Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Turmanen Basket


__ADS_3

Tim basket dari SMA 12 terlihat sudah memasuki area pertandingan. Suara dukungan terdengar menggema di tribun penonton yang hampir sebagian berisi siswa-siswi SMA 12.


Di antara para siswi siswi cantik di lapangan, hanya Alexa yang terlihat paling menonjol, sehingga Alexa cukup menjadi pusat perhatian siswa-siswa cowok di SMA 12.


Eh Cel, itu cewek dari tim musuh bare face banget mukanya," ujar Ricco.


"Mana sih?" tanya Excel sambil celingak-celinguk.


Tuh yang duduk bertiga deket tangga," ujar Ricco mengadahkan tangan ke arah Alexa, Rena dan Kipli.


"Oh..iya gue dari tadi udah liatin tuh cewek pas dia dateng. Yuk samperin bentar!" ajak Excel berjalan.


Ricco dan Excel berjalan menghampiri Alexa. Excel merupakan kapten tim basket lawan wajahnya lumayan keren namun memancarkan aura badboy gayanya pun juga terlihat tengil.


"Excel, lo yang semangat maennya ya" ujar Dena dengan gaya centilnya menyemangati orang yang cukup lama ia sukai.


Namun Excel hanya menatapnya dengan sinis mengacuhkan Dena. Dan ia terus berjalan melewati Dena, menghampiri Alexa.


"Cih dasar Sadako, hancurin mood gue aja," ujar Excel dengan wajah malas.


Ckckc..parah luh dia tuh udah dandan totalitas banget buat dukung lo Cel. "Masa anak orang lo katain Sadako," ujar Ricco terkekeh.


"Ngomong lagi gue tarik bibir lo, tuh lihat aja mukanya medok gitu udah kayak boneka Mampang, muka sama leher nggak sinkron banget warnanya," ujar Excel bergidik dengan wajah malas.


"Mending liat itu cewe, gemesin banget nggak sih... anjiiirrrr," ujar Excel menatap Alexa.


.


.


Hay...,"sapa Excel saat berdiri di hadapan Alexa, Rena dan Kipli.


Rena menyikut lengan Alexa, sedangkan Kipli sendiri masih terlihat santai memainkan game di ponselnya satu kakinya taikkan saja di atas bangku yang ia duduki.


"Boleh kenalan nggak?" tanya Ricco menyodorkan tangannya tepat di hadapan Alexa. Alexa terlihat terdiam menatap Rena sekilas lalu menatap laki-laki yang menyodorkan tangan ke arahnya.


"Jangan lama-lama ntar tangan gue di lalerin, "ujar Ricco memandang Alexa.


"Sorry bro..., mereka cewe gue dua-duanya," saut Kipli merangkul bahu Rena dan Alexa tanpa beban.


Rena dan Alexa terlihat menahan tawa dengan ucapan Kipli barusan, namun mereka tetap kalem manut-manut mengikuti permainan Kipli.


"Ckckc yakin lo, mereka berdua itu cewek lo, muka lo aja kaya logo kumon anjirrr! " ceplos Excel dengan gaya tengil.


"Iya kenapa emangnya dia cowok gue, seenggaknya mulutnya lebih tau etika daripada mulut kalian berdua," saut Alexa mencoba membela Kipli.


"Kaki lo bro turunin, kayak gini lo bilang sopan," ujar Excel menunjuk kaki Kipli yang terlihat bertengger di atas bangku.


"Yuk cabut...gila ya cantik-cantik seleranya duit kerokan," ujar Ricco menggelengkan kepalanya.


"Itu cewe katarak apa di santet yak," ujar Excel.

__ADS_1


Dimas terlihat berjalan masuk menuju lapangan, saat melihat Ricco dan Excel ada di dekat Alexa, ia buru-buru menghampiri Alexa. Terlihat jelas raut wajahnya yang tidak suka menatap Excel dan Ricco.


