Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Baju Haram


__ADS_3

Ryuga memarkirkan Rubiconnya di garasi, tepatnya pukul 5 sore ia sampai di kediamannya. Seharusnya ia pulang malam tapi karena Alexa tidak bisa di hubungi Ryuga memutuskan pulang lebih awal. Ryuga terlihat gelisah karena saat sampai di kediamannya ia tidak melihat tanda-tanda keberadaan Alexa yang biasanya menyambutnya pulang.


Ryuga mencoba menghubungi Alexa, namun sejak tadi ponsel Alexa tidak aktif.


Ryuga meletakan kunci mobilnya lalu menjatuhkan dirinya di sofa sambil memijat pelipisnya gelisah.


Baru pulang kamu, Ga? "tanya papah Bimo.


Iya pah, Alexa belum pulang pah, " tanya Ryuga sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Alexa.


Belum kayaknya, "saut papah Bimo.


Mamah kemana pah ? "tanya Ryuga.


Palingan juga mamah kamu lagi shoping, dia itu kalo mau arisan pasti harus belanja dulu. Kamu kaya nggak tau sifat mamah kamu aja." ujar Bimo menatap matanya ke layar tv.


Tumben Alexa belum pulang jam segini, kamu lagi bertengkar ya Ga, sama istri kamu? "tanya Bimo menatap tegas ke arah Ryuga.


Enggak pah. "saut Ryuga mengalihkan pandangannya sambil meraba tengkuknya yang terasa pegal.


Kamu yakin, papah lihat sepertinya Alexa menghindari kamu sudah beberapa hari ini. "ujar Bimo dengan nada tegas.


Ya sedikit sih pah, tapi sekarang masalahnya sudah clear. " jawab Ryuga jujur.


Papah berharap hubungan kamu dan Alexa baik-baik saja Ga. Karena kamu tau sendirikan, Alexa itu hanya memiliki sedikit waktu untuk merasakan kasih sayang dari seorang ibu. Papah hanya ingin kamu harus lebih bersabar dalam membimbing Alexa, karena emosi untuk anak seusia Alexa masih terbilang sangat labil ? "ujar papah Bimo.


Ia pah Ryuga mengerti, papah jangan khawatir Ryuga sayang kok sama Alexa, Ryuga nggak mau ngelepasin dia, "saut Ryuga mencoba meyakinkan papahnya.


Ya sudah, Papah mau telpon mamah dulu. Kamu sudah hubungi Alexa belum ? "tanya Bimo.


Baik Pah, ini juga dari tadi Ryuga lagi coba hubungin Alexa, tapi nomornya dari tadi nggak aktif-aktif. Ryuga jadi cemas, "ujar Ryuga tidak tenang.


Ya sudah kita tunggu sebentar lagi. "saut papah Bimo.


*********


Mobil mamah Retno kini sampai di kediaman Rena, ia mengantarkan Rena pulang sampai rumahnya. Tidak lupa mamah Retno memberi Rena sebuah paperbag sebagai rasa terimakasihnya, karena sudah menemaninya setengah harinya bersenang senang bersama.


Makasih ya Tante, Rena seneng udah di ajak healing muter-muter mall, sama di kasih ini juga. "ujar Rena sambil mengangkat paperbagnya.


Sama-sama ya udah tante sama Alexa pamit ya, "ujar mamah Retno.


Hati-hati di jalan tante, bye Alexa, "ujar


Bye Rena "ucap Alexa sambil menyimpulkan fingerlove ke arah Rena.


Mamah Retno terlihat meninggalkan kediaman Rena. Alexa menatap mamah Retno sambil memikirkan ponsel yang sejak tadi di sita oleh mertuanya tersebut. Alexa gelisah karena sejak tadi ia belum mengabari Ryuga, ia takut Ryuga berpikir macam-macam apalagi terakhir mereka bertemu, Ryuga melihatnya bersama dengan Dimas tadi.


Mah, Alexa boleh minta ponsel Alexa nggak mah. Alexa takut kak Ryuga menelpon. "ujar Alexa ragu-ragu.


