Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Semangat Ryuga


__ADS_3

Wijaya Gruop


Pagi hari Ryuga berjalan memasuki lobby perusahaan dengan langkah penuh semangat, ia tidak henti-hentinya menyimpulkan senyum tipisnya mengingat pertemuannya semalam dengan Alexa dan kedua anaknya. Seluruh karyawan yang datang saat itu menatap bingung ke arah Bos mereka, pasalnya selama bekerja di Wijaya Grup, mereka mengenal Pak Ryuga adalah merupakan atasan yang terkenal misterius dan terkesan dingin, apalagi bisa melihat senyum tersimpul di wajah Bos mereka itu adalah hal mustahil.


Dan tepatnya hari ini sepanjang lobby perusahaan, selain Ryuga mendengar sapaan dari para karyawannya, namun juga terdengar pula suara bisik-bisik dari para karyawannya yang terus saja terdengar di sepanjang langkah Ryuga. Namun Ryuga hanya acuh tidak menggubris ucapan-ucapan para karyawannya tersebut dan terus saja melangkah masuk ke dalam lobby perusahaan.


"Eh Sil, loh liat nggak sih tadi, Pak boss senyum ke arah kita? Ada apakah gerangan? "tanya Bella berbisik.


Silvi menganggukkan kepalanya, "Ia gue juga liat, gue kira itu perasaan gue doang. Omg ganteng banget sih jodoh orang," ujar Silvi.


"Sumpah ya, selama 3 tahun gue kerja di tim perencanaan, baru kali ini gue liat Pak Boss kita senyum. Biasanya kan Pak Ryuga mukanya flat banget nyaris tanpa ekspresi kalo kita sapa, "saut Bella menimpali.


"Hooh bener, untung gantengnya totalitas, makanya termaafkan, "ujar Silvi menimpali ucapan Bella.


"Tapi aneh banget ya..,Pak Boss kita betah banget ngejomblo gitu, padahal kan cewek sekelas Suzy juga bisa dia dapetin, "ujar Bella menyauti.


Silvi menggaruk kepalanya tidak gatal menatap ke arah Bella, "Eh apa jangan-jangan dia itu_"


"Hayo.., pagi-pagi udah ngegibah, " ujar Daniel dari arah belakang.


"Eh Pak Daniel,..pagi Pak," sapa Silvi dan juga Bella menyapa Daniel yang merupakan ketua tim perencanaan.


Silvi dan Bella langsung membungkam mulut mereka, karena mereka tau bahwa Pak Daniel bukan hanya karyawan di Wijaya Grup tapi juga merupakan sahabat Pak Ryuga.


********


Reyhan yang sudah menunggu kehadiran Ryuga di sofa lobby perusahaan, langsung menarik sudut bibirnya menggelengkan kepala menatap wajah sumringah sepupuhnya tersebut.


"Cie-cie yang abis jumpa kangen, semalem langsung berapa ronde luh Ga ?"ceplos Reyhan tanpa beban mengikuti langkah Ryuga di sampingnya.


"Sialan luh, apa jadwal gue sekarang?" tanya Ryuga menatap tajam ke arah Reyhan."


Nggak banyak, cuman meeting sama tim perencanaan. "Gimana Ga, kapan gue bisa ketemu sama dua keponakan gue? "tanya Reyhan penasaran.


"Belum Han, Alexa nggak inget gue sama sekali," ujar Ryuga sedikit mengubah raut wajah terlihat murung.


Reyhan tersenyum tipis menatap Ryuga, "Luh yang sabar Ga, luh sekarang yang harus perjuanganin Alexa, dapetin hatinya kembali, " ujar Reyhan menepuk bahu Ryuga.


"Ck, nggak usah pake luh suruh," saut Ryuga.


"Eh Ga, ngomong-ngomong image luh yang cuek dan dingin sekarang udah berubah. Luh nggak denger karyawan dari tadi ngomongin luh? ''tanya Reyhan tertawa.


Ryuga melirik sinis Reyhan, "Biarin aja, saut Ryuga acuh."


Pintu lift khusus mulai terbuka, Ryuga menatap Reyhan dengan mode serius, "Han, mulai sekarang semua jadwal gue luh atur ulang. Gue pengen mulai besok setiap jam 2 pokoknya gue harus udah ada di rumah, '' ujar Ryuga


"Tapi Ga, gimana lusakan kita dapet undangan khusus dari Pendana Menteri Inggris. Dan juga gue udah susun jadwal luh selama dua minggu ke depan. Banyak pertemuan dengan para kolega penting Ga, "ujar Reyhan menatap Ryuga serius.


"Arrghhh..! pokoknya luh susun ulang lagi jadwal gue, gue nggak mau tau Han! "Luh tau kan selama ini gue udah kerja mati-matian kaya robot nggak peduli siang malam. Dan sekarang gue pengen santai dan luangin waktu gue buat Alexa dan juga kedua anak gue Han. "Luh pasti paham gimana kesiksanya gue selama ini tanpa Alexa, "ujar Ryuga menatap Reyhan dengan wajah serius.


