
Mentari pagi hadir menelisik ke setiap celah-celah jendela, perlahan masuk memenuhi sudut-sudut kamar. Tebalnya gorden berwarna putih nyatanya tak bisa menghalangi cahaya yang masuk begitu saja ke dalam ruangan.
Ryuga menggeliat di atas ranjangnya, nampaknya bukan hanya cahaya matahari saja yang membangunkannya, tapi juga obrolan Alexa dengan seseorang dalam sambungan teleponnya. Ryuga langsung mengaitkan tangannya di pinggang Alexa yang duduk di sisi ranjang.
"Kakak udah bangun, ujar Alexa meletakan ponselnya di nakas."
"Telpon dari siapa?" tanya Ryuga."
"Mamah, jawab Alexa."
Ngapain mamah telpon pagi-pagi, nganguin aja," ujar Ryuga yang masih setia memejamkan matanya.
"Nanyain cucu.. Kak bangun ayo bangun, katanya mau ajak aku jalan-jalan," ajak Alexa menggoyang tubuh Ryuga. Bukannya beranjak Ryuga masih menarik lagi Alexa ke dalam selimut memeluk Alexa dari belakang.
"Ihhh... ayo, kok malah tidur lagi sih," rengek Alexa mencubit tangan Ryuga yang melingkar di perutnya
"Tunggu lima menit lagi," ujar Ryuga mengeratkan pelukannya.
"Bener ya lima menit lagi," ujar Alexa, ia pun hanya pasrah dengan perlakuan Ryuga saat ini.
"Kamu udah mandi? Kok nggak ajak aku sih," ujar Ryuga mencium rambut Alexa.
"Kalo sama kakak pasti bakalan lama," ujar Alexa sinis.
"Kamu pake baju siapa?" tanya Ryuga.
"Aku yang seharusnya nanya, kenapa ada baju cewek di lemari ? Jangan-jangan kakak bohong, ini baju mantan kakak kan? Masa ada baju cewek disini sih, udah gitu ukurannya sama lagi sama badan aku," ujar Alexa ketus, bukannya menjawab Ryuga malah mengeratkan pelukannya lagi dan menelusupkan lagi kepalanya mencium tenguk Alexa.
"Ihhh kakak jawab, nggak usah cium-cium aku deh, kakak bohongin aku kan?" ujar Alexa sedikit ketus beranjak duduk menatap tajam Ryuga.
Ryuga menghembuskan nafas kasar lalu beranjak menatap Alexa dengan wajah ngerengut.
"Kamu nggak percayaan banget, ini paling baju sepupu aku, mereka juga sering berkunjung kesini. Masih nggak percaya juga? Hadeuhhh masih pagi vibesnya udah nggak enak banget sih, kamu bikin aku bad mood aja. Ya... udah aku mau mandi dulu," ujar Ryuga sedikit ketus menatap Alexa frustasi.
Ia pun menyibakkan selimutnya dengan kasar beranjak dari tempat tidur melangkah menuju kamar mandi dengan langkah gontai.
Brak !!
Ryuga membanting pintu kamar mandi agak kencang sehingga Alexa terlihat tersentak kaget menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup. Alexa hanya terdiam murung duduk di atas ranjang ia merasa bersalah karena kecurigaannya yang tidak beralasan tadi, sehingga membuat Ryuga kesal karena sikapnya.
"Masa cuma nanya gitu doang marah sih," ujar Alexa lemas.
.
.
Jam menujukan pukul 10:00 pagi, setelah sarapan Ryuga dan Alexa merapikan barang-barang mereka ke dalam mobil, karena mereka akan langsung pulang ke Jakarta setelah pergi berjalan-jalan. Alexa membawa sendiri tasnya sendiri dengan wajah merenggut karena Ryuga sejak tadi mengacuhkannya.
"Mang Dadang makasih ya, saya pamit pulang dulu," ujar Ryuga sambil memberikan sedikit uang kepada mang Dadang.
"Makasih den Ryuga, hati-hati di jalan ya den..non," ujar mang Dadang membungkukan tubuhnya.
Dalam perjalanan menuju perkebunan teh hanya terdengar suara mesin mobil, sedangkan Alexa dan Ryuga masih setia dalam mode hening mereka.
"Kak, tanya Alexa memberanikan diri."
"Hmmm, saut Ryuga tanpa menoleh sedikit pun ke arah Alexa.
"Kakak marah sama aku?" tanya Alexa sedikit gugup.
__ADS_1
"Ngapain aku marah?" jawab Ryuga dengan nada dingin.
"Kok mukanya gitu, liat aku dong! biasanya kalo di mobil kamu suka pegang tangan aku usek-usek kepala aku kok sekarang enggak," ujar Alexa misuh-misuh.
