
"Lo yang sabar ya!" ujar Rena lirih memegang bahu Alexa.
Gua juga tau ini semua bukan salah luh kok. Lo jangan dengerin omongannya pak Arif. "Emang otaknya geser tuh guru," ujar Rena merangkul Alexa mencoba memberi semangat kepada Alexa.
"Iya Ren... makasih ya." saut Alexa tersenyum menatap Rena.
Alexa merapikan buku dan peralatan tulisnya ke dalam tasnya. Para siswa-siswa terlihat meninggalkan kelas satu persatu setelah pak Arif keluar dari kelas.
"Hayo luh!" ujar Kipli mengagetkan kedua sahabatnya arah belakang.
"Kodok luh!" ujar Rena dan Alexa secara bersamaan.
"Makan mie ayam pakde Jono yuk ?" ajak Kipli merangkul kedua sahabat dari arah belakang.
"Ih....Kipli kenapa sih luh seneng banget ngagetin orang mulu?" ketus Rena memukul lengan Kipli.
Ya berasa manis manis aja gitu di mulut kalo ngagetin lo berdua, tapi kalo ngangenin itu pak Ryuga doang, iya nggak Lex, goda Kipli.
"Apaan sih luh," saut Alexa tersipu malu.
"Emang tuman luh," ketus Rena melirik Kipli sinis.
"Yuk Lex ..laper nih gue," ajak Rena sambil merangkul bahu Alexa.
Alexa Rena dan Kipli, terlihat berjalan bersama menuju parkiran motor siswa.
"Eh...itu bukannya mobil ayang beb lo, itu kayanya doi mau keluar," ujar Rena menyenggol lengan Alexa.
Alexa pun menengok ke arah mobil Ryuga yang terlihat berjalan ke arahnya. Mobil Ryuga berhenti tepat di mana ia berdiri, Ryuga membuka kaca mobil.
"Nanti kalo udah selesai telpon yah, biar aku jemput," ujar Ryuga tersenyum menatap Alexa.
"Iya kak, jawab Alexa malu-malu."
"Ya udah kalo gitu hati-hati ya," ujar Ryuga yang langsung menaikkan kaca mobilnya Alexa pun tersenyum saat mobil Ryuga berlalu melewatinya.
"Hmmmm... uwu banget sih bikin gue baper deh. Pak Ryuga udah gantengnya paripurna, tajir perhatian pula, beruntung banget sih luh Lex," rengek Rena memegang kedua pipinya menatap Alexa.
"Ckckck... yah ada jomblo mupeng nih kayanya," celetuk Kipli terkekeh melihat Rena.
Mohon ya maaf ya gulali genjot, gua jomblo karena saat ini gua lagi menganut paham independen, gua sedang tidak ingin berkoalisi serius dengan cowok, gua males menambah kegiatan overthinking dan sebagainya. Paham!, ujar Rena.
"Ngeles aja luh kaya bajai, saut Kipli."
"Udah kalo jones mah jones aja nggak udah kebanyakan alibi," ujar Kipli terkekeh sambil memegangi perutnya.
Rena dibuat murka ia langsung menjambak rambut Kipli karena kalah dalam perdebatannya.
"Aww sakit..iya iya ampun-ampun," ringis Kipli sambil memegangi tangan Rena.
"Rasain luh, ketus Rena mencebikan wajahnya."
Alexa pun dibuat tertawa melihat kelakuan kedua sahabatnya yang bertengkar mirip seperti kucing dan anjing.
"Hai Lex... pada mau kemana nih," sapa Dimas yang berjalan menuju motornya.
Kita pada mau makan mie ayam di depan luh mau ikut nggak, ajak Kipli.
"Boleh deh, kebetulan gua juga laper nih, saut Dimas."
**********
Alexa dan teman-temannya sampai di tempat makan favorit mereka, suasana di dalam terlihat sedikit ramai.
"Kita duduk di pojok sana aja yuk, ajak Rena menarik tangan Alexa."
"Heran deh gua, jomblo ngajaknya mojok mulu, celetuk Kipli terkekeh."
"Jangan mulai lagi deh, masih kurang, sinis Rena."
__ADS_1
"Mau gue jambak lagi, ketus Rena."
"Makasih, saut Kipli."
"Hallo pakde... mie ayamnya dong 4, makan sini, minumnya teh botol aja pakde," ujar Rena memesan mie ayam.
"Punya aku jangan di pakein seledri pakde, ujar Alexa."
"Siap non cantik, ujar pakde Jono."
"Eh Lex... tadi Pak Arif sensi banget sama luh Lex. Ngapa sih dia ?" tanya Kipli.
