Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Kualat Sama Suami..!


__ADS_3

Dokter Ambar sudah mengatur jadwal operasi untuk Alexa, yang akan di lakukan minggu depan, pada saat usia kandungan Alexa menginjak 38 minggu.


Alexa terlihat sedang mengusap-ngusap kandungannya yang kini sudah memasuki 37 minggu.


"Geser..geser Yank! Kurang pas tuh kayaknya, "ujar Alexa menatap Ryuga yang sibuk mengikuti arahannya.


"Ya ampun Yank dari tadi kurang-kurang pas terus, di sini udah pas banget Yank posisinya, "ujar Ryuga sambil menggeser figura yang berisi foto maternity mereka.


Alexa mengulum senyumnya menatap Ryuga yang sejak tadi ia kerjai, "Masih kurang Yank! Miring sedikit, "ujar Alexa sambil mengusap-ngusap pinggangnya yang sejak tadi terasa panas dan ngilu.


"Ck, Yank pegel banget nih tangan sama leher aku! Suruh pak Pardi ajalah yang masang! "keluh Ryuga menatap Alexa.


"Nggak harus kamu pokoknya! Ck, masa segitu aja kamu udah ngeluh, gimana kaya aku kamu, yang tiap hari bawa-bawa perut,  "ujar Alexa dengan nada sinis.


"Iya iya, kamu paling pintar bikin aku skakmat, tapi istirahat dulu ya! Serius pegel nih! "keluh Ryuga meraba tengkuknya yang terasa pegal.


"Ya udah, tuh kamu minum dulu! Aku udah bikin kamu minuman! "ujar Alexa dengan wajah acuh. Ryuga pun meletakan figuranya, dan langsung menyambar orange jus di nakas.


Byurrrrrrr..!


Ryuga menyemburkan orange jus tersebut, lalu menatap Alexa, "Yank kamu masukin apa sih? Kok rasanya nggak karu-karuan gini sih? "tanya Ryuga mengerutkan kedua alisnya menatap Alexa.


"Hah! aku tadi udah masukin gula, "ujar Alexa senetral mungkin.


"Nggak mungkin, ujar Ryuga."


Ryuga menatap Alexa dengan wajah curiga, "Kamu sengaja kan Yank, ngerjain aku? "ujar Ryuga menjepit kepala Alexa dengan siku tangannya dengan, merasa gemas.


Alexa memukul dada bidang Ryuga, "Dih ngapain aku ngerjain kamu, kayak nggak ada kerjaan laen ajah, "ujar Alexa mengulum senyumnya, acuh.


Pasalnya sudah 3 hari terakhir, Ryuga harus extra sabar menghadapi sikap dan tingkah laku sang istri yang agak menyebalkan, yang terus saja meminta hal yang aneh-aneh untuk di kerjakan.


"Maaf mas, ada Mas Reyhan, Mas Daniel dan Mba Fanny di bawah, "ujar bi Siti menyela obrolan Ryuga dan Alexa.


Alexa menatap aneh Ryuga, "Ngapain mereka dateng, Yank? Bukannya kantor lagi libur ya? Apa ada masalah di kantor? "tanya Alexa penasaran.


Ryuga mengangkat kedua bahunya tidak tau menatap Alexa, "Nggak tau! Ya udah bi suruh mereka tunggu gitu, "ujar Ryuga menatap bi Siti.


"Baik mas, "ujar bi Siti yang langsung pergi.


"Ya udah ah, aku mau mandi dulu, "ujar Alexa pergi begitu saja.


.

__ADS_1


.


Kini di dalam ruang kerjanya terjadi pembicaraan yang cukup alot antara Ryuga, Reyhan, Daniel dan juga Fanny. Bimo yang ikut bergabung terus berusaha menengahi pembicaraan yang cukup serius baginya. Pasalnya saat ini keponakannya beserta Daniel dan Fanny menyerahkan surat pengunduran diri mereka secara bersamaan.


Ryuga memijat pelipisnya frustasi lalu menatap ketiganya, "Apa alesannya? Apa ini masalah gaji? Apa karena pekerjaan? Atau memang masalahnya ada pada saya? "tanya Ryuga menatap tajam ketiganya, namun tidak satu pun yang menjawab pertanyaan Ryuga.


