
Ryuga dan Alexa melangkahkan kakinya keluar dari kediaman Om Ardy setelah berpamitan dengan Om Ardy dan juga Tante Sisil. Kini di dalam mobilnya, Ryuga masih enggan melepaskan tangan Alexa yang berdiri di luar mobil yang ia duduki. Ryuga terus saja memasang wajah tidak semangat membayangkan ia harus berpisah dengan Alexa dan kedua anaknya selama 3 hari, sungguh membuat Ryuga terasa malas untuk menyalakan mesin mobilnya.
Alexa meraih tangan Ryuga yang terus saja tidak mau melepaskan genggamannya, "Mas, nanti kan bisa telepon, "ujar Alexa tersenyum menatap Ryuga.
Ryuga masih saja memasang wajah malas, "Ck, Bedalah Yank, di telpon kan nggak bisa peluk kamu, "ujar Ryuga sedikit menarik tangan Alexa.
Bukan melepaskan tangan Alexa yang ia genggam, tapi Ryuga justru semakin posesif memeluk pinggang Alexa dan menyandarkan kepala di perut Alexa.
Alexa menggelengkan kepalanya, "Ckckck, kamu tuh lucu Mas, kamu mirip Shaka sama Sheena kalo lagi gini tuh, "ujar Alexa tertawa sambil mengusap rambut Ryuga.
"Biarin, terus aja ketawain aku? "ujar Ryuga mendangakan kepalanya menatap Alexa cemberut.
Alexa menyentuh bibirnya dengan jemarinya, "Pfff..ternyata seorang Ryuga Pratama Wijaya pria hebat yang di kenal tegas dan berwibawa, ternyata dia nggak lebih dari seorang pria manja ya, "ujar Alexa mengulum senyumnya.
"Ck, terus aku nggak boleh emang manja sama kamu, "ujar Ryuga melepaskan pelukannya menatap Alexa cemberut.
Alexa mengulum senyumnya, "Iya boleh, tapi udah ya kalo kamu gini terus kamu kapan pulangnya, nanti anak-anak takut bangun nyariin aku gimana? "ujar Alexa mengalihkan topik.
Ryuga menghembuskan nafas kasarnya merasa berat, Ryuga mengambil sesuatu di dalam dompetnya, "Jahat kamu Yank ngusir aku, ini kamu pakai ini untuk keperluan kamu sama anak-anak_"
"Eh.., jangan Mas, kamu berlebihan ihh, "ujar Alexa menolak blackcard limited edition yang di berikan Ryuga kepadanya.
"Gpp Yank, kamu pegang aja, kalo kamu nggak mau ambil, aku nggak bakalan pulang, "ancam Ryuga menatap tegas wajah Alexa. Tidak ada respon dari Alexa, Ryuga pun menarik tangan Alexa dan memberikan kartu blackcard tersebut dengan sedikit memaksa
"Pinnya adalah tanggal ulang tahun kamu Yank, "ujar Ryuga.
"Apa ulang tahun aku, kok bisa sih? "tanya Alexa cukup terkejut.
Ryuga tersenyum lucu melihat wajah Alexa, "Karna kamu itu spesial, "ujar Ryuga menyentuh hidung Alexa.
"Martabak kali special, dasar tukang gombal! "ujar Alexa mencebikkan bibirnya.
"Nanti aku telpon kalo udah sampe sana ya," ujar Ryuga tersenyum menatap Alexa dari dalam mobil.
Alexa tersenyum menganggukkan kepalanya, "Iya hati-hati Mas," ujar Alexa melambaikan tangannya, lalu menatap kepergian mobil Ryuga. Setelah drama yang cukup lama Ryuga pun akhirnya meninggalkan kediaman Om Ardy.
*******
.
.
__ADS_1
Di hari sabtu, di SMA Garuda Bangsa tidak ada kegiatan belajar mengajar dikarenakan sekolah libur, namun bisa terlihat jelas oleh Alexa dan Rena ada beberapa siswa yang berkumpul di lapangan yang sepertinya sedang mengikuti kegiatan extrakulikuler. Tepatnya jam 10 tadi, Rena menjemput Alexa di kediaman rumah tua Grace, karena kemarin Rena sudah berjanji ingin menemani Alexa pergi kebeberapa tempat yang ingin Alexa kunjungi. Dan tempat yang Alexa dan Rena kunjungi pertama kali adalah tempat dimana mereka pernah mengenyam pendidikan selama selama 3 tahun.
