Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Rindu Yang Terbalaskan


__ADS_3

"Shaka jangan ngebut-ngebut sayang! Nanti kamu jatuh! "teriak Alexa khawatir saat melihat Shaka melajukan sepedanya dengan kencang.


Alexa terlihat cukup kewalahan mengawasi kedua anak-anaknya yang sedang bermain sepeda, apalagi Shaka anak laki-lakinya yang begitu tenang dan pendiam namun Shaka sangat menyukai tantangan.


"Mommy, teriak Sheena melambaikan tangannya ke arah Alexa tersenyum."


Alexa buru-buru menghampiri Sheena saat melihat sepeda Sheena tidak stabil, apalagi suasana di taman semakin sore menjadi semakin ramai.


Shaka semakin menjauh, ia terlihat asik sendiri mengayuh sepedanya dengan kencang melesat jauh dari jangkauan Alexa. Shaka menghindari lubang, namun pada saat ingin membelokan sepedanya ban sepeda Shaka slip, hingga membuat Shaka terjatuh.


Brukkk!


"Aaaww.. Ssshhh! Aduhhh, "ringis Shaka saat terjatuh dari sepedanya.


Shaka menekuk lututnya menatap nanar luka pada lututnya yang terasa pedih. Shaka meringis dengan nafas yang tidak beraturan terlihat ingin menangis melihat lukanya di lututnya terlihat mengeluarkan darah. Tiba-tiba perhatiannya Shaka teralihkan saat melihat sepasang sepatu hitam tepat berada di hadapannya. Shaka melupakan luka di lututnya dan mendangakkan kepalanya ke atas melihat sosok laki-laki bertubuh tinggi dengan postur tegap menatapnya dengan senyum hangat.


Pria tersebut pun menurunkan tubuhnya jongkok, melihat kondisi lutut anak laki-laki yang terlihat terluka, "Sakit ya? "tanyanya dengan nada suara yang terdengar lirih menatap Shaka dengan mata yang berkaca-kaca.


Shaka menggelengkan kepala dengan wajah terperangah menatap pria asing yang ada di hadapannya tanpa berkedip.


Pria tersebut pun mengusap kepala Shaka, saat Shaka menatap seperti kucing kecil yang kehilangan induknya. Ia tersenyum menggigit kedua bibirnya menahan gejolak dalam hatinya yang terasa ingin meledak saat pertama kali berinteraksi dengan putra kandungnya yang begitu ia rindukan. Ya pria asing yang sedang bersama Shaka adalah Ryuga, dia adalah Daddy Shaka.


Ryuga mengusap kepala putranya dengan lembut, "Gpp, jagoan nggak boleh nangis! sini yuk Om bersihin lukanya, ujar Ryuga sambil mengambil sapu tangannya di saku jasnya."


Shaka hanya menganguk patuh saat pria tersebut mengangkat tubuhnya meletakkannya duduk di bangku taman.


Shaka menatap pria asing tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan saat melihatnya sedang membersihkan luka di lututnya, "Uncle.., Shaka boleh peluk Uncle nggak? "tanya Shaka menatapnya ragu-ragu. Ryuga sedikit terkejut menghentikan kegiatannya saat mendengar ucapan anak laki-laki yang memiliki rupa yang begitu mirip seperti dirinya.


Ryuga langsung meresponnya dengan berikan senyum simpulnya sambil menganggukkan kepalanya


"Jadi nama kamu Shaka ya? Nama yang bagus, "ujar Ryuga yang langsung menadahkan kedua tangannya ke arah putranya.


Dan tanpa aba-aba Shaka langsung menarik tubuhnya berhambur memeluk pria asing yang sanggup membuat perasaan Shaka tenang dan nyaman saat berada di dekat pria asing tersebut.


Ryuga meneteskan air mata mengusap kepala Shaka, ia benar-benar tidak kuasa lagi menahan perasaan harunya setelah berhasil menemukan istri dan anaknya.


"Ini Daddy sayang, "batin Ryuga ingin sekali ia mengatakan kata-kata tersebut, namun hanya mampu ia pendam.


Shaka melepaskan pelukannya dan menatap Ryuga, Shaka mengusap air mata di pipi Ryuga, "Kok Uncle nangis sih, Uncle sedih ya liat Shaka jatuh?" tanya Shaka dengan mata berkaca-kaca.


Ryuga tersenyum dan mengangguk menatap Shaka, ia usapkan saja satu tangannya menyentuh pipi mungil putranya, "Iya Uncle sedih," saut Ryuga.