"Ini jalurnya extrem Alexa aku harus fokus, kamu mau mobil kita nanti masuk jurang " Ck, ketus Ryuga decakannya menandakan expresinya yang kesal karena sikap Alexa.
"Ya udah deh kita pulang aja kalo gitu," bentak Alexa dengan nada sedikit bergetar menahan tangis.
Kamu gimana sih ini udah mau sampe, tinggal satu belokan lagi. "Lagian kalo mau pulang kenapa nggak bilang dari tadi," ujar Ryuga sedikit membentak.
Mesin mobil Ryuga pun mulai mati tepat di atas sebuah bukit yang di penuhi hamparan pohon teh yang sangat luas.
Ryuga turun dari mobilnya. "Ayo turun katanya mau liat perkebunan teh," ketus Ryuga menatap Alexa yang masih setia duduk di mobil.
"Kan aku bilang tadi aku mau pulang, ya udah kalo omongan aku tadi bikin kakak marah aku minta maaf," bentak Alexa sambil menangis, ia sudah tidak sanggup lagi menahan air matanya akibat sikap Ryuga.
"Aku capek Alexa ngeyakinin kamu tuh... aku harus gimana lagi sih biar kamu percaya sama aku. Apa aku harus lompat ke jurang biar kamu percaya. Ya udah aku mau turun ke bawah, terserah kamu mau ikut apa enggak. Aku nggak mau kalo sampe rumah kamu nyalahin aku gara-gara nggak ngajakin kamu ke sini, aku tunggu di sana. "Nggak usah cengeng deh, Dasar labil !"ketus Ryuga meninggalkan Alexa sendiri di dalam mobil.
Ryuga benar-benar meninggalkan Alexa sendiri. Hampir setengah jam Alexa menangis di dalam mobil dan Ryuga pun benar-benar tidak kembali menghampirinya. Seketika Alexa mencerna kembali ucapan Ryuga tadi.
"Apa kakak benar-benar lompat ke jurang ! Aduh gawat nih, mending aku susul aja deh," ujar Alexa, ia pun buru-buru beranjak pergi berjalan menelusuri jalan setapak mencari keberadaan Ryuga.
Kakak please jangan nekat, aku minta maaf kalo aku curigain kakak tadi, " batin Alexa kalap berjalan sambil mencari keberadaan Ryuga.
.
.
Tiba-tiba langkah Alexa terhenti saat melihat sebuah pondok yang terlihat sedikit berbeda tampilannya. Alexa sedikit terperangah menatap apa yang ada di hadapannya kini.
"Kok kamu lama banget sih nyamperin akunya, aku nungguin kamu loh dari tadi," ujar Ryuga tersenyum lalu berjalan menghampiri Alexa, ia pun memberikan satu buket bunga lili putih kepada Alexa.
Bunga lili ini memiliki arti ketulusan, kesucian, kemuliaan. "Ketulusan kaya cinta aku buat kamu, kesucian kaya kehormatan kamu yang kamu berikan buat aku dan kemuliaan kaya cinta kita berdua," ujar Ryuga tersenyum.
"Kakak jahat," ujar Alexa terharu menangis tersedu-sedu pilu memukul dada bidang Ryuga perlahan. Dan Ryuga pun langsung memeluk Alexa dengan erat menyalurkan perasaannya yang mendalam.
"Maaf ya, mulai sekarang kamu nggak usah ngeraguin aku lagi ya. "Lagian kalo nggak bikin kamu kesel kan jadi nggak seru dong suprisenya," ujar Ryuga tersenyum mengusap rambut sambil merasakan wangi lembut rambut Alexa.
"Tapi aku takut tadi.. aku kira kakak beneran marah sama aku.. aku beneran takut...Ihhh kakak ngeselin," rengek Alexa menangis kembali memukul sedikit kencang.
"Iya..iya ampun, yuk kita duduk di sana aku udah nyiapin kejutan special buat kamu," ujar Ryuga merangkul pinggang Alexa berjalan menuju dua buah kursi yang sudah Ryuga persiapkan sedetail mungkin sehingga memberikan kesan romantis.
"Kapan kakak mempersiapkan ini semua?" tanya Alexa tidak percaya.
"Kemaren aku menyuruh para staff yang bekerja di resort untuk menyiapkan ini semua," ujar Ryuga menarik kursi Alexa yang ingin Alexa duduki.
Ryuga mengambil sesuatu di dalam sakunya, menatap Alexa lekat-lekat.
Alexa aku minta maaf karena dulu pernah berpikir perjodohan ini tidak akan pernah berhasil. Tapi semakin lama aku mengenal kamu aku semakin yakin bahwa kamu itu merupakan jodoh terbaik yang Tuhan berikan buat aku. Dan tempatnya hari ini ditempat ini, aku ingin melamar kamu secara resmi untuk tetap setia menemani aku, menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Apakah kamu bersedia menerimaku ketulusanku dengan ikhlas?" ujar Ryuga menatap Alexa menggenggam kedua tangan Alexa menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis Alexa.
