
"Lex luh gpp kan, luh jangan ambil hati omongannya bu Diana yang tadiya Lex," ujar Rena merasa prihatin menatap Alexa.
"Gimana nggak gue ambil hati Ren... pak Ferdy itu bokap gue otomatis gue juga bakalan di sangkut pautin sama masalah bokap gue," ujar Alexa bulir air mata jatuh begitu saja menatap Rena.
Tanpa aba-aba ia pun langsung memeluk dirinya, mencoba menenangkan Alexa.
"Gue harus gimana Ren?" tanya Alexa menangis di pelukan Rena.
"Alexa... kamu kenapa nangis?" tanya Dimas yang tidak sengaja berpapasan dengan Rena dan Alexa di tangga.
"Bu Diana negor Alexa gara masalah bokapnya tadi Dim,..ngeselin tuh guru mulutnya," saut Rena dengan wajah kesal.
Alexa melepaskan pelukan Rena, menatap Dimas, "Aku gpp kok Dim," saut Alexa mengahapus air matanya.
"Kamu yakin, mending kamu konsultasi masalah kamu sama bu Eka, Lex, dari pada kamu terus-terusan di jadiin korban atas kesalahan papah kamu" ujar Dimas mencoba memberi saran.
"Tapi tetap aja Dim, semua itu nggak akan merubah pandangan orang terhadap aku," saut Alexa dilema.
Mending luh cerita sama pak Ryuga, Lex biar bu Diana nggak playing victim terus sama luh, sekalian juga luh aduin kelakuannya pak Arif kemaren. "Atau nggak luh mending go public aja deh tentang hubungan luh sama pak Ryuga, biar tuh dua guru rese nggak seenaknya sama luh," ujar Rena kompor.
"Ahhh... luh mah malah nambahin masalah gue Ren," saut Alexa frustasi.
"Yeh...di kasih tau, sahut Rena menggaruk kepalanya."
"Nanti Ren ada saatnya go public Ren, tapi bukan gue yang bilang melainkan keluarganya, Ren," saut Alexa mendengus.
"Oh iya...Lex besok aku mau tanding kamu datang ya, biar aku tambah semangat mainnya," ujar Dimas menatap Alexa penuh harap.
"Nanti aku ijin dulu Dim, sama pak Ryuga," saut Alexa tersenyum.
Loh harus menang Dim kaya taun kemaren. "Semangat ya Dim gue juga nanti dateng sama Kipli, buat dukung lo" saut Rena menimpali.
"Thanks ya Ren, kalo gitu gue cabut dulu," ujar Dimas melangkah pergi.
.
.
Tok..tok..tok..
Masuk," saut Ryuga.
Alexa menyembulkan kepalanya di balik pintu dan menampilkan senyum ceria. Namun Ryuga malah fokus menatap layar laptopnya jangankan menyambut, melirik Alexa saja tidak.
Hadeuhhh.. kayaknya dia beneran ngambek deh!, gimana bilangnya nih pasti dia nggak bakalan izinin gue, apalagi kalo berurusan sama Dimas. "Ah mending gue balik ngambek aja deh," batin Alexa.
"Ya udah deh..aku mending pergi aja," ujar Alexa merengek menghentakkan kedua kakinya dan berbalik ke arah pintu.
Saat Alexa memegang gagang pintu Ryuga tiba-tiba datang memeluknya dari belakang. Ryuga mencium leher Alexa mengeratkan pelukanmya.
"Ngapain sih..mending aku ke kantin aja nyusulin Rena, daripada disini dicuekin," ujar Alexa mencoba melepaskan pelukan Ryuga.
__ADS_1
Ryuga membuang nafasnya dengan kasar, melepaskan pelukannya lalu menggandeng tangan Alexa duduk di kursi kerjanya sambil memangku Alexa. Sedangkan Alexa masih memasang wajah mode ngambeknya.
"Ini aku udah pesenin takoyaki," ujar Ryuga tersenyum mengusap pucuk kepala Alexa. Alexa pun menahan senyumnya sepertinya mode ngambeknya ini berhasil meluluhkan Ryuga.