Alexa dan Rena berjalan menapaki koridor sekolah di depan ruang aula, "Nggak banyak yang berubah ya di sini Ren, "ujar Alexa sambil melihat ke sekeliling area sekolah mengingat beberapa moment yang masih ia ingat.
"Iya Lex, gue masih inget moment kegilaan kita dulu kita di sini, " Ckckck! tapi gue waktu itu sedih banget nggak bisa ngerayain kelulusan sama luh, "ujar Rena sambil mengenang masa-masa indah semasa sekolahnya dulu dengan Alexa.
Tiba-tiba saja Alexa menghentikan langkah kakinya menatap ruangan yang terlihat begitu tidak asing baginya, Alexa terus menatap ruang tersebut dengan intens, "Ren dari tadi gue penasaran, gue pengen masuk kesitu Ren. Gue inget, kayanya dulu gue sering kesitu deh! "ujar Alexa sambil menunjuk ruang yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Rena melihat ruang yang Alexa tunjuk, "Hah, itu kan ruangannya Pak Ryuga waktu itu, "batin Rena mengerutkan kedua alisnya.
Dan tanpa aba-aba, Alexa menarik tangan Rena dan berjalan memasuki ruangan tersebut, "Ini dulunya ruangan siapa Ren? "tanya Alexa penasaran.
"Hah.. Hmm..,I-ini dulunya ruangannya Pak Ryuga, Lex, ''ujar Rena terbata-taba.
Alexa terkejut, ''Apa Ryuga, ''saut Alexa menatap Rena, Rena pun menganggukkan kepalanya menatap Alexa yang nampak kebingungan.
Alexa terus menatap sekeliling ruangan mulai dari meja ruang sampai ke arah sofa, Alexa terus memaksakan dirinya mencoba mengingat-ingat, namun tiba-tiba, "Ssshhh..Arrghhh..,ringis Alexa."
Rena menghampiri Alexa, "Luh kenapa Lex? "tanya Rena panik memastikan kondisi Alexa.
Alexa tidak menggubris pertanyaan Rena, karena ia tetap memaksakan otaknya terus mengingat-ingat sesuatu saat berada di ruang tersebut, "Arrghh..Sshh..Iya..gue inget tempatnya, gue harus kesitu sekarang juga, gue harus cari tau, Sssh.. "ringis Alexa bicara dengan dirinya sendiri saat tiba-tiba mengingat sesuatu.
"Tuh kan gue bilang juga apa! Luh bandel banget sih! kalo sakit jangan dipaksain Lex, "omel Rena langsung meraih tubuh Alexa yang terlihat tidak seimbang.
"Luh gpp kan? Sakit banget ya? Nih luh minum dulu! "ujar Rena dengan raut wajahnya yang terlihat cemas sambil menyodorkan air mineral kepada Alexa.
Alexa menatap Rena dengan mata yang berkaca-kaca, "Ren, Ryuga itu suami gue kan Ren ?_"
Deg..!
Sontak mendengar ucapan Alexa Rena di buat terdiam karena terkejut sambil menatap wajah pucat Alexa.
"Jawab Ren? "tanya Alexa dengan nada sedikit tinggi menggoyangkan tubuh Rena hingga membuat Rena tersadar.
"Ehh.., Hmm..L-uh udah inget Lex? Apa yang luh inget Lex? "tanya Rena terbata-bata. Namun bukannya menjawab Alexa malah memegangi terus kepalanya yang semakin terasa berdenyut.
Rena kelagapan, "Aduh gimana nih? Mending luh tenang dulu Lex jangan paksain pelan-pelan ya? Luh jangan nakutin gue dong, gue takut nih beneran nih sumpah! Apa kita ke dokter aja gimana yuk! ''ajak Rena bingung dan panik sendiri.