Tau tuh... spesies kaya pak Arif tuh mending siklus hidupnya kaya T-rex deh, just rawr rawr lalu punah. Asli hidupnya kaya kurang candaan banget ya. Jadi kakunya merata gitu, saut Rena menimpali Kipli.
"Ckckck, lagian dia lebih cocokan jadi tukang nagih utang, daripada jadi guru, soalnya kelakuannya nggak sinkron banget," saut Kipli terkekeh.
Kamu ada masalah Sa sama pak Arif ? tanya Dimas menatap intens Alexa.
"Pasti ini gara-gara papah aku, Dim," saut Alexa tersenyum getir.
"Emang ngapa bokap luh?" tanya Kipli. Rena dan Alexa melirik saling bergantian, karena memang Kipli dan Dimas belum mengetahui fakta mengenai papahnya Alexa saat ini.
Bokapnya Alexa terlibat korupsi di sekolah, makanya pak Arif nyecer Alexa terus di kelas, bisik Rena.
"Uhuk Uhuk.."
"Eh... Sory Lex!, ujar Kipli."
"Iya gpp Pli, santai aja kali," saut Alexa tersenyum, ia pun menyodorkan teh botol ke arah Kipli yang masih terbatuk-batuk.
"Kamu yang sabar ya Sa, ini pasti berat banget buat kamu, ujar Dimas peduli."
Masalah bokap luh tuh nggak ada hubungannya sama luh. Luh jangan ngerasa sendirian dan terlalu terbebani omongan orang. Cuekin ajah orang mau ngomong, anggep aja toa abang tahu bulat. Tapi kalo ada yang gangguin ngusik luh tentang masalah bokap luh, ceritain aja sama kita kita, jangan luh pendem sendiri, ujar Kipli memberi semangat kepada Alexa.
"Benar Sa kata Kipli, ujar Dimas."
Makasih ya guys, gua heran kenapa orang lain bisa peduli sama gua, tapi sedangkan papah gue, ucapan Alexa pun terpotong saat Rena langsung memeluk Alexa yang duduk di sampingnya.
Lex.. lo nggak usah mikirin tadi omongannya pak Arif, luh tau sendiri dari duluan dia sering konflik sama guru-guru laen. Lo inget nggak dulu dia pernah hampir adu jotos sama pak Asep, gara-gara masalah sepele, ujar Rena.
Iya gue banget tuh, pak Arif sampe menca-menca gitu. " Ckckck kocak banget, "ujar Kipli terkekeh.
"Ini mie ayamnya, monggo di makan toh, ujar pakde Jono ramah."
"Makasih pakde, saut Alexa dan ketiga sahabatnya secara bergantian."
********
Ryuga sampai di kediaman yang tepat pukul 01.00 siang. Ia berjalan dengan langkah gontai menapaki anak tangga, raut wajahnya terlihat tidak begitu semangat karena Alexa saat ini pergi bersama teman-temannya sedang belajar kelompok.
Ryuga tidak boleh egois, karena memang Alexa sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir. Alexa harus banyak belajar termasuk melakukan kegiatan belajar kelompok bersama.
Setelah berganti baju Ryuga menuruni anak tangga menuju meja makan. Terlihat Mamah Retno dan bi Siti sibuk menyiapkan makan siang untuk Ryuga.
"Loh kamu pulang sendiri, Ga. Mana Alexa?" tanya Mama Retno.
Alexa belajar kelompok Mah sama temen-temennya, saut Ryuga tidak semangat.
"Kenapa muka kamu kaya gitu sih ?" mamah Retno menyelidik.
"Hmm... mamah tahu pasti karena Alexa nggak ada kan kamu uring-uringan kayak gini," goda mamah Retno tersenyum .
"Udah ah mah mana piringnya, Ryuga udah laper, saut Ryuga merajuk."
Mama Retno pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku putranya yang sudah terdeteksi bucin akut karena Alexa.
"Itu apa Mah? tanya Ryuga."
"Oh ini ayam kecap kesukaan Alexa. Kamu mau? tanya mamah Retno."
__ADS_1
"Boleh mah, Ryuga mau pahanya mah, ujar Ryuga."
"Papah kapan jadwal operasinya mah ?" tanya Ryuga penasaran.
"Kemungkinan satu atau dua minggu lagi," saut mamah Retno. Dan Ryuga pun hanya ber oh ria sambil menyendokan nasi di piringnya.
Oh ya mah.. Ryuga mau tanya waktu mamah sama papah check up ke rumah sakit. "Apa mamah nyuruh Alexa datang ke rumah sakit waktu itu?" tanya Ryuga penasaran.
