Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Konflik Pasutri


__ADS_3

Alexa, Rena dan Kipli berjalan menuju ruang aula, ponsel Alexa terus saja berdering sejak tadi, Alexa sudah tahu siapa yang menghubunginya. Alexa sengaja mengabaikan panggilan dari Ryuga karena ia tahu pasti Ryuga menyuruhnya datang menemuinya di ruangannya.


"Maaf Yank aku lagi latihan," chat Alexa ia pun langsung mematikan ponselnya.


"Kok dimatiin sih, hp lo?" tanya Rena."


"Yuk cepet Ren, kita latihan," ajak Alexa mengabaikan pertanyaan Rena.


"Lo jangan egois Lex, lo mutusin komunikasi gitu, justru malah nambah hubungan lo makin jauh Lex," ujar Kipli mencoba menasehati Alexa.


"Iya Lex, lo lihat kan tadi di kelas si ulet keket tuh sengaja banget mepetin Pak Ryuga, terus lo nggak takut apa dia bakalan nyolong star buat deketin Pak Ryuga selama dia magang sini? mending lo ke ruangan Pak Ryuga deh, sampe kapan lo mau menghindar terus," ujar Rena menarik tangan Alexa membawanya berjalan menuju ruangan Pak Ryuga.


"Ren lepasin gue,"


"Rena lepasin gue," ujar Alexa sedikit membentak, hingga Rena menghentikan langkahnya menatap Alexa.


Gue harus gimana lagi Ren, semalem tuh nyokapnya Pak Ryuga ngancem gue, dia udah ada niat mau misahin gue sama Pak Ryuga, dia juga ngelihat gue ngerokok, dia juga tahu segala kebusukan bokap gue, harapan gue udah tipis Ren," ujar Alexa menarik tangannya yang di pegang Rena.


"Lo juga bisa liat kan Kip, kemarin berita online maupun di TV itu isinya tentang bokapnya Pak Ryuga yang kena serangan jantung. Gimana kalo segala kekurangan yang gue miliki, masalah bokap gue yang korupsi, terus foto-foto gue ama Dimas yang udah ke sebar terus wartawan tau kalo gue itu istrinya calon penerus Wijaya Grup, lo berdua bisa bayangin nggak gimana efek berita itu buat perusahaan bokapnya bisa ancur tau nggak. Jadi please Ren..Kip ngertiin gue, dukung gue, sekarang gue cuman punya lo berdua buat gue ajak cerita. Sekarang gue sadar kenapa bokap gua bisa benci banget sama gua, karena gue tahu keberadaan gue tuh emang nggak pernah berguna di manapun tempatnya," ujar Alexa emosi menahan air matanya agar tidak tumpah.


Rena memeluk Alexa terperangah sedangkan Kipli langsung menepuk punggung Alexa tidak tega mendengar ucapan Alexa yang begitu putus asa sampai membuatnya begitu terpuruk.


"Ya udah kita ke ruang aula, sorry Lex! apapun keputusanmu gue bakalan dukung sekarang, tapi gue cuman menyayangkan aja hubungan lo berdua," ujar Kipli menghembuskan nafas kasarnya.


Kini Alexa, Rena dan Kipli sudah berkumpul di ruang aula. Dan di ruang aula sudah ada Dimas dan para siswa-siswa lainnya sedang berlatih untuk mempersiapkan performanya di acara hari guru yang tinggal beberapa hari lagi.


Dimas menghampiri Alexa, ia juga tahu bahwa salah satu dari mahasiswa tersebut adalah mantan kekasih Ryuga. Sejak di kelas perasaan tidak tenang dan terus saja memikirkan Alexa.


"Sa, kamu udah tau?" tanya Dimas peduli.


"Sorry Dim, gue lagi males bahas itu mending kita latihan aja," ujar Alexa dengan wajahnya tidak bersemangat. Dimas pun tersenyum menuruti permintaan Alexa dan segera mengambil gitarnya duduk di samping Alexa.


"Eh gue tadi lihat Kakak mahasiswa itu masuk ke ruangannya Pak Ryuga. Kayaknya mereka saling kenal deh, lo lihat kan tadi pas di kelas mereka kayak udah akrab gitu," ujar Tania yang baru saja masuk ke ruang aula.


"Eh Nin liat deh, itu si Alexa kalo nanti perfom dia nggak takut di hujat apa, "ckckc, ujar Tania terkekeh.