Alexa tiba-tiba terisak menatap Rena, "Ren, please anterin gue ke suatu tempat Ren," ujar Alexa dengan tubuh bergetar menggenggam erat tangan Rena.
"Tapi kondisi luh kaya gini Lex, please jangan luh paksain Lex, mending luh gue anter pulang ya," tawar Rena khawatir.
__ADS_1
Alexa menggelengkan kepalanya, lalu ia ambil saja obat pereda rasa nyeri di dalam tasnya dan meminumnya.
Alexa mencoba menetralkan dirinya mengumpulkan pasokan udara ke dalam paru-parunya sambil memegang dadanya, "Please Ren, gue janji abis itu kita balik," ujar Alexa tidak sabaran menggenggam tangan Rena.
"Iii-ya deh, luh bikin gue serba salah gini sih Lex, gue kan takut di somasi Pak Ryuga ntar kalo terjadi apa-apa sama luh. Tapi kemana kita sekarang? "tanya Rena bingung sendiri.
"Udah jalan aja dulu, ntar gue kasih tau," ujar Alexa memegang kepalanya menatap lurus.
.
.
*************
Setelah memakan waktu tempuh hampir sejam kini Alexa dan Rena terlihat berdiri di depan sebuah apartement mewah di pusat kota.
"Ini apartemen siapa Lex? "Rena bertanya sambil celinguk-celinguk.
Namun Alexa tidak menjawab pertanyaan Rena, karna ia terus fokus memencet kode password pada pintu apartemen yang di depannya.
Cekrek!
Pintu apartemen terbuka, "Ah ternyata dia belum mengganti passwordnya," batin Alexa, yang langsung menarik tangan Rena masuk ke dalam apartement yang pernah ia tempati bersama dengan Ryuga 5 tahun yang lalu.
Hampir 30 menit Alexa menatap sekeliling ruang apartementnya dan mencari tau dengan apa yang membuatnya penasaran saat mengingat fakta yang baru saja muncul di memorinya saat di sekolah tadi. Setelah Alexa memasuki kamarnya, kini ia terlihat memasuki kamar Ryuga dan mengobrak-abrik laci di kamar Ryuga sambil terus memegangi kepalanya yang terasa semakin nyeri.
Alexa terdiam menutup mulutnya terperangah, saat menemukan apa yang ia cari, yaitu akta cerai yang masih belum Ryuga tanda tangani. Dengan bulir air mata yang jatuh begitu saja Alexa memeluk Rena dan menangis tersedu-sedu.
"Ren, sebenarnya apa yang terjadi sama gua, Ren? Kenapa Kak Nicco bilang kalo suami gue udah meninggal akibat insiden kecelakaan 5 tahun yang lalu? Tadi pas dia ruangannya Pak Ryuga gue inget Ren, gue nyerahin surat cerai ini sama sama Pak Ryuga, tapi kenapa alasannya Ren gue bisa cerai sama dia Ren, tolong kasih tahu gue Ren," ujar Alexa menangis menggoyang tubuh Rena.
Rena ikut menangis menatap pilu wajah Alexa, "Lex, semua yang terjadi antara luh sama Pak Ryuga cuman salah paham Lex. Iya emang bener Pak Ryuga itu suami luh, dia selama ini kaya orang gila nyariin luh Lex. Dan mohon banget Lex, luh nggak perlu ingat-ingat lagi kejadian 5 tahun lalu, karena gue yakin luh nggak bakal sanggup terima itu semua Lex," ujar Rena mencoba meyakinkan Alexa.
Alexa terlihat menundukkan kepalanya dan kembali menatap sebuah cincin di tangannya, yang tadi ia temukan di atas berkas perceraiannya.
Rena menarik perlahan tangan Alexa, "Mending kita pulang aja yuk sekarang! Muka luh udah pucet banget Lex, jangan luh paksaain lagi otak luh buat mikir Lex, "ujar Rena mencoba membujuk Alexa.
Alexa akhirnya menuruti Rena, ia akhirnya berjalan keluar dari apartement Ryuga sambil memegangi kepalanya.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...