalanya menatap tingkal usil putrinya, " Grace.., kamu kenapa sih seneng banget godain Shaka," ujar Sisil.
Grace tersenyum puas melihat Shaka yang mulai merengek, "Yah apeng ya.., makanya sini dulu cium Aunty," ujar Grace nenunjuk pipinya.
Terpaksa Shaka mendekati Grace, dengan langkah penuh siaga Shaka terus melihat pergerakan Grace.
Saat sudah dekat, Grace langsung memeluk gemas Shaka, "Nah kena kamu..," ujar Grace menangkap Shaka dan langsung menguwel-uwel pipi gembul Shaka.
Shaka mencoba memberontak "Aunty.., stop.., Aunty Grace stop," teriak Shaka yang langsung menangis.
Setelah merasa puas membuat Shaka menangis, Grace tertawa puas, "Ckckck.., Nih mainan kamu, gitu aja nangis, katanya jagoan" ujar Grace tertawa puas setelah membuat Shaka menangis.
Grace menggoda Shaka, "Mommy.., Aunty Grace nakal, " goda Grace mengikuti ucapan Shaka.
Ardy menggelengkan kepalanya "Kamu ini dari dulu seneng banget godain Shaka..," ujar Ardy menatap Grace yang tertawa ke arah Shaka.
"Abis lucu si Pah," saut Grace.
"Kamu ke sini sama siapa Grace?" tanya Sisil
Grace duduk disofa, "Sama Dimas Mah, " saut Grace.
Sisil mengerutkan kedua alisnya, "Loh kok Dimas nggak mampir?" tanya Sisil.
"Katanya ada meeting penting pagi-pagi, " saut Grace.
Grace menghampiri Alexa yang sibuk menenangkan Shaka, "Parah luh Lex, ngapa nggak bilang mau kesini luh! Tau gitu gue sama Dimas bakalan jemput luh ke bandara," ujar Grace menatap Alexa.
"Gpp kok Grace, "ujar Alexa sedikit sungkan dan kaku saat bicara dengan Grace, pasalnya sejak kepulangannya dari Jerman dan bertemu dengan keluarga Om Ardy hanya Gracelah yang tidak ia kenali membuat Alexa juga bingung sendiri.
Ardy menutup sambungan telponnya, "Mah tolong siapin baju Papah, tiba-tiba Rendy telpon, katanya ada klien penting yang mau menemui Papah hari ini, "ujar Ardy.
.
__ADS_1
.
************
Di sisi lain,
Ryuga keluar dari mobilnya, ia langsung mendapatkan sambutan dan juga pengawalan. Ryuga berjalan penuh kharisma menapaki lobby Subrata Grup.
Kini dimana pun kakinya melangkah, Ryuga selalu saja menjadi pusat perhatian. Dari belakang Reyhan mengikuti langkah Ryuga yang terlihat begitu penuh semangat setelah berhasil menemukan keberadaan Alexa.
Reyhan dan Ryuga berjalan melewati para karyawan yang terlihat sedang berkumpul di meja resepsionis saat di lobby.
Reyhan melirik selikas dan sedikit menyunggingkan senyum menatap kumpulan para karyawan dan karyawati yang menatap kagum ke arah Ryuga.
"Eh tadi itu bukannya Ryuga Pratama Wijaya ya? Si crazy rich dunia setelah boss facebook, "bisik seorang karyawan wanita menatap kagum ke arah Ryuga.
"Iya..iya, gila ya damagenya meresahkan banget ya, pantes aja dia di julukin, the truly charming. Udah super kaya, keren, ganteng berkelas lagi, "bisik para karyawati
"Itulah definisi, high value man, kalian tau nggak duitnya aja nih nggak bakalan abis kali 100 turunan juga," ujar seorang karyawan menimpali.
"Ho'oh bener, gila ya gue beruntung bisa ketemu orang sesibuk dan sepenting dia..Ahh.., sayang banget, tadi kenapa gue nggak minta foto sama dia," saut karyawati tersebut dan seketika ia pun mendapat serangan berupa toyoran dari teman-temannya yang mendengar ucapannya randomnya tersebut.
Ryuga dan Reyhan memasuki lift khusus ia cukup mendapatkan sambutan dan perlakuan istimewa dari para pengawal yang di kirim Om Ardy yang sejak tadi menunggu kedatangannya di lobby.
"Hallo Yud, bagaimana? "tanya Reyhan kepada salah satu anaknya buahnya dalam sambung telponnya.
"Belum ada pergerakan boss, " jawab Yuda seorang pengawal kepercayaan Ryuga.
"Awasi terus, "ujar Reyhan yang langsung menutup panggilannya.
"Gimana,? Yudha udah dapet foto-fotonya? " tanya Ryuga sambil berjalan memasuki lift.
Reyhan menaruh ponselnya disaku menatap Ryuga, "Belum Ga, sejak kedatangannya, Alexa belum keluar dari kediaman Pak Ardy," ujar Reyhan.
"Gue penasaran banget, pengen liat Ryuga versi kecilnya gimana, pasti dia mirip luh Ga," ujar Reyhan.
"Jangankan luh, gue aja sampe nggak bisa tidur semaleman bayanginnya," ujar Ryuga.
"Sebenarnya ada keperluan apa luh cari Om Ardy? Apa ini tentang Alexa, "tanya Reyhan penasaran.
Ryuga menghembuskan nafas, Ryuga menatap fokus ke depan, "Gue ingin memulai awal yang baru Han, jadi gue nggak mau gegabah. Gue pengen minta restu dan juga dukungan dari Om Ardy, mengingat kondisinya Alexa yang udah nggak inget gue lagi Han. Gue nggak mau bikin Om Ardy dan keluarganya kaget saat kemunculan gue secara tiba-tiba yang bisa aja bikin Alexa nggak nyaman. Mudah-mudahan Om Ardy dan keluarganya mau menerima niat baik gue Han, "ujar Ryuga.
"Nah gitu dong.., akhirnya luh bisa bersikap dewasa juga, "ujar Reyhan menatap Ryuga bangga.
Ryuga langsung menatap tajam Reyhan, "Jadi menurut luh, gue dulu nggak dewasa gitu," ujar Ryuga.
"Enggak gitu, maksud gue_”
"Nggak usah di terusin, "ujar Ryuga memotong ucapan Reyhan. Reyhan pun langsung membungkam mulutnya menahan senyum melihat kelakuan sepupunya tersebut.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...