Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Serangan Balik


__ADS_3

Alexa mengetuk pintu kamarnya dengan perasaan gugup, sebenarnya ia malas sekali bertemu dengan Ryuga saat ini. Mengingat apa yang terjadi hari ini, cukup berat bagi Alexa jika tidak ada ketiga sahabatnya yang memberinya semangat mungkin hari sampai saat ini ia masih saja terpuruk. Alexa membuka pintu dan langsung di sungguhi tatapan tajam dari Ryuga, sehingga membuat Alexa cukup sadar diri mengingat pertengkaran Ryuga dengan Mamahnya tadi siang . Namun Alexa tidak punya pilihan lain, karena Alexa sudah bertekad untuk bertahan walau hatinya sakit dan semakin terluka. Alexa lebih memilih hal tersebut daripada ia harus tinggal bersama Papahnya.


Ryuga melihat boneka di tangan Alexa semakin membuat kesal, ia langsung memperlihatkan mode seramnya menatap Alexa. Ryuga mengetahui sehari ini Alexa menghabiskan waktu bersama Dimas yang cukup membuat perasaan ketar-ketir, dan pasti boneka itu adalah pemberian dari Dimas.


Alexa berjalan menuju kamar mandi menundukan kepalanya sambil menarik narik rambutnya untuk menutupi pipinya yang lebam. Ryuga meletakan laptop yang berada dipangkuannya lalu berjalan menghadang Alexa, hingga membuat pergerakan Alexa terhenti. Matanya kini tertuju pada boneka yang dipegang Alexa, Ryuga menatap tajam lalu mengambil boneka tersebut dan membuangnya ke tong sampah.


Kok di buang sih, kan sayang...,"ujar Alexa melihat bonekanya sudah berpindah ke tempat sampah.


Saya bisa beliin itu kalo kamu mau bahkan bila perlu pabriknya pun saya beli...,"ujar Ryuga kesal.


Aneh banget sih ini manusia, seharusnya di posisi sekarang ini tuh gue yang pantesnya marah-marah sama dia...,"batin Alexa menatap sinis Ryuga lalu berusaha mengambil boneka tersebut.


Saat Alexa mengambil boneka tersebut, seketika Ryuga langsung mecekal tangan Alexa dan menarik tangannya hingga tubuhnya berhambur ke dalam kungkungan dada bidang Ryuga. Ryuga menatap sengit wajah Alexa, ia mengerutkan dahi saat matanya tertuju pada pipi lebam lalu bibir Alexa yang terlihat ada sobekan kecil di ujung bibirnya. Entah mengapa hatinya terasa nyeri melihat wajah Alexa saat ini, hingga emosinya mencair dalam sekejap.


Kak apa-apain sih sakit tau nggak tangan aku...,"rintih Alexa sambil menarik tangan dari cengkraman Ryuga.


Kamu tunggu di sini...,"ujar Ryuga yang langsung menarik tangan Alexa menyuruhnya duduk di ranjang.


Alexa terlihat bingung menatap kepergian Ryuga hingga beberapa menit kemudian Ryuga pun kembali sambil membawa kompresan dan gel untuk mengobati luka Alexa. Alexa sedikit meringis saat Ryuga menempelkan gel pada sudut bibir Alexa dengan cotton bud.


Awww...!! Ssshhh...,"ringis Alexa saat Ryuga memberikan obat oles pada bibirnya.


Diam !! Tahan dikit nggak usah manja... ,"ujar Ryuga saat sedang mengobati luka di pipi Alexa.


Alexa hanya mencebikkan bibirnya, ia cukup terkejut dengan tindakan Ryuga yang cukup membuatnya gagal fokus. Alexa bisa merasakan hembusan nafas Ryuga beraroma mint segar, hingga memuat ritme jantungnya sedikit tidak normal dari biasanya, Alexa menjadi gugup wajahnya pun terasa panas.


Ya tuhan !!! ganteng banget sih suamiku kalo di liat dari deket gini...!!..Bikin melting pengen meluk terus nangis sepuasnya !!!Kedengeran nggak sih jantung gue...,"batin Alexa lirih, hatinya terasa lemah melihat tatapan Ryuga kini. Sejujurnya ia butuh tempat bersandar mencurahkan segala beban yang Alexa pendam selama ini. Namun Alexa hanya mampu menahan diri mengingat masih ada Sita yang masih menempati posisi penting di hati Ryuga saat ini.