"Shaka.., "teriak Alexa yang sejak tadi mencari keberadaan putranya yang hilang dari pandangannya.

__ADS_1


" Mommy itu Kak Shaka," ujar Sheena saat melihat Shaka dari kejauhan.


Alexa mengerutkan dahinya saat melihat Shaka di peluk oleh laki-laki asing, Alexa langsung buru-buru menghampiri putranya.


"Mas nya ngapain peluk-peluk anak saya, Mas mau culik anak saya ya, " tuduh Alexa melihat pria asing yang sejak tadi memeluk Shaka.


Deg


Jantung Ryuga berdetak semakin tidak karuan hatinya semakin kalut saat mendengar suara wanita yang selama ini ia rindukan. Ryuga melepaskan pelukannya terhadap Shaka, dan berusaha menetralkan perasaannya yang begitu menggebu-gebu karena rasa rindunya selama lima tahun.


"Mommy masa Unclenya di sangka penculik sih? Kan kata Mrs.Taylor kan, penculik itu mukanya serem, dan suka pake kacamata hitam "ujar Sheena membeo.


Alexa menggaruk kepalanya tidak gatal, "Eh emang gitu ya?" tanya Alexa menatap Sheena dengan senyum aneh


Alexa menatap ke arah Shaka, "Shaka kenapa mainnya jauh-jauh sih, Mommy cariin juga dari tadi, "ujar Alexa menghampiri Shaka dengan nafas yang terlihat ngos-ngosan memeluk putranya.


"Maafin Shaka ya Mommy, "ujar Shaka menatap Alexa dengan tatapan bersalah.


"Mommy itu lututnya Kak Shaka kenapa berdarah?" tanya Sheena menunjukkan lutut Shaka.


Alexa pun langsung jongkok memeriksa lutut putranya yang ternyata memang terluka dan sedikit memar, "Shaka jatuh dari sepeda ya?" tanya Alexa. Shaka pun mengangguk menjawab pertanyaan Alexa.


"Shaka jatuh dimana sayang ? "tanya Alexa mengusap pipi Shaka.


Shaka menujukkan tempat dimana ia terjatuh, "Disana Mommy.., Mommy Uncle ini nggak nyulik Shaka kok malah Uncle ini yang nolongin Shaka bersih luka Shaka," ujar Shaka dengan nada lemah.


Alexa kini menatap pria yang masih setia menundukkan kepalanya. Alexa menggigit jari telunjuknya setelah mendengar ucapan Shaka, ia merasa bersalah karena ia sudah menuduh pria tersebut ingin menculik putranya.


Alexa menapakan kedua tangannya menatap ke arah Ryuga, "Aduh Mas nya maaf banget ya, saya udah nuduh Masnya yang enggak-enggak, sekali lagi maaf ya, "ujar Alexa menatap ke arah Ryuga dengan tatapan bersalah.


Ryuga memberanikan diri menatap wanita yang selama ini begitu ia rindukan. Setelah 5 tahun berpisah hatinya tidak pernah sedikit pun melupakan wanita yang dulu selalu mengisinya hari-hari dengan kebahagiaan. Ryuga bisa melihat penampilan Alexa kini sedikit berbeda, Alexa terlihat sedikit merias wajahnya, berbeda seperti Alexa yang dulu selalu membiarkan wajah polos tanpa sentuan make up sedikit pun. Alexa semakin cantik, tubuhnya pun terlihat lebih berisi.


Keempat mata saling bersitatap cukup lama. Mata Ryuga tersirat jelas memancarkan rasa kerinduan yang begitu mendalam. Sedangkan Alexa sendiri seperti tersihir saat melihat sorot mata yang menyiratkan begitu banyak makna mendalam, mata Alexa seolah terkunci dengan pria asing yang kini tidak henti-hentinya menatap dirinya.


Tiba-tiba jantung Alexa berdetak tidak karuan, Alexa meremas dadanya yang tiba-tiba saja terasa sesak, "Aneh banget.., kenapa ngeliat matanya bisa bikin gue senyesek ini sih, "batin Alexa. Ryuga membuang wajahnya ke sembarang arah, saat mendapat tatapan bingung Alexa yang benar-benar tidak mengenalinya sama sekali.


Sheena tiba-tiba berjalan mendekati Ryuga, "Uncle maafin Mommy Sheena ya? Uncle marahnya sama Mommy Sheena," ujar Sheena menarik celana Ryuga.


