
Dampak traumatik yang pernah Ferdy berikan kepada Alexa, menang memberikan efek yang luar biasa dan sangat berpengaruh besar terhadap tingkat kepercayaan diri Alexa. Terkadang Alexa merasa dirinya terisolasi dan sering kali merasa rendah diri karena ucapan papahnya yang dulu sering kali mengecapnya sebagai anak yang tidak berguna, hingga membuat Alexa mengalami krisis kepercayaan diri yang lumayan parah. Karena hal tersebut lah membuat Ryuga begitu bersabar dalam meyakinkan Alexa. Ryuga terus berupaya membujuk dan juga memberikan beberapa motivasi untuk Alexa, hingga akhirnya Alexa pun menyetujuinya untuk mendampinginya esok.
Cekrek..!!
Alexa menghampiri Ryuga yang sejak tadi sibuk menatap layar ponselnya merebahkan dirinya di sofa kamarnya, "Kamu lihatin apa sih serius banget? "tanya Alexa.
Ryuga menatap wajah Alexa tersenyum, "Shaka sama Sheena udah tidur? "tanya Ryuga, dan Alexa pun menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Ryuga.
"Sini deh Yank, kamu lihat ini? "tanya Ryuga menarik tangan Alexa membiarkannya duduk dalam pangkuannya.
Ryuga mengarahkan ponselnya ke wajah Alexa memeluk tubuh Alexa dari belakang, "Kamu liat ini, kamu lebih suka desain yang mana? "tanya Ryuga.
"Kamu pengen beli rumah Yank? "tanya Alexa.
Ryuga menggelengkan kepalanya, "Aku pengen bikin rumah yang layak untuk keluarga kecil kita, aku dari tadi bingung liat desainya bagus-bagus semua soalnya. Makanya aku minta pendapat kamu! Gimana menurut kamu? "tanya Ryuga penuh semangat.
Alexa menghembuskan nafas kasarnya, "Yank, apa nggak sebaiknya kita tinggal di sini aja sama papah kamu. Kamu nggak kasihan apa sama papah kamu? Kalo seandainya nanti kita tinggal terpisah, pasti papah bakalan ngerasa kesepian banget, lagian tinggal di sini aku juga nyaman-nyaman aja kok, "ujar Alexa.
Ryuga meletakkan ponselnya di nakas dan memeluk Alexa dengan erat mencium leher Alexa, "Iya juga si Yank, tapi terkadang aku pengen punya privasi sendiri Yank, apalagi kalo lagi berduaan sama kamu, bisa bebas mesra-mesraan di mana aja, "ujar Ryuga tersenyum nakal sambil menelusupkan tangannya di balik baju Alexa dan merem4s satu bukit kembar Alexa.
Awww, sakit Yank, " ringis Ryuga sambil mengusap pinggangnya yang baru saja Alexa cubit.
Alexa menatap Ryuga mencebikkan bibirnya, "Ck, otak kamu tuh kenapa sih nggak bisa jauh dari pikiran mesum, "ujar Alexa.
"Biarin, lagian aku juga mesumnya cuman sama kamu doang. "Yaannk..! Yuk..! 5 tahun nih aku pengen banget meet up, "ajak Ryuga menyeringai tersenyum nakal mencium tengkuk Alexa, hingga membuat Alexa meremang kegelian akibat ulah Ryuga.
Ryuga langsung saja meraih tubuh Alexa menggendongnya seperti bayi koala, sambil meluma* bibir Alexa menyesapnya dengan lembut. Ryuga merebahkan tubuh Alexa di ranjang nya menatap Alexa dengan lekat tersenyum.
Alexa menutup wajahnya dengan kedua tangannya, "Ihhh.. liatinnya jangan gitu aku malu, "rengek Alexa yang saat ini dalam kungkungan Ryuga.
"Kenapa kamu malu? "tanya Ryuga tersenyum simpul menarik tangan Alexa yang menutupi wajahnya, " Kenapa harus malu sih, "ujarnya.
Ryuga merapikan anak rambut yang menutupi wajah Alexa mengusap wajah Alexa dengan perlahan, Ryuga kembali meluma* bibir sensual Alexa, dan meraba setiap inci tubuh Alexa hingga kedua tubuh mereka pun lolos.
Ryuga mulai memasukkan pusaka kebanggaannya ke inti tubuh Alexa. "Hmmm..,sshhh, "des4h Alexa.
"Ssshh..,kok sempit banget si Yank? Kamu apain bisa sempit kaya gini? "tanya Ryuga membisikkan di telinga Alexa.
Alexa pun tudak menjawab, ia hanya menutup wajahnya dengan satu tangan tersipu malu.
"Makasih Yank, love you.., sshh eughh, "des4h Ryuga menikmati pergulatannya.
Kini kedua insan pun berpadu dalam kegiatan malam mereka dengan penuh cinta. Entah berapa lama lagi Ryuga terus menggempurnya Alexa karena cukup lama mereka berpadu hingga Alexa pun terlihat tidak sanggup lagi melakukan kegiatan panasnya, matanya pun perlahan mulai tertutup karena terlalu lelah.
