
Alexa terdiam sejenak sebelum mengetuk pintu ruangan Ryuga, ia berusaha mengumpulkan keberaniannya. Karena Alexa masih sedikit takut, apalagi berada di dalam ruangan yang cuman ada dirinya dan Ryuga saja, Alexa membuang nafas perlahan-lahan.
Tenang Alexa, gpp ini kan sekolah mana mungkin dia berani macem-macem, " batin Alexa mencoba berpikir positif.
.
Tok..tok..tok
.
Masuk, saut pak Ryuga di dalam.
.
Cekrek
.
Ada apa Bapak manggil saya ? "tanya Alexa masih berdiri di ambang pintu, menatap Ryuga ragu-ragu.
"Sini duduk ! " ujar Ryuga tersenyum hangat, menepuk sofa di ruangannya.
Namun berbeda dengan reaksi Alexa saat melihat sofa, ia langsung mengingat kejadian saat itu. Alexa langsung melangkah mundur merasa panik sendiri bayangan kejadian saat itu masih terasa begitu nyata dalam pikirannya.
Sa saya di sini ajah Kak, "ujar Alexa terbata-taba.
Tenang Alexa saya tidak akan bertindak macam-macam lagi, kita ini di sekolah. " ujar Ryuga meyakinkan Alexa.
Akhirnya Alexa berjalan dengan langkah perlahan duduk di sofa, ia meremas kedua tangannya untuk menghilangkan rasa takutnya. Ryuga pun menarik laci di nakas dan mengambil sesuatu di laci tersebut.
Ini buat kamu, maaf ya kemarin saya udah ngerusakin ponselmu, "ujar Ryuga memberikan paperbag berisi ponsel baru.
Ryuga langsung duduk bersimpuh di hadapan Alexa kedua tangannya langsung meraih kedua tangan Alexa sehingga Alexa terkejut dan sedikit panik saat melihat Ryuga berada di hadapannya.
Maafin saya Alexa, maafin segala perbuatan dan ucapan saya yang menyakiti kamu kemarin. Saya benar-benar menyesal, saya janji nggak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Saya nggak akan memaksa kamu untuk melakukan hal tersebut, jika kamu belum siap atau atas kemauan kamu sendiri. Dan saya juga mohon jangan pernah kamu berpikir untuk pergi meninggalkan saya, karena sampai kapanpun saya nggak akan pernah melepaskan kamu Alexa, "Please kamu mau kan maafin saya, jangan hindarin saya lagi ya! "ujar sambil menatap Alexa dengan wajah penuh penyesalan.
.
Deg
.
Jantung Alexa berdebar lebih kuat, Alexa mengangkat wajahnya berusaha mencari kesungguhan dengan menatap mata Ryuga. Nampak terlihat jelas sorot mata Ryuga yang berkaca-kaca mengandung banyak rasa penyesalan yang bisa Alexa rasakan. Seketika perasaan Alexa melemah dan menundukkan wajahnya lalu terisak. Bulir air mata Alexa jatuh begitu saja, ia cukup tersentuh mendengar ucapan Ryuga.
Mendengar Isak tangis Alexa, Ryuga langsung meraup wajah Alexa dan menatapnya lekat-lekat wajahnya. Ia menyeka air mata Alexa yang mengalir di pipinya lalu membawa tubuh Alexa dalam dekapannya.
Maafin saya Alexa, sekali lagi, saya nggak mau kehilangan kamu. "ujar Ryuga lirih.
Alexa yang mendapat pelukan yang hangat justru semakin membuatnya terisak pilu. Pernyataan dari Ryuga tadi cukup membuat perasaannya lega sekaligus senang.
Jangan nangis lagi ya, "ujar Ryuga menghapus air mata Alexa dengan lembut. Dan Alexa pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan sambil tersenyum menatap Ryuga. Kemudian Ryuga pun mencium kening Alexa dengan penuh perasaan dan rasa sesalnya.
Alexa mulai sekarang, jika kamu merasakan sesuatu yang mengganjal dalam hati kamu. Tolong kamu jujur sama saya jangan kamu bercerita atau mengadu kepada Dimas. Karena saya tidak suka kamu dekat dengannya, apalagi dia itu suka sama kamu, Alexa " ujar Ryuga sambil meraup wajah Alexa.
__ADS_1
Emang apa artinya aku di mata kakak ? "tanya Alexa penasaran.
Kamu itu istri saya, kamu adalah tanggung jawab saya Alexa, " jawab Ryuga tersenyum, mendengar jawaban dari Ryuga tidak membuat Alexa puas perasaannya masih terasa gamang.
