
Karin mengeluarkan sebuah surat terakhir peninggalan mendiang Sarah sebelum meninggal, lau memberikan surat tersebut kepada Alexa. Alexa dengan tangan yang bergetar membuka lembar surat yang bertuliskan nama Mamahnya tersemat ujung kertas.
Dear Alexa,
Alexa mungkin saat membuka surat dari Mamah, Mamah sudah tiada di dunia ini lagi. Sekarang, pasti umur kamu sudah genap mau masuki usia 17 tahun. Maafin Mamah Alexa, karena Mamah sudah membuat keputusan tanpa persetujuan darimu, lalu meninggalkan Alexa sendiri. Tapi Mamah janji, Mamah nggak akan biarin kamu sendirian. Mamah sudah meminta Karin untuk menjagamu dan Papah kamu setelah kepergian Mamah.
Alexa Mamah harap kamu tidak membencinya Alexa, karena Mamah banyak berbuat salah terhadap Karin. Ia dulu sangat mencintai Papah kamu, namun justru Papah kamu memilih Mamah sebagai pendampingnya. Mamah tidak tahu kalau tante Karin itu menyukai Papah kamu, jadi untuk menebus kesalahan Mamah, Mamah memohon kepada Karin agar ia mau menikah dengan Papah kamu.
Dan mengenai perjodohan kamu, Mamah terpaksa, melakukannya. Mamah tidak bisa tenang mengingat bagaimana sikap Papah kamu setelah kehilangan segalanya. Alexa, Mamah mohon kamu jangan terlalu menyalahkan diri kamu, kamu harus berbahagia Alexa, supaya Mamah bisa beristirahat dengan tenang.
Dan satu lagi permintaan Mamah tolong kamu Maafkan segala perbuatan Papah kamu terhadapmu, karena bagaimana pun ia adalah Papah kandung kamu. Alexa jaga dirimu baik-baik.
Salam sayang Mamah untuk kamu selalu
Sarah,
.
Alexa menutup surat dari Mamah, dengan tangisnya yang tersengguk-sengguk. Karin begitu tidak tega melihat Alexa begitu rapuh. Ia langsung memeluk Alexa dengan erat dan mengusap punggung Alexa berusaha memberikan kekuatan untuk Alexa.
Tante, Alexa kangen sama Mamah, "ujar Alexa sesenggukan.
Kamu sabar ya, maafin tante ya, karena tante telat ngasih surat peninggalan Mamah kamu. Surat itu hilang, dan tante baru nemuin surat itu setelah mengemasi barang-barang tante kemarin, " ujar Karin dalam pelukan Alexa.
Enggak tante justru aku akulah yang seharusnya minta maaf sama tante, karena terus bersikap jahat sama tante, menuduh tante, tapi tante tetap baik sama Alexa. Maafin Alexa tante, maafin Alexa, "ujar Alexa penuh penyesalan terdalamnya.
Matahari sudah semakin meninggi, cukup lama Karin bercerita tentang mediang Sarah. Mereka pun menyudahi percakapan mereka, karena saat ini adalah waktunya bagi Alexa untuk menemui Dokter Siska.
Kamu mau ke mana Alexa, biar tante anter kamu ya, "ajak Karin
Nggak usah tante Alexa, Alexa nggak mau ngerepotin tante. Jujur aja sebenarnya Alexa masih malu sama tante mengingat sikap Alexa dulu sama Tante," ucapan Alexa langsung saja dipotong Karin. Karin hanya tersenyum melihat ke arah Alexa.
Tante, tau kamu itu anak yang baik Alexa, kamu nggak perlu merasa bersalah sama Tante. Tante juga minta maaf, karena selama ini juga tante nggak bisa melindungi kamu dari keegoisan Papah kamu, seperti janji tante pada Mamah kamu. Tante anter kamu yak, kebetulan Tante juga lagi nggak sibuk. "ujar Karin sambil memegang tangan Alexa. Alexa pun tidak bisa menolak permintaan Karin, dan mereka pun pergi meninggalkan area makam.
.....
Jam istirahat sudah berbunyi, Rena dan Kipli terlihat sedang berlatih di ruang aula bersama para siswa yang lain, untuk persiapan tampil di hari guru nanti.
Luh bukannya latihan stand up malah mabar mulu luh! Luh si bener-bener, kalo udah sama game bagaikan bang** dengan laler yang sulit di pisahkan. Lagian tuh hp juga bosen kali di liatin muka luh terus, " ujar Rena sambil menepak bahu Kipli.
Nih ya Ren, kalo gue latihan di sini, yang ada besok kalo gue tampil udah kaga ada lagi yang pada ketawa, "Cengo gua yang ada, Luh juga ngapain di sini, "saut Kipli.