"Iya aku mau, saut Alexa menangis terharu." Ryuga langsung saja memeluk kembali Alexa dengan erat dan mencium kening Alexa dengan penuh rasa haru. Ryuga tidak henti-hentinya memperlakukan Alexa dengan begitu special hingga di perjalanan pulang mereka.
"Aku sebenarnya nggak tega banget liat kamu tadi," ujar Ryuga.
"Siapa suruh kakak ngeprank aku, aku malah tadi mikir kakak bakal lompat ke jurang, makanya aku buru-buru nyusulin kakak," ujar Alexa.
"Ckckck...kalo nggak gitu kan nggak ada gregetnya iya nggak? sukses aku bikin kamu nangis bombay kaya tadi," ujar Ryuga terkekeh.
"Jahat ihh nyebelin, ujar Alexa mencebikkan bibir."
__ADS_1
"Tapi sayang kan, cinta kan," ujar Ryuga mengusap kepala Alexa tersenyum simpul.
"Eh kak itu ada toko kue..kita beli oleh-oleh dulu yuk buat mamah sama papah," ujar Alexa menepuk tangan Ryuga saat melihat deretan toko- toko yang menyediakan berbagai macam oleh-oleh. Ryuga pun mengangguk tersenyum menciumi tangan Alexa.
.
.
Di kediaman keluarga Bimo, mamah Retno terlihat sudah totalitas dengan penampilannya saat ini.
Mamah biar ngaca ribuan kali juga mukanya tetep sama mah," ujar Bimo kepada istrinya.
"Ah papah gitu deh, mamah kan cuman mau liat cocok nggak tampilan mamah, takutnya nabrak-nabrak gayanya," ujar Retno menatap dirinya di depan cermin.
"Mobil kali nabrak," ujar Bimo menggelengkan kepalanya.
"Ya udah mamah mau arisan dulu, mamah berangkat pah," ujar Retno menyalimi suaminya.
.
.
Di perjalanan Retno tidak henti-hentinya menyimpulkan senyumnya saat Alexa membagikan foto-foto kebersamaan bersama Ryuga. Hingga itu tidak sadar mobil Alphard nya sudah berhenti tepat di sebuah rumah mewah di bilangan Permata Hijau.
"Bu kita sudah sampai bu, ujar sang supir.
"Oh iya pak," ujar Retno langsung keluar dari mobilnya dan langsung saja berjalan menyambangi halaman rumah salah satu genk arisannya. Terlihat seseorang wanita cantik kira-kira berusia 45 tahun, datang menyambut kehadirannya dengan ramah.
"Hallo jeng Sisil apa kabar, mana yang lain belum datang?," sapa Retno yang baru saja sampai di kediamannya jeng Sisil, karena perkumpulan arisan mereka di adakan disana di rumahnya.
"Belum jeng, ayo silahkan masuk," ujar Sisil sambil cipika-cipiki dan membawa Retno ke ke area tamanan belakang rumahnya.
"Wah... rumahnya nyaman banget jeng Sisil, saya suka liat desainnya," ujar Retno sambil melihat sekeliling.
"Eh Grace... kenalin nih temen mamah, ujar Sisil saat melihat Grace di pantry."
Saat Grace menengok ke arah mamahnya matanya membulat sempurna melihat seseorang yang ia kenal ternyata datang ke rumahnya tanpa ia duga.
Ini kan mamahnya pak Ryuga," batin Grace terdiam menatap Retno.
"Eh tante... siang tante kenalin saya Grace tante," ujar Grace memperkenalkan diri dengan ramah.
"Siang... wah anak kamu cantik jeng Sisil," ujar Retno memuji.
"Tante bisa aja, ujar Grace tersenyum."
"Jeng saya tinggal sebentar, Grace tolong kamu temeni tante Retno ngobrol dulu mamah ke atas sebentar dulu bantuin papah kamu," ujar Sisil.
"Baik mah, ujar Grace tersenyum."
"Maaf jeng saya tinggal sebentar, suami saya mau menemui kliennya di Jepang, dia bilangnya dadakan banget soalnya jadi belum siapin apa-apa," ujar Sisil.
"Iya gpp jeng santai aja, monggo jeng. Biar saya ngobrol sama Grace ," ujar Retno tersenyum.
"Loh liat Alexa apa yang akan gue lakuin kali ini, apa lo bakalan masih bisa gede kepala setelah ini," batin Grace menatap tante Retno yang sedang mengobrol dengan mamahnya dengan senyum smirk.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
.