Kalo seandainya aku meminta kakak nggak ketemu sama cewek lain, apa kakak juga nurutin keinginan aku? "tanya Alexa, mengetes Ryuga apakah Ryuga bisa jujur mengenai dirinya yang diam-diam sudah bertemu dengan Sita. Sungguh pertanyaan dari Alexa cukup Ryuga terkejut dan tersenyum menatap Alexa.
Kamu cemburu kalo saya deket sama cewek lain ? " ckckck. Kamu harus bisa bedain dong Alexa, Dimas itu punya perasaan khusus sama kamu. Kamu nggak bisa dong mencampuradukkan dua hal yang berbeda. Apalagi nanti kedepannya jika saya mulai bekerja di perusahaan Papah, otomatis saya pasti akan bertemu banyak klien. Trus kalo kliennya itu cewek nggak boleh juga gitu? "tanya Ryuga mencubit hidung Alexa gemas. Alexa justru mencebikan bibirnya, ia tidak puas dengan jawaban dari Ryuga.
Seandainya jika ada wanita yang suka sama kakak, sama seperti posisi Dimas kayak aku saat ini. Apa kakak masih mau menemuinya, walau aku ngelarang ? "tanya Alexa yang langsung menatap Ryuga dengan tegas penuh penekanan.
Ya saya bersedia, " jawab Ryuga penuh keyakinan, membuat Alexa langsung menyimpulkan senyum manisnya menatap Ryuga.
Saya bisa pegang kata-kata kakak, "ujar Alexa menatap Ryuga. Ryuga pun tersenyum lalu mengangguk menjawab pertanyaan Alexa sambil mencubit lesung pipi Alexa dengan gemas.
Tapi aku kan nganggep Dimas cuman temen doang, nggak lebih. Kalo emang dia suka sama aku, itu kan urusan dia, yang penting akunya kan udah nolak dia. Tapi aku masih bisa kan berteman sama dia, "ujar Alexa jujur.
Masa bo'ong ah, " goda Ryuga dengan memasang wajah pura-pura acuh.
Ihh beneran serius, "saut Alexa merengek sedikit manja. Tanpa diduga Ryuga langsung memeluk Alexa dengan erat.
Iya deh percaya, tapi inget ya! nggak boleh jalan berdua, nggak ada kontak fisik apalagi kemana-kemana berdua, "ujar Ryuga sambil membelai rambut Alexa menghirup aroma rambut Alexa yang terasa begitu menenangkan.
Alexa pun hanya mengangguk dalam pelukan Ryuga menyetujui permintaan Ryuga.
Kamu pakai shampo apa sih kok wangi banget ? " tanya juga sambil mengusap-ngucap rambut Alexa gemas.
Ini mama yang beliin waktu itu, " jawab Alexa.
.
.
Bel pertanda berakhirnya istirahat sudah berakhir.
Udah ya kak aku masuk dulu, itu udah bell. "ujar Alexa mencoba melepaskan pelukan Ryuga.
Tunggu dulu sebentar lagi, "ujar Ryuga yang enggan melepaskan pelukannya.
Ihhh nanti aku telat, "rengek Alexa.
Akhirnya Ryuga pun melepaskan pelukannya dan tanpa aba-aba Alexa mencium pipi Ryuga, ia pun langsung pergi meninggalkan ruangan Ryuga, tanpa melihat reaksi Ryuga.
Dasar gadis nakal, "ujar Ryuga tersenyum simpul memegangi pipinya.
Alexa terdiam sejenak bersandar di balik pintu ruangan Ryuga.
Gimana aku mau jujur, kakak aja nggak bisa jujur tentang kakak jalan sama Sita kemarin. Sebenarnya apa maksud kakak menyembunyikan semua itu dariku. Walaupun aku masih penasaran tapi untuk sementara ini aku akan menikmati perasaan bahagia ini. Walaupun aku nggak tahu apa artinya aku buat kakak tapi dengan sikap kakak udah tadi cukup bikin aku bahagia, "batin Alexa ia pun pergi meninggalkan ruangan pak Ryuga.
Alexa membasuh wajahnya saat di toilet dan mengipas ngipas wajahnya dengan kedua tangan. Alexa tersipu malu ini pertama kalinya baginya, Ryuga bersikap lembut kepada, Alexa senyum senyum sendiri kejadian tadi benar benar membuat nama Ryuga terus berputar putar di kepalanya.
Sah-sah aja kan kalo gue cium duluan , lagian siapa suruh bikin gue melting, " batin Alexa tersenyum sambil memegang kedua pipinya.