"Tau tuh, iya kalo cuman di hujat, kalo di lemparin telor setrek gimana tuh coba, gila sih..malunya ampe ubun-ubun kali, lagian si Dimas mau-maunya aja pacaran sama si Alexa" ckckck," ujar Nina menimpali ucapan Tania.


Ucapan siswa tersebut pun bisa terdengar jelas oleh Alexa dan teman-temannya.


"Lo berdua daripada ngegibah di sini mendingan lo pergi aja deh. " Di sini tuh orang pada mau latihan bukannya ngeghibah," ujar Rena terdengar sewot mendengar ucapan Tania dan juga Nina tadi.


"Dih sewot, yang diomongin juga kalem aja, terserah gue dong mulut-mulut gue," saut Tania.

__ADS_1


"Gini nih orang kebanyakan ngubek-ngubek comberan, mulutnya juga udah kaya comberan," ceplos Kipli.


"Udah, mending kalian latihan!, di sini siapapun boleh ikut gabung nggak terkecuali Alexa, kalau kalian nggak suka mending kalian pergi aja dari sini," ujar Dimas membela Alexa. Alexa mengabaikan ucapan siswa tadi hatinya sudah cukup lelah dengan berbagai tumpukan masalah di otaknya.


"Yuk Dim, kita mulai," ajak Alexa memegang microphonenya, mengajak Dimas berlatih.


.


.


Seseorang terlihat datang dan berdiri di depan pintu masuk ruang aula.


"Alexa, suara bariton Ryuga begitu lantang." Panggilan Ryuga yang menggema di ruangan aula sanggup membuat semua mata memandang ke arahnya.


"Hallo Pak," sapa Tania dengan senyum ceria, namun Ryuga sama sekali tidak membalas sapaan salah satu fansnya tersebut membuat Tania mencebikkkan bibirnya kesal. Sejak datang mata Ryuga hanya tertuju pada sosok istrinya sejak tadi menghindarinya.


Ryuga berjalan menghampiri Alexa yang berduduk di samping Dimas, Ryuga menariknya begitu saja turun dari podium di ruang aula. Ryuga tidak menghiraukan berapa banyak pasang mata yang menatap ke arahnya yang ada di pikirannya saat ini adalah membawa Alexa pergi.


Dimas merasa kesal, ia ingin mengejar Alexa namun pergerakannya ditahan oleh Kipli. Kipli menatap Dimas lalu menggelengkan kepalanya mencegah Dimas.


"Tapi Pli, lo liat kan gimana kasarnya dia, maen narik Alexa gitu aja," bisik Dimas menatap Kipli sedikit kesal.


"Tahan Dim, justru sikap care lo itu malah bikin Alexa kena masalah lagi, belum masalah bokapnya sampe semua siswa di sini pada ngehujat dia, lo nggak kasihan apa?" kalo lo emang beneran sayang dan cinta sama dia, lo support dia bukannya nambahin dia masalah, ingetin Dim gara-gara lo peluk Alexa kamaren, semua siswa ngira lo tuh pacaran sama Alexa. "Lo sadar nggak sih, dengan gosip kayak gitu pasti bikin Alexa nggak nyaman," ujar Kipli mencoba memberi Dimas pengertian.


.


.


"Pak lepasin saya," ujar Alexa berusaha melepaskan cengkraman tangan Ryuga.


Ryuga tidak menggubris sama sekali walau Alexa sudah memohon dan memberontak berusaha menarik tangannya.


"Yank ini kamu mau ajak aku kemana? ini masih jam pelajaran Yank," ujar Alexa menatap Ryuga yang terlihat mengacuhkannya.


"Cepetan masuk, Ryuga memberi interupsi menatap Alexa."


"Nggak mau, ujar Alexa bersedekap dada."


"Kalo kamu nggak mau masuk aku bakalan cium kamu disini.., mau," ujar Ryuga mengancam.


"Ck, Alexa berdecak malas menghentakkan kedua kakinya menatap Ryuga tajam." Alexa akhirnya masuk juga ke dalam mobil Ryuga ia terkejut saat mendapati tasnya sudah berada di dalam mobil Ryuga.


Ryuga mulai melajukan kendaraannya meninggalkan area sekolah, perasaannya masih terasa kesal karena Alexa mengabaikannya, memilih berlatih dengan Dimas daripada menemuinya di ruangannya.

__ADS_1


Dalam perjalanan tidak ada percakapan apa pun Alexa terus memasang wajah cemberut sampai di basement apartemennya. Ryuga menggandeng tangan istrinya berjalan menuju apartemennya.


Alexa melemparkan tasnya di sofa, berjalan menuju kulkas mengacuhkan Ryuga yang terlihat menatapnya kesal berkacak pinggang.


