
Lampu indikator ruang operasi pun terlihat mati dan satu persatu dokter serta perawat terlihat keluar dari ruang operasi. Ryuga terlihat cukup lemas saat menemani Papahnya, ia memang tidak melihat secara langsung tapi dia bisa melihat di layar monitor saat sedang prosedur pemasangan ring di lakukan. Karena pada saat pemasangan ring pasien juga bisa berkomunikasi dengan dokter dan perawat, bila ada keluhan atau apa-apa yang dirasakan dapat langsung dikemukkan kepada dokter atau keluarga yang mendampingi.
"Ga.., Papah gimana Ga, lancar kan operasinya?" tanya Retno buru-buru menghampiri Ryuga. Reyhan dan Daniel pun ikut menghampiri Ryuga saat keluar bersama para dokter dan perawat.
"Alhamdulillah Mah, operasinya berjalan dengan lancar," ujar Ryuga memperlihatkan raut wajahnya sedikit tenang. Reyhan dan Daniel menghembuskan nafasnya dengan lega mendengar ucapan Ryuga.
Sebentar ya Mah, Ryuga mau telpon Alexa dulu," ujar Ryuga sekilas melirik Sita. Ryuga tidak menghiraukan Sita yang sejak tadi setia menemani Mamahnya. Sejujurnya ia cukup sedikit risih dengan keberadaan Sita saat ini, Ryuga merasa cukup heran dengan sikap Mamahnya kepada Sita kali ini.
"Seandainya ada Alexa saat ini, pasti ia akan merasa terbebani dengan keberadaan Sita," batin Ryuga melewati Sita menempelkan ponsel di telinganya menghubungi Alexa.
"Sialan, gue di kacangin padahal gue udah ngorbanin waktu gue yang berharga ini demi bikin lo terkesan Ga," batin Sita menatap punggung Ryuga yang terlihat sedang menelpon.
"Dok bagaimana keadaan suami saya?" tanya Retno bertanya kepada Dr. Robby yang baru saja keluar paling akhir dari ruang operasi.
Kondisi Tuan Bimo cukup stabil Bu, namun untuk 2 hari kedepannya kondisi beliau masih dalam pengawasan kami secara intensif. "Dan kami berharap semoga saja tidak ada komplikasi yang terjadi pasca operasi," ujar Dr Robby. Mama Retno bisa bernafas dengan lega setelah mendengar penuturan dari Dr. Robby.
"Lebih baik kita doakan Om Bimo supaya cepat pulih Tante," ujar Sita menghampiri Tante Retno. Retno pun mengangguk tersenyum menatap Sita
"Tante kok aku dari tadi nggak lihat istrinya Ryuga?" tanya Sita penasaran, karena sejak tadi ia tidak melihat keberadaan Alexa di rumah sakit.
Mendengar Sita menanyai Alexa, Retno membuang nafasnya dengan berat, "Dia sedang sakit, jawab Retno singkat." Sita sedikit heran melihat raut wajah Retno berubah suram, saat membicarakan Alexa.
Sita pun mengambil tasnya dari tempat duduknya, "Tante kalo gitu Sita pulang dulu ya Tante, Sita masih ada keperluan.Tante ggp kan aku tinggal," ujar Sita berpamitan.
"Makasih ya Sita kamu udah menemin Tante, jujur Tante tadi takut banget pas suami Tante masuk ruang operasi, untung ada kamu jadi Tante sedikit tenang," ujar Retno memegang tangan Sita tersenyum.
"Nggak perlu terima kasih kok tante, aku senang kok nemenin tante di sini," ujar Sita dengan senyuman palsunya.
"Ga, panggil Retno kepada putranya."
"Iya Mah, ada apa?" tanya Ryuga."
"Kamu tolong anterin Sita, kasihan kan ini udah malam, lagian diluar juga hujan Ga," ujar Retno. Sontak mendengar ucapan Tante Retno hati Sita merasa berbunga-bunga, namun ia tetap berusaha bersikap biasa di depan Ryuga dan Retno.
Ryuga sedikit keberatan, terlihat jelas raut wajahnya berubah setelah mendengar ucapan Mamahnya yang terdengar aneh dirasakannya.
"Tapi Ryuga lagi banyak kerjaan nih Mah," tolak Ryuga dengan halus.
Sita yang merasakan Ryuga tidak nyaman pun buru-buru menolak, "Eh nggak usah Tante, aku bisa pulang sendiri," ujar Sita sengaja memberi kesan baik kepada Ryuga.