"Jawab Han, apa masalah loe sampe loe ikutan ngajuin resign segala? "ujar Ryuga penuh emosi.


Bimo menghembuskan nafas kasarnya menatap keempatnya, "Lebih baik kita sama-sama saling terbuka, kita cari solusi terbaiknya, kalo kalian nggak bisa jelasin alesannya itu nggak fair dong! "ujar Bimo serius.


Reyhan hanya terdiam, ia pun bingung memberikan alasannya kepada om dan juga sepupunya tersebut, begitu pula Daniel dan Fanny.


Ryuga menghebusan nafas kasarnya, "Saya selama ini sudah percaya dengan kredibilitas kalian, karena Wijaya Grup bisa seperti sekarang semua ini karena kerja keras kalian juga, saya sangat mengapresiasi itu. Kalian selama ini membantu saya dan papah membangun perusahaan dari mulai nol, saya tidak pernah menganggap kalian sebagai karyawan saya, melainkan saya menganggap kalian sudah seperti keluarga saya sendiri, "ujar Ryuga dengan nada melemah.


Di sobek saja surat pengunduran diri ketiga, "Jika kalian ingin mengajukan cuti panjang saya akan kabulkan, atau mungkin kalian mengajukan permintaan pada nominal gaji kalian saya akan sanggupi. Dan sebagai gantinya saya tidak akan pernah menganggap surat ini ada_"


"Tapi Ga_"


"Makanya tolong jelasin apa alasan kalian, biar saya paham! Jangan bikin saya seperti orang bodoh yang nggak tau apa-apa! "bentak Ryuga emosi memotong ucapan Daniel, di lempar saja surat pengunduran diri ketiganya dengan kasar.


Bimo menghembuskan nafasnya secara perlahan, "Ga, kamu yang sabar Ga kontrol emosi kamu! "ujar Bimo menepuk bahu Ryuga.


"Daddy..!


"Tolongin mommy, daddy..! "ujar Shenna tiba-tiba saja masuk ke ruang kerjannya sambil menangis ketakutan menunjuk ke arah kamar mommynya.


''Alexa, ujar Ryuga langsung saja beranjak dan berlari menuju kamarnya dan ikuti dengan papahnya Reyhan, Daniel dan juga Fanny yang ikut terlihat panik juga.


Saat masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamarnya, tubuh Ryuga bergetar hebat, melihat air yang merendam tubuh Alexa berubah menjadi merah.


"Alexa, "teriak Ryuga panik saat mendapati istrinya tidak sadarkan diri berada di dalam bahtub yang masih mengenakan pakaiannya. Hati Ryuga semakin di buat tidak karu-karunya pikirannya punya menjadi tidak fokus, dan di angkat saja tubuh Alexa keluar dari dalam kamar mandi.


"Yank... bangung Yank, "ujar Ryuga panik menepuk pipi Alexa perlahan, namun cukup lama ia mencoba menyadarkan Alexa tetap tidak ada pergerakan dari Alexa, yang  membuatnya semakin bertambah panik.


"Reyhan, "panggil Ryuga dengan lantang, dan Reyhan pun buru-buru masuk ke dalam kamar Ryuga, sedangkan yang lain hanya menunggu di luar kamar namun bisa melihat kondisi Alexa yang tidak sadarkan diri.


"Loe siapin mobil, kita ke rumah sakit sekarang juga! Cepet Han..! "ujar Ryuga dengan lantang, Reyhan pun langsung saja mengangguk-nganguk dengan wajah terkejutnya.


Ryuga mengangkat tubuh Alexa yang cukup membuatnya sedikit kesulitan, otot-otot di tangannya terlihat membentuk sempurna hingga garis uratnya di tangannya pun terlihat menonjol. Ryuga melangkahkan kakinya keluar dari kamar namun tiba-tiba,,


Dorr..!Dorr..!!Suprise..!!teriak Rena memutar party confetti di tangannya.


"Happy birtday daddy.. !"

