
Reyhan pagi-pagi datang ke kediamaan Om Bimo untuk menemui Ryuga, membawa laptopnya dan beberapa berkas penting untuk di tanda tangani. Hari ini Ryuga tidak berangkat ke kantornya seperti biasa di karenakan kondisinya sedang kurang fit.
Reyhan melangkahkan kakinya masuk ke dalam saat di ruang tengah ia melihat bi Siti yang sedang sibuk merapikan ruang tengah, "Hallo bi, "sapa Reyhan ramah kepada bi Siti.
"Pagi mas Reyhan, saut bi Siti tersenyum."
"Ryuga ada bi? tanya Reyhan."
"Ada, mas Ryuga lagi sarapan di ruang makan sama yang lain, "saut bi Siti.
Dan Reyhan pun kembali melangkahkan kakinya menuju ruang makan, Pagi Om, sapa Reyhan menatap Bimo."
"Eh ada uncle Reyhan, uncle ayo sini sarapan bareng-bareng? Mommy bikin sandwich loh! Sandwich buatan mommy enak deh, "ajak Shaka menatap Reyhan.
Reyhan langsung memasang wajah sumringah, "Wah Shaka emang paling pengertian banget ya nggak kaya Daddy, tau aja kamu kalo uncle belom sarapan, "ujar Reyhan mengusap kepala Shaka. Mendengar ucapan Reyhan barusan, Ryuga langsung menatap sinis ke arah Reyhan.
"Ayo kak sini sarapan bareng, kebetulan aku udah bikin banyak nih sandwichnya, "ujar Alexa menyodorkan sandwich untuk Reyhan.
Reyhan tersenyum dalam langsung saja mengambil sandwich dari piring yang di sodorkan Alexa, "Kalo di suruh makan sih Kakak paling semangat Alexa, "ujar Reyhan yang langsung duduk manis di kursinya.
Ryuga menatap malas Reyhan, "Iya coba di suruh kerja ngecek laporan sama email masuk, paling banyak alesan, "ujar Ryuga sinis.
Mendengar ucapan Ryuga tadi Reyhan hanya mengulumkan senyumnya mengalihkan pandangannya.
"Gimana Han perusahaan, semuanya lancarkan? "tanya Bimo dengan santai.
"Yah gitu deh Om, masih ada sedikit problem sih, tapi Ryuga sama Reyhan masih bisa handle. Terus udah dua hari ini di kantor juga banyak warwatan Om, yang nungguin kedatangan pak Ceo kita di lobby perusahaan, padahal saya udah bilang ama mereka, kalo besok pak Ceo mau jumpa fans, eh konfrensi pers maksudnya Om, "saut Reyhan melirik Ryuga sekilas menggodanya.
"Tapi persiapan udah bereskan? "tanya Bimo.
"Beres Om, dari mulai lokasi, waktu costum, undangan semuanya udah beres Om.., "saut Reyhan. Bimo pun hanya menganggukkan kepalanya meneruskan sarapannya.
"Daddy sekarang emang nggak ke kantor? "tanya Sheena mendongakkan kepalanya menatap Ryuga.
Ryuga mengusap rambut Sheena dalam pangkuannya, "Daddy sekarang lagi pengen di rumah, main sama kalian, "ujar Ryuga.
"Yah baru Sheena mau ikut Daddy kerja, "ujar Sheena mencebikkan bibirnya.
"Nanti ya sayang, kan sekarang Daddy ada di rumah jadi sama aja kan, kalian bisa main sama Daddy di rumah "ujar Alexa menatap Sheena.
"Mommy Shaka udah kenyang, tolong ambilin susunya Shaka dong mom, "ujar Shaka.
***********
Sudah hampir tiga jam, Ryuga dan Reyhan berada di ruang kerja di kediamannya, mereka terlihat sedang membicarakan obrolan serius untuk persiapan konfrensi pers besok.
"Gue sih udah kebal berurusan sama media, tapi loe tau sendiri Alexa, "ujar Ryuga menampilkan raut wajah cemasnya.
"Loe tenang aja, kemaren gue temuin mereka sekalian siapin pers releasenya, jadi mereka nggak akan ngajuin pertanyaan di luar jalur dari topik yang akan di bahas besok, kalau seandainya mereka nekat juga nanya macem-macem mending lo skip aja, "ujar Reyhan meyakinkan Ryuga.
"Sip dah, oh iya satu lagi gua lupa, kalo semuanya beres. Gua minta loe kosongin jadwalnya gua kira-kira tiga harianlah, "ujar Ryuga.
__ADS_1
"Tiga hari, mau ngapain emang loe? "tanya Reyhan penasaran.
"Kepo loe! udah gih mending loe pulang, gue masih sakit nih jangan loe kasih kerjaan terus, "ujar Ryuga beranjak dari kursinya.