"Gpp Sita biar Ryuga anter kamu," ujar Retno kekeh. Sita tidak mengerti dengan pemikiran Tante Retno, namun dia seperti mendapat lampu hijau melihat sikap Tante Retno saat ini
"Sebentar Ryuga, kasiankan Sita dia udah menemin Mamah tadi, anggep aja sebagai rasa terimakasih Mamah karena dia udah nemenin Mamah di sini," ujar Retno memaksa.
__ADS_1
Ryuga pun menghembuskan nafasnya dengan berat, menuruti keinginan Mamahnya, ia sangat malas berdebat dengan Mamahnya apalagi mendengar ocehannya yang panjang.
.
.
Ryuga mulai melajukan kendaraannya keluar area rumah sakit.
"Maaf ya Ga aku ngerepotin kamu, aku tau kamu nggak nyaman liat aku menemin mamah kamu tadi? kamu bisa kok Ga turunin aku di halte depan situ biar aku naek taksi nanti," ujar Sita ucapannya sungguh berbeda dengan isi di dalam hatinya.
"Gpp Sit biar aku anter kamu! maaf ya Sit sebenarnya aku udah janji nggak mau kecewain istri aku. Karna istriku udah tau tentang kamu Sit, dan dia juga tau kalo aku sama kamu dulu pernah...," ujar Ryuga meneruskan ucapannya.
"Kamu emang cerita tentang aku sama istri kamu?" tanya Sita penasaran.
"Enggak aku nggak pernah cerita,.. Oh ia aku sampe lupa kamu tahu nggak siswa yang waktu itu ada di ruangan aku, dia itu istri aku Sit namanya Alexa," ujar Ryuga mengalihkan topik pembicaraan. Sita mengerutkan darinya melirik sekilas ke arah Ryuga saat Ryuga mengalihkan topik pembicaraannya
"Jangan-jangan sebenarnya dia juga masih belum bisa move on dari gue, sepertinya gue masih ada harapan," batin Sita tersenyum smirk menatap sisi jalan, Sita meyakinkan asumsinya karena merasakan Ryuga sangat hati-hati sekali membahas kisah masa lalu dengannya.
"Apa jadi dia istri kamu Ga, siswa yang aku temui di toilet cafe waktu itu maksud kamu?" tanya Sita pura-pura terkejut, Ryuga hanya mengangguk menyauti ucapan Sita.
"Aduhhh aku jadi tambah nggak enak nih pasti istri kamu salah paham deh, "Maaf ya Ga, aku nggak tahu kalo itu istri kamu, seandainya aku tahu dari awal aku nggak bakalan ngajuin observasi aku di tempat kamu," ujar Sita yang pandai bersilat lidah.
"Iya gpp Sit, Alexa sih sempat kaget, tapi sekarang no problem sih, mungkin karena dia belum kenal kamu. Kalo inget di cafe waktu itu, mungkin Alexa kenal kamu dari situ kayaknya, soalnya dia liat kamu, Siska sama Andry pas di cafe waktu itu, tapi aku nggak tau kalo waktu itu Alexa ada di cafe waktu itu," ujar Ryuga.
"Mungkin dia belom nyaman waktu itu, karena masih belom kenal temen-temen aku," ujar Ryuga dengan pemikirannya sendiri.
"Oh gitu, kalo aku tau Alexa itu istri kamu, aku udah sapa dia pas ketemu di toilet waktu itu. Oh iya Ga, waktu itu aku liat Alexa sama adenya Siska pas ditoilet aku sampe lupa, ternyata mereka itu satu sekolah ya_" ujar Siska ucapannya langsung saja di potong Ryuga.
"Apa adenya Siska, Siskanya si Andry maksud kamu?" tanya Ryuga terkejut.
"Iya, kamu nggak tau Ga, namanya Dimas kalo nggak salah. Kamu nggak tau emang, Ga?" tanya Sita penasaran, menatap intens Ryuga.
"Apa Dimas itu adeknya Siska ternyata," ujar Ryuga terkejut.
"Iya Dimas itu adenya Siska, Siska ngenalin aku sama adenya pas di toilet, kamu nggak tau emang, Ga?" tanya Sita. Ryuga menggelengkan kepalanya menatap jalan dengan expresi yang masih cukup terkejut mendengar Dimas yang ternyata adik dari sahabatnya. Sedangkan Sita sendiri semakin di buat penasaran setelah melihat reaksi Ryuga.
"Gue tau kali Ga, adeknya Siska itu suka sama Alexa, malah dia kayaknya cinta banget sama istri lo," ckckcc..!"Gue akan terus bikin hubungan lo renggang dengan bikin lo salah paham terus sama Alexa, karena gue udah dapet bahan gimana caranya bikin lo salah paham terus sama, Alexa" batin Sita tersenyum smirk di dalam hatinya. Suasana di dalam mobil hanya terdengar suara mesin mobil Ryuga tidak ada percakapan lagi, Ryuga dan Sita terdiam dalam lamunannya masing-masing.
.
.
Kamu pasti udah cinta banget sama istri kamu, aku bersyukur akhirnya kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik daripada aku," ujar Sita membuka obrolan kembali. Ryuga hanya menyunggingkan senyumnya, menjawab pertanyaan Sita. Melihat senyuman Ryuga Sita dapat menyimpulkan bagaimana perasaan Ryuga, hatinya cukup dibuat sesak melihat expresi Ryuga sepertinya Alexa sudah memiliki posisi yang penting di hati Ryuga.
__ADS_1
"Maaf ya Ga, dulu aku memang pernah ngecewain kamu tapi sekarang aku senang kok kamu udah bahagia sama pilihan kamu." ujar Sita berkaca-kaca memaksakan dirinya tersenyum walau ia merasakan sesak di dadanya.
"Itu semua udah berlalu Sit, kamu nggak perlu minta maaf seharusnya akulah yang meminta maaf atas sikap Mamahku yang dulu," ujar Ryuga tersenyum hangat menatap Sita sekilas.
Sita buru-buru memalingkan wajahnya ke sisi jalan saat Ryuga menatapnya dan melihat air matanya mulai menetes Ryuga yang menyadarinya pun, ia mulai mengalihkan pembicaraannya yang cukup sensitif.
"Oh iya Sit, aku sebenarnya penasaran gimana kabarnya Nicco sekarang?" tanya Ryuga fokus menatap jalan.
"Dia sekarang menetap di Aussie, mengurus cabang perusahaan Papahnya di sana, Ga," ujar Sita menundukkan wajahnya. Ryuga hanya manggut-manggut ber oh ria menyauti pembicaraan Sita sambil tetap fokus menyetir kendaraan di tengah hujan.
"Sudah hampir 5 tahun aku cukup penasaran sama Nicco yang sekarang, apa dia masih nyebelin kayak dulu," ujar Ryuga tersenyum lucu mengingat kejadian di masa lalu. Bukannya menyauti Ryuga malah mendengar isak tangis Sita.
"Loh kok kamu nangis Sit?" tanya Ryuga menatap Sita.
"Tolong Ga, kamu jangan bahas Nicco, aku jadi inget perbuatannya yang dulu sama aku," ujar Sita berusaha menarik simpati Ryuga.
"Stop di halte itu aja Ga, kosan aku nggak jauh dari situ kok," ujar Sita memasang wajah sedih.
"Tapi hujan masih deras Sit, di mobilku juga nggak ada payung," ujar Ryuga bingung.
"Gpp kok Ga," ujar Sita memasang wajah sok acuh.
Ryuga sedikit merasa bersalah sepertinya Sita sangat sensitif saat ia membahas Nicco.
"Oh ini ada jas aku kamu tutupin kepala kamu pake ini aja," ujar Ryuga memberikan jas nya yang tergantung di belakang mobil.
"Makasih nanti aku balikin" ujar Sita yang berlalu begitu saja.
"Sit, aku minta maaf, jika ucapanku tadi menyinggung perasaan kamu, ujar Ryuga keluar dari mobilnya. Sita pun mengabaikan panggilan Ryuga dan berjalan menutupi kepalanya dengan jas Ryuga.
"Kali ini lo bakalan masuk ke perangkap gue Ga, gue akan ngasih kejutan buat istri lo tercinta, " batin Sita tersenyum puas.
*******
Ryuga melajukan lagi kendaraannya setelah mengantar Sita pulang.
"Kayaknya Sita marah pas gue ngebahas Nicco, gue jadi ngerasa bersalah sama dia." Sebenarnya apa alesan lo ninggalin Sita sampe bikin Sita kayaknya benci banget sama lo Nic? "Lo bodoh Nic, bisa-bisanya nyakitin cewek sebaik Sita, batin Ryuga."
"Eh kenapa gue jadi mikir hubungan mereka," ujar Ryuga saat pikirannya langsung tertuju pada Alexa.
Ryuga membuang nafas kasarnya, ia merasa dilema sebenarnya ia ingin sekali pulang menemani Alexa yang sedang sakit, namun Reyhan dan Daniel sedang menunggunya di rumah sakit untuk meneruskan proposalnya yang mangkrak karena kondisi Papahnya, Ryuga harus rampungkan proposal tersebut karena sudah daedline.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...