Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Gudang Sekolah


__ADS_3

"Drttt Drtttt!"


Ponsel Alexa bergetar entah sudah berapa kali ponselnya berdering. Namun kali ini Alexa mengerjap-ngerjapkan mata, beranjak dari tempat tidurnya yang sudah terlihat kosong.


Saat bangun, "Aduh...ssshhh," ujar Alexa memegang kepalanya yang masih sedikit terasa pusing. Alexa mencari keberadaan ponselnya yang ternyata tertindih di bawah bantal.


"Hallo, ujar Alexa dengan suara serak, menutup kembali matanya."


"Alexaaaaa.. gila banget Pak Ryuga! ini sih beneran gila sumpah," ujar Rena dengan suara melingking memekik telinga Alexa.


Alexa meremas kepalanya kesal mendengar teriakan Rena, ia buru-buru menjauhkan ponselnya dari telinganya. "Ya ampun Ren, kuping gue bisa budeg tau nggak sih luh, suara luh kecilin dikit napa sih, ck," ujar Alexa berdecak kesal.


"Ops sorry..! Pak Ryuga Lex dia tadi go public di kelas kita Lex, gue dengernya sampe lupa mingkem tadi," ujar Rena antusias.


"Luh ngomong apa sih?" tanya Alexa menggaruk-garuk kepalanya malas.


"Pak Ryuga tadi di kelas ngakuin kalo luh istrinya di kelas tadi," ujar Rena antusias.


"Hah.. di kelas..emang sekarang jam berapa Ren?" tanya Alexa masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.


"Ya ampun Lex, sekarang udah jam istirahat kali Lex, nih gue lagi di kantin makan baksonya bude," ujar Rena.


"Apa istirahat.., berarti gue nggak masuk hari ini dong," ujar Alexa membulatkan matanya baru tersadar.


"Luh ngelantur ya Lex, jelaslah luh nggak masuk, orang kata Pak Ryuga luh lagi sakit hari ini, jangan bilang luh baru bangun hari gini, makanya otak luh rada-rada telmi?" tanya Rena bingung.


"Hah,.. iiyaa Ren! sorry Ren gue tutup dulu bye Renata!" ujar Alexa beranjak dari tidurnya berusaha mencerna ucapan Rena.


"Ih si Anjirr pake di matiin," ujar Rena menatap layar ponselnya.


*******


"Kringgg Kringggg!"


Rena buru-buru berjalan memasuki kelasnya karena bel sudah berbunyi. Para siswa-siswi hari ini di pulang lebih awal, karena seluruh para guru dan staff akan mengadakan rapat.


Di kelas IPS XII satu persatu murid keluar dari kelas dengan wajah sumbringah.


"Kita nggak latihan nih buat entar?" tanya Rena.


"Luh pea juga ya Ren, udah tau gurunya pada rapat di ruang aula, luh mau latihan dimana? Di lapangan," ujar Kipli beranjak dari kursinya.


"Hehehe gua lupa," ujar Rena cengengesan.


"Hehehe gua lupa," saut Kipli mengikuti ucapan Rena.


"Kip nebeng ya, gue nggak bawa motor tadi," ujar Rena menyengir kuda.


"'Yah elah kaleng rombeng pake segala mau nebeng, baru gue mau cabut ke rumahnya si Aldo," ujar Kipli dengan wajah malas.


"Luh tadi udah gua kasih contekan matematika juga luh," ujar Rena menunjukkan ke arah Kipli kesal.

__ADS_1


"Ck, ya udah ayo cepetan lelet gue tinggal nih!" ujar Kipli berdecak menatap ke arah Rena.


"Iya bentar, ujar Rena mencebikkan bibirnya."


Rena dan Kipli sudah turun di lantai paling bawah terlihat para guru dan staf berkumpul di ruang aula sekolah.


"Eh itu guru ngadain rapat apaan ya ?" tanya Rena berjalan di koridor ruang aula sambil melirik ke arah ruang aula.


"Kamu nanya, ujar Kipli."


"Ck iiih," decak Rena kesal memukul lengan Kipli."


