Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Luka


__ADS_3

Ryuga memasuki halaman kampus lamanya yang terlihat cukup ramai, dengan raut wajahnya yang terlihat tersenyum simpul melihat keadaan kampus yang sama sekali tidak berubah. Sudah hampir 4 tahun lama, ia baru menginjakan kakinya lagi di tempat yang di penuhi banyak kenangan manis terutama kisah cintanya bersama Sita. Ryuga berjalan menuju taman belakang kampus yang berada di dekat dengan area kantin, itu merupakan tempat yang sering ia kunjungi bersama Sita dan teman-temannya yang lain.


Singkat cerita dirinya, Sita, Andry, Siska, Nicco, merupakan teman satu kampus walau mereka berbeda jurusan satu sama lain, tapi mereka cukup akrab. Circle mereka cukup terkenal sampai saat ini bisa di bilang mereka itu Legends of the Facenya kampus Pelita Jaya. Ryuga berjalan sampai langkahnya terhenti saat, melihat seseorang terlihat sedang duduk di tempat biasa mereka dulu janjian. Ryuga pun tersenyum ia merasa seperti flasback pada masa jaman kuliahnya dulu. Ryuga seolah merasakan dejavu, hingga lamunannya tersadar saat Sita terlihat melambaikan tangannya kepadanya.


Hai Ga !!...ternyata kamu masih inget tempat ini...,"ujar Sita tersenyum.


Ia...udah lama banget ya..,"saut Ryuga sambil melihat sekeliling.


Oh ia...ini flashdisk kamu..,"ujar Ryuga sambil memberikan flashdisk milik Sita.


Makasih Ga...sory ngerepotin kamu jadinya...,"ujar Sita.


Ryuga sedikit bingung bersikap di depan Sita bingung mencari topik pembicaraan yang pas agar tidak terlihat canggung, akhirnya Ryuga memilih pergi setelah memberikan flashdisk milik Sita.


Ya udah aku gitu aku permisi dulu Sit...,ujar Ryuga yang langsung berdiri.


Tunggu Ga...,"ujar Sita memegang tangan Ryuga menahannya.


Ryuga pun menatap Sita yang saat itu terlihat gugup melihatnya seolah ada yang ingin ia dibicarakan. Mereka seketika terdiam suasana mulai berubah menjadi canggung, Sita melepaskan genggaman tangannya pada tangan Ryuga.


Tunggu dulu Ga, aku mau ngomong sesuatu, kamu sibuk nggak !!... ujar Sita gugup.


Enggak aku nggak sibuk kok!!.. Ada apa?..,"ujar Ryuga membalas dengan senyuman.


Sebenarnya aku mau minta maaf sama kamu...Maafin aku Ga?,.. aku udah jahat sama kamu...Jujur aku selama ini tersiksa sama perasaan bersalah aku..,"ujar Sita yang tiba-tiba terisak pilu meneteskan bulir-bulir air mata begitu saja.


Ryuga terenyuh melihat Sita ia pun meraih tangan Sita dan menggenggamnya. Dengan senyum hangat Ryuga mengusap air mata di wajah Sita.


Sit !!... Aku udah maafin kamu bahkan jauh sebelum aku berangkat ke Inggris...," Bagiku kebahagiaan kamu adalah itulah yang terpenting buat aku..,"ujar Ryuga, ucapan Ryuga justru semakin membuat Sita terisak.


Entah mengapa yang Ryuga saat ini, hatinya seolah sudah tidak begitu merasakan lagi rasa sakit yang cukup membuatnya sulit melupakan Sita. Apa mungkin karena waktu atau mungkin karena keberadaan orang lain yang sudah membuat perasaan Ryuga kini berpaling.


Kenapa kamu baik banget sih Ga...Kamu baik kaya gini justru malah bikin aku tambah bersalah sama kamu Ga...,"ujar Sita yang berusaha tegar.


Ryuga hanya tersenyum hangat mendengar ucapan Sita. Ryuga sedikit penasaran setelah berakhirnya kisah cintanya dengan Sita karena sudah hampir 4 tahun lamanya, ia tidak tau apa yang sudah terjadi setelah kepergiannya ke Inggris.


Gimana kabar Nicco sekarang...,"tanya Ryuga penasaran. Sita hanya menjawab pertanyaan juga dengan menggelengkan kepalanya, hingga Ryuga langsung mengerutkan kedua alisnya.

