
.
Brug
.
Suara pintu mobil, membuyarkan lamunan Alexa, ia pun segera menghapus bulir air matanya di saat Ryuga sibuk menaruh kantong belanjaannya.
Nih kamu minum dulu, " ujar juga sambil menyodorkan air mineral kepada Alexa.
Makasih, "jawab Alexa dengan wajah datar.
Dalam perjalanan Alexa hanya diam sambil menatap sisi jalan, perasaan sudah sangat kacau dengan peristiwa hari ini. Ryuga yang sedang menyetir, sesekali melirik ke arah Alexa, nampak terlihat raut wajahnya yang cukup khawatir melihat kondisi Alexa.
Kamu baik-baik aja ? "tanya Ryuga penasaran, Alexa melirik Ryuga sekilas.
Nggak, aku nggak baik-baik aja sekarang, hati aku sakit kak, aku cemas, takut jujur saat ini aku pengen nangis, pengen teriak. "Kalo Kakak mau tau ! "batin Alexa lirih ingin sekali ia mengungkapkan kata-kata itu. Namun ia hanya mampu memendamnya, lalu menjawab pertanyaan Ryuga dengan anggukan kepala saja, layaknya seperti seorang pecundang.
Kita mampir dulu yuk, di sana ada pasta yang lumayan enak, kamu mau coba? "tanya Ryuga, ia mencoba sedikit menghibur Alexa dengan mengajaknya makan diluar. Dan Alexa pun kembali menjawab pertanyaan Ryuga dengan menganggukkan kepalanya, menyetujui ajakan Ryuga.
********
Ini pertama kalinya Ryuga mengajak Alexa keluar bersama setelah pernikahannya. Menu sudah tersaji di depan meja, Alexa terlihat mengaduk aduk pasta yang ada di depannya. Ia menjadi teringat mendiang Mamahnya yang dulu sering membuatkannya pasta untuk bekal ke sekolah.
Matanya mulai berkaca kaca, mengingat betapa dulu kehidupannya sangat bahagia, di isi dengan kecerian setiap harinya. Ryuga sejak tadi memperhatikan Alexa yang terlihat melamun sambil mengaduk aduk pasta.
Pastanya nanti bakalan pusing kamu aduk-aduk gitu. Apa kamu mau pesen menu yang lain?, "tanya Ryuga membuat Alexa sedikit tersentak dan terkejut.
Nggak usah! "jawab Alexa dengan wajah datar.
Gimana perasaan kamu sekarang, "tanya Ryuga sambil menatap Alexa.
Mendingan, "jawab Alexa sambil mencicipi pasta.
Ryuga membuang nafasnya dengan kasar menatap ke arah Alexa, ia sedikit bingung dengan perubahan sikap Alexa yang terlihat dingin.
Kamu kenal ketiga preman tadi, "tanya Ryuga sedikit penasaran dengan bagaimana reaksi Alexa.
Alexa menatap Ryuga terkejut, lalu ia kembali menundukkan kepalanya menatap pasta yang ada di meja. Alexa menggelengkan kepalanya, berbohong menjawab pertanyaan Ryuga.
Di bawah meja Ryuga terlihat mengepalkan tangannya mencoba menahan kekesalannya, mengingat ucapan ketiga preman tadi sangat jelas jika Alexa pasti mengenal mereka. Apalagi Ryuga mengingat-ingat ucapan Dimas tadi, yang seolah-olah Dimas sangat mengetahui banyak hal tentang Alexa lebih jauh dibandingkan dengan dirinya, sehingga membuat Ryuga semakin yakin, bahwa Dimas memiliki arti penting dalam hati Alexa.
Sampai kapan kau akan terus membohongiku, Alexa! "batin Ryuga kesal, namun Ryuga tetap berusaha menahan diri.
Ryuga ingin menggali tentang Alexa lebih dalam, dengan mencoba memberi pertanyaan-pertanyaan yang pasti akan membuat Alexa terusik. Ryuga sangat penasaran, apa alasan Alexa membohonginya. Dan Ryuga pun ingin tahu sampai mana Alexa bisa bertahan dengan kebohongannya itu.
__ADS_1
Sepertinya..saya akan memanggil orang tua Grace, untuk membicarakan kelakuan Grace di sekolah, "ujar Ryuga mengalihkan pembicaraan.
Kayaknya itu nggak perlu, "ujar Alexa cukup sinis
Nggak perlu, "ujar Ryuga tersenyum aneh, ia tidak percaya dengan jawaban Alexa.