__ADS_1
*********
Sejujurnya Alexa merasa kurang bersemangat bangun hari ini karena tubuhnya terasa begitu remuk entah pukul berapa dari Ryuga menyelesaikan pergulatannya semalam, karena memang Alexa tidak ingat sama sekali akibat terlalu lelah, dan pada saat mandi pun Alexa merasakan rasa menyengat dan pedih pada inti tubuhnya.
Namun Alexa harus beranjak dari ranjangnya karena, kini di kediamannya sudah ada Selly dan kedua asistennya yang siap mengaplikasikan make up di wajahnya. Selly merupakan pria gemulai yang berprofesi sebagai make up artis yang cukup terkenal.
Selly menatap fokus wajah Alexa yang sedang ia polesi make up "Gila ya Ne, si Ryuga emang pinter banget nyari daun muda, tau-tau dia udah punya bini sama anak aja, eike sampe kaget beneran, "ujar Selly menatap sekilas ke arah dua asistennya.
"Iya ne, padahal dulu si Amanda mengejar-ngejar dia banget kan, tapi kasian banget dia malah cuekin sama si Ryuga, "ujar sang asisten menanggapi ucapan bossnya tersebut.
"Amanda, batin Alexa."
"Aduhhh.., cantik bener si loe ne, apalagi bibir loe gemoy banget, gemes banget eyke liatnya, pantes aja si Ryuga kepincut loe, "ujar Selly saat memoles lipgloss berwarna pink pada bibir sensual Alexa. Sedangkan Alexa hanya tersenyum kaku, mendengar ocehan Selly barusan.
"Finish, ujar Selly meletakkan brushnya."
Alexa langsung saja berdiri sambil membolak-balikkan tubuhnya di depan cermin. Saat ini Alexa menggunakan outfit berupa drees bodycon dari brand Channel, serta di padukan dengan aksesoris dan juga perhiasan dari brand ternama lainnya.
Sesungguhnya Alexa sedikit kurang nyaman karena baginya ia memang tidak pernah memakai outfit semewah ini. Untung saja Kak Selly mendandaninya dengan make up flawless sehingga membuat wajah Alexa terlihat lebih fresh tidak terlalu mencolok sederhana tapi tetap terlihat berkelas. Sedangkan Selly hanya mencatok rambut blonde Alexa membuat tampilan agar lebih curly dan membiarkannya tergerai dengan indah.
Selly menatap tampilan Alexa, "Gila ne.., nih kalo penjahat nyulik loe sekarang ne, bakalan bisa langsung ke beli 4 pajero_"
"Apa 4, ujar Alexa sedikit terkejut membulatkan matanya."
Ryuga membuka pintu dan langsung melangkahkan kakinya masuk, "Gimana ud_"
Ryuga tidak meneruskan kata-katanya setelah menatap Alexa, ia di buat terkesima melihat wajah Alexa kali ini yang terlihat sangat cantik yang sanggup membuat Ryuga terdiam dan tidak berkedip.
"Sadar Ga, kerasukan eike baru tau rasa loe, "celetuk Selly menepuk lengan Ryuga.
"Perfect, ujar Ryuga mengacungkan jempolnya ke arah Selly."
Selly membawa peralatan make up nya, "Jangan lupa tambahin eike bonus dong, "ucap Selly dengan nada menggoda lalu meninggalkan ruangan tersebut dengan kedua asistennya.
"Wah mommy cantik banget ya Sheen, "ujar Shaka menatap Alexa dengan kagum.
"Iya mommy mirip Princess Elsa ya Kak, "ujar Sheena membeo.
Ryuga menghampiri Alexa menjulurkan tangannya ke arah Alexa, "Yuk kita berangkat Yank, "ajak Ryuga tersenyum menatap Alexa dengan wajah kagumnya. Alexa pun tersenyum menautkan tangannya meraih tangan Ryuga. Ryuga terlihat memakai setelan jas yang senada dengan Shaka, begitu pula denga Sheena ia mengenakan outfit dress tutu dengan warna senada dengan baju Alexa.
***********
Kini tepatnya di hotel bintang 5 di yang berada di pusat kota, Alexa berdiri sedikit mengintip para awak media yang terlihat sudah memenuhi kursi di ruang aula hotel. Alexa terus saja meremas kedua tangannya merasa gugup, hingga ada tangan hangat yang langsung menautkan tangannya menggenggam tangan Alexa dengan begitu erat
__ADS_1
"Tangan kamu dingin banget Yank kamu pasti gugup ya? "tanya Ryuga sambil menggendong Sheena. Alexa menganggukkan wajahnya menatap Ryuga menggigit di bibirnya.
"Kamu jangan nunjukin muka kamu yang gemesin gitu dong, aku dari tadi udah berusaha banget nahan diri aku, biar nggak khilaf, "bisik Ryuga menggoda Alexa.
"Ck.., Yank serius aku takut beneran nih, "ujar Alexa berdecak melirik Ryuga dengan wajah cemas.
