Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Obrolan Hangat Keluarga


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan malam, kini seluruh keluarga berkumpul di ruangan taman belakang bernuansa ruang hijau terbuka, sambil berbincang-bincang dengan hangat.


Om Ardy dan Ryuga terlihat cukup serius membicarakan masalah proyek pembangunan apartement mereka yang akan segera dilaksanakan.


Sedangkan Alexa, Grace dan juga Dimas terlihat sedang berbincang-bincang ringan sambil menemani Sheena bermain di gezabo dekat kolam renang.


Alexa yang sejak tadi diam-diam melirik ke arah Shaka yang terus menempel dengan Ryuga, ia dibuat heran dengan sikap Shaka yang sejak tadi tidak ingin lepas dari Ryuga.


Grace mendekatkan wajahnya ke arah Alexa, "Lo dari tadi liatin Pak Ryuga terus, luh suka ya?" tanya Grace berbisik dengan nada menggoda.


Mendengar ucapan Grace Alexa langsung memutus pandangannya dan menatap Grace terkejut, "Ngaco.., orang sehebat Mas Ryuga mana level ama gue, "Ckckc dia itu cocoknya bersanding sama Lisa Blackpink kalo nggak sama Kendall Jenner kali Grace.."Ckckc ngaco luh," bisik Alexa sambil menepuk tangan Grace perlahan merasa lucu dengan ucapan Grace barusan.


"Ckck, kamu bisa aja Sa," ujar Dimas yang ikut tertawa.


Grace pun ikut tertawa mendengar ucapan Alexa, "Terus ngapain luh dari tadi liatin dia mulu? "tanya Grace penasaran.


Alexa menghembuskan nafas nya perlahan, "Shaka kayanya nggak mau lepas dari Mas Ryuga dari tadi. Aneh aja sih, biasanya Shaka nggak pernah se intens itu sama orang yang baru dia kenal," bisik Alexa.


Grace dan Dimas saling memandang, "Jelaslah Lex, Pak Ryuga itu Daddynya Shaka kali Lex, " batin Grace.


"Mungkin itu kode keras kali, kalo Shaka minta Daddy baru, " ceplos Grace tanpa beban.


Alexa mengerutkan dahinya, "Makin ngaco luh lama-lama, "saut Alexa.


"Eh.., ngomong-ngomong kok kalian bisa sih tau-tau merid sih, emang kalian kenal dimana? "tanya Alexa mengalihkan pembicaraan.


Grace sekilas melirik Dimas dan tersenyum kaku, "Kita nggak sengaja ketemu pas di kuliah di England, ya dari situ kita mulai deket," ujar Grace.


"Ya ampun kebetulan banget ternyata, padahal terakhir gue ketemu luh Dim, kayanya waktu itu luh pingsan deh di sekolah, tapi gue nggak inget gimana persisnya kejadian itu, "ujar Alexa.


Dimas terkejut mendengar ucapan Alexa barusan, "Kamu inget kejadian itu Sa? "tanya Dimas antusias.


Alexa menggaruk kepalanya berusaha mengingat-ingat, " Inget tapi ada beberapa moment yang gue lupa, itu kayanya itu pas disekolah deh? "tanya Alexa menatap Dimas.


"Jangan terlalu di paksain Lex kalo emang luh nggak inget. Inget kondisi luh sekarang," ujar Grace.


"Terus kamu inget nggak Sa, sama Rena dan Kipli?" tanya Dimas penasaran.


"Ingetlah malahan gue pengen banget ketemu sama mereka, luh tau Dim gimana kabarnya mereka sekarang? "tanya Alexa.


Dimas mengerutkan dahinya, "Rena sekarang sih kerja di perusahaan tour dan travel gitu, trus kalo Kipli dia udah jadi pns sekarang Sa," ujar Dimas.


"Wah keren juga mereka! Ternyata lima tahun ini banyak banget yang berubah ya? Hmm.. jujur sebenarnya dari dulu tuh gue pengen banget liburan kesini tapi, Kak Nicco selalu ngelarang. Gue juga bingung kenapa Kak Nicco ngelarang gue pulang ke Indonesia. Dia juga nggak pernah cerita apapun ke gue, dan terutama tentang kecelakaan lima tahun yang lalu," ujar Alexa mencebikkan bibirnya.


Dimas tersenyum menatap Alexa mencoba memberikan semangatnya, "Mungkin karena Kak Nicco sayang sama kamu Sa, dan khawatir sama kondisi kamu. Terkadang kita nggak tau, apa maksud di balik musibah yang kita alami, mungkin aja memang ada beberapa ingatan yang nggak perlu kamu inget demi kebaikan kondisi kamu Sa, "ujar Dimas.

__ADS_1


Grace senyum menatap ke arah Dimas, "Benar kata Dimas Lex,," sautnya menimpali.