"Alesan, gua tau isi otak loe, udah ke baca kali, ya udah gua balik, "saut Reyhan dengan wajah malas melangkahkan kakinya ke luar.
**********
Cekrek..!
Dikamar Ryuga hanya melihat Alexa duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"Loh Shaka dan Sheena mana Yank? "tanya Ryuga menghampiri Alexa di kamar.
"Mereka lagi main sama papah di taman, mereka dari tadi nungguin kamu lama katanya. Kak Reyhan udah pulang ? "tanya Alexa menatap ponselnya. Ryuga pun menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Alexa.
Cup!
Ryuga mengecup bibir Alexa sekilas dan langsung merebahkan dirinya tidur dalam pangkuan Alexa.
"Kamu liatin apa sih serius banget, sampe aku cium aja kamu nggak ada responnya? "tanya Ryuga mencebikkan bibirnya.
Alexa menatap Ryuga sekilas dan menahan senyum, "Gitu aja ngambek! Orang aku lagi cari sekolah montessori buat Shaka dan Sheena, gimana menurut kamu? "tanya Alexa.
"Aku sih tergantung sama mereka aja, kalo mereka nyaman, happy. its oke aja, "ujar Ryuga yang langsung merampas ponsel Alexa dan memasukkan ke dalam sakunya.
Alexa mengurutkan kedua alisnya menatap Ryuga, "Ihh.. kamu iseng banget sih Yank, aku kan belum selesai baca infonya, "ujar Alexa mencebikkan bibirnya.
Cup!
Alexa memutar mata malasnya, " Masa, saut Alexa mengulun senyum."
Ryuga menatap wajah Alexa tersenyum sambil memainkan rambut panjang Alexa dengan tanganya, "Serius Yank ngapain aku bohong, lima tahun nggak ketemu kamu, kamu tuh malah makin cantik aja! Kadang aku penasaran, apa aja yang udah kamu alami selama 5 tahun tanpa aku, kamu ceritain dong Yank! "ujar Ryuga penasaran.
Alexa tersenyum menatap Ryuga sambil mengusap rambut Ryuga, "Awalnya sih ngerasa berat banget apalagi pertama kali aku sadar. Aku linglung nggak kenal siapa-siapa, hampir tiap hari aku nahan kepala yang luar biasa sakitnya. Tapi semuanya bisa aku lewati karena yang bikin tetap kuat adalah Shaka dan Sheena, "ujar Alexa menatap lirih menceritakan pengalaman pahit hidupnya.
Ryuga mengusap pipi Alexa, "Maafin aku ya Yank, aku nggak bisa ngebayangin, gimana susah dan menderitanya kamu waktu itu. Apalagi harus menjalani masa-masa sulit kamu sambil mengandung dan melahirkan kedua buah hati kita, "ujar Ryuga yang langsung beranjak memeluk Alexa dengan erat.
"Maafin aku Yank, "ujar Ryuga semakin mengeratkan pelukannya. Alexa pun membalas pelukan Ryuga dan mengusap punggung Ryuga meresapi perasaannya yang mendalam.
Ryuga melepaskan pelukannya menatap Alexa, "Kamu tahu Yank apa yang aku alami setelah aku kehilangan kamu di rumah sakit waktu itu? Aku cari-cari kamu sampe mau gila rasanya. Aku tanya sama semua orang yang kamu kenal tapi mereka semua nggak ada yang tahu dimana kamu berada, termasuk Om Ardy dan tante Sisil. Mereka cuma ngasih informasi semuanya tentang kamu yang selama ini kamu alami, yang sama sekali aku nggak aku ketahui, mulai sikap papah kamu, sikap mamah aku dan juga tentang depresi kamu Yank, semuanya aku udah tahu. Dan kamu tau setelah aku tahu semuanya justru rasa penyesalan aku makin menjadi-jadi "ujar Ryuga mengusap air mata Alexa dengan tatapan penuh penyesalan.
Alexa menatap Ryuga dengan lekat dengan mata sendunya, " Itu udah berlalu Yank aku nggak mau inget itu lagi, " ujar Alexa menghapus sisa air matanya.
Alexa kembali menatap Ryuga dengan wajah penasaran, " Yank.., waktu kamu ajak Shaka dan Sheena ke kantor kamu, saat itu aku ngunjungin papah aku di penjara_"
Seketika Ryuga membulatkan matanya, "Apa kamu nemuin papah kamu? buat apa sih Yank kamu nemuin papah kamu? "tanya Ryuga dengan wajah terkejut memotong ucapan Alexa.
Alexa menganggukan kepalanya, "Aku cuman pengen hidup dengan tenang Yank dan nggak mau terus di liputi rasa ketakutan lagi ngebayangin sikap Papah aku yang dulu. Yank.., pas aku nemuin papah, ada ucapan papah yang bikin aku penasaran! "ujar Alexa menatap tega Ryuga.