__ADS_1


Aku udah nggak tau kabarnya lagi Ga... ,"Aku udah putus... "Hubungan aku hanya bisa bertahan 2 bulan setelah kepergian kamu Ga...," ujar Sita tersenyum getir. Ryuga menatap Sita seolah tidak percaya, dam cukup terkejut mendengarnya.


Kamu berhak kok ngetawain aku, atau bilang aku ini cewek paling bodoh..."ujar Sita tersenyum getir


Kenapa aku harus ketawain kamu,..."tanya Ryuga heran


Karena aku bodoh udah nyia-nyiain orang yang benar-benar cinta dan tulus sama aku...,"Jika aja saat itu lagi lebih berani dan nekat memilih kamu, mungkin.." ucapan Sita langsung terhenti saat Ryuga menempelkan jari telunjuknya di bibir Sita


Sssstttt..!! Yang berlalu biarlah berlalu..,!! kamu nggak usah bahas-bahas itu lagi...," ujar Ryuga tersenyum.


Aku tau Ga dari Andry kamu udah menikah..Seandainya aja...,"ujar Sita yang kembali meneteskan air matanya.


Ryuga terkejut menatap Sita yang mengetahui statusnya kini yang sudah memiliki istri, seketika hati merasa tidak tega melihat wanita yang dulu pernah membuat hari-harinya bahagia kini terlihat begitu menderita karena perasaan bersalahnya.


Seandainya kenapa..."tanya Ryuga penasaran


Seandainya aja dulu Mamah kamu nggak nyuruh aku buat ninggalin kamu dengan memberikankan uang untuk biaya pengobatan Mamahku, pasti aku nggak akan pilih Nicco, aku terpaksa Ga sama Nicco... Karena aku nggak mau ngerusak masa depan kamu, karena kamu terus saja terlibat masalah di kampus karena ulah Nicco...,"Ga !!!.....Nicco udah jahat sama aku, dia bohongin aku Ga, dia nggak bener-bener tulus sama aku...Dia cuman jadiin aku alat buat ngalahin kamu doang...Makanya dia ninggalin aku Ga..Maafin aku Ga...Maafin aku!!!!..".aku tau permintaan maaf aku udah terlambat, tapi perasaan aku benar-benar kesiksa sebelum minta maaf sama kamu.."ujar Sita yang mulai berani berterus terang dengan isakan tangisnya yang teramat pilu.


Ryuga tersentak dan berdiri rahangnya mulai mengeras, ia pun mengepalkan tangannya karena dirinya merasa di bodohi selama ini karena ketidaktahuannya apalagi menjadikan Sita sebagai korban. Tanpa aba- aba Ryuga ke langsung menghampiri Sita dan memeluk Sita dengan perasaan bersalah karena ia sudah meninggalkan Sita begitu saja tanpa mengetahui apa yang sudah Sita alami selama ini. Apalagi saat mendengar Mamahnya sendiri yang menyuruh Sita untuk meninggalkannya Ryuga seolah tidak percaya ternyata Mamahnya yang setega itu kepadanya.


Maafin...aku Sit...aku benar-benar nggak tau ternyata kamu menderita sendiri setelah kepergian ku..." ujar Ryuga sambil mengusap rambut Sita.


Please Ga...aku mau pulang..aku pengen nenangin diri aku !!...."ujar Sita memohon


Baik kalo gitu aku anter kamu ya...,..."ujar Ryuga dengan penuh perasaan.


.....


Alexa terlihat duduk bersama Dimas sebuah bangku menyaksikan deruan ombak pantai yang tenang, sedangkan Kipli dan Rena sedang menikmati bermain pasir di pantai Ancol.


Aku terkadang suka iri sama mereka...Kamu mau tahu nggak kenapa...,"ujar Alexa dengan nada lemah. Dimas hanya menggeleng menjawab pertanyaan Alexa lalu menatap kembali Alexa.


Aku iri karena mereka itu bahagia banget kaya nggak merasa kesepian, kaya nggak punya beban hidup beda banget kaya aku...,"ujar Alexa langsung menunduk berusaha kuat.


Kamu salah Lex kamu tuh nggak kesepian menurut aku....banyak kok orang yang peduli sama kamu kayak Rena dan Kifli aku lihat mereka tuh tulus banget berteman sama kamu,...tapi aku liat kamu itu terlalu menarik diri menutup diri kamu sehingga orang nggak ada yang tahu tentang kamu apa yang kamu rasain yang kamu alami...,"ujar Dimas berusaha memberi semangat kepada Alexa.


