
Suara bel pun berbunyi tanda jam istirahat berakhir, Ryuga terlihat keluar dari ruangan Pak Ferdy. Hatinya sangat puas melihat raut wajah Alexa tadi, seolah seimbang dengan apa yang sudah Alexa perbuat karena sudah membuat hatinya terbakar cemburu. Padahal sebenarnya ia tidak serius dengan ancamannya mengeluarkan Alexa dari sekolah. Itu semua ia lakukan sebagai gertakan semata untuk membuat Alexa jera agar menjaga sikap dan prilakunya di sekolah. Usahanya untuk melakukan diskusi dengan orang tua Grace ia rasa itu perlu dilakukan. Karena ia berharap dengan adanya komunikasi yang terjalin antara pihak sekolah dengan keluarga siswa yang terlibat masalah agar dapat diselesaikan dengan baik, karena perundungan atau bullying sudah termasuk masalah serius.
Ryuga tersenyum simpul berjalan menapaki konidor kelas menuju kelas Alexa karena pada jam ketiga Ryuga memiliki jadwal mengajar di sana. Saat berjalan Ryuga menemukan Pak Bambang yang sepertinya ingin masuk ke ruangan Pak Ferdy, Ryuga pun tersenyum lalu menyapa Pak Bambang dengan ramah.
Selamat siang Pak Ryuga..." sapa Pak Bambang ramah
Siang Pak..Pak Bambang mau kemana..."tanya Ryuga ramah.
Oh saya mau nganter berkas ini kepada Pak Ferdy untuk di tanda tangani..."ujar Pak Bambang dengan kikuk memperlihatkan gelagat yang cukup aneh, bisa di rasakan Ryuga. Apalagi berkas yang di pegang oleh Pak Bambang langsung ia buru-buru di jauhkan dari Ryuga namun Ryuga sekilas sudah melirik berkas tersebut.
Sepertinya itu tadi laporan mengadaan barang dan jasa...,"batin Ryuga mengerutkan alisnya menatap berkas tersebut.
Sini biar saya yang urus, sekalian saya mau mempelajarinya Pak!!.."Kebetulan Pak Ferdy sedang ada tamu Pak..."ujar Ryuga mencoba memastikan reaksi Pak Bambang
Ahh..tidak perlu pak biar nanti saya balik lagi aja Pak..,"tolak Pak Bambang dengan ramah.
Ryuga tidak memaksa ia membiarkan Pak Bambang pergi begitu saja, seperti kecurigaannya cukup beralasan. Ia akan menyelidiki dengan caranya sendiri, mencari tahu ke mana aliran dana tersebut diselewengkan yang merupakan hak para guru dan staf yang lain.
**********
Plakkk...Plakkk...
Dua tamparan bersarang di wajah mulus Alexa, wajahnya terasa kebas dan sudut bibirnya terlihat mengeluarkan darah kental. Tubuh Alexa bergetar ketakutan pikirannya buyar Alexa tidak bisa mencerna setiap kata-kata yang keluar dari mulut Papahnya. Ferdy terlihat begitu murka apalagi ia kini terlibat dalam suatu masalah yang cukup serius. Dan kehadiran Alexa kini ia jadikan korban pelampiasan luapan emosi Pak Ferdy.
Puas kamu Alexa, Papah sudah tidak punya apa-apa lagi sekarang,..Semua akibat kamu yang tidak berguna...,"bentak Ferdy sambil mencengkram lengan menggoyangkan tubuh Alexa dengan kencang, mencoba menyadarkan Alexa yang saat itu terlihat seperti orang linglung.
Arrrggghhh....",Ferdy menggeram, akhirnya ia meninggalkan ruangnya dan meninggalkan Alexa sendiri, tanpa perasaan iba sedikit pun. Pak Ferdy masih begitu emosi ia mengambil ponselnya di dalam saku ia mencoba menghubungi Fiona yang sejak beberapa hari sulit ia hubungi.
Kamu hari ini kosong nggak!!..Bisa ketemu Om sebentar ?...,"tanya Pak Ferdy.
Tapi aku lagi di kampus Om, lagi diskusi mengenai kunjungan observasi sama temen aku..."ujar Fiona menolak
Kamu akhir-akhir ini semakin sulit di ajak ketemu!! Sepertinya kamu menghindar dari Om..."Kenapa Fiona ?..." ujar Pak Ferdy dengan raut wajahnya yang mulai tidak ramah.
Ya udah maaf..!! Nanti aku hubungi lagi yah..,"ujar Fiona yang langsung mematikan panggilannya begitu saja.
Arrrggghhh.!!!.."Aku sudah banyak sekali berkorban menghabiskan uang-uang ku,..Mengapa Fiona belum juga memberiku kabar baik...,"ujar Ferdy merasa frustasi.