Tapi menurut saya itu perlu, karena perbuatan Grace itu sudah termasuk tindak kekerasan mengarah pada perundungan dan perlu dilakukan tindakan tegas berupa sanksi, supaya Grace tidak mengulang kesalahannya lagi, "ujar Ryuga merasa sambil menatap intens Alexa.
"Ck, Tapi memanggil orang tua Grace menurut saya itu terlalu berlebihan, "ujar Alexa yang tersenyum sinis. Ryuga sedikit bingung dengan sikap Alexa seolah membiarkan perbuatan Grace begitu saja.
"Berlebihan! Kenapa? ,Ck "Apa karena kamu takut dengan reaksi Papah kamu, jika saya memanggil orang tua Grace karena pertengkaran kamu waktu itu, "ujar Ryuga ia cukup penasaran bagaimana dengan reaksi Alexa. Ternyata benar ucapan Ryuga mampu mengalihkan pandangan Alexa, hingga Alexa menatap dengan tajam karena merasa sedikit terganggu dengan arah obrolan mereka.
Tidak..."jawab Alexa bohong pertanyaan Ryuga tadi sungguh membuat Alexa tidak nyaman.
Ryuga pun menyadari jika Alexa berbohong bisa terlihat jelas dari sorot matanya yang tidak fokus terlihat begitu gelisah.
Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dariku, " batin Ryuga kesal tersenyum sinis.
Sejak menikah kenapa kamu nggak pernah hubungin papah kamu, bahkan saya juga nggak pernah melihat kamu pergi ke kediaman Papah kamu sekali pun?, "ujar Ryuga memberanikan diri karena Ryuga tau, Alexa selalu saja menghindari jika membicarakan masalah pribadinya.
Itu cuman perasaan kakak aja,"jawab Alexa singkat dengan nada bicara yang terdengar kesal. Alexa mulai tidak menyukai arah pembicaraan yang paling ia hindari yaitu membicarakan Papahnya.
Alexa apa pertanyaan saya bikin kamu nggak nyaman. Dan.."ucapan Ryuga yang tiba tiba saja berhenti, setelah Alexa menjatuhkan garpunya yang menimbulkan suara dentingan yang cukup kencang lalu menatap Ryuga tidak suka, membuat Ryuga langsung terdiam dan menatap tajam Alexa.
Aku udah kenyang kak, aku mau pulang !"ujar Alexa dengan nada dingin menatap Ryuga dengan tatapan sinis. Alexa beranjak dari kursi dan berjalan meninggalkan Ryuga begitu saja.
Ryuga sedikit malu karena saat itu restoran terlihat cukup ramai sehingga membuat hampir semua mata pengunjung menatap ke arah Ryuga terutama kaum hawa. Ada yang terpesona, ada yang bertingkah genit menggoda Ryuga. Pesona Ryuga itu mampu membuat kaum hawa di buat melting saat melihatnya wajah Ryuga yang nyaris sempurna.
Ya ampun Masnya udah ganteng kenapa di sia-sia gitu sih. Mending sama saya aja sini, "ujar salah satu pengunjung di kafe tersebut. Ryuga pun langsung bergidik berjalan keluar cafe, mengejar Alexa.
Alexa tunggu.."ujar Ryuga yang berhasil meraih tangan Alexa tempat ia memarkirkan mobilnya.
Apa salahnya jika saya menanyakan hal yang sederhana seperti itu, reaksi kamu terlalu berlebihan Alexa, "ujar Ryuga dengan nada bicara yang sedikit meninggi. Alexa berusaha menarik tangannya dari genggaman Ryuga.
"Iya,kakak emang nggak salah! aku yang terlalu berlebihan.Tapi jika kakak sudah menyadarinya seharus kakak lebih peka sedikit, dengan tidak terus menanyakan pertanyaan yang tidak nyaman. "Sudahlah Kak aku mau pulang, Aku capek ! Jika Kakak sedikit aja peduli dengan apa yang sudah aku lalui hari ini setidaknya, berikan saya ruang untuk bernapas, "bentak Alexa pergi
Tunggu dulu Alexa, saya belum selesai bicara ! "ucap Ryuga mencekal tangan Alexa pergi.
Kenapa Alexa ? Kenapa saya tidak berhak tahu ? Apa bicara dengan Dimas membuatmu nyaman, sedangkan dengan saya tidak? "bentak Ryuga dengan sorot mata yang begitu mengintimidasi, sambil mengcengkram kedua lengan Alexa.
Apa Dimas, " Ck, ini nggak ada hubungannya sama Dimas Kak, jadi Kakak nggak usah ngada-ngada, "saut Alexa tersenyum aneh menatap Ryuga.