"Kenapa kamu nggak ke ruangan aku dan nggak jawab panggilan aku?" tanya Ryuga raut wajahnya terlihat tidak ramah.


"Kan aku udah chat kamu tadi, aku latihan buat acara nanti, waktunya juga udah mempet," ujar Alexa dengan wajah malas mengambil air minum di dalam kulkas.


"Oh jadi kamu lebih milih sama cecunguk itu Yank, daripada datang ke ruangan aku? kamu kenapa berubah si Yank kamu sengaja ya menghindar dari aku?" tanya Ryuga kesal.


"Kamu sendiri gimana? kamu jangan egois Yank, kamu pasti paham kan alesan aku hindarin kamu," ujar Alexa melirik Ryuga dengan matanya malasnya.


"Iya aku akuin, dia itu memang Sita mantan aku, tapi hubungan aku sama dia udah berakhir dan aku sama dia sekarang cuman temen nggak lebih," ujar Ryuga jujur.


"Ck, kamu yakin? kamu pernah denger nggak sih Yank, nggak ada yang mananya mantan itu bisa jadi temen, seenggaknya ada lah salah satu dari mereka yang masih berharap," ujar Alexa merasa jengah berjalan melewati Ryuga. Ryuga terus mengikuti langkah Alexa dari belakang.


"Tunggu aku belom selesai bicara Yank," ujar Ryuga memegang tangan Alexa yang sedang merajuk.


"Kamu nggak percaya sama aku? Yank please.., kamu tuh istri aku, sekarang di hati aku cuman ada kamu doang," ujar Ryuga menatap intens Alexa.


"Ck Jangan terlalu percaya diri Yank, karena perasaan orang tuh bisa berubah-ubah kapan aja," ujar Alexa berdecak sinis.


"Apa waktu itu kamu ngelihat aku pas di cafe?" tanya Ryuga ragu-ragu, sebenarnya ia sungguh tidak siap mendengar jawaban Alexa.


"Jangan kamu nanya pertanyaan yang bikin aku jadi kayak orang bodoh Yank, kamu seharusnya peka sedikit, padahal jelas-jelas kamu udah tahu jawabannya," ketus Alexa berkaca-kaca menatapnya.


Ryuga menghembuskan nafas kasarnya mencoba merengkuh tubuh Alexa namun Alexa menghempaskan tangannya menatap tajam ke arah Ryuga.


"Maafin aku Yank, waktu itu aku nggak bilang sama kamu kalo aku ketemu sama dia, tapi waktu itu ada Andry dan juga Siska. Kita cuman ngumpul-ngumpul aja kok, Please Yank jangan marah lagi ya," ujar Ryuga dengan raut wajahnya yang terlihat begitu penuh penyesalan.


"Maaf kamu bilang, kalo kamu minta maaf terus apa maksudnya kamu nerima kunjungannya di sekolah, kenapa kamu nggak bilang aku, kamu nggak mikir gimana perasaan aku Yank? atau apa emang kamu sengaja biar kamu bisa CLBK lagi sama dia kan? gpp aku sih, kalo kamu mau balik lagi sama dia aku ikhlas Yank," ujar Alexa ucapannya terdengar pasrah.


Lain halnya dengan Ryuga mendengar ucapan Alexa, ia langsung memeluk tubuh Alexa, namun Alexa tetap menolak menghempaskan kedua tangan Ryuga.


"Bukan aku Yank, itu Bu Farida, aku juga nggak nyangka kalo ternyata ada dia," ujar Ryuga menarik tangan Alexa berusaha melihat wajah Alexa yang mengacuhkannya.


"Alesan kamu tuh basi tau nggak sih, lagian Bu Farida mana mungkin nerima gitu aja tanpa persetujuan dari kamu," ujar Alexa emosi.


Ryuga merasa terpojok Alexa benar-benar mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan. Ryuga tidak ingin melanjutkan percakapan tersebut yang terus memperpanjang perdebatannya dengan Alexa. Ryuga mengalah ia memeluk tubuh Alexa dari belakang.


"Maafin aku Yank," ujar Ryuga mencium kepala Alexa. Alexa menundukkan kepalanya memegang tangan Ryuga yang melingkar di tubuhnya, Alexa terisak pilu hatinya benar-benar diliputi dilema, dan ketakutan memikirkan nasib pernikahannya. Cintanya sudah teramat dalam pada Ryuga, sungguh ia benar-benar tidak sanggup berpisah dari Ryuga.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2