Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Duo Bumil Ngemall


__ADS_3

Sebelum masuk ke kelasnya Shaka dan Sheena terlebih dahulu pamit dengan kedua orang tuanya.


"Daddy, jangan lupa nanti jemput kita ya! " ujar Shaka menatap Ryuga.


"Iya nanti Daddy jemput kalian! Kalian belajar dulu ya sekarang! "saut Ryuga mensejajarkan dirinya mengusap rambut kedua buah hatinya.


Shaka dan Sheena mengangguk patuh, tersenyum, "Dah mommy.. dah Daddy ..dah dede bayi, "ujar Sheena mencium perut Alexa lalu mengusapnya perlahan, begitu pun dengan Shaka. Sejak perut Alexa semakin membesar Ryuga sering mengajak kedua buah hatinya bermain di kantornya.


"Miss Gina saya titip mereka ya! "ujar Alexa.


"Baik bu! Yuk kita masuk! "ajak miss Gina yang langsung membawa keduanya masuk ke dalam kelas.


Kini mobil Ryuga dan Alexa pergi meninggalkan halaman sekolah. Ryuga terlebih dahulu mengantar sang istri untuk melakukan chek up rutin untuk memeriksakan kandungan Alexa, sebelum pergi ke kantornya.


.


.


Alexa sudah merebahkan diri di dalam ruang pemeriksaan, seorang perawat terlihat mengoleskan gel khusus terlebih dahulu pada perut  Alexa yang sudah terlihat membuncit. Piringan CTG yang terhubung pada mesin CTG menampilkan data kontraksi rahim, denyut jantung janin, dan aktivitas janin di dalam rahim Alexa.


"Wah aktif sekali kamu nak, tau ya kalo mommy sama daddynya lagi liat, "ujar Dr. Ambar Sp.OG tertawa menatap layar monitor yang memperlihatkan pergerakan janin dalam kandungan Alexa.


Ryuga dan Alexa yang saat itu melihat kelayar monitor tidak henti-hentinya menyimpulkan senyum haru menengok sang jabang bayinya yang di perkirakan berjenis kelamin perempuan tersebut.


"Bayinya sehat ya bu..pak..! Denyut jantungnya juga normal, berat janin diperkirakan sudah mencapai 1,3 kg, tapi air ketumban agak sedikit ya bu! tolong perbanyak minum ya bu Alexa! "ujar Dr. Ambar menjabarkan hasil pemeriksaannya.


"Baik dok saut Alexa."


Kini kehamilan Alexa sudah memasuki usia kandung 29 minggu. Di trismeser kehamilan pertama dan kedua sudah Alexa dan Ryuga lewati dengan begitu penuh perjuangan. Rasa mual dan muntah hampir setiap hari Alexa alami di trimester pertama pada masa kehamilanya. Alexa juga mengalami yang namanya ngidam seperti ibu-ibu hamil pada umumnya.


Ngidam yang Alexa alami terbilang cukup aneh, selain meminta sang suami menanjat pohon. Alexa juga sering kali meminta hal-hal tidak masuk akal mungkin bisa di bilang tak lazim, seperti memakan ice cream dengan topping saos dan mayones hingga membuat sang pelayan di sebuah resto cepat saji menatap aneh ke arah Alexa, Alexa juga pernah turun dari Rolls Royce karena tiba-tiba saja ingin naik bemo yang pada saat itu ada di sebelah mobil yang di tumpanginya, Ryuga juga pernah di buat kewalahan saat Alexa menyuruhnya memberi martabak dengan nama penjualnya bernama Kang Asep.


Namun itu semua tetap Ryuga lakoni demi sang istri tercintanya, satu per satu Ryuga mencari tukang martabak yang bernama Kang Asep sampai pelosok kota Jakarta, di bantu dengan pada bodyguardnya. Semua itu tidak membuat Ryuga mengeluh sedikit pun, karena baginya permintaan Alexa tidak sebanding dengan perjuangan Alexa selama mengandung bahkan sampai melahirkan buah hati ketiganya kelak.


Kurang lebih hampir sekitar 1 jam Ryuga dan Alexa melakukan sesi konsultasi seputar kehamilannya, kini keduanya pun keluar dari ruangan Dr. Ambar, sambil menatap hasil foto USG calon buah hati mereka.


"Tuh kan kata dokter kamu itu kurang minum, "ujar Ryuga mengusap rambut Alexa


"Iya nanti aku minum yang banyak biar dedenya bisa berenang gaya kupu-kupu di dalem sini, "ujar Alexa mengusap perutnya.