"Mommy ayo pengang tangan Shaka kalo mommy takut, "ujar Shaka yang langsung meraih tangan Alexa.
Ryuga mengusap kepala Shaka yang memang begitu peka terhadap kondisi dan situasi, karena Shaka merupakan anak laki-laki yang begitu perhatian.
"Yuk kita masuk, "ajak Ryuga berjalan memasuki ruang aula. Alexa menggenggam erat tangan Ryuga saat para wartawan berdiri dan membidikkan kameranya ke arah mereka.
Para wartawan terlihat cukup antusias terutama saat Ryuga dan keluarga kecilnya memasuki ruang aula.
Ryuga dan Alexa tersenyum menyapa para awak media, sedangkan Sheena sendiri terlihat melambaikan tanganya dan berpose centil ketika para wartawan sedang mengabadikan moment ke arah mereka.
Sontak karena ulah Sheena tersebut Alexa sedikit dibuat terhibur hingga membuyarkan rasa gugupnya karena tingkah lucu Sheena.
Ryuga langsung menarik microphone menyapa semua awak media dan langsung memperkenal Alexa dan kedua buah hatinya di hadapan para wartawan. Hingga membuat seluruh para wartawan di buat tidak percaya. Sontak mendengar ucapan Ryuga tadi satu persatu parah wartawan melempari Ryuga dengan berbagai macam pertanyaan.
"Jadi benar jika nona Alexa ini bukan seorang single parent, dan kedua anaknya itu merupakan darah daging Anda sendiri?_"
"Kenapa Anda baru memperkenalkan istri dan juga anak-anak anda sekarang?_"
"Kenapa Anda merahasiakan pernikahan anda?_"
"Bagaimana tanggapan anda tentang kasus penyerangan dan juga korupsi yang dilakukan oleh mertua Anda?_"
"Saya mendengar sebuah isu, apakah benar anda sendirilah yang menjebloskan mertua anda di penjara?_"
Mendengar pertanyaan para wartawan tadi Alexa langsung meremas tangan Ryuga dengan kencang dan juga memeluk Shaka yang duduk dalam pangkuannya. Ryuga menatap sekilas Alexa yang bisa terlihat jelas memancarkan raut wajah cemas. Ryuga mengusap tangan Alexa memberikan senyum hangat, agar Alexa merasa sedikit tenang.
Ryuga menarik mikrofonnya kembali, "Mohon maaf untuk rekan-rekan media dan juga kepada siapapun yang menyaksikan saya saat ini. Saya di sini ingin meluruskan banyak fakta yang salah, dan juga berita yang tidak benar di sini. Saya dan istri saya sudah menikah selama kurang lebih hampir 6 tahun. Pernikahan kami merupakan perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua kami. Dan kenapa saya baru mempublikasikan istri dan kedua anak saya sekarang, itu karena ada sebuah peristiwa di mana istri saya mengalami sebuah tragedi mengenaskan hingga membuat kami berpisah selama 5 tahun lamanya. Selama 5 tahun ini saya mencari keberadaan istri saya. Hingga pada akhirnya di suatu momen saya menemukan istri saya yang ternyata ia mengalami Amnesia akibat tragedi penyerangan 5 tahun yang lalu, "ujar Ryuga.
"Jadi apa benar Nona Alexa merupakan salah satu korban dari tragedi penyerangan yang dilakukan oleh papah anda sendiri 5 tahun yang lalu? "tanya seorang wartawan.
Ryuga menganggukkan kepalanya menatap para wartawan, dan sekilas menatap Alexa mengeratkan genggamannya, " Iya benar selama ini Alexa merupakan korban eksploitasi yang dilakukan oleh Papahnya dan dampak dari itu semua istri saya harus menjalani terapi untuk mengatasi trauma pada psikisnya, dan dampak dari penyerangan tersebut istri saya mengalami amnesia karena kerusakan pada lobus temporalnya hingga mengakibatkan cedera yang parah pada otaknya dan harus menjalani pengobatannya di Jerman. Dan selama lima tahun ini saya juga baru mengetahui, ternyata istri saya selama ini menetap di Aussie tinggal bersama dengan sepupunya, "ujar Ryuga.
Para wartawan pun kembali memberikan Ryuga berbagai macam pertanyaan, namun Ryuga langsung saja beranjak dari kursinya bersama dengan Alexa dan memberikan pernyataan terakhirnya sebelum meninggalkan ruang aula, "Saya rasa sudah cukup bagi saya untuk memberikan penjelasan dan saya ingin mengucapkan permintaan maaf dan juga terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah hadir untuk memberikan kesempatan bagi saya meluruskan semua isu miring yang beredar di sosial media. "Saya juga ingin berterima kasih terhadap seseorang dan saya ingin menyampaikan sesuatu kepadanya, "Nic gue mau ucapin makasih sama loe karna loe udah ngasih kesempatan buat gue dan menjaga istri dan anak gue selama ini, "ujar Ryuga membungkuk sedikit tubuhnya di depan semua awak media.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1