Ya enggak lah Ga, kamu gimana sih. Mamah tahu Alexa kan lagi sekolah mana mungkin mamah nyuruh Alexa ke rumah sakit. "Kamu ngaco aja ! ujar mamah Retno."
Kalo mamah nggak nyuruh, ada urusan apa Alexa pergi ke rumah sakit ? Sama siapa dia waktu itu ke rumah sakit? batin Ryuga saat mengingat ucapan Andry beberapa hari yang lalu di cafe.
Apa ada kaitannya sama obat yang kemarin itu, kayaknya Alexa kaget banget pas gue mergokin dia megang obat kemaren, kira-kira itu obat apa ya? batin Ryuga bertanya-tanya sendiri dalam hatinya.
Ga... kok kamu bengong. "Emang kenapa kamu nanya gitu," tanya Mama Retno penasaran.
Aku soalnya lihat Alexa waktu itu di rumah sakit. Ryuga kira Alexa nyusulin mamah sama papah, ujar Ryuga.
Ah enggak Ga, tapi kira-kira ngapain Alexa ke rumah sakit ? Apa dia sakit ya, coba nanti mama tanya ? ujar Mama Retno penasaran.
"Nggak usah mah, biar Ryuga aja nanti yang nanya," sambil meletak sendoknya di piring.
"Udah ah mah, Ryuga juga udah kenyang," ujar Ryuga pun berjalan meninggalkan ruang makan menapaki anak tangga menuju kamarnya.
...
"Ren ntar balik gue nebeng luh ya anterin gue ke Jalan Flamboyan," ujar Alexa.
"Biar aku anter aja ya Sa," saut Dimas membuat Rena dan Alexa saling melirik.
Nggak usah Dim, biar aku sama Rena aja, tolak Alexa lembut.
"Emang mau kemana luh?" tanya Rena sambil menuangkan saos ke dalam mangkoknya.
"Ke rumah tante Karin, ujar Alexa."
Oh sip, tapi bukannya luh slek sama nyokap tiri luh itu, terus nanti lu ketemu bokap lu dong di sana? tanya Rena penasaran.
Udah enggak Ren, bokap gue sama tante Karin udah bercerai belum lama ini. Dan kemaren gue salah paham aja sama Tante Karin, hubungan gua sama dia sekarang udah baik-baik aja kok. Lagian gue juga pengen nanya tentang bokap gua sama dia, ujar Alexa.
"Sinting... luh serius bokap luh cere, sama tante Karin?" tanya Rena terperangah. Begitu pun juga Dimas dan Kipli mereka cukup terkejut mendengar kabar tentang keluarga Alexa.
Iya Ren, lagian gue juga nggak tau bokap gue sekarang dimana, soal rumah gue juga di sita Ren, semua gara-gara bokap gua. Kalo gua sampai berpisah sama pak Ryuga, gimana nasib gue ya ?, tanya Alexa menatap teman-temannya bergantian dengan mata berkaca-kaca.
Kamu tenang Sa, kamu masih punya aku kok. Perasaan aku masih sama kamu, nggak akan berubah, batin Dimas menatap Alexa pilu.
"Ya ampun Lex, Kenapa sih masalah luh banyak banget," ujar Rena tiba-tiba menangis ia langsung saja memeluk Alexa yang berada di sampingnya.
Kamu yang sabar ya Sa. Aku yakin suatu saat tangisan kamu yang akan berubah menjadi senyum kebahagian suatu saat nanti, saut Dimas tersenyum mencoba memberi semangat untuk Alexa
Benar Lex, lagian gue bisa liat kalo pak Ryuga tuh sayang banget sama lu. Gue yakin dia nggak bakalan ninggalin luh, ujar Kipli tersenyum yang juga memberi semangat kepada Alexa menepuk bahunya.
Dimas pun terlihat tersenyum getir mendengar ucapan Kipli, sepertinya sudah tidak ada lagi harapan baginya untuk merebut Alexa dari pak Ryuga.
Pokoknya kita bakalan jadi besti foverever buat luh Lex. Sampai maut memisahkan, ujar Rena.
Luh banyak berubah sekarang, gue seneng liat luh yang sekarang, ujar Kipli.
"Berubah...maksud luh berubah gimana ? tanya Alexa."
"Iya berubah jadi ultraman," ckckc, celetuk Kipli garing.
"Garing banget luh, ucap Rena."
Udah Lex jangan mengsedih terus dong!, Luh harus kuat dan semangat, ujar Rena tersenyum menatap Alexa.
Alexa pun tertawa mendengar celetukan Kipli. Ia sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Rena dan Kipli dan juga Dimas yang selalu ada di saat masa-masa sulitnya kini.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...