Ryuga terhenti saat melihat Alexa menggigit bibirnya menahan perih sambil merapatkan matanya. Ryuga terlihat menelan salivanya dengan susah payah saat melihat bibir Alexa yang begitu menggoda seolah memancing nalurinya sebagai pria yang normal.


Udah kamu obatin sendiri...," ujar Ryuga sambil melempar obat ke pangkuan Alexa.

__ADS_1


Aneh banget si tuh manusia, tadi mau ngobatin sekarang ngomel-ngomel nggak jelas...,"batin Alexa kesal.


Alexa tiba-tiba tersenyum mengingat kejadian ini mengingatkannya pada scene drama korea yang pernah ia lihat, yaitu saat Gu Jun Pyo mengobati luka di wajah Geum Jandi saat di bully oleh teman-temannya di sekolahnya. Walau bagaimana pun tindakan Ryuga kali ini cukup membuat Alexa senyum-senyum sendiri.


Ngapain kamu senyum-senyum nggak jelas gitu emang ada yang lucu. Kamu itu udah gede kenapa masih aja bisa jatoh kaya balita, udah gitu sampe memar gitu?, Dasar ceroboh..,"tanya Ryuga salah tingkah sendiri.


Ngapain kakak peduli...aku mau jatoh ke, mau terbang ke..,! mana saya tau kalo mau celaka...,"celetuk Alexa


Alexa saya sudah bertanya baik-baik ya, apa otak kamu itu isinya batu? kok kamu bisa keras kepala sekali Alexa?..."bentak Ryuga menarik kembali tangan Alexa.


Bukan batu tapi lemak jenuh !!!...Andai ajah Kakak tau gara-gara Kakak aku kaya gini,.."Lagian ngapain juga Kakak harus libatin Papah sih tadi. Rasanya pengen banget gue ngeluapin emosi gua, bila perlu menjambak rambutnya saat ini juga..Untung aja gue cinta !!...,"batin Alexa kesal melirik sinis Ryuga.


Bukankah Kakak harusnya seneng ngeliat aku kayak gini,..Hah.. Kakak puaskan,...,"ujar Alexa dengan nada tinggi menarik tangannya.


Kamu nggak usah cari-cari alasan..! "Jangan-jangan kamu sengaja pakai cara itu biar bisa bolos dan pergi berkencan dengan cecunguk itu, saat pelajaran saya tadi !!.Kamu mengadu padanya atau kamu meminta perhatian darinya..Ck,"..Saya tau Alexa apa isi kepala kamu, pasti kalian sangat membenciku, lalu menghujatku bahkan menyumpahiku..,"ujar Ryuga tersenyum sinis.


Emang Kakak pantes di hujat damage Kakak tuh nggak ngotak ..,"batin Alexa kesal


Bukan cecunguk Kak dia punya nama Dimas..Terserah Kakak, "emang semua yang Kakak bilang itu bener !!..Apa Kakak puas..,"ujar Alexa memprovokasi.


Saya nggak takut, ngapain saya takut..,"ujar Alexa acuh sambil memalingkan wajahnya.


Ck,"..Dasar naif...,"batin Ryuga, ia pun tersenyum simpul menatap Alexa dengan sinis.


........


Ryuga pun menggiring tubuh Alexa hingga menabrak dinding lalu mengunci tubuh Alexa dalam kungkungannya sehingga membuat tubuh Alexa tidak bisa bergerak. Wajah mereka kini hanya berjarak beberapa centi saja. Ryuga menatap lekat Alexa dan tersenyum sinis perasaannya sangat tidak terima, apalagi mendengar kata Dimas dari mulut Alexa, yang terus saja melukai harga dirinya membuatnya muak dan kesal.


Ka kakak mau apa...too..tolong lepasin saya, ."ujar Alexa terbata bata, ia merasa panik tidak berani menatap ke arah Ryuga. Hempusan nafas Ryuga terasa hingga membuat wajahnya terasa panas.


Kenapa kamu takut, jika bicara tolong lihat ke arah saya, saya paling benci di abaikan?.."ujar Ryuga sambil menarik dagu Alexa agar melihat ke arahnya.

__ADS_1


Alexa kenapa kamu tidak memiliki rasa hormat dan takut sedikit pun kepada suamimu?.."ucap Ryuga yang mulai menatap Alexa liar menindai seluruh wajah Alexa.