Kamu tenang aja Sa, biarin mamah mau kasih dia pelajaran. Mamah tau kalian bertengkar kan ? Mamah bisa tau kok, walaupun kamu nggak cerita. " ujar mamah Retno fokus menatap ke depan jalan. Mendengar jawaban dari mamah Retno, Alexa pun hanya bisa pasrah menuruti ucapan Mamah Retno.


**********

__ADS_1


Pukul 08.00 malam Alexa dan mamah Retno baru saja tiba di kediamannya.


Bi Siti, tolong bikin saya sama Alexa orange juice dong, " ujar Mama Retno memanggil Bi Siti.


Papa Bimo dan Ryuga pun yang mendengar teriakan istrinya, ia langsung keluar dari ruangan kerjanya bersama dengan Ryuga. Ryuga terkejut saat melihat Alexa pulang bersama dengan mamahnya, namun seketika perasaannya juga sedikit tenang karena yang ia sempat berasumsi bahwa Alexa pergi bersama Dimas.


Ini bu orange jusnya, " ujar bi Siti sambil memberikan dua orange juice.


Makasih bi, "ujar Alexa.


Ini sekali kamu taro ini di kamar saya, "ujar Mama Retno sambil memberikan paper bag kepada Bi Siti


Ya ampun Mamah, Alexa kalian pergi bersama rupanya? "tanya Papah Bimo saat melihat Alexa dan istri secara bergantian.


Kenapa ponsel kamu nggak aktif, saya telponin kamu dari tadi Alexa? "tanya Ryuga kesal.


iiitu kak ponsel aku, " ucapan Alexa dipotong begitu saja oleh Mama Retno


Ponsel Alexa mamah sita kenapa emangnya kamu mau marahin Alexa ? Mama sengaja culik Alexa, abisnya sikap kamu makin hari makin nyebelin, " ucap Mama Retno dengan nada ketus.


Mamah kenapa kaya anak kecil gitu sih, kasian Ryuga dari tadi dia khawatir lo mah sama Alexa. Takutnya terjadi apa-apa sama Alexa gimana. "saut Papah Bimo sedikit tegas.


Ya papah mamah kan bete di rumah terus pah, mamah juga mau kasih Ryuga pelajaran. "ucap Mamah Retno merajuk seperti anak kecil di hadapan suaminya.


Ya tapi caranya jangan begitu dong mah lain kali jangan diulang lagi ya. " ujar Papa Bimo dengan nada melemah.


Iya pah, ya udah ini belanjaan kamu sayang. Nanti pake ya ? "ucap Mamah Retno. Alexa hanya mengangguk menyimpali ucapan Mamah Retno.


Ryuga membuang nafas kasar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena ia sangat hafal sekali dengan sifat mamahnya tersebut, yang memang sedikit ke kanak-kanakan.


Sedangkan Alexa setelah mendapat tatapan tajam dari Ryuga ia pun berjalan menapaki anak tangga menuju kamarnya dengan wajah murung. Alexa merasakan badannya sangat lengket karena seharian ia cukup lelah berkeliling mall bersama dengan mamah Retno dan juga Rena. Ia merasa releks saat tubuh lelahnya, bersentuhan dengan air berisikan aroma terapi di dalam bathtub.


*********


Keluar dari kamar mandi, Alexa buru-buru mengambil obatnya selagi Ryuga tidak ada di kamarnya. Alexa membuka tutup pada botol obatnya, mengambil 2 butir untuk ia minum.


Sampai kapan gue minum obat ini terus, "batin Alexa sambil menatap dua butir obat di telapak tangannya.


.


Cekrek


.


Botol obat yang Alexa pegang pun terlihat jatuh di lantai, obatnya yang ada di dalamnya pun terlihat ikut berserakan di lantai.


Ryuga terlihat menatap Alexa terkejut, begitu juga sebaliknya dengan Alexa. Jangan ditanya lagi bagaimana perasaan Alexa saat melihat obatnya berserakan di lantai, seketika Alexa langsung panik. Alexa pun buru-buru memunguti satu persatu obatnya yang tercecer di lantai sampai tidak memperdulikan bagian tubuhnya yang hanya terlilit handuk terekspos oleh mata Ryuga begitu saja, karena saking paniknya.