Saat menapaki tangga Excel menyenggol bahu Dimas dengan kencang, hingga membuat Dimas sedikit oleng, menatap Dimas dengan senyum smrik. Untung saja Dimas tidak terjatuh karena tangannya mencengkram bangku penonton.


"Eh...eh gaes liat deh, itu kaptennya tim basketnya lawannya kita kan? Sumpah gue sering denger tentang dia dari Excel katanya dia jago banget mainnya. Anjiirrrr...nggak nyangka gue mukanya secakep itu, Excel mah lewat kali Den. Gila bikin melting nggak sih," ujar sahabat Dena menimpali.


"Iya gue juga dari tadi juga liat cowok-cowok anak Garuda Bangsaa aduh bener-bener isinya tuh bubuk emas semua," saut sahabat Dena.


"Jelaslah gaes,.. sekolah mereka kan elit mana mungkin kaum shampo dibalik masuk di sela-sela mereka," saut Dena ikut menimpali.


.


.


Makasih ya Sa, kamu akhirnya dateng juga kesini," ujar Dimas mengusap kepala Alexa sambil mengulas senyum.


Namun Alexa sedikit menghindari walaupun terlambat, karena ia mengingat dengan apa yang diucapkan Ryuga untuk menghindari berkontak fisik dengan Dimas, sehingga membuat raut wajah Dimas berubah seketika, akibat sikap Alexa tadi.


"Iya Dim, kamu yang semangat maennya fokus," ujar Alexa memberi semangat kepada Dimas menatap Dimas kikuk, sambil menggaruk pelipisnya.


"Sama gua kaga bilang makasih gitu, parah lo! pilih kasih luh Dim," ujar Kipli menyandarkan diri di bangku penonton.


"Iya thanks lo pada udah dukung gue juga," saut Dimas mengepalkan tinju bertos ria dengan Kipli.


"Terus gue, kepala gue juga mau dong dielus-elus kayak Alexa," saut Rena cengengesan menatap Dimas.


"Ah heran gua, jomblo banyak banget permintaan, jangan ketombenya dia banyak, Dim," celetuk Kipli.


"Tadi ngapain tuh si Excel sama temennya di sini, mereka gangguin kamu Sa?" tanya Dimas.


"Mereka mau kenalan gitu sama Alexa, tapi tau nggak lo Dim, mereka berdua langsung pada pergi, gara-gara si Kipli bilang kita berdua ini pacarnya. Asli kocak banget pas dia ngerangkul gue sama Alexa gitu, mukanya mirip banget gigolo anjirrrr ,"Ckckckc, ujar Rena terkekeh memegangi perutnya.


"Iya dari tadi tuh gue pengen banget ngakak tapi gue tahan, karena gue nggak tega ngelihat lo dihina sampe ngenes kayak gitu, "Ckckckck," ujar Alexa terkekeh.


"Emang bangk* luh berdua, udah gue tolongin bukannya makasih malah ngehina gua lo pada. Anjirrr.. banget tuh si Excel sama temennya, gue sampe searching liat bentukannya logo kumon kaya apa, gue pas liat bentuknya kaya muka-muka orang tertekan gitu...Sialan!, mending luh bantai tuh bocah di lapangan, tengil banget asli gayanya," ujar Kipli terlihat begitu kesal. Rena, Alexa dan Dimas terlihat tertawa mendengar ucapan Kipli tadi.


"Seneng banget lo kayanya pada, apalagi lo berdua," ujar Kipli sambil menoyor kepala Alexa dan Rena


"Ya udah gua cabut dulu, doain gua biar menang," ujar Dimas yang langsung menuruni anak tangga, menyusul timnya yang sudah berkumpul di lapangan basket.


.


.


Ponsel Alexa berdering terlihat Ryuga melakukan panggilan video pada ponselnya.