"Gantian lu sering gituin gua.. paul" ujar Kipli menjulurkan lidahnya ke arah Rena.


"Dih gitu aja pake dendam, eh tungguin gue Pli, gue kebelet nih bentar bentar," ujar Rena melemparkan tasnya ke wajah Kipli.


"Et dah kira-kira lah, luh kira muka gua gantungan, saking aja temen kalo bukan temen mah gua masukin tong sampah luh. "Sshhh.. mana sakit banget idung gua, ini anak bawa batu apa bawa buku sih di tasnya," ujar Kipli mendengus kesal mengusap hidungnya.


Kipli berjalan ke halaman belakang sekolah menunggu Rena di tempat favoritnya yang biasa. Saat berjalan mendekati gudang Kipli mendengar suara orang sedang beradu mulut cukup sengit di gudang sekolah. Kipli pun mengintip dari kejauhan matanya membulat saat melihat Dimas dan Grace saling melontarkan makian.


"Luh bilang gue munafik, luh yang gak tepatin janji luh Grace. Luh bilang cuman mau kasih foto itu sama nyokapnya Pak Ryuga, tapi buktinya luh juga nyebarin gosip tentang bokapnya Alexa," ujar Dimas dengan nada tinggi menunjuk wajah Grace.


"Luh nggak bisa nyalahin gue gitu aja dong, karna yang denger waktu itu bukan cuma gue, tapi juga temen-temen gue," saut Grace membela diri.


"Pokoknya luh sama temen-temen luh itu bakalan gue aduin sama guru BK, kalo luh yang nyebarin gossip bokapnya Alexa di sekolah," ancam Dimas.


"Silahkan luh aduin sono gue nggak takut, gue juga nggak akan segan-segan bilang ke Alexa kalo luh juga ikut andil buat ngancurin hubungannya Alexa sama Pak Ryuga," ujar Grace kembali mengancam Dimas.


Kipli yang mendengar fakta tersebut pun mengepalkan kedua tangannya hingga memperlihatkan buku-buku jarinya yang memutih.


Kipli berjalan perlahan sambil bertepuk tangan, hingga kehadirannya mengalihkan perhatian Dimas dan Grace.


"Hebat ye lo berdua, good jod dah buat luh pada! Luh berdua emang cocok, sama aja bangsatnya!" maki Kipli menatap tajam ke arah Dimas dan Grace.


Grace yang melihat kehadiran Kipli langsung pergi meninggalkan Dimas. "Woy, jangan kabur luh," teriak Kipli melihat Grace pergi.


"Luh mau kabur juga, silahkan kalo mau gue sambit," ujar Kipli menunjukkan ke arah Dimas emosi.


Dimas buru-buru menghampiri Kipli "Pli gue bisa jelasin, ujar Dimas memegang lengan Kipli.


Bugh


"Lepas, luh emang penghianat, nggak nyangka gua," maki Kipli memberikan satu bogeman mentah ke wajah Dimas


"Bangsat!, maki Kipli."


"Kipli,"


"Kipli,"


"Kemana sih tuh anak," teriak Rena mencari keberadaan Kipli.

__ADS_1


Kipli tersentak kaget mendengar suara cempreng Rena, ia langsung meremas kerah baju Dimas menatap Dimas dengan aura horornya, "Luh inget, uruskan kita belum selesai," ujar Kipli menghempaskan tubuh Dimas dengan kasar. Ia langsung berlari keluar dari gudang sekolah dengan raut wajah yang begitu emosi.


"Kipli.., luh gue cari-cariin juga, gue kira luh udah kabur," ujar Rena menghentakkan kaki dan tangannya.


Tanpa menjawab ocehan Rena, Kipli menarik tangan Rena menjauh dari halaman belakang sekolah dengan wajah yang masih di liputi emosi. Kipli tidak ingin Rena mengetahui fakta yang baru saja ia ketahui.


Lain halnya dengan Rena ia dibuat bingung dengan raut wajah Kipli yang terlihat tidak ramah. Rena meringis merasakan nyeri saat tangannya di tarik Kipli.


"Kipli luh kenapa sih? jangan bikin gue takut napa," ujar Rena bergidik menatap wajah Kipli yang terlihat menyeramkan.