.


Glek


.

__ADS_1


Ryuga terlihat kesulitan menelan salivanya, ia terlihat mengatur irama jantungnya dengan cara, membuang nafasnya secara perlahan-lahan.


Obat apa itu ? "tanya Ryuga berjalan menghampiri Alexa.


Oh, ini cuman vitamin kak, "saut Alexa tergagap-gagap, ia buru-buru mengumpulkan kembali obatnya yang sudah berceceran di lantai


Coba sini saya liat, " ujar Ryuga mendekat.


Kakak jangan deket-deket! "aku mau pake baju dulu "keluar nggak ! "ujar Alexa mengalihkan perhatiannya Ryuga. Alexa gelagapan saat menyadari pahanya mulus terekspos jelas oleh Ryuga.


Tapi, " ujar Ryuga ragu ragu melangkahkan kakinya, karena ia masih penasaran dengan obat yang Alexa sembunyikan.


Alexa berdiri mengangkat satu tangan memberhentikan pergerakan Ryuga, sedangkan tangannya yang satu ia gunakan untuk menahan handuk di dadanya supaya tidak terjatuh..


Please kak keluar dulu, "ujar Alexa dengan wajah memohon. Ryuga pun membuang nafas kasar ia pun mengalah, lalu pergi keluar kamarnya.


Alexa buru-buru menyimpan obatnya dan menyembunyikan kunci laci tersebut di tempat yang aman.


.


Ceklek


.


Sekitar 15 menit Ryuga kembali masuk ke kamarnya memperlihatkan wajahnya yang masam. Alexa menyisir rambutnya ia menengok ke arah Ryuga ragu-ragu, karena ia melihat raut wajah Ryuga sedikit berbeda.


Ngapain kamu tadi pegang-pegangan tangan segala saya liat. Kalo saya nggak mergokin kamu pasti kamu udah pergi kan sama cecunguk itu. Kamu lupa ya Alexa, baru aja kamu janji, tapi belom ada sehari kamu udah lupa sama janji kamu sendiri. "ujar Ryuga dengan nada dingin.


Cepet bikinin saya orange jus. "ujar Ryuga sedikit ketus.


Tuh kan lagi-lagi maen asal tuduh aja, Dasar egois, " ujar Alexa pun langsung memberi tatapan tajam ke arah Ryuga, dan berjalan menuju pintu dengan wajah cemberut.


.


Brak...


.


Alexa menutup pintu cukup keras, hingga membuat Ryuga tersentak. Ryuga hanya menggelengkan kepalanya karena kelakuan Alexa saat ini yang terlihat kesal kepadanya.


Hadeuhh, kenapa jadi dia yang marah sih, gini nih resiko punya istri labil, "guman Ryuga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Orange jus pun sudah tersaji di atas meja Ryuga.


Makasih. "ujar Ryuga sambil berdehem melirik ke arah Alexa yang terlihat merajuk.


Alexa langsung merebahkan dirinya di tempat tidur menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya membelakangi Ryuga.


Ryuga membuang nafas kasarnya menatap ke arah Alexa yang saat ini sedang merajuk. Ryuga meneguk habis orange juice buatan Alexa, seketika pandangannya teralihkan saat melihat paperbag yang berada tak jauh darinya. Ryuga mencoba membuka paperbag tersebut penasaran dengan isi di dalamnya.


Ckckckc, "ngapain kamu beli ginian? "tanya Ryuga tiba-tiba terkekeh saat melihat isi paperbag.


Alexa pun langsung beranjak dari tidurnya menatap ke arah Ryuga. Mata Alexa membulat sempurna, setelah melihat apa yang mertuanya itu berikan kepadanya. Alexa berlari ke arah Ryuga yang saat itu tertawa saat melihat baju haram yang Ryuga pamerkan ke arahnya.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2