Kamu tidak perlu berbohong Alexa, saya sudah cukup paham dengan hubungan kalian, apalagi saat melihat kalian berpelukan kemarin di depan gerbang sekolah. Kamu tidak perlu menyangkalnya, Kamu itu munafik Alexa, "ujar Ryuga tersenyum sinis menatap Alexa.
"Ck, kenapa kakak cemburu! Iya semua yang kakak ucapin itu bener, jika aku nggak kejebak sama pernikahan yang bodoh ini mungkin aja sekarang aku udah jadian sama Dimas, aku udah bahagia sama Dimas. Tapi sekarang..., "ucapan Alexa terhenti.
__ADS_1
.
Greb..
.
Ryuga menarik kasar tengkuk Alexa sebelum Alexa menyelesaikan kata-katanya, dan tanpa aba-aba ia langsung saja melum** bibir Alexa dengan kasar, Alexa mencoba berontak dengan memukul dada bidang Ryuga. Namun sia-sia karena tenaganya sangat kalah jauh dengan Ryuga. Ryuga masih belum ada niat untuk melepaskan tautannya, ia malah semakin lepas kontrol dengan menggigit bibir Alexa, mencoba memperdalam tautannya.
Ucapan Alexa sungguh membuat Ryuga murka, bagaimana seorang gadis seperti Alexa mampu membuat harga dirinya di injak-injak. Ryuga akhirnya melepaskan tautannya, saat mendengar suara isak tangis Alexa.
Silahkan jika kamu bisa ! carilah cecunguk itu, mengadulah padanya, tapi ingat Alexa saya terus membuatmu tersiksa terkurung dalam pernikahan bodoh ini, "ujar Ryuga dengan nafas tersengal-sengal menatap Alexa dengan penuh emosi.
.
Plak..
.
Satu tampar bersarang di pipi Ryuga, Alexa langsung berlari meninggalkan Ryuga yang masih terdiam di tempatnya. Padahal tadi Alexa sudah tidak kuat, ia menyerah ingin mengakui perasaannya, namun Ryuga malah bertindak di luar batas membungkam Alexa sebelum ia menyelesaikan perkataannya.
Sedangkan Ryuga sendiri terlihat mengepalkan kedua tangannya, ia merasa tidak terima mendengar ucapan Alexa yang mengakui perasaannya terhadap Dimas, sehingga membuatnya lepas kendali.
Alexa berlari tak tau arah, yang hanya di pikirannya adalah pergi sejauh mungkin dari Ryuga.
Dasar brengs**! ,nggak punya hati. Kenapa kakak tega, ternyata kakak masih berhubungan sama mantan Kakak, "batin Alexa tangisnya mulai pecah. Alexa menangis tersedu-sedu duduk di sebuah bangku halte persimpangan jalan, orang-orang yang berlalu lalang menatapnya heran. Alexa terasa berat kembali ke kediaman, apalagi ia bertemu dengan Ryuga lagi.
*********
Dua pasang mata menatap Alexa, dengan senyuman menyeringai terlihat begitu puas, akibat perbuatan yang sudah membuat kedua insan itu bertengkar hebat.
Aku harus segera bertindak, seperti Ryuga mulai menaruh hati pada gadis ingusan itu, " ujar seseorang menatap Alexa dengan penuh kebencian.
Hari mulai gelap Alexa, ponselnya berdering terlihat Mamah Retno menghubunginya, Alexa menyeka bulir air matanya, berusaha menetralkan.
Hallo Mah, "saut Alexa menjawab panggilan Mamah Retno.
Sayang, Mamah sama Papah lagi di rumah Omah, sepertinya Mamah dan Papah tidak pulang malam ini, tolong kamu beritahu Ryuga, karena ponselnya sulit sekali di hubungi. Ya udah Mamah cuman mau bilang itu aja, "ujar Mamah Retno.
Iya Mah, Alexa juga mau minta izin mah, Alexa mau menginap di rumah eyang Tari mah, soalnya eyang bilang dia kangen sama Alexa, " jawab Alexa ragu-ragu.
Oh iya, kamu sudah bilang Ryuga? Apa Ryuga juga ikut sama kamu ? "tanya mamah Retno dalam sambungannya
Udah mah, Alexa sendiri, katanya Kak Ryuga lagi banyak kerjaan, "jawab Alexa yang berbohong. Entah berapa banyak kebohongan lagi, Alexa sudah cukup lelah terus berbohong untuk sekedar menutupi kekurangan dan juga perasaannya. Alexa seperti mendapat kesempatan untuk menghindari Ryuga hari ini karena Mamah dan Papah sedang tidak ada di rumah.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...