"Kok takoyaki sih, padahal aku maunya mie," sahut Alexa sambil membuka kantong kresek di tangannya.
"Kok mie sih, kamu nggak suka takoyaki emang?" tanya Ryuga menatap Alexa.
"Iya tapi sekarang aku mau mie, miekirin kamu," Ckckc," ujar Alexa terkekeh menggoda Ryuga.
Mendengar ucapan Alexa, Ryuga langsung melum** bibir Alexa sekilas.
"Pinter gombal ya kamu sekarang," ujar Ryuga mencubit hidung Alexa.
"Yank kamu masih marah ya sama aku?" tanya Alexa menyandarkan kepalanya di dada bidang Ryuga memainkan dasi Ryuga.
"Nggak tau ah," saut Ryuga fokus menatap layar laptop di depannya pura-pura acuh.
"Ihhhh..liat aku," rengek Alexa menarik wajah Ryuga dengan kedua tangannya, memaksa Ryuga menatap wajahnya.
Cup !!
Ryuga mengecup bibir Alexa sekilas lalu kembali melihat layar laptopnya kembali. Alexa langsung menutup laptop Ryuga lalu menatap Ryuga mencebikkan bibirnya. Ryuga mencubit pipi Alexa dengan gemas, sulit sekali baginya berlama-lama mengacuhkan istrinya yang begitu menggemaskan.
"Iya aku ngambek!, kamu tuh hari ini udah bikin tiga kesalahan, mau tau apa?" saut Ryuga menatap Alexa. Alexa hanya menatap Ryuga dengan puppy eyenya minta di manja.
"Pertama aku kesel karena kamu setuju kalo resepsi kita di tunda, kedua kamu tadi main pergi aja nggak pamit sama aku pas tadi di parkiran, ketiga kamu pasti nyontek PR kan," ujar Ryuga penuh penekanan.
"Kamu tuh kebiasaan," ujar Ryuga melirik Alexa dengan sinis.
"Ihhh... jangan gitu liatnya," rengek Alexa menutup mata Ryuga dengan kedua tangannya.
"Pokoknya jangan di biasain, kamu harus punya rasa tanggung jawab Alexa terhadap diri kamu. Jangan terlalu santai Alexa," ujar Ryuga tegas, walaupun ia senang memanjakan Alexa tapi Ryuga juga memiliki sisi ketegasan tersendiri, agar Alexa bisa lebih disiplin dan juga mandiri.
"Iya... tapi jangan salahin aku kalo resepsi kita di tunda, kamu nurut aja deh yank apa kata mamah, lagian ada baiknya juga apa yang mamah bilang," saut Alexa.
"Kenapa...kamu senengkan! biar cowok bisa bebas deketin kamu," saut Ryuga memasang wajah bad mood.
"Nggak usah ngadi-ngadi... yah biar aku nyaman aja belajar di sini nggak di ganguin fans kamu nanti. Dan kamu juga biar bisa fokus sama proyek yang papah kasih buat kamu," saut Alexa.
"Yakin itu alesanya," ujar Ryuga pura-pura acuh.
"Yakin, saut Alexa menatap Ryuga tegas."
"Hmmm... aku tuh nggak mau yank, nanti ada cowok lain di sekolah ini deket-deketin kamu, kalo tau kamu itu istri aku kan mereka bisa jaga jarak sama kamu," saut Ryuga memeluk Alexa dalam pangkuannya.
"Kamu tenang aja hati aku cuman stay buat kamu kok... Yank," saut Alexa.
"Yang ada kamu kali tuh, nanti kalo kamu udah memimpin perusahaan pasti banyak kolega-kolega cantik yang bakalan deketin kamu. Pasti juga tuh karyawan-karyawan yang cantik yang kerja di perusahaan kamu, bakalan modusin bosnya apalagi kamu gantengnya meresahkan kayak gini. Oh iya satu lagi, pasti nanti kamu bakalan cari sekertaris yang seksi yang selalu stay di sisi kamu, ngaku deh?," ujar Alexa overthinking sendiri sambil memukul dada bidang Ryuga merengut.