Reyhan menghembuskan nafas kasarnya, "Hmm..It's ok dah, tapi lusa kita harus terbang ke Inggris, luh harus datang ke pertemuan penting itu, "ujar Reyhan.


Ryuga menghembuskan nafasnya dengan raut wajah malas, "Kira- kira berapa hari kita disana? "tanya Ryuga.


"Tiga harilah kira-kira, saut Reyhan singkat."


"Ck, decak Ryuga merasa dilema karena memikirkan bagaimana selama 3 hari nanti, ia tidak bertemu dengan kedua anaknya dan juga Alexa.

__ADS_1


Ryuga kembali menatap serius Reyhan, "Han, tolong luh cari lahan di Jakarta kira-kira luasnya 2 atau 3 hektarlah, "ujar Ryuga berjalan menuju ruangannya.


"Lahan ? buat apa Ga ? Bukannya kita baru beliin lahan ya kemaren ? "tanya Reyhan menatap punggung Ryuga yang berjalan di depannya.


"Bukan yang ini lain! Gue pengen bikin rumah yang layak buat gue tempati bersama dengan Alexa dan kedua anak-anak gue nanti Han, "ujar Ryuga menatap lurus ke depan tersenyum membayangkan rencana masa depannya bersama Alexa.


"Ok ntar gue cari. Nih luh baca dulu, "ujar Reyhan sambil menyodorkan berkas di tangannya ke arah Ryuga.


.


.


********


Di kediaman keluarga Om Ardy hari mulai menjelang sore. Alexa sibuk sendiri terus saja menatap dirinya di cermin sambil menempelkan beberapa baju dadanya.


"Ck, kayanya kerapihan deh, ganti," ujar Alexa melempar baju di ranjangnya.


"Yang ini formal banget, emang luh mau ngantor apa Lex, Arrgghh mending gue pake dress kaya biasa ajalah..! "ujar Alexa mulai frustasi.


Alexa duduk di ranjangnya menatap tumpukan baju yang sudah memenuhi ranjangnya, "Apa yang ada di otak luh sih sebenernya Alexa? Mas Ryuga tuh cuman mau ketemu sama anak luh doang bukan sama luh," ujar Alexa menjatuhkan dirinya di ranjangnya.


Alexa menatap langit-langit di kamarnya, "Kenapa pertama kali ngeliat Mas Ryuga muka nggak asing banget buat gue, terus perasaan gue juga kenapa langsung jadi aneh gitu, " batin Alexa berguling di ranjangnya sambil memukuli ranjangnya


Ia pun langsung bergegas merapikan diri, dan menyusul kedua anaknya yang sejak tadi sudah tidak sabar menunggu kedatangan Ryuga.


Di sudut ruangan lain Shaka dan juga Sheena terlihat duduk di teras depan menunggu kedatangan Ryuga. Shaka dan Sheena sampai melupakan jam tidur siang mereka demi menunggu kedatangan Ryuga.


Sheena terlihat murung menopang wajahnya dengan kedua tangannya, "Kok Uncle lama banget sih Kak? Apa jangan-jangan Uncle bohongin kita ya,? "tanya Sheena terlihat tidak semangat.


Alexa yang menatap wajah kedua anaknya yang terlihat murung karena menantikan kedatangan Ryuga, dibuat tidak tega menatap punggung Shaka dan Sheena dari belakang, karena sudah hampir satu jam kedua anaknya menunggu di teras rumah.


Alexa berjalan menghampiri kedua anaknya, "Sheena .. Shaka, masuk yuk! "ajak Alexa ikut duduk di samping kedua anaknya.


Shaka menengok ke arah Alexa, "Sebentar lagi Mommy, "ujar Shaka.


Alexa mengusap punggung kedua anaknya, "Sayang, mungkin Uncle Ryuga nggak sempat datang kesini, mungkin aja Uncle lagi sibuk sayang, "ujar Alexa.


Alexa berdiri dan menatap kedua anaknya tersenyum, "Yuk kita masuk, "ajak Alexa, Shaka dan Sheena pun berdiri meraih tangan Alexa berjalan masuk ke dalam kediaman mereka dengan wajah tidak semangat.


Tin..Tin..!


Suara klakson mobil di depan pintu gerbang kediaman Ardy pun terdengar, Pak Satpam langsung saja membuka pintu gerbangnya.


"Uncle..."teriak Shaka dan Sheena dengan wajah riang menatap ke arah mobil Ryuga yang baru saja tiba.


Sheena langsung saja berlari ke arah Ryuga dan berhambur memeluk Ryuga yang terlihat sudah mensejajarkan dirinya berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya menatap putri mungilnya. Sedangkan Shaka yang terlihat masih kesulitan berjalan karena luka di lututnya, hanya bisa menatap ke arah Sheena dan juga Ryuga dengan senyum ceria, yang berjalan menghampirinya.


Kok Uncle lama banget sih ? Sheena sama Kak Shaka nungguin loh dari tadi, "protes Sheena mencebikkan bibirnya.