**********
Dimas, Rena dan Kifly terlihat mengendap-endap memasuki ruangan Pak Ferdy saat mereka menyadari Pak Ferdy keluar dari ruangannya.
Dimas, Rena, dan Kifly langsung menghampiri Alexa yang terlihat tertunduk membeku duduk di sofa, tanganya masih bergetar hebat. Melihat Alexa, Dimas langsung duduk bersimpuh di hadapan Alexa menggenggam kedua tangan Alexa, memastikan kondisi Alexa.
Alexa kamu nggak...,"ujar Dimas yang langsung terdiam syok melihat kondisi Alexa yang terlihat begitu pucat keadaannya sangat memprihatinkan begitu pun dengan Rena dan Kifly. Mereka tidak menyangka Papahnya Alexa akan melakukan tindakan setega itu terhadap putri kandungnya sendiri.
__ADS_1
Tanpa aba-aba Dimas langsung memeluk Alexa dengan erat yang saat itu terlihat masih syok, hatinya begitu sakit melihat orang yang ia cintai ternyata diam-diam menyimpan penderitaannya sendirian selama ini. Diikuti dengan Rena yang mengusap kepala Alexa dengan lembut ia pun ikut menangis melihat kondisi sahabatnya sekarang. Alexa yang menyadari seseorang memeluk dirinya langsung tidak sadarkan diri di pelukan Dimas.
Dim....Alexa...Dim..Alexa ya ampun Lex...,"ujar Rena terkejut menyadari Alexa pingsan di pelukan Dimas.
Alexa sadar Lex. Alexa..,"ujar Dimas panik sambil memegang pipi Alexa dengan lembut. Hatinya kembali begitu teriris melihat sudut bibir Alexa sedikit berdarah pipinya juga terlihat memar.
Sumpah...!!, Papahnya bener-bener nggak waras rasanya gue pengen laporin dia ke KPAI tau nggak !!!,.. Pak Ryuga juga tuh dia itu keterlaluan banget..."ujar Rena yang begitu emosi.
Udah Ren...!! ," Mending kita bawa Alexa ke UKS..kesian nih anak...,"ujar Kifli.
Beruntung saat itu area setiap konidor sekolah terlihat sepi, karena bel sudah berbunyi jadi para siswa sudah masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Dimas menggedong Alexa ala bridal style membawa Alexa ke ruang UKS. Sesampainya di ruang UKS, terlihat Bu Laila terkejut yang saat itu sedang merapihkan ruang UKS.
Astaghfirullah..Dim. kenapa Alexa...,"tanya Bu Laila selaku Guru yang membina kegiatan UKS.
Alexa tadi di tam....ehhhhmm..,"ucapan Rena langsung terhenti ketika Kifli membekap mulutnya lalu menarik Rena ke luar ruang UKS.
Hmmm..Alexa tadi pingsan di toilet Bu kata Rena, jatuh trus mukanya kebentur kran air di toilet...,"ujar Dimas berbohong mencari alasan yang logis agar Bu Laila percaya, ia pun langsung merebahkan Alexa di tempat tidur yang berada di ruang UKS.
Apa sih Kifly...fuhhh...Asin tau tangan luh abis makan apa sih luh...,"ujar Rena kesal
Sory..abis ngupil kayanya dah...,"celetuk Kifly tanpa dosa.
Siala** luhh !!!...,"jorok banget sih luh.."ujar Rena sambil menahan perutnya yang terasa mual akibat ulah Kifly.
Bener Ren apa kata Kifly.."ini tuh masalah serius, luh tau kan Pak Ferdy itu bokapnya Alexa sekaligus pemilik sekolah ini, kita nggak boleh gegabah Ren..Lebih baik kita fokus sama kondisi Alexa dulu...,"ujar Dimas yang saat itu datang menghampiri kedua temannya.
Tapi gue kesel Dim..luh tega liat Alexa kaya gitu Pak Ferdy itu kelewatan tau..,"ujar Rena menahan emosi.
Gua liat Alexa begitu, hati gue juga sakit banget Ren.. Kalau itu bukan Papahnya udah gue abisin tuh orang...,"ujar Dimas menahan emosi.
Fly kalo Alexa udah sadar mending kita bawa aja dia ke klinik...,sekarang mending luh minta ijin sama guru piket pungpung lagi sepi...,"ujar Dimas.
Ayo dah luh mending ikut gue..Gue minta ijin sama guru piket..Terus luh ijin tuh sama Pak Ryuga di kelas, bilang aja Alexa pusing apa lagi dapet atau apa kek, pinter-pinternya luh cari alesan dah...,"ujar Kifly kepada Rena
Luh mah curang giliran yang nggak enak luh kasih ke gue...Luh tau kan gue kesel sama Pak Ryuga gara gara dia tuh Alexa kaya gini..biarin ajah ntar gue mau protes sama dia...,"ujar Rena percaya diri.