Di depan cermin di terus memukul bibir, dan membayangkan kejadian yang baru saja ia lakukan.
__ADS_1
Ini kah yang namanya cinta. Kyaaaa..."ujar Alexa bernyanyi
************
Jam menunjukkan pukul satu siang, siswa-siswi terlihat satu persatu meninggalkan area sekolah.
Lo tumben pulang sendiri, luh nggak nungguin Pak ganteng pulang ? "tanya Rena kepo.
Ya nggaklah Ren, gila aja kali gue pulang bareng dia bisa heboh besok seisi sekolah. Apalagi jadi bahan gosip belom sama fans fanatiknya Pak Ryuga, "ujar Alexa berbidik ngeri membayangkan
Hehehe, bener juga yak, .."jawab Rena sambil menggaruk-garuk kepala.
Eh tadi si Dimas nyariin luh tadi, gue bilang aja luh lagi pacaran sama ayang beb. " ckckc, gila mukanya langsung melehoy tadi " ujar Rena terkekeh.
Parah luh, "celetuk Alexa sambil menepuk bahu Rena.
Alexa berjalan meninggalkan halaman sekolah dengan Rena. Tiba tiba Dimas datang menghampirinya dari arah belakang.
Alexa tunggu, " teriak Dimas menahan Alexa.
Panjang umur tuh anak baru aja di omongin, "ujar Rena.
"Sa, kamu waktu itu gpp kan? Gimana Pak Ryuga apa dia ngapa-ngapain kamu kan waktu itu, aku khawatir banget sama kamu ? "tanya Dimas cemas sambil memegang tangan Alexa memperhatikan tubuh Alexa dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Iya aku gpp kok Dim, " ujar Alexa tersenyum kikuk.
Aku khawatir aja pak Ryuga ngelakuin hal yang enggak-enggak sama kamu, apalagi kamu aku hubungin nggak bisa-bisa, "ujar Dimas yang masih terlihat cemas.
Gpp ponsel aku rusak kemaren, udah dulu ya Dim, aku mau pergi sama Rena, " ujar Alexa sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Dimas. Karena ia takut berlama-lama berurusan dengan Dimas akan membuatnya terkena masalah, apalagi melihat dirinya bersama dengan Dimas saat ini.
.
Tin..Tin..
.
Suara klakson mobil milik Ryuga terdengar cukup memekik di telinga Alexa Dimas dan juga Rena, hingga berhasil membuat mereka pun tersentak kaget. Sepasang mata elang menatap dengan penuh kekesalan, Ryuga mengcengkram kemudinya dengan kencang, setelah melihat pemandangan yang ada di depannya.
Gawat, itu bukan mobilnya pak Ryuga Lex, "bisik Rena memberikan kode pada Alexa. Dan Alexa pun buru-buru menghempaskan tangan Dimas setelah melihat tatapan tajam dari pak Ryuga.
Baru tadi saya bilang, tapi sekarang dia lupa sama janjinya, "batin Ryuga kesal.
Tolong pindahkan motor kamu jangan sampai saya tabrak, menghalangi jalan saya aja! Alexa cepat kamu pulang. "ujar Ryuga ketus matanya yang tajam menggambarkan perasaan tidak suka bercampur kekesalan, apalagi setelah melihat tangan Dimas menggenggam tangan Alexa.
Sory Dimas gue duluan ya, "Yuk Ren. "ujar Alexa yang langsung menarik tangan Rena pergi meninggalkan Dimas.
Dimas merasa Alexa menjaga jarak darinya, ia hanya bisa tertunduk pasrah menerima perlakuan Alexa. Dimas menatap tajam ke arah guru sekaligus rivalnya tersebut, sambil menyalakan mesin motornya, namun Dimas tidak buru-buru meninggalkan area sekolah ia justru sengaja menggeber-geberkan motornya di depan pak Ryuga sambil tersenyum smirk, setelah puas ia pun meninggalkan area sekolah.
"Brengsek ! "Berani sekali cecunguk itu bertingkah kurang ajar terhadapku. Seperti peringatan kemarin masih kurang membuatnya sadar, " ujar Ryuga lalu memukul stir mobilnya karena kesal dan ia pun pergi setelah melihat Dimas pergi.
Hari ini Ryuga akan pergi ke perusahaan, setelah selesai mengajar. Sebenarnya saya ingin sekali ia menarik Alexa tadi dan pulang bersama, namun terpaksa ia urungkan niatnya, karena ada tanggung jawab yang lebih penting yang akan ia emban kelak yaitu menjadi penerus Wijaya Group.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...