Ryuga mencubit hidung Sheena perlahan, "Kan Uncle beli hadiah dulu buat Princes Sheena sama Kak Shaka. Nih hadiahnya buat Sheena, "ujar Ryuga menatap gemas Sheena.


Di ambi saja hadiah dari Ryuga oleh Sheena, 'Hore.., Sheena dapet hadiah lagi, Makasih Uncle, "ujar Sheena dengan riang.


Ryuga tersenyum menatap Sheena yang terlihat begitu riang, " Sama-sama, "sautnya.


Ryuga mengusap kepala Shaka, "Gimana lukanya masih sakit nggak ? "tanya Ryuga. Shaka tersenyum dan menggelengkan kepalanya menatap ke arah Ryuga.

__ADS_1


"Nih, Uncle bawain hadiah buat Shaka. Cepet sembuh ya jagoan! "ujar  Ryuga  perhatian mengusap pipi Shaka.


Alexa menatap ke arah Ryuga, "Mas nggak usah repot-repot beliin mereka hadiah, "ujar Alexa merasa sedikit terbebani.


Ryuga tersenyum menatap Alexa, "Gpp aku seneng kok, lagian aku juga udah janji sama Sheena mau bellin dia hadiah, "ujar Ryuga tersenyum hangat.


Alexa langsung memutuskan pandangannya sambil menggigiti bibirnya malu-malu.


"Uncle ayo kita masuk, "ajak Shaka dalam gendongan Alexa. Ryuga pun mengangguk sambil mengusap kepala putranya tersebut.


"Uncle, ini isinya apa Uncle? "tanya Sheena.


Ryuga mencubit pipi Sheena dengan gemas, "Kalo di buka nanti Sheena juga tau, "ujar Ryuga tersenyum.


Sheena berlari ke dalam dan mencari keberadaan Oma Sisil, ''Oma Sheena sama Kak Shaka dapet hadiah lagi dari Uncle, "ujar Sheena memamerkan hadiahnya kepada Sisil yang terlihat sedang duduk di ruang tengah.


"Wah, bilang apa dong sama Uncle, "ujar Sisil menatap Sheena.


"Makasih Uncle, "ujar Sheena dan Shaka saling bersautan. Ryuga pun tersenyum menatap kedua anaknya secara bergantian.


Sisil menghampiri Ryuga, "Kamu udah dateng? Ayo silakan duduk! "sapa Sisil dengan ramah kepada Ryuga.


"Iya Tante, Om Ardy belom pulang Tante? ''tanya Ryuga.


"Belom, biasalah katanya lagi kejebak macet. Ya udah kalo gitu Tante ke belakang dulu ya buatin minum, "ujar Sisil dengan ramah.


"Tante biar nanti Alexa aja yang bikinin, "ujar Alexa yang langsung berjalan menuju dapur.


"Ya udah kalo gitu Tante permisi dulu ya, Ryuga anggep aja rumah sendiri, kamu nggak perlu sungkan-sungkan ya, "ujar Sisil tersenyum simpul dan berjalan meninggalkan ruang tengah.


Saat di dapur Alexa terdiam sejenak sebelum membuatkan Ryuga minuman. Alexa memegangi dadanya, berusaha menetralkan irama jantungnya, "Aduhh,..jantung gue masih amankan," ujar Alexa mengatur hembusan nafasnya.


"Non Alexa ngapain?" tanya Mbak Ning tiba-tiba datang.


Alexa tersentak, "Hadeuh Mbak Ning ngagetin aja, untung jantung saya orisinal buatan Tuhan," ujar Alexa mengusap dadanya.


"Eh maaf Non, kaget ya?" tanya Mbak Ning tersenyum kaku.


Alexa langsung saja menyibukkan dirinya membuat orange jus untuk Ryuga.


"Ada tamu Non? Siapa Non tamunya? Sini biar Mbak yang bikinin minum," ujar Mbak Ning penasaran.


"Mas Ryuga Mbak Ning, biarin Mbak biar Alexa aja, "saut Alexa fokus mengaduk minuman.


"Owalah Mas Ryuga toh yang dateng, saya seneng loh Non akhir Mas Ryuga ketemu juga sama Non Alexa," ujar Mbak Ning menatap Alexa antusias.


Alexa menatap Mbak Ning terkejut "Maksudnya?" tanya Alexa penasaran.


"Iya Non, dari dulu Mas Ryuga tuh suka kesini nanyain Non Alexa terus sama Tuan, pas Non Alexa tinggal sama Den Nicco, " saut Mbak Ning.


Alexa terkejut mendengar ucapan Mbak, "Apa.., jadi Mas Ryuga itu kenal sama gue, tapi kenapa gue nggak inget apa-apa ya, "batin Alexa menggerakkan kedua matanya bingung bertanya-tanya sendiri


"Ya udah deh kalo gitu, Mbak mau ke atas dulu ya Non, mw ngangkat jemuran," ujar Mbak Ning meninggalkan Alexa.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2