Ryuga mengerutkan kedua alisnya menatap Alexa, "Papah kamu bilang apa emang? "tanya Ryuga yang sama penasarannya.
__ADS_1
Alexa menghembuskan nafasnya perlahan, "Papah bilang kalo bukan karena kamu, mungkin nasib aku sama kaya papah yaitu mendekam penjara. Yank, apa kamu tau maksud ucapan Papah itu Yank, tolong kamu jelasin? "ujar Alexa menatap Ryuga.
Ryuga menghembuskan nafasnya dengan kasar karena saat menceritakan hal tersebut seketika ia merasa sedikit emosi membayangkan perbuatan keji Ferdy terhadap Alexa.
"Kamu tahu Yank aku yang udah jeblosin Papah kamu selamanya di penjara, semua itu karena rasa kebencian aku sama papah kamu, karena papah kamu udah menyiksa dan menyeret kamu terlibat dalam tindak kejahatannya. Dulu aku sama Reyhan dan tim kuasa hukum aku terus berusaha dan berupaya supaya kamu bisa lolos dari jeratan hukuman_"
"Apa hukuman, ujar Alexa terperangah tidak percaya."
Ryuga menganggukkan kepalanya menatap Alexa, "Iya hukuman.., waktu itu kamu di tunduh ikut terlibat dalam kasus korupsi papah kamu. Kamu di jerat dengan pasal tindak pencucian uang sama seperti Sita_"
"Apa Sita_" ujar Alexa dengan wajah terkejut.
Ryuga menganggukkan kepalanya menatap wajah Alexa yang terkejut, "Iya Yank, sekarang Sita divonis 20 tahun penjara. Papah kamu dulu mentransfer uang hasil korupsinya di Yayasan kepada Sita. Aku bener-bener nggak percaya ternyata Sita itu adalah selingkuhan papah kamu. Mereka pantas mendapatkan hukuman atas perbuatannya, terutama papah kamu, "ujar Ryuga.
Alexa tiba-tiba mengubah raut wajahnya saat Ryuga membahas Sita, Alexa menyimpulkan senyum merasa lucu.
"Kenapa kamu senyum-senyum gitu? "Ryuga mengerutkan kedua alisnya.
"Enggak aku ngerasa lucu aja, " ujar Alexa ambigu menahan senyum.
Ryuga dibuat semakin penasaran, "Lucu gimana maksud kamu? " tanya Ryuga semakin penasaran.
"Yank.., biar gimana pun juga Sita itu kan mantan kamu Yank, yang pernah kamu banggain dulu, ckckc, "ujar Alexa yang langsung tertawa seketika megejek Ryuga.
Ryuga langsung memperlihatkan raut wajah kesal menatap Alexa, "Yank, please jangan bahas itu, aku ngerasa terhina tau nggak, "ujar Ryuga merengkuh tubuh Alexa.
"Ckckc..,cie-cie, goda Alexa tertawa."
"Yankkkk.., udah nggak, "ujar Ryuga yang langsung menggelitiki pinggang Alexa.
Alexa sampai di buat kelojotan meronta-ronta karena merasa geli, "Ckckck..iya..iya ampun ampun, " ujar Alexa dalam kungkungan Ryuga.
Ryuga menghentikan aksinya, melihat posisinya kali ini Ryuga tidak membuang kesempatan Ryuga semakin menghimpit tubuh Alexa menatap wajah Alexa merapikan anak rambut yang menutupi wajah Alexa.
Cup..!
Ryuga mengecup bibir Alexa sekilas kembali menatap Alexa semakin mendalam, Alexa mengalungkan tangannya di leher Ryuga dan menariknya, meluma* bibir Ryuga dengan lembut, Ryuga pun membalasnya dan menyesap setiap inci bibir Alexa. Baik Alexa dan Ryuga kini mereka mulai terbuai satu sama lain. Alexa juga merasakan sesuatu yang mengeras di tubuh Ryuga namun tiba-tiba,
"Daddy..mommy, "suara teriakan Shaka dan Sheena bisa terdengar jelas di telinga Ryuga dan Alexa.
Alexa dan Ryuga saling menatap membulatkan kedua mata mereka. Ryuga pun buru-buru bangkit setelah mendengar suara teriak Sheena yang memanggilnya dan Alexa.
Cekrek !
"Daddy mommy..," panggil Sheena yang masuk bersama dengan Shaka.
Shaka dan Sheena terkejut saat melihat wajah daddy dan mommy mereka yang terlihat panik, "Mommy sama daddy kenapa? "tanya Shaka menatap daddy dan mommynya secara bergantian.
Untung saja kedua anaknya belum sempat melihat kejadian tadi. Alexa langsung mengusap pipinya sambil menahan tawa melirik Ryuga sekilas, sedangkan Ryuga sendiri sibuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal menatap kedua buah hatinya dengan senyum aneh.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...