Aku nggak tahu Dim kenapa aku sendiri kayak gitu. Aku malah ngerasa nggak percaya diri kalo aku cerita tentang hidup aku, aku nggak mau jadi beban buat orang lain, makanya memilih untuk menyimpan semuanya karena nggak mau orang menatap aku tuh menjadi seseorang yang menyedihkan..," Menurut kamu pemikiran aku egois nggak ?..,"Jujur aku benci jika orang lain memandangku seperti itu...,"ujar Alexa

__ADS_1


Kamu salah Lex,..," jangan kamu memandang seseorang itu dari sisi kamu aja. Kamu sendiri kayak gimana memandang mereka solanya aku ngerasa Rena dan Kiply nggak kayak gitu deh. Karna yang aku lihat mereka tuh kayaknya tulus berteman sama kamu tanpa memandang kamu siapa atau memandang kamu pemilik anak sekolah. Mulai sekarang kamu jangan menutup diri kamu, karena konsep persahabatan itu buat aku susah senang itu kita harus selalu sama-sama, berbagi kesedihan maupun berbagai kesenangan sama-sama..,"ujar Dimas.


Aku nggak nyangka ngomong sama kamu tuh berasa kaya aku ngomong sama Fiersa Besari...,ujar Alexa tersenyum renyah. Dimas menyentuh perlahan lesung pipi Alexa sehingga membuat Alexa terdiam menatap Dimas canggung.


Aku suka liat kamu ketawa, karena lesung pipi kamu ini....,"ujar Dimas penuh perasaan.


Woy sinii lah !!..jangan pacaran mulu... Gue tuh pagel banget jadi jomblo, apalagi harus liat luh berdua mengsedih tau nggak.. Tolong kondisikan.." teriak Rena sambil melambaikan tangannya ke arah Dimas dan Alexa.


Ini udah sore pulang yuk Dim ?, aku susulin mereka dulu ya kamu mau ikut nggak ?...,ujar Alexa namun Dimas menggeleng menolak ajakan Alexa, dan Alexa pun langsung berlari menyusul kedua sahabatnya.


Alexa aku lebih memilih memendam perasaaku, karena aku takut terluka. Tapi justru memendam malah membuatku semakin terluka.Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan menyerah hingga detik ini...,"batin Dimas lirih menatap Alexa.


Mereka berpisah di persimpangan jalan Kifli terlihat mengantarkan Rena. Laju motor Dimas terhenti, Alexa pun melepaskan helm yang menempel di kepalanya.


Kamu yakin turun disini?.."nggak aku anterin aja ke rumah kamu...,"tanya Dimas sambil mengambil helm yang di berika Alexa.


Nggak usah Dim, gpp di sini aja ?...makasih ya eskrimnya, bonekanya, dan semuanya pokoknya deh. Hari ini kamu itu mirip ibu peri tau nggak...,ckckckc..,"ujar Alexa terkekeh.


Kamu ada ada aja..,"ujar Dimas tersenyum sambil menyentuh pipi Alexa yang masih terlihat sedikit lebam.


Ya udah aku pulang dulu ya...kamu hati-hati di jalan..,"ujar Dimas tersenyum hangat.


Setelah kepergian Dimas, Alexa pun berjalan pulang, hatinya merasa lebih baik setelah menghabiskan waktu dengan bersenang-senang bersama para sahabatnya.


.....


Pah...udah jam segini kok Alexa sama Ryuga kok belum pulang ya ?...,Kemana ya mereka ?...,"tanya Mamah Retno


Enggak tau Mah, tunggu aja sebentar lagi pasti mereka pulang..,"jawab Papah Bimo


Terkadang Mama khawatir Pah apakah perjodohan Ryuga dan Alexa nggak berjalan sesuai harapan kita...,"ujar Mamah Retno.


Mamah nggak perlu khawatir.. Papah rasa Ryuga orangnya sangat bertanggung jawab..,"Mungkin lama-lama perasaan mereka akan tumbuh dengan seiringnya berjalannya waktu...," ujar Papa Bimo dengan bijak.


Semoga ya Pah, Mamah nggak sabar Pah pengen gitu ngeliat mereka mesra, kaya pasangan normal lain...,"saut Mamah Retno.


Sama mah Papah juga pengen banget nimang cucu dari mereka...,"ujar Papah Bimo sambil tersenyum menatap istrinya

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2