Ryuga menarik sudut bibirnya mendengar ucapan Dimas yang terdengar konyol baginya, "Cih apa dengan cara begitu, kalian bisa lolos dari rasa bersalah kalian terhadap Alexa, "batin Ryuga berdecih merasa muak melihat Grace dan juga Dimas. Sebenarnya sejak tadi ia bisa mendengarkan pembicaraan antara Alexa, Grace dan juga Dimas.


Grace menatap Alexa heran, "Tapi kok sekarang Kak Nicco bisa sih ngizinin luh pulang ke Indonesia gimana caranya?" tanya Grace penasaran.


Alexa menatap ke arah Shaka sekilas, "Semua itu permintaan Shaka, sebelum ke sini Shaka itu murung terus, dia nggak mau sekolah, terus Shaka juga sakit dan sempet di rawat 2 hari di rumah sakit_"


"Iya Aunty, tau nggak pas di rumah sakit Kak Shaka itu marah-marah sampe infusannya copot, ihhh Sheena serem liatnya," ujar Sheena antusias menyela ucapan Alexa.


"Ya ampun biasanya kan Shaka anaknya kalem dan pemdiem banget, kenapa Shaka bisa gitu?" tanya Grace


Alexa meraih tubuh Sheena duduk di pangkuannya, "Gue juga nggak tau Grace, Shaka juga nggak mau cerita apa-apa, Shaka juga jadi sensitif banget, " ujar Alexa lirih menatap ke arah Grace.


Sheena menatap ke arah Alexa, "Sheena tau Mommy, pasti Kak Shaka marah-marah gara-gara bertengkar sama Bryan dan Austin di kelas, makanya Kak Shaka jadi ngambek terus nggak mau sekolah, "ujar Sheena.


Shaka menatap tajam ke arah Sheena, "Sheena," panggil Shaka menggelengkan kepalanya sambil meletakkan jari telunjuknya di bibirnya. Ia mengingat ucapan Aunty Hanum untuk tidak membuat Mommynya sedih dan menangis. Sheena menatap ke arah Shaka, namun ia mengabaikan peringatan dari Shaka.


Alexa menatap ke arah Shaka Sheena secara bergantian, "Bertengkar kok bisa? Kenapa Sheena baru ceritain ke Mommy? "tanya Alexa mengerutkan kedua alisnya menatap Sheena.


"Maaf Mommy Kak Shaka bilang supaya jangan cerita sama Mommy. Mommy.. Byran sama Austin itu selalu gangguin Sheena sama Kak Shaka di sekolah, mereka selalu ngatain Sheena sama Kak Shaka itu anak nakal, makanya kata mereka Sheena nggak punya Daddy, "ujar Sheena terdengar lirih.


"Emang Sheena sama Kak Shaka itu nakal ya Mommy?" tanya Sheena lirih menatap Alexa dengan mata berkaca-kaca.


Mendengar ucapan dari putri mungilnya Alexa langsung saja memeluk Sheena dengan air matanya yang sudah menggenang di pelupuk mata. Begitu pun dengan Ryuga mendengar ucapan putri mungilnya tadi, dadanya di buat sesak, Ryuga tidak kuasa menahan emosinya karena selama ini kedua anaknya cukup menderita dan mengalami kesulitan tanpa kehadiran dirinya. Ryuga langsung saja memeluk Shaka dengan erat ia benar-benar tidak tega dengan apa yang sudah Shaka dan Sheena alami tanpa kehadiran nya .


Dimas dan Grace mengusap kepala Sheena, "Sheena sama Kak Shaka itu anak baik kok, yang bilang kalian nakal itu justru dialah anak yang nakal, " ujar Dimas tersenyum menatap iba ke arah Sheena.


"Beneran Uncle?" tanya Sheena menatap Dimas dengan wajah tak berdosa. Dimas dan Grace pun tersenyum mengangguk menjawab pertanyaan Sheena.


Sheena kembali memalingkan wajahnya ke arah Alexa, "Mommy.., Sheena boleh nggak sekolahnya di sini aja, sama Oma sama Opa, Sheena mau tinggal di sini aja sama Oma sama Opa, "ujar Sheena dengan tatapannya yang tidak berdosa.


Shaka pun menyaut, " Iya Mommy, Shaka juga mau tinggal di sini, disini ada Uncle Ryuga," ujar Shaka.


Alexa menghembuskan nafas kasarnya menatap kedua anaknya tidak tega, "Sayang.., tapikan kita disini cuman liburan," ujar Alexa.


Shaka langsung mengubah raut wajahnya menjadi serius, "Nggak mau, Shaka pokoknya mau tinggal di sini sama Opa sama Oma," teriak Shaka dengan nada tinggi.


Ryuga mengusap kepala Shaka, "Loh.., kok jagoan marah-marah sih! Ayo minta maaf sama Mommy, " ujar Ryuga tersenyum menatap Shaka.