__ADS_1


"Happy birtday daddy..!"


Shaka dan Sheena bernyanyi sambil membawa kue ulang tahun untuk daddynya yang saat ini genap memasuki usia 31 tahun.


Alexa langsung membuka matanya, "Surprise, pibesdey Yank! Ckckc.., kamu kaget ya? "tanya Alexa mengalungkan tangannya di leher Ryuga dan mencium pipinya bertubi-tubi lalu tertawa puas, karena merasa puas setelah ia berhasil membuat kejutan untuk sang suami yang hari ini sedang berulang tahun.


Sedangakan Ryuga sendiri tidak bisa berkata-kata lagi dengan kejutan yang di persiapkan keluarga dan para sahabatnya tersebut karena ia sendiri pun memang tidak ingat jika hari ini adalah hari ulang tahunnya.


Ryuga menurunkan tubuh Alexa, lalu memeluknya dengan tubuhnya yang masih terlihat bergetar, "Ya ampun Yank, jantung aku udah mau copot  tau nggak, kamu benar-benar_"ujar Ryuga menggelengkan kepala, tidak bisa berkata-kata lagi karena tubuhnya masih terasa begitu lemas melihat kondisi Alexa tadi.


"Ckckc.., sukses bu Boss, bikin suaminya ketar ketir! Cocok loe Lex jadi pemain film, akting loe menjiwai banget, "ujar Daniel memberikan jempol pada Alexa.


"Kualat loe Lex sama suami, loe nggak kira-kira ngerjain laki loe, ampe tremor gitu, ckckck, "celetuk Rena terkekeh.


"Selamat ulang tahun Pak Ryuga! Maafin ya pak, saya cuman di suruh bu Alexa, "ujar Fanny kikuk.


Cup !


Alexa mengecup kembali pipi Ryuga, "Maaf ya Yank, kamu jangan marah ya sama mereka! Aku yang merencanain ini semuanya, termasuk menyuruh mereka resign..ckckckc! "ujar Alexa terkikik.


"Parah juga loe Lex, untung nggak di acc tuh surat, kalo nggak laki gue udah jadi penganguran sekarang!  "ujar Rena terkekeh.


Ryuga mencubit pipi Alexa, "Kamu bener-bener deh Yank, " ujar Ryuga masih menetralkan perasaannya.


Ryuga menatap tajam Reyhan, Daniel dan Fanny, "Kalian juga! Sialan loe pada, awas aja kalian tunggu pembalasan dari gua! "ujar Ryuga menatap ketiganya dengan tatapan tajamnya.


Ryuga menatap Papahnya, " Jangan bilang papah juga ikut-ikutan mereka? "tanya Ryuga, namun Bimo hanya mengangkat kedua bahunya menahan senyum, ambigu.


"Daddy ayo tiup lilinnya tangan Sheena pegel nih, berat tau kuenya, "ujar Sheena mencoba mengalihkan perhatian Ryuga.


"Ops.. ! mommy sampe lupa sayang, sini mommy yang pegang cakenya, "ujar Alexa mengambil alih cake di tangan Sheena.


"Daddy jangan lupa make a wish dulu, "ujar Shaka. Ryuga pun tersenyum di raih saja tubuh Shaka dan Sheena dalam gendongnya. Kini keempatnya pun menatap cake tiramisu di tangan Alexa.


"Semoga kamu selalu menjadi seorang suami dan daddy terbaik buat keluarga kecil kita, terus semoga kamu sukses di dunia dan juga akhirat, dan satu lagi semoga kamu selalu diberkahi kesehatan dan umur panjang_"


"Satu lagi mommy, semoga daddy semakin sayang dan cinta sama mommy sama Sheena, Kak Shaka, dan juga sayang sama opah "ujar Sheena menambahkan.


"Amin, saut semuanya serempak ikut mengaminkan."


Fyuhhhhh...! di tiup saja lilin tersebut secara bersama, Alexa mencium pipi Ryuga dan di ikuti dengan kedua buah hati mereka. Dan seluruh yang hadir saat itu pun tak luput memberikan ucapan dan doa kepada Ryuga.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2