Ryuga mensejajarkan dirinya menatap putri kecilnya yang begitu membuatnya gemas ingin memeluknya sejak tadi.


Ryuga tersenyum menatap Sheena, "Enggak kok Uncle nggak marah. Siapa tadi nama kamu?" tanya Ryuga tersenyum mengusap pipi Sheena.


Sheena menggigit bibirnya sedikit gugup, "Sheena..Uncle," ujar Sheena. Ryuga menyunggingkan senyum simpulnya saat melihat tingkah lucu Sheena saat menggigit bibirnya, karena tingkahnya tersebut sangat mirip dengan Alexa apabila sedang gugup.

__ADS_1


Ryuga tersenyum mengusap rambut Sheena "Nama yang cantik, sama persis seperti Sheena yang cantik," ujar Ryuga.


Sheena berlari ke arah Alexa, "Mommy kata Uncle tadi, Sheena katanya cantik," teriak Sheena tersenyum gembira.


Alexa yang sejak tadi sibuk memeriksa luka Shaka ia nengok ke arah Sheena. Alexa tersenyum ramah ke arah Ryuga saat mendengar ucapan Sheena.


Alexa menatap kembali Sheena, " Sheena.. mainnya udah dulu ya? Kasian Kak Shakanya," ujar Alexa menatap Sheena.


"Iya Mommy, ujar Sheena."


"Kita pulang dulu ya ? Mommy mau obatin lukanya Kak Shaka dulu, "ujar Alexa.


Shaka terlihat meringis saat kesulitan menggerakkan kakinya yang terluka.


Alexa kembali menatap Shaka yang terlihat meringis, "Sakit banget ya sayang?" tanya Alexa yang ikut meringis mengikut Shaka.


Shaka mencoba berdiri dan berjalan namun terlihat kesulitan karena tadi lutut Shaka sedikit terbentur hingga menimbulkan sedikit memar. "Sshh.., " ringis Shaka.


Ryuga yang sejak tadi melihat interaksi antara Alexa dan juga kedua anaknya, ia merasa tidak tega melihat putra kesulitan berjalan.


Ryuga langsung saja menghampiri Shaka, meraih tubuh Shaka, dan menggedong Shaka dengan begitu perhatian, "Yuk biar Uncle anter pulang, "ujar Ryuga.


"Eh maaf Mas nggak usah, saya nggak mau ngerepotin," ujar Alexa menolak.


"Mommy.. Shaka mau kok di anterin sama Uncle," ujar Shaka yang langsung mengaitkan kedua tangannya di leher Ryuga dan Ryuga tersenyum menatap Shaka.


Ryuga menghampiri Alexa, "Gpp kok, saya juga nggak keberatan. Perkenalkan nama saya Ryuga Pramata Wijaya," ujar Ryuga menadahkan tangannya ke arah Alexa.


Alexa menatap ke arah tangan yang terjulur ke arahnya, "Kok saya kayak pernah denger ya, nama Masnya nggak asing," ujar Alexa menggaruk pelipisnya.


Ryuga terlihat antusias menatap Alexa, berharap Alexa tiba-tiba mengingatnya kembali.


"Ahh iya.., saya inget sekarang, saya pernah liat artikel dan juga berita tentang Masnya di TV. Wah saya benaran nggak nyangka bisa ketemu orang sesibuk dan sepenting Anda di sini," ujar Alexa antusias.


Alexa menjulurkan tangannya meraih tangan Ryuga tanpa ragu, "Nama saya Alexa dan ini adalah kedua anak saya Shaka dan juga Sheena, "ujar Alexa tersenyum menampilkan barisan gigi putihnya.


Ryuga sedikit kecewa, ternyata ucapan Alexa tidak sesuai dengan ekspetasinya, "Alexa ternyata kamu benar-benar tidak mengingatku sama sekali, tapi aku tidak akan pernah menyerah. Aku mendapatkan hatimu kembali Alexa, "batin Ryuga.


Ryuga tersenyum menatap Alexa, "Mari saya antar," ujar Ryuga mulai melangkahkan kakinya.


"Yakin.., Gpp emangnya?" tanya Alexa menatap Ryuga dari samping.


Ryuga pun tersenyum mengangguk kepalanya menatap Alexa yang terlihat gugup. Mereka pun melangkah bersama layaknya sebuah satu keluarga yang begitu harmonis.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2