Kak tolong lepasin aku.."ujar Alexa yang mulai ketakutan.


Alexa kamu benar benar luar biasa, kamu berhasil membuat hari-hariku terganggu, dengan sikapmu. Aku bukan tipe seorang pria penyabar Alexa..!!," bagaimana caranya bikin kamu itu takut, supaya kamu bisa menghargai saya...."ucap Ryuga mulai fokus menatap pada bibir tebal Alexa.


Mak..maksud kakak apa sih aku nggak ngertii...,"ujar Alexa terbata-bata


Alexa semakin ketakutan dengan sikap suaminya tersebut, ia gemetar Alexa tidak berani membuka matanya. Sedangkan Ryuga sendiri kini bersorak hore saat melihat Alexa yang terlihat begitu ketakutan. Senyum sinisnya mulai mengembang di wajah Ryuga, sepertinya caranya berhasil membuat Alexa tunduk padanya. Ryuga sangat puas memandang istrinya yang tidak berdaya. Namun sebenarnya Ryuga tidak bisa menahan saat melihat bibir tebal Alexa yang terlihat begitu sensual apalagi Alexa terus saja menggigit bibir bawahnya dengan mata yang tertutup rapat.


Kamu kira saya tertarik sama anak kecil seperti kamu...,"ckckckc,...udah keras kepala susah diatur..,." Seru juga godain bocil kaya kamu..,"ujar Ryuga melepaskan kungkungannya dari tubuh Alexa dan tertawa dengan begitu puas setelah berhasil mengerjai Alexa yang benar-benar terlihat ketakutan.


Sial*** tadi dia ngerjain gue..," batin Alexa sambil mendengus merasa kesal ia tidak terima di samakan seperti anak kecil oleh Ryuga. Alexa kemudian nekat menarik kerah Ryuga yang saat itu masih tertawa bahagia setelah berhasil mengerjainya.


Seketika....


Cup...!!!


Aku bukan anak kecil pak Guru yang terhormat, saya udah SMA..ujar Alexa tersenyum licik.


Alexa langsung saja keluar dari kamar setelah melancarkan serangan baliknya, meninggalkan Ryuga yang terlihat masih mematung seolah tidak percaya dengan tindakan Alexa terhadapnya.


Gila lu benar-benar gila Lex !!.. Lu sinting!!.. Nggak waras !!.. berani-beraninya lu bertindak frontal kayak gitu Lex....,"batin Alexa sambil memegangi dadanya berusaha mengatur irama jantungnya. Alexa menyentuh bibirnya dan tersenyum malu-malu mengingat perbuatannya tadi, lalu memukul perlahan bibirnya mengutuk perbuatannya sendiri.


........


Alexa menarik nafasnya dalam-dalam saat memasuki kamar, sambil membawa air minum yang baru saja ia ambil dari dapur. Alexa bisa melihat Ryuga kini terlihat merebahkan dirinya di tempat tidur King size, menenggelamkan seluruh tubuhnya di balik selimut. Alexa salah tingkah sendiri mencoba duduk di sofa mencoba mencari kesibukan dengan mendengar musik di ponselnya.


Tengah malam Alexa terbangun karena mimpi buruk, dalam mimpinya tersebut Alexa terlihat sedang dikejar-kejar orang yang memiliki wajah menyeramkan. Mungkin Alexa bermimpi tersebut karena ini efek kejadian tadi saat Alexa berkunjung ke rumahnya dan bertemu pria-pria menyeramkan tadi.


Saat Alexa hendak bangun, ia merasa tubuh terasa begitu berat, Alexa membelalakan matanya ketika mendapati tubuhnya di jadikan guling oleh Ryuga, tangan Ryuga melingkar erat di pinggangnya. Seingatnya tadi ia sedang duduk di sofa sambil mendengarkan musik, namun kenapa tiba-tiba ia bisa berada di tempat tidur. Pergerakan Alexa di kunci oleh lengan kekar Ryuga, hingga membuat lehernya sedikit nyeri. Perlahan Alexa mencoba melepaskan lengan kekar Ryuga yang melingkar di pinggangnya karena perutnya terasa semakin mual. Akhirnya Alexa berhasil melepaskan diri tanpa membuat Ryuga bangun. Alexa mengambil kunci yang ia sembunyikan lalu membuka nakas mengambil obat-obatnya di dalamnya dengan sangat hati-hati agar Ryuga tidak terbangun.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2