"Ngapain sih pake video callan segala," ujar Alexa sedikit malu saat melihat ke arah Rena yang terlihat menaik turunkan alisnya menggodanya Alexa.


"Udah angkat aja, lo tau dia tuh lagi bucin akut sama lo," ujar Kipli. Alexa pun lagi menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


"Ngapain si yank pake vcall segala malu kan ada Rena sama Kipli nih di sebelah aku," ujar Alexa malu-malu sambil melirik kedua sahabatnya

__ADS_1


"Kenapa sih... aku cuma mau mastiin keadaan kamu emang nggak boleh," ujar Ryuga sedikit cemberut.


"Tenang pak Alexa aman kok, udah saya di segel dia, jadi nggak bakalan macem-macem," saut Rena menyela di antara obrolan Alexa dan Ryuga, namun ia tidak menunjukkan wajahnya di layar ponsel Alexa.


"Coba kamu puter ponsel kamu, aku mau liat, "ujar Ryuga. Kipli yang mendengar ucapan gurunya tersebut pun hanya menahan senyum sambil menggeleng-geleng Menatap layar ponselnya.


"Nih nggak percaya banget sih," ujar Alexa sambil memutar ponselnya memperlihatkan area sekelilingnya.


"Hay bapak," ujar Rena melihat pak Ryuga di ponsel Alexa.


"Tuh udah puas, masih nggak percaya," ujar Alexa mencebikkan bibirnya.


"Ya udah, Ren nanti titip Alexa, tolong kamu anter Alexa pulang," ujar Ryuga


"Siap pak," ujar Rena sambil mengacungkan jempolnya ke ponsel Alexa. Alexa pun langsung buru-buru memutuskan panggilannya karena merasa malu.


"Ckckck, Anjiirrrrr sejak kapan luh bisa naklukin soang, ampe posesifnya nggak ketulungan kaya gitu, asli gue tadi pengen ngakak tapi gue tahan," ujar Kipli menepuk punggung Alexa.


"Soang...luh nyamain pak Ryuga sama soang,.. kurang ajar luh !" ujar Alexa kesal melirik Kipli sinis.


"Lah emang iya, pak Ryuga kan kalo ngajar galak banget, kayak soang kampung," ujar Kipli. Alexa terlihat mencebikkan bibirnya menatap Kipli, sedangkan Rena hanya terkekeh mendengar ucapan Kipli tentang pak Ryuga.


"Woy, noh pertandingan udah di mulai," ujar Rena menepuk kedua sahabatnya.


.


.


Arena lapangan terlihat begitu panas, Dimas dan timnya berhasil mencetak poin di babak pertama. Hingga memasuki babak kedua Dimas dan kawan-kawan masih mengungguli permain, sehingga tim Excel menggencarkan perlawanan yang sengit. Dimas terlihat sangat lihai dalam mengolah bola dan juga kompak. Sehingga tim Excel terlihat kewalahan memblokade pergerakan Dimas.


"Cel, bagi lo jangan terlalu nafsu kita udah kalah jauh, "ujar Ricco melambaikan tangannya meminta Excel untuk mengoper bola padanya.


Dimas tersenyum sinis menatap wajah Excel yang terus menatap seperti ingin memangsanya.


Brukkkk !!


Arrggghhhh," ringis Dimas saat Excel menjagal kaki dengan cukup keras. Dimas terlihat terguling memegangi kakinya yang terasa sakit.


"Mampus lo," ujar Excel tersenyum smirk menatap Dimas yang terlihat kesakitan.


Prittttt !!


Terdengar wasit meniup peluit karena terjadi pelanggaran di area pertandingan.


Eh..eh itu si Dimas jatoh gaes, wahgelasih si Excel curang banget maennya," ujar Rena berdiri saat melihat Dimas terjatuh.


"Samperin yuk bentar ke bawah," ujar Kipli berdiri saat melihat Dimas terjatuh.


"Yuk Lex," ajak Rena menarik turun Alexa.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2