__ADS_1
Pinter banget ngeles luh kaya kang bajaj. Gue kan mau menyumbangkan suara emas gua nanti pas hari guru, siapa tau nanti ada bapak produser yang ngajak rekaman," ckckck, "celetuk Rena percaya diri.
"Hahaha! bangun woy tidur luh terlalu miring, sampe otak luh ikutan miring tuh, ckckckc "Suara kaya luh tuh, ya Ren lebih pantes isi backsoundnya tahu bulet tau nggak luh, " ujar Kipli terkekeh
"Sial**luh ! Ngomong-ngomong si Alexa ngapa dia nggak masuk hari ini, kemaren kayanya tuh anak bae-bae aja, gue chat juga belom di read sama dia, " tanya Rena
Nanya mulu lu ah kayak pembantu baru, "saut Kipli singkat
Ih, kemaren tuh si Alexa cerita tentang masalahnya dia sama bokapnya tau, "sumpah gue nyesek gue, "ujar Rena antusias.
Cerita apaan, "saut Kipli matanya masih ia tujukan pada ponselnya.
Kepo ya, penasaran kan, " goda Rena sambil menunjuk wajah Kipli tersenyum renyah. Kepala Rena pun mendapat hadiah toyoran dari Kipli karena keusilannya. Rena pun mulai menceritakan, tentang permasalahan hidup Alexa dengan Papahnya kepada Kipli. Kipli yang saat itu masih sibuk dengan kegiatan dengan ponselnya, di buat terkejut mendengar ucapan Rena.
"Serius luh, " tanya Kipli tidak percaya.
Serius ngapain gue bohong, eh tapi luh jangan bilang siapa-siapa ya, kemarin gue udah janji sama Alexa, dia bilang jangan cerita sama siapa-siapa. Tapi kan kita ini besti, jadi lo harus tahu juga loh tentang masalah Alexa, " ujar Rena.
Kadang gue mikir Pak Ferdi itu bokapnya Alexa bukan sih? kok kelakuannya mirip banget sama di Dan Tae dakjal, "sambung Rena
Eh Ren, Itu si Dimas kenapa, melas bener mukanya, kaya ema-ema tanggung bulan, "celetuk Kipli saat melihat Dimas, di luar konidor ruang aula. Rena ingin menyapa Dimas, namun tiba-tiba terlihat Pak Ryuga memanggil Dimas dan menyuruhnya pergi ke ruangannya.
*********
Dimas, kamu ke ruang saya sekarang, " ujar Ryuga saat Dimas sudah ada tepat di hadapannya. Keduanya saling bersitatap tajam, ada aura-aura permusuhan yang sengit tersirat pada keduanya. Dimas pun mengikuti pak Ryuga dari belakang berjalan menuju ruangannya.
Bapak panggil saya ada urusan apa, "ujar Dimas dengan tatapannya yang tajam.
"Dimana Alexa? " tanya Ryuga langsung menuju intinya. Ia tidak peduli lagi dengan pemikiran Dimas terhadapnya mengenai hubungannya dengan Alexa saat ini.
"Cih, bukankah seharusnya Bapaklah yang lebih tau dimana Alexa saat ini, Bagaimana seorang suami tidak tahu di mana istrinya berada Bukankah itu sangat konyol "ujar Dimas tersenyum sinis menatap Pak Ryuga. Ryuga merasa tertohok dengan ucapan Dimas, kedua tangannya terlihat ia kepalkan berusaha menahan emosinya.
"Ck, Aku terkejut kamu sudah mengetahui hubungan saya dengan Alexa. Aku sangat paham kamu sangat tertarik dengan istriku, tapi maaf aku tidak akan membiarkanmu sesuka hati menyentuh istriku. Apalagi dengan membiarkan perbuatan kalian berdua di belakangku, menginjak-ngijak harga diriku. "ujar Ryuga dengan penuh penekanan.
"Ck, Oh jadi ini tentang harga diri, melihat sikap Bapak seperti ini, saya jadi semakin tertantang ingin merebut Alexa dari tangan Bapak, "ujar Dimas tersenyum sinis dengan tatapannya yang menghumus. Tanpa aba-aba Ryuga langsung mencengkram kerah Dimas manatapnya tajam, rahang mulai mengeras, ucapan Dimas terdengar seperti sebuah tantangan baginya.
Coba saja jika kamu bisa merebutnya dariku, " saut Ryuga menatap lekat Dimas.