************
Di ruang UKS Alexa terlihat sudah sadar, ia langsung terkejut dengan nafas yang tersengal-sengal saat beranjak dari tempat tidur. Membuat Dimas dan Bu Laila segera menghampiri Alexa yang terlihat panik.
Alexa kamu gpp...,"ujar Dimas yang langsung berdiri meraup wajah Alexa yang tampak panik, ketakutan. Alexa dapat merasakan sentuhan tangan Dimas ya sedikit membuatnya tenang.
Dim bawa aku keluar dari sini please...,"ujar Alexa yang masih terlihat syok.
Tunggu Rena dan Kifly sebentar ya...,"ujar Dimas berusaha menenangkan Alexa
__ADS_1
Nggak Dim pokoknya sekarang juga...,"ujar Alexa memaksa.
Ya udah Dim nanti Ibu yang urus, kamu sebaiknya bawa Alexa pulang. Nanti biar Ibu yang minta izin ke Pak satpam di depan biar kalian dibukain pintu nanti....Ini Alexa lebih baik kamu minum dulu supaya kamu merasa lebih baik....,"ujar Bu Laila dengan perhatian. Akhir Dimas terpaksa membawa Alexa pergi sebelum Rena dan Kifly datang.
*********
Tok...tok..tok...
Suara ketuka pintu terdengar saat Pak Ryuga sedang menerangkan materi.
Masuk !!!!!...,kenapa kamu sendiri mana Zulkifli ? Ini sudah hampir setengah jam lebih lewat dari pelajaran saya...,"ujar Ryuga mencecar Rena dengan tatapan mengintimidasi.
Haduhh...Sial**..nih Kifly..,"batin Rena seketika nyalinya menciut melihat tatapan Pak Ryuga yang begitu horor menatapnya, berbeda dengan beberapa saat yang lalu saat ini berbicara dengan Kifly, dengan penuh percaya diri bahwa ia ingin mengajukan protes kepada Pak Ryuga.
Kenapa kamu diam..," ujar Ryuga dengan nada tinggi yang cukup membuat Rena terkejut.
Eh Pak ma maaf...saya mau minta izin pak, saya mau nganterin Alexa pulang, tadi dia pusing Pak pas mau masuk kelas...," ujar Rena dengan senyum kaku menampilkan deretan giginya yang putih.
Ck," Apa kamu yakin itu bukan alasan Alexa saja menghindari dari pelajaran saya ?... Saya tau kalian bertiga itu komplotan pemberontak.... Dimana sekarang Alexa...,"ujar Pak Ryuga dengan nada penuh penekanan terus mencecar Rena yang sudah terlihat mati kutu.
Hadeuhhh gimana nih..mending kasih tau nggak ya,.." pasti Alexa kesel banget kalo ketamu si Angry Bird ini...,"batin Rena gugup.
Renata...,"bentak Pak Ryuga yang sudah habis kesabaran.
Eh ii iya pak.. Alexa di ruang UKS Pak...,"ujar Rena gugup.
*********
Ryuga pun berjalan menuju ruang UKS setelah memberikan soal di kelas. Sedangkan Rena yang terlihat mengekori pak Ryuga pun dihantui perasaan cemas. Sesaat setelah sampai di ruangan UKS terlihat Kiply dan Bu Laila sedang berdiri di depan ruangan UKS. Kifly terlihat memberi kode kepada Rena namun Rena terlihat tidak paham dengan apa yang maksud Kifly.
Kalo begitu saya permisi dulu...,"pamit Kifly sambil menundukkan kepalanya kepada bu Laila dan Pak Ryuga.
Hayo cabut, si Dimas udah bawa Alexa duluan, ayo kita susul...,"bisik Kifly kepada Rena. Ia pun langsung menarik tangan Rena yang terlihat masing loading mencerna kata-kata Kifly.
Permisi Bu Laila..," apa Alexa ada di dalam..," tanya Ryuga kepada bu Laila
Oh Alexa sudah pulang Pak di anter Dimas barusan..," Sepertinya ia terlihat syok tadi,.. Dimas membawanya ke sini dalam keadaan pingsan tadi Pak... Katanya sih dia jatuh di kamar mandi saya liat pipinya lebam gitu...," ujar Bu Laila menjelaskan kondisi Alexa.
Ryuga mengepalkan kedua tangannya hingga memperlihatkan buku-buku jarinya yang memutih rahangnya mengeras Ryuga menggeretakan giginya mendengar Alexa pergi bersama Dimas. Ia merasa tidak rela miliknya pergi bersama laki-laki lain apalagi Dimas memiliki perasaan khusus terhadap Alexa.
Ada apa ya pak Ryuga mencari Alexa ..."tanya bu Laila penasaran. Bukannya menjawab, Ryuga malah meninggalkan Bu Laila begitu saja dengan perasaannya yang tidak terima mendengar Alexa pergi dengan Dimas.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1