"Ya enggak gitu juga Yank, gemes banget sih bumil satu ini,  "saut Ryuga mencubit pipi Alexa. Sontak kemesraan Alexa dan Ryuga membuat iri setiap mata yang memandang ke arahnya.


"Eh yank, kamu liat deh foto USGnya? Pas banget ya Yank, dedenya lagi isep jempol, lucu banget sih! bikin gemesh deh! "ujar Alexa terus menyimpulkan senyum sumringah.


"Masih di perut aja udah pinter pose candid, sini fotonya pengen aku pajang di meja kantor aku, "ujar Ryuga merampas foto terus dari tangan Alexa.


"Ihh.. aku kan belom bilang boleh, "cebik Alexa.


"Gpp Yank, biar aku tambah semangat kerjanya, ya "saut Ryuga, Alexa akhirnya pun mengalah.

__ADS_1


Cup !


Ryuga mengecup pipi cubby Alexa dengan gemas, "Kamu makin sexy aja si Yank! Rasanya pengen aku lempar aja kamu ke ranjang pertemputar kita, "ceplos Ryuga.


"Ck, kamu inget nggak, tadi pesen dokter Ambar apa? kamu jangan sering-sering silahturahmi, karena itu bisa memicu kontraksi pada kehamilan aku, "saut Alexa menonyor pipi Ryuga.


"Iya aku denger kok! "cebik Ryuga meraup bibir Alexa gemas.


"Ihhh sakit, "rengek Alexa meraba-raba pipinya.


"Abis pipi kamu makin chubby bikin aku tambah gemes liatnya, "ujar Ryuga. Alexa hanya mencebikkan bibir dan hidungnya melirik sinis Ryuga.


"Yank, kita bikin maternity shot yuk! Aku pengen mengabadikan moment aku pas lagi hamil! Gimana menurut kamu? "tanya Alexa menatap Ryuga.


Ryuga menganggukkan kepalanya setuju, "Boleh.. gimana kalo kita pilih tempatnya di resort kita yang di Bandung? "tanya Ryuga. Alexa pun langsung menyimpulkan senyum paling ceria menyetujui saran sang suami.


"Ya udah, nanti weekand kita ke Bandung sekali ngajak anak-anak liburan, "ujar Ryuga.


Drrrtt..Drtttt!


Obrolan Ryuga dan Alexa sedikit teralihkan saat ponsel Alexa terlihat bergetar. Ryuga menaikan alis menatap Alexa bertanya.


"Rena yang nelpon? "saut Alexa yang langsung meletakkan ponsel di kupingnya.


"Dimana loe? "tanya Rena.


"Gue masih di jalan bentar lagi sampe kok! "ujar Alexa.


"Bawel, "celetuk Alexa menatap layar ponselnya yang sudah terputus.


"Kamu kuat banget si Yank temenan sama si Rena yang cempreng itu, "ujar Ryuga.


Alexa tertawa, "Kamu nggak boleh usil Yank, kalo istri lagi hamil! "ujar Alexa menunjukkan Ryuga.


"Lah aku bicara fakta, bukan cerita yang enggak-enggak, "saut Ryuga sambil merebahkan kepala Alexa di bahunya.


Alexa tersenyum simpul, "Dia emang cempreng si Yank, tapi dia baik dan juga perhatian orangnya. Rena nggak pernah mandang siapa aku, latar belakang aku gimana, dia tuh apa adanya banget. Apalagi pas aku kena masalah, dia selalu ada di samping aku, kasih support aku. Pokoknya dia sama Kipli itu mereka yang paling ngertiin aku deh, " ujar Alexa tersenyum.


"Cih dasar,.. Yank aku suruh Yudha sama Alex ya buat dampingin kamu ya? "ujar Ryuga merasa khawatir.


Alexa memukul lengan Ryuga, "Ck, kau nggak usah lebay deh Yank! aku kan cuman mau ngemall cari perlengkapan bayi, bukannya mau nangih utang, "cebik Alexa.


"Tapi tetep aja Yank, kandungan kamu itu udah besar! Aku nyuruh Yudha sama Alex dampingin kamu biar kamu tetep safety aja, aku nggak mau kamu kenapa-napa, " ujar Ryuga menggenggam tangan Alexa sekilas mencium tangan Alexa, khawatir.


"Gpp Yank, kan aku sama Rena, "ujar Alexa.