"Ck, Bapak jangan terlalu percaya diri, selama ini apa yang sudah Bapak tahu tentang Alexa? Saya hanya melihat anda, adalah orang yang selalu menambah kesulitan dalam hidup Alexa, "ujar Dimas tersenyum sinis. Ryuga sudah melayangkan kepalan tangannya siap menghardik wajah Dimas, namun ia tahan.
Kenapa apa ucapan saya benar, asal anda tau saya adalah orang yang selalu ada di saat Alexa menderita bukan anda. Tapi apa yang anda lakukan, anda justru menganggap Alexa sebagai biang masalah bahkan anda mengadukannya pertengkarannya dengan Grace saat itu, kepada Papahnya. Apa anda tahu apa yang Alexa alami saat itu?, "ujar Dimas sambil melepaskan cengkraman tangan Ryuga.
__ADS_1
Dimas pun langsung pergi begitu saja dari ruangan pak Ryuga tanpa permisi. Tanpa ada niat menjelaskan kembali ucapannya tadi kepada rivalnya. Ryuga pun hanya bisa menatap kepergian Dimas dengan tatapan bingung, ada perasaan mengganjal dalam hatinya mendengar ucapan Dimas begitu ambigu.
Brakkk...
Ryuga kamu mukul meja meluapkan kekesalannya, ia merasa kalah beradu argumen dengan muridnya ucapan Dimas begitu pintar membuat Ryuga ketar -ketir. Saat ini pikirannya sangat kacau Ryuga pun mengambil kunci mobilnya kembali, karena yang ada di pikirannya saat ini adalah bisa menemukan keberadaan Alexa.
***********
Mobil Karin pun sudah sampai di basement rumah sakit, Karin menatap Alexa dengan tatapan penuh tanya saat Alexa membawanya ke rumah sakit.
Sa, ternyata kamu masih rutin memeriksa kondisi kamu ya Sa, "tanya Karin penasaran sesaat setelah sampai di depan basement rumah sakit.
Tante tau, "ujar Alexa terkejut. Dan Karin hanya mengangguk menjawab pertanyaan Alexa.
Tante tau dari mbok Darmi Sa, pasti kamu sangat menderita selama ini karena Papah kamu, "ujar Karin tak terasa air mata mengalir begitu memeluk Alexa.
Kenapa justru orang lain malah lebih peduli, bukan Papah, "batin Alexa miris.
Sesaat setelah sampai di ruangan Dokter Siska Alexa langsung masuk dengan ditemani Karin. Alexa tidak punya pilihan lain, membawa Tante Karin bersamanya, karena Karin saat itu memaksa karena ia begitu peduli tentang kondisi Alexa.
Selamat Siang, Alexa! " sapa Dr Siska.
Siang Dok, "jawab Alexa sambil berjabat tangan dan diikuti Karin.
Perkenalkan Dok ini, " ucapan Alexa langsung terhenti saat Karin memotong pembicaraan Alexa.
Saya Mamahnya Alexa, "jawab Karin tersenyum ramah. Alexa menatap Karin ia seolah tidak keberatan saat Karin memperkenalkan dirinya sebagai mamahnya.
Hampir satu jam lebih Alexa melakukan konsultasi dan terapi bersama Dokter Siska. Karin cukup terperangah mendengar segala gangguan yang di derita Alexa dan juga kondisinya yang cukup mengenaskan. Alexa tidak hentinya meneteskan air mata, terutama saat ia menceritakan Papahnya tidak mau menerima kondisi Alexa, bahkan melarangnya untuk memberitahu keluarga suaminya bahwa ia memiliki masalah pada mentalnya.
Papahmu benar-benar keterlaluan, Alexa? "ujar Karin memeluk Alexa.
Karin seketika langsung memeluk Alexa dengan erat mencoba memberi kekuatan terhadap Alexa yang memendam kesulitannya sendirian. Karin dapat merasakan Alexa begitu tersiksa, dengan apa yang ia alami.
Tante Alexa harus gimana, "tangis Alexa dengan tersengguk-sengguk.
Kamu yang kuat sayang, Kalau papah atau pun keluarga suami kamu tidak mau menerima kamu. Kamu bisa tinggal sama Tante. Kamu mau kan, Sa? " ujar Karin begitu perhatian.
Baiklah Alexa! Seperti untuk pertemuan hari ini cukup. Saya akan meresepkan beberapa obat untuk Alexa, dan juga saya mohon dan tolong, agar ibu terus memberikan dukungannya semangat dan juga motivasi terhadap Alexa. Karena kondisi Alexa saat ini sangat membutuhkan dukungan entah sekecil apapun itu bentuk dukungannya karena itu bermanfaat bagi Alexa, "ujar Dokter Siska.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...