Shaka memperlihatkan wajah bersalahnya menatap Alexa, " maafin Shaka Mommy, ujar Shaka dengan puppy eyesnya."


Ardy menghembus nafasnya perlahan menatap Alexa, "Alexa lebih baik kamu pertimbangkan keinginan anak-anakmu Alexa, sepertinya mereka sudah nyaman tinggal di sini. Dan untuk masalah Nicco kamu tidak perlu khawatir," ujar Ardy mencoba memberi pengertian kepada Alexa.


Sisil tersenyum, " Benar apa yang dikatakan Om, Alexa. Tuh, kamu nggak kasihan apa lihat mereka sedih kayak gitu," ujar Sisil menimpali. Sedangkan Alexa hanya diam memperlihatkan raut wajah bingungnya sambil menatap ke arah Sheena dan juga Shaka secara bergantian.

__ADS_1


.


.


***********


Tidak terasa malam semakin larut, Grace dan Dimas sudah meninggalkan kediaman orang tuanya. Kini tinggal Ryuga yang masih setia menghabiskan waktu dengan kedua anaknya. Ryuga seolah tidak ingin beranjak dari tempat yang kini yang membuatnya merasa semangatnya hidup kembali, mendengar suara-suara kedua malaikat mungilnya yang terus berceloteh dan tertawa riang kepadanya.


"Mereka bahagia banget ya Pah," ujar Sisil yang sejak tadi memperhatikan aktivitas kedua cucunya. Ardy pun hanya tersenyum menimpali ucapan istrinya menata ke arah Shaka dan juga Sheena.


"Shaka.. Sheena bobo yuk udah malam, " ujar Alexa menatap kedua anaknya yang sedang bersama Ryuga.


Sheena menatap Alexa dari kejauhan, "Iya Mommy," ujar Sheena patuh.


Sedangkan Shaka sendiri, menatap sedih ke arah Ryuga, "Uncle besok datang lagi ya ke rumah Opa, "ujar Shaka dengan wajah sedih tidak rela berpisah dengan Ryuga.


"Iya Uncle besok kesini lagi ya! bawain Sheena hadiah," ujar Sheena membeo menimpali.


Sisil dan Ardy hanya tersenyum menggelengkan kepalanya mendengar celotehan cucunya, yang terlihat begitu akrab dengan Ryuga.


Alexa menghembuskan nafas kasarnya menatap kedua anaknya, "Shaka..,Sheena! Unclenya kan sibuk sayang," ujar Alexa.


"Ihh.., mommy, orang Uncle Ryuga udah janji mau bawain Sheena hadiah, iya kan Uncle," protes Sheena menatap Alexa.


Ryuga menatap kedua anaknya tersenyum, "Ya udah besok sore Uncle kesini lagi! tapi janji ya, kalian harus nurut sama Mommy kalian," ujar Ryuga mengusap rambut Sheena dan Shaka.


Shaka memperlihatkan wajah sumringah menatap Ryuga, "Uncle janji, ujar Shaka memberikan jari kelingkingnya ke arah Ryuga. Ryuga pun menautan jari kelingkingnya dengan jari Shaka dan mengusap pipi jagoan mungilnya tersebut.


Shaka dan Sheena mengangkat kedua tangannya, "Hore asik," ujar Shaka dan Sheena dengan riang.


"Sheena sayang Uncle Ryuga," ujar Sheena meraih tangan Ryuga menatap Ryuga dengan wajah menggemaskannya.


Setelah berpamitan dengan Ardy, dan juga Sisil. Alexa menghantarkan Ryuga sampai teras di depan rumah, karena permintaan putra dan juga putrinya tersebut.


"Makasih ya Mas, Mas nggak perlu repot-repot datang ke sini lagi, hanya karna permintaan kedua anak saya. Saya sangat paham kesibukan Mas Ryuga, "ujar Alexa merasa sungkan.


Ryuga tersenyum menatap Alexa, "Gpp kok Alexa, kamu jangan merasa terbebani," ujar Ryuga menatap intens Alexa.


Alexa yang mendapat tatapan hangat dari Ryuga buru-buru memutuskan pandangannya, wajahnya terasa panas seketika.


Ryuga yang menyadari hal tersebut pun, langsung menatap ke arah putra dan juga putrinya, "Shaka.. Sheena nanti langsung bobo ya. Dan Shaka nggak boleh marah-marah lagi ya sama Mommy , " ujar Ryuga yang mengusap kepala Shaka dan Sheena secara bergantian. Shaka dan Sheena pun mengangguk patuh menatap Ryuga dengan senyum sumringah mereka.


"Dah Uncle," ujar Shaka dan Sheena melambaikan tangannya ke arah Ryuga yang berjalan menuju mobilnya. Ryuga pun tersenyum menatap ketiganya sambil melambaikan tangannya.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2