Mobil yang di tumpangi Alexa pun berhenti tempat di depan pusat perbelanjaan di pusat kota.


Cup !

__ADS_1


Ryuga mengecup pipi Alexa sekilas, " Kamu hati-hatinya jangan lupa kabarin aku! Kalo capek pulang, jangan terlalu di paksain! "ujar Ryuga mengusap pipi Alexa perhatian.


Alexa tersenyum mengangguk menatap Ryuga yang begitu perhatian kepadanya, "Siap pak guru tercinta! Ya udah aku turun dulu ya! " ujar Alexa turun dari mobilnya.


.


.


"Lama loe, bosen gue nungguin loe dari tadi, "protes Rena saat melihat Alexa yang baru saja tiba.


"Ya elah belom juga sejam, tadi gue chek up dulu, "saut Alexa.


"Yuk kita langsung gaskeunlah, "ajak Rena beranjak.


"Ya ampun Ren! loe beneran nggak setia kawan banget, udah ngedessert duluan nggak nungguin gue, seenggaknya pesenin gue minum dulu kek, "protes Alexa.


"Hehe...gue lupa, ya udah pesenin minum ya! Tapi loe jangan ngatain gue nggak setia kawan dong! gue kurang setia apa lagi sih ama loe Lex! Loe bunting gue ikutan bunting, loe nikah sama pak Ryuga gue nikah sama sepupunya. Itu semua gue lakuin biar kita selalu bestian terus. "cerocos Rena tanpa jeda menggelengkan kepalanya.


Saat ini posisi Rena pun sama dengan Alexa, ia juga sedang mengandung buah cintanya dengan Reyhan. Dan usia kandungnya kini menginjak usia 6 bulan,  hanya selisih satu bulan lebih muda dari kandungan Alexa.


Kini di sebuah babyshop Alexa dan Rena mulai sibuk memilih perlengkap bayi bersama.


"Ah gue bingung milih yang mana, setiap gue USG si utun nggak pernah mau nunjuk anunya, Lex, "cebik Rena menatap jumpsuit pink lucu di tangannya.


"Ckckc, jangan-jangan dia pusing kali setiap hari denger toa loe yang nggak manusiawi, " unar Alexa terkekeh.


"Sialan loe, istirahat dulu yuk berat juga ya bawa-bawa perut, "ujar Rena ngemplak kepala Alexa dengan jumpsuit di tangannya.


"Itu mah nggak seberapa Ren, apa kabar gue pas lagi hamil Shaka sama Sheena, perjuangannya Ren benar-benar berat banget deh. Apalagi pas masuk trimester akhir, mungkin itu tulang kaki gue setiap gue jalan udah ngibarin bendera kuning kali. Belom gue harus menjalanin terapi pemulihan cedera di otak gue, "ujar Alexa lirih.


"Huft, iya ya..apalagi waktu itu nggak ada laki loe yang damping, pasti berat banget ya Lex? Ihhh jadi syedih ngebayanginnya, "ujar Rena menatap sedih Alexa mengusap lengannya.


"Gue bayangin perut loe, pasti udah kayak balon kelebihan angin sampe mentereng saking penuhnya, "ujar Rena tiba-tiba kembali terkekeh membayangkan perut Alexa.


"Bayangin aja dah, yang penting loe seneng gue mah, "saut Alexa menonyor kepala Rena.


"Eh ngomong-ngomong si Kipli jadi dateng nggak? "tanya Alexa.


"Apaan itu bocah pera banget gayanya, dia bilang ogah jalan sama duo emak-emak bunting. Dia bilang, "apa kata dunia, bisa-bisa jodohnya makin menjauh, pamornya makin turun katanya, "ujar Rena menahan tawanya.


"Ckckckc pea tuh anak! padahal nggak ada dia nggak seru ya, "ujar Alexa terkekeh. Rena pun tertawa menganggukkan kepalanya setuju.


"Emang si pea dia mah! Eh ngomong-ngomong loe nggak jemput si kembar? "tanya Rena.


Alexa menggelengkan kepalanya, "Enggak, Ryuga nanti yang jemput, katanya semalem si mereka udah bilang mau maen ke kantor Daddynya, "ujar Alexa.


"Oh pengertian juga si guru killer, ckckc..! Berarti loe sekarang free dong? Gimana kalo kita nonton, yuk, "ajak Rena dengan senyum sumringah penuh semangat. Alexa dan Rena langsung berjalan penuh semangat menuju gedung bioskop yang berapa di lantai atas.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2