Ckckckc,..kecurigaan kamu tuh berlebihan, mending cinta kamu aja yang berlebihan yank. "Lagian sekertaris aku itu cowok yank, dia itu Reyhan sepupu aku, kamu kan tau dia pernah datang pas di acara ijal qobul kita," ujar Ryuga mengusap pipi Alexa.
__ADS_1
"Bo'ong pasti cuman akal-akalnya kamu aja kan," ujar Alexa manja menarik dasi Ryuga.
"Serius, kalo nggak percaya nanti aku ajak kamu main ke kantor papah," ujar Ryuga mengusap rambut Alexa.
"Beneran ya," saut Alexa dengan mata berbinar-binar.
Ryuga pun kembali meneruskan pekerjaannya sedangkan Alexa sibuk memakan takoyaki pemberian suaminya di pangkuan Ryuga.
"Enak nggak?" tanya Ryuga. Alexa pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya sambil menjilati sisa takoyakinya di sudut bibirnya. Ryuga kembali melum** bibir Alexa dengan gemas melihat bibir sensualnya dipenuhi dengan bumbu takoyaki.
"Ihhh... udah dong yank, cium-ciumin aku terus," rengek Alexa mencebikkan bibirnya.
"Kalo ini di rumah pasti kamu udah aku terkam yank, abis kamu gemesin banget," ujar Ryuga mencubit pipi Alexa.
"Dasar mesum," ujar Alexa.
"Oh iya yank besok aku boleh ikut nonton turnamen basket nggak yank sama Rena sama Kipli, anak-anak yang lain nggak juga ikut ? boleh ya..,?" rengek Alexa, berharap Ryuga mengizinkannya pergi.
"Kamu mau liat cecunguk itu kan?" tanya Ryuga yang langsung merubah raut wajahnya menatap Alexa.
"Tuh kan pasti nggak boleh, tapi kan aku sama Rena nanti jalannya. Biar gimana pun juga aku juga mau dukung tim basket sekolah kita karena mereka itu bawa nama sekolah, yank. Lagian aku tuh udah berusaha banget, jaga jarak sama Dimas sekarang, masa kamu masih nggak percaya juga sih," ujar Alexa ngambek langsung menekuk wajahnya.
"Iya..iya boleh, tapi janji nggak aneh-aneh, jangan ada kontak fisik, jangan dekat-dekat sama cecunguk itu terus teleponnya harus aktif terus, nggak boleh genit ya tebar tebar pesona, karena aku tahu temen kamu si Rena itu minus kelakuannya kalo ada cowok ganteng," ujar Alexa memberikan ultimatum keras.
"Iya janji...makasih sayang," ujar Alexa menciun bibir Ryuga sekilas.
"Ya udah aku juga mau ke kantor, nanti langsung pulang ya jangan mampir kemana-mana, nanti kamu pulang sama siapa?" tanya Ryuga.
"Sama Rena, saut Alexa."
"Oh iya kamu jangan terlalu deket sama Zulkipli, kamu jadi pinter gombal sekarang," ujar Ryuga mulai posesif.
"Ihhh... kamu jangan posesif gitu sih, tapi kamu suka kan aku gombalin," ujar Alexa menggoda Ryuga menatapnya dengan mengejek.
Kringggg...
Suara bell pun berbunyi tanda jam pelajaran ketiga pun di mulai.
Cup !!
Alexa mengecup pipi Ryuga sekilas, lalu tersenyum menatap Ryuga.
"Ya udah aku ke kelas dulu ya yank," ujar Alexa beranjak dari pangkuan Ryuga.
"Nanti aku telpon, inget nanti langsung pulang, jangan kelayapan," ujar Ryuga.
Alexa pun mengangguk patuh mendengar perintah Ryuga, lalu keluar dari ruangan Ryuga melangkah pergi sambil mengayunkan tanganya dengan riang gembira berjalan menuju kelasnya.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1