"Ayo cepetan," ujar Kipli dengan nada terdengar kesal memberikan helm kepada Rena.


"Ya udah sih kalo luh nggak mau anterin gue, mendingan gue naek ojol aja, gue nggak jadi bareng luh deh," ujar Rena nyalinya seketika menciut, ini pertama kalinya Rena melihat Kipli memperlihatkan mode gaharnya seperti sekarang.


"Ayo naek," ujar Kipli dengan wajah serius.


"Ah mending gue ngibrit kali ya," batin Rena ia langsung memberikan helm.


"Nih Pli gue nggak jadi bareng ," ujar Rena melangkahkan kakinya dengan jurus seribu langkah menjauh dari Kipli.


"Eh cebong, jadi bareng nggak?" teriak Kipli. Kipli pun menghembuskan nafas kasarnya saat melihat Rena sudah berlari menjauh darinya, Kipli menyalahkan mesin motornya berusaha mengejar Rena yang sudah ngibrit entah kemana, namun saat ia ingin melajukan motornya matanya tertuju pada Dimas yang datang menghampirinya sambil memegangi pipinya yang terlihat memar akibat bogeman darinya tadi.


"Pli tunggu gue mau ngomong," ujar Dimas menghampiri menahan motor Kipli.


Kipli mendengus kesal matikan mesin motornya kembali, Kipli berusaha menahan emosinya dengan mencengkram stir motor hingga urat-urat ditangannya pun sampai menonjol


"Minggir luh penghianat," ujar Kipli menatap tajam Dimas.


"Pli dengerin gua dulu, gua bisa jelasin," ujar Dimas memegang lengan Kipli.


"Apalagi.. semua udah jelas banget tadi," ujar Kipli menghempaskan tangan Dimas.


"Pli gua emang salah, tapi gua ngelakuin itu karna gua nggak bisa ngelupain Alexa, gua udah berusaha Pli, tapi gua nggak bisa, sampe akhirnya gua ngelakuin hal bodoh kaya gini," ujar Dimas nada suaranya terdengar lemah.


"Luh sadar nggak sih Dim, otak luh, luh taro mana sampe luh tega ngancurin hubungannya mereka, gue beneran nggak nyangka asli." Asal luh tau, hampir tiap hari gua liat mukanya Alexa murung terus, karena masalahnya, tau-taunya luh berdua biang keladinya. "Ck Ini yang luh bilang cinta, bulshit luh! Minggir nggak luh, jangan sampe gue babat luh di sini," maki Kipli menunjuk-nunjuk wajah Dimas.


"Gue juga nggak tau kenapa gue terima ajakannya Grace, gua nyesel ngelakuin itu. please Pli jangan luh kasih tau Alexa dulu, gue belom siap kalo Alexa menjauh dari gua, gua janji, gua bakal jujur sama Alexa, tapi nggak sekarang," ujar Dimas berlutut di hadapan Kipli memohon.


"Ta* luh,.. ngapain luh mohon-mohon sama gua, seharusnya luh sujud di depan Alexa minta maaf sama dia. Karena gara-gara luh hubungan Alexa sama nyokapnya Pak Ryuga renggang. Ingetin Dim, kalo gua jadi luh, gua nggak bakalan ngebiarin orang yang gua cinta itu jatuhin air matanya gara-gara gua, Dim. Apa yang luh rasain itu bukan cinta tapi obsesi namanya," ujar Kipli dengan pedas, ucapan Kipli mampu membuat air mata Dimas menetes, ia bener-bener tidak sanggup jika Alexa membencinya.


"Gua tau Pli gue emang bodoh," ujar Dimas lirih.


"Tuh luh bodoh aja nyadar, tapi masih luh lakuin juga kan goblok," ketus Kipli menunjuk Dimas


"Gue akan jujur sama Alexa, tapi setelah selesai acara hari guru nanti, gue janji Pli, gue bakalan ngaku di depan Pak Ryuga dan Alexa," ujar Dimas dengan mata berkaca-kaca.


"Gue pegang janji luh, sekarang minggir luh